
Aku terdiam sambil menatap ke arah Miya yang duduk di sebelah ku, ia hanya tersenyum saat menerima tatapan itu dan tak bergeming sedikitpun.
'Mata coklat yang cerah, rambut panjang bergelombang, bibir kecil yang imut juga wajah yang terlihat dewasa. D..dia benar tipe ku!'
Ucap batin ku saat menatap Miya, dia benar-benar enak di pandang saat ada dalam wujud aslinya. Berbeda dengan image Miya saat dia masih dalam wujud anak-anak yang terlihat lugu dan nakal, saat ini Miya sangat cantik dan imut! A..apa aku jatuh cinta pada Miya!
Tanpa sadar aku terus saja menatapnya, sampai membuat semua orang yang ada di sana menatap ku dengan bingung.
"Tuan putri, jika Miya terus di tatap seperti itu ia akan berlubang lho"
Ucap Rion dengan nada yang bercanda, aku tersentak dan menatapnya singkat.
"A..aku hanya terkejut dengan perubahannya, dia menjadi cantik sekarang"
Aku tak sengaja mengatakan pemikiran ku itu, Yohan dan Rion menatap ku dengan tatapan terkejut, Yula juga sama.
'Sial! Kenapa aku bilang dia cantik!'
Aku menyesali ucapan ku itu, lalu beralih menatap Miya yang kini memiliki wajah merona, ia menutup wajahnya dengan tangan seolah merasa malu karna mendengar ucapan ku tadi.
"M..master Kasumi mengatakan jika aku cantik, i..ini adalah hadiah terindah yang aku terima meskipun ulang tahun ku besok! Master, cobalah pukul aku sekali saja maka hadiah yang aku inginkan sudah lengkap!"
Aku langsung terdiam saat mendengar akhir ucapan Miya, hmm aku lupa jika dia memiliki sifat yang agak aneh, setelah itu aku pun membuang pikiran ku tentang jatuh cinta padanya.
"Tolong jangan tertipu dengan wajah cantiknya putri, menurut saya bahkan anda lebih cantik dari Miya"
Yula mengatakan itu sambil menatap Miya yang masih kegirangan, Yohan mengangguk setuju dengan pendapat Yula begitu pula dengan Rion. Sumpah deh, apa para pria di sini lebih menyukai wanita yang muda seperti Kasumi? sadarlah, kalian itu memiliki umur yang tua! yah kecuali Rion sih.
Aku hanya tersenyum saja mendengar pujian dari mereka. Menerima pujian tentang paras memang sering aku terima sejak dulu saat aku menjadi Kahill, tapi karna sekarang aku di sebut cantik dan bukan tampan jadinya seperti agak aneh. Meskipun aku pun tahu jika wajah Kasumi memang cantik.
"baiklah, terimakasih. Lupakan masalah itu, jadi bagaimana dengan masalah besok tentang pangeran? sepertinya saudara Miya menyembunyikan sesuatu sehingga ia hanya menerima saja. Kamu bilang mereka memiliki sifat yang jelek bukan, apakah reaksi tenang seperti ini wajar?"
Aku menaruh curiga pada mereka, bisa saja bukan reaksi tenang itu adalah awal sebelum badai? biasanya orang seperti saudara Miya itu bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginan mereka.
Yula mengangguk setuju, sepertinya ia juga tak begitu saja membiarkan suasana tenang ini berlalu.
"Anda benar putri, mereka terlalu tenang dan menerima keputusan ku. Meskipun status ku di keluarga Rula setara dengan kepala keluarga tapi mereka tak jarang menyampaikan protes karna tak menerima keputusan ku.
tapi kali ini aneh, mereka langsung pergi tanpa mengatakan apapun lagi. Ini jelas sekali mencurigakan, mereka seolah memiliki kartu as yang akan mereka keluarkan besok"
"Aku pun berpikir begitu, jadi. Untuk jaga-jaga aku akan ikut juga besok, bagaimana?"
Yula sedikit tersentak seolah terkejut dengan apa yang aku katakan, ia kembali menanyakan ucapan ku itu.
"Anda, ingin menghadiri pertemuan dengan pangeran besok? bukan kah anda harus pulang ke dunia dalam? Saya tak mau merepotkan anda lebih jauh lagi tuan putri"Ucap Yula, ku rasa ia khawatir tentang kedatangan ayah ku nanti jika aku tak pulang besok. Lagipula, jika ayah benar-benar ke dunia tengah bukankah dia akan memerlukan waktu juga? paling tidak mungkin dia akan datang saat siang hari.
"Tenang saja, kalian berdua sudah menjadi teman ku. Jadi masalah mu ya masalah ku juga"
Miya menatap ku dengan tatapan kagum, lagi-lagi aku mengatakan hal yang memalukan. Karna ini pertama kalinya aku memiliki teman manusia dan satu naga di kehidupan kedua ku, jadi aku merasa seperti perlu ikut campur dalam masalah mereka.
"Anda sungguh memiliki hati yang baik putri,"
'Anda tak mirip, seperti demon yang selalu di rumor kan di sini'
__ADS_1
"Jika seperti ini saya tak keberatan untuk tinggal bersama anda selamanya di dunia dalam nanti!"
Miya kembali bersuara dengan ekspresi yang kegirangan, melihat itu Yula langsung menepuk kepala Miya menggunakan buku yang dia pegang di tangannya. Miya pun meringis kesakitan.
"Yula! kamu selalu saja jahat padaku seperti ini! putri, lihatlah Yula memukul saya dengan keras!"
Aku tertawa pelan mendengar Miya yang mengadu padaku, emangnya aku ibu mu!? yah—ku maafkan karna wajah mu sesuai dengan tipe ku.
"Tapi, bukan kah kamu mencintai rasa sakit? yang di lakukan Yula pun sama saja bukan"
Ucap ku kemudian, sambil mengelus kepala Miya yang dia berikan di depan wajah ku. Rion hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Miya yang seperti manja iitu sedangkan Yula mendengus pelan.
"I..itu karna bukan anda yang melakukan nya, saya hanya ingin di perlakukan seperti itu oleh anda sekarang putri"
Yula kembali menyeret Miya yang menempel padaku, ia melakukannya dengan asal. Aku heran, meskipun tubuh Yula agak kecil dari Miya tapi dia bisa dengan mudah mengangkat Miya, meski dengan sebelah tangan. Kekuatan naga memang hebat ya.
"Maafkan atas tindakan lancang yang di lakukan Miya ini tuan putri, dia harus di ajari beberapa hal lagi tentang tatakerama. Ingatlah tanggung jawab mu, kamu itu calon penerus keluarga Rula yang di pilih langsung oleh naga, mana bisa kamu meninggalkan dunia tengah begitu saja."
Miya terlihat menggigit bagian bawah bibirnya, ia kesal karna perlakuan Yula yang selalu seperti itu. Juga, kata-kata yang Yula ucapkan padanya.
"Aku kan akan menikah dengan pangeran itu, JADI UNTUK APA AKU MEMIKIRKAN KELUARGA INI YANG BAHKAN PEDULI PADAKU, HANYA KARNA AKU ANAK PILIHAN NAGA!?"
Semua orang yang ada di sana seketika langsung terdiam mendengar ucapan Miya, itu terdengar seperti kata-kata yang sedih dan kesal, ternyata Miya menyembunyikan perasaan itu sejak dulu.
Yula menghembuskan nafas panjang, ia kemudian memangku Miya yang tadinya ia tarik ujung gaunnya, Miya yang merasa dirinya terangkat pun menatap Miya dengan tatapan gugup. Ini pertama kalinya Yula menggendong dia seperti itu.
"Kita bicarakan ini nanti, putri dan pangeran sekalian harus istirahat bukan? saya pamit undur diri sekarang, maafkan saya tak mengantar kalian ke kamar, permisi"
"Kakak, apa yang kakak pikirkan tentang masalah ini?"
Aku bertanya pada Rion, awalnya ku pikir ia akan mengatakan pendapat yang sama seperti ku dan Yula, namun ekspresi Rion sangat serius saat itu melihatnya membuat ku khawatir tentang apa yang akan dia katakan.
"Adik, ku pikir aku mencium bau darah di tangan salah satu saudara Miya tadi"
'Apa? Apa maksudnya itu?'
Yohan membalas ucapan Rion, dia juga sama memiliki ekspresi yang sangat serius sambil membuka penutup matanya.
"Ucapan pangeran Rion benar lady, 'mata' ku juga melihat jejak darah di tangan mereka, tapi kakak perempuan Miya memiliki jejak yang terlihat jelas, meskipun ia sudah mencuci bersih itu namun 'mata' ku masih bisa melihatnya"
Aku langsung terdiam setelah mendengar ucapan dari kedua orang itu, jadi. Apa maksudnya ini? jejak darah apa yang ada di tangan mereka.
"Ini gila! darah apa yang ada di tangannya?"
Rion terdiam sejenak, ia seperti sedang berpikir dan mengingat bau darah yang sepertinya ia kenali itu. Kaum vampir memang terkenal sebagai pemilik penciuman yang sensitif apalagi jika menyangkut soal darah, selama darah itu tidak di cuci oleh air laut, maka kaum vampir masih bisa mengetahui letak dan asal darah itu.
"Bau itu seperti milik half human. Half human yang banyak sekali dan masih muda"
Aku dan Yohan tersentak secara bersamaan saat mendengar ucapan Rion, sebenarnya apa yang terjadi? apakah ini awal dari putusnya hubungan antara manusia dan half human di masa depan nanti.
...—»※※※«—...
Miya masih menyembunyikan dirinya di balik selimut, Yula membawanya sampai ke dalam kamar dan kini Yula masih menemaninya dan duduk di sebelah Miya.
__ADS_1
Yula memperhatikan tubuh Miya yang di tutupi selimut itu, dia tau jika Miya sedang menangis di balik selimut tanpa suara seperti kebiasaannya saat ia tertekan. Yula menarik nafas panjang, ia pun menepuk kepala Miya dengan lembut.
"Miya, aku tau kamu tak ingin—"
"Maaf"
Yula terdiam, dia sedikit memiringkan kepalanya.
"Kenapa?"
"Aku berteriak pada kalian tadi, bahkan saat itu master Kasumi juga melihatnya. Kak Rika benar, aku sangat kekanak-kanakan"
Miya mengatakan itu dengannya suara yang lemah, ia terdengar jelas habis menangis.
"Tidak masalah bagiku jika kamu kekanak-kanakan, aku akan selalu ada di sebelah mu karna kamu adalah anak pilihan ku. Dan untuk yang kau katakan jika keluarga ini tak ada yang peduli padamu maka kamu salah, aku peduli padamu dan aku juga adalah bagian dari keluarga Rula ini. Kau bahkan lupa itu Miya?"
Miya hanya diam saja, ia tak merespons ucapan Yula itu. Yula mendekati Miya lalu mengelus kepalanya pelan, di mata orang lain mungkin Yula terlihat hanya bersikap baik dengan anak yang dia pilih sebagai penerus untuk melaksanakan tanggung jawabnya.
Namun, bagi Yula. Miya adalah adiknya yang sangat berharga, ibu Yula pelindung keluarga Rula terdahulu pernah mengatakan jika ia harus memperlakukan anak yang dia pilih sebagai saudara, dan dia harus menjaga anak itu selamanya.
Yula tak langsung mengetahui penyiksaan yang di alami Miya dulu, itu karna ia sedikit terlambat saat menerima tanggung jawab sebagai pelindung keluarga, jadi. Saat ini dia berusaha sangat keras untuk melindungi Miya, termasuk dari kedua kakaknya yang berniat menyingkirkan Miya itu.
"Miya adik ku dengar, aku tahu kamu menginginkan posisi penerus keluarga karna kamu merasa ingin membuat warga yang ada di wilayah Rula menjadi lebih baik dan bahagia."Yula menjeda ucapannya sejenak "Kamu pikir aku tak tahu waktu kamu menyelinap ke ruang kantor kerja mendiang ayah mu, yang kamu lakukan adalah memeriksa dokumen keluhan yang di kirim oleh warga, setelah itu kamu malah membagikan diam-diam makanan yang ada di gudang pada mereka. Apa kamu ingat itu?"
Miya masih terdiam, melihat reaksi yang belum berubah itu Yula pun melanjutkan ceritanya.
"Sesudah itu aku melihat potensi aura yang kamu keluarkan, bukan hanya jujur dan adil tapi kamu juga bijaksana. Memikirkan orang lain mungkin bagus, tapi kamu juga harus memikirkan dirimu sendiri"
Miya sedikit mengeluarkan kepalanya dari balik selimut, ia berbalik menatap Yula.
"D..darimana kamu tau tentang itu? Bukannya saat itu kamu bahkan belum mengenal ku?"
Yula tersenyum, akhirnya Miya mau menatapnya dan berbicara.
"Itu rahasia. Jadi sekarang aku tanya lagi padamu, apa kamu mau menikah dengan pangeran itu dan meninggalkan tanggung jawab mu sebagai anak pilihan pelindung naga lalu menyerahkan posisi itu pada kakak mu?"
Miya langsung bangun dari posisinya yang berbaring, dia duduk bersimpuh di atas kasur sambil memandang Yula yang ada di sebelahnya lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak! A..aku mau menjadi kepala keluarga Rula dan selalu menangani masalah di wilayah ini, dan aku tak mau menikah sebelum kamu menikah!"
Yula sedikit tersentak mendengar ucapan akhir Miya itu, tapi sesaat kemudian ia pun tersenyum lagi lalu mengelus kepala Miya lembut. Mau umur berapa pun, Miya di mata Yula tetap saja anak yang ingin dia manja.
"Jika kamu menunggu aku menikah, maka kamh harus menunggu sampai ratusan tahun lho. Tak mudah bagi naga menemukan jodohnya"
"Tidak masalah! akan ku tunggu, setelah itu baru aku akan menikah!"
Yula tertawa keras, untuk pertamakalinya ia melepaskan tawanya itu. Miya tetap sama, anak yang dia lindungi dan sayangi siapapun yang menghalangi jalan Miya menuju akhir yang dia inginkan maka Yula pasti akan membantunya meskipun jika ia berkorban untuk itu.
"Jadi tolong hilangkan pikiran mu untuk tinggal di dunia dalam bersama putri Kasumi, jika kamu jadi kepala keluarga maka kamu harus berada di dunia tengah dan mengurus semua hal di sini oke?"
Senyuman bahagia tadi berubah menjadi senyuman sadis yang terlihat manis namun menusuk, Miya langsung mengangguk setuju. Jika Yula sudah tersenyum seperti itu, maka ia benar-benar terlihat seperti naga beneran.
Terimakasih sudah baca, like dan komen >//<
__ADS_1