Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
Bab 43-Akhir dari kekacauan


__ADS_3

Kasumi mulai heran dengan kondisi mental bawahan iblis jahat itu, sejauh ini dia hanya melihat orang gila saja yang bersamanya.


Lawan Kasumi sekarang juga seperti itu, gila.


'tapi meski mereka gila, kekuatannya bukan lelucon!'


Kasumi menghindar setangan dari cambuk milik wanita di depannya, dia masih belum bisa menggunakan semua kekuatan demon miliknya. Di tambah dengan kondisi tubuh Kasumi yang berada di tubuh anak-anaknya, ia jadi tak bisa leluasa bertarung dan sulit beradaptasi.


"Ada apa ini? Ku dengar bangsa demon memiliki kekuatan yang besar meski mereka anak-anak, tapi kenapa kau sangat lemah dan hanya menghindari serangan ku saja dari tadi?"


Si wanita itu berbicara dengan nada mengejek pada Kasumi, tapi Kasumi tak menggubris perkataan nya itu dan hanya sibuk menghindar dan memikirkan rencana.


'cambuk itu merepotkan juga, aku tak bisa menggunakan pedang biasa jika seperti ini. Lagipula kondisi tubuh ku juga semakin buruk sekarang,'


Kasumi mulai kelelahan, tubuhnya memang lemah. Namun dia tak bisa berhenti di sini, ayahnya juga belum selesai menahan Yula di ruang keluarga. Tapi, jika dia terus melanjutkan pertarungannya maka kondisinya akan semakin parah dan Kasumi tak ingin itu terjadi apalagi saat ayahnya ada di sini.


'aku tak bisa terus menghindar-akh!'


Pisau kecil dengan aura warna biru menusuk lengan Kasumi, serangan kecil itu berhasil membuat Kasumi kehilangan keseimbangan nya, ia hampir terjatuh saat hendak melompat untuk mengindari serangan si wanita di depannya. Wanita itu tersenyum licik, mata Kasumi menoleh ke arah kiri dan melihat jika kakak Miya baik-baik saja dan orang yang melempar pisau itu adalah Rika.


Rika tersenyum karena berhasil mengenai tangan Kasumi. Di lihat dari mana pun pisau yang menancap di tangan Kasumi itu terlihat berbeda, sepertinya itu sudah di lapisi dengan sihir suci milik saint seperti pintu di luar sebelumya.


'sial! Aku tak memikirkan itu,'


Rencana mereka tak terbaca oleh Kasumi, ia jadi berpikir jika instingnya menjadi pudar sejak dia memasuki tubuh anak-anak Kasumi, beberapa detik saja cambuk milik wanita itu hampir mengenai kepala Kasumi dan melukainya, namun seseorang datang dari belakang dan langsung menangkap Kasumi yang kehilangan keseimbangan di udara dengan cepat.


Itu adalah Elios, dan ada Black juga di belakangnya.


"Paman Elios!"


"Maaf kami terlambat putri, ayah anda yang menyuruh kami untuk menolong. Untung saja kejadiannya belum terlalu parah,"


Kasumi menatap Elios dengan kaget, tadinya ia akan nekad saja berubah menjadi wujud dewasa dan mengakhiri semuanya saat itu. Tapi, syukurlah ia tak melakukannya karna jika Kasumi melakukannya maka dia akan memiliki urusan yang sulit di jelaskan dengan Elios.


"Aku terkejut dengan ketenangan kalian meski seorang raja iblis sudah datang ke sini, tenyata sihir peredam yang ada di sini kuat juga. Pantas saja kalian tak merasakan aura besar milik Cendric,"


Black tiba-tiba saja berada di belakang wanita itu, ia menyentuh kepala si wanita dengan kedua tangannya, melihat kehadiran Black di belakangnya membuat si wanita itu tertawa. Entah apa tujuannya melakukan itu, tapi sorot matanya terlihat seperti menunggu kejadian ini terjadi.


Dia bergumam pelan, Black yang masih belum membunuhnya diam sambil mendengarkan gumaman dari si wanita di depannya.


"Benar, untuk dunia baru ciptaan lord. Musuh kuat sangat di perlukan, ini sesuai dengan apa yang lord katakan pada kami"


Setelah ia selesai mengucapkan itu, Black menutup mata si wanita itu dengan tangannya, ia membisikkan sesuatu pada si wanita itu dengan sangat pelan.


"Maafkan aku,"


Kemudian Black pun langsung mematahkan leher si wanita, dengan sangat mudahnya. Hingga leher wanita itu terpisah dari tubuhnya.


"Akhh!"


Wanita itu mengerang, sebelum ia akhirnya kehilangan kesadarannya dan mati.


Black tersenyum simpul sambil menatap kepala si wanita yang sudah ada di tangannya, saat itu ia terlihat seperti seorang penjagal yang menyeramkan, tersenyum dengan kepala orang di tangannya dan berlumuran darah.

__ADS_1


Namun, darah itu berwarna biru dan bukan merah, setelah melihat warna darahnya tangan Black langsung menusuk ke bagian jantung milik wanita itu dan mengambilnya lalu menghancurkan nya berkeping-keping.


Tubuh si wanita yang bertarung dengan Kasumi langsung berubah menjadi debu.


Kasumi menelan ludahnya secara internal, ia merasa seperti melihat tiran yang haus darah saat kejadian itu berlangsung.


'julukan miliknya sangat tepat sebagai partner ayah,'


Ternyata jabatan dan kekuatannya sangat sesuai dengan fakta yang ada.


Saat Elios menurunkan Kasumi ia mengerjap, tangannya langsung menutup mata Kasumi yang baru ia turunkan dari pangkuannya tadi.


"Hmm, paman? Apa yang anda lakukan?"


"Menutup mata anda. Black berpesan untuk jangan memperlihatkan sosoknya saat mengeksekusi musuh, karena itu adegan kekerasan yang tak cocok untuk anak-anak seusia anda"


Elios mengatakan itu dengan sangat santai, apa dia tak menyadari jika kejadian itu sudah selesai? Lagipula Kasumi sudah terlanjur melihatnya.


Black yang masih diam di tempat semua menggelengkan kepalanya, ia seperti sudah menyangka jika Elios akan telat menyadari itu.


Kasumi menarik nafas panjang, lalu ia menyingkirkan tangan Elios yang menutupi matanya itu.


"Tapi bukannya paman terlambat melakukan itu? Aku sudah melihatnya"


Elios mengatakan kata 'ah' dengan nada yang sedikit menyesal, ia baru menyadarinya. Lalu menatap Kasumi dengan tatapannya yang biasa.


"Ada pepatah yang mengatakan 'lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali' saya melakukan itu sekarang"


'ku rasa tuan perdana Mentri ini sangat sulit di tangani dalam hal bicara, aku merasa agak kesal sekarang.'


Pertarungan berhenti sejenak saat Elios menghilangkan sihir peredam itu dan semua orang di sana jadi bisa merasakan aura demon milik Cendric, juga aura yang di keluarkan oleh Black.


Mereka seperti sengaja membiarkan aura itu mendominasi ruangan di sana, untuk memberitahu keberadaan mereka. Tentu saja orang di luar tak akan mengetahui ini, karna sihir peredam yang di hancurkan hanya yang di dalam saja dan bukan yang di luar.


Reaksi yang di tunjukkan musuh sangat berbeda, bahkan pangeran Alfaro langsung membuka matanya saat ia merasakan aura demon yang pekat di sana. Saint yang tadi terlihat sangat tenang tiba-tiba saja tersentak, ia juga sedikit bergetar.


Black masih diam di tempat semula dia menatap sarung tangannya yang memiliki darah biru, terlihat tatapan yang sedih di wajahnya saat ia menatap itu.


'kenapa tatapan paman Black seperti itu?'


Mata Kasumi menatap Black yang memiliki ekspresi tak biasa, ia penasaran dengan penyebab dari munculnya ekspresi itu.


Melihat wajah penasaran Kasumi, Elios yang ada di sebelahnya pun membuka mulutnya.


"Kaum vampir tak bisa mati meski kepalanya lepas, mereka masih bisa hidup karna regenerasi yang bagus. Tapi, mereka akan mati jika jantung miliknya di hancurkan oleh seseorang," Elios menjeda ucapannya sejenak, ia menoleh ke arah Kasumi yang dari tadi menatap Black di depan."musuh yang anda lawan tadi, berasal dari kaum vampir. Black merasa bersalah karna harus membunuhnya, bagaimanapun dia itu memiliki rasa empati yang tinggi pada kaumnya sendiri,"


Kasumi langsung membulatkan mata karena terkejut, itu sebabnya ekspresi yang tak biasa Black tunjukkan muncul di sana.


"Jika dia vampir, harusnya matanya warna merah jambu bukan? Tapi, matanya itu hitam."


Gumam Kasumi pelan, ia merasa jika itu aneh. Elios hanya diam, dia tak menjawab pertanyaan Kasumi namun, dalam pikirannya sekarang ia sedang memikirkan alasan dari pertanyaan Kasumi itu.


'dia di rekayasa, Ilmuan gila mana yang merekayasa kaum vampir? Apa di luar sana masih banyak yang seperti ini juga, bahkan orang dengan kekuatan suci di sana terlihat sama dengan vampir yang di bunuh Black tadi.'

__ADS_1


Mata Elios menatap saint yang masih terdiam di samping ksatria itu, ia memiliki tatapan dingin saat menatap saint. Kebenaran dari identitas nya sangat aneh, Elios merasakan dua aliran mana berbeda di tubuhnya namun itu masih belum sempurna dia juga memiliki fisik yang kuat dan itu tak masuk akal.


Memang, biasanya seseorang hanya memiliki satu aliran mana, namun ada juga beberapa kasus yang menyebabkan mereka memiliki lebih dari itu. Tapi itu sangat jarang, hukum dunia ini menetapkan seseorang yang memiliki aliran mana lebih dari satu maka fisik mereka akan lemah, atau mereka akan memiliki kelemahan yang terlihat jelas.


Elios menatap Kasumi saat memikirkan dua aliran mana, itu karna Kasumi juga memiliki dua aliran mana yang berbeda. Ia di beritahukan oleh Cendric beberapa hari yang lalu, karenanya fisik KasumiĀ  menjadi lemah meski dia kuat.


'kami pun tak bisa mencapai kesempurnaan karna kami bukan dewa, selalu ada kelemahan di balik orang yang kuat. Tapi, jika orang itu tak memiliki kelemahan dan di karuniai dua aliran mana maka ada yang salah dengannya,'


"K..kenapa ada raja iblis di sini!?"


Rika yang sepertinya sudah sadar dari ketakutannya mulai berteriak histeris, ia memiliki tubuh yang gemetar. Semua pandangan mengarah padanya sekarang. Filo pun menunjukkan reaksi yang sama seperti kakaknya.


Manusia biasa akan sangat ketakutan hanya dengan merasakan aura demon king, itu sebabnya reaksi Filo dan Rika seperti itu. Beda kasusnya dengan Miya, itu karena dia memiliki perlindungan naga jadi efeknya tak terlalu berat untuk dia.


Ksatria itu menatap pangeran Alfaro sejenak, lalu mendecak dengan kesal karena item di tangan pangeran Alfaro menjadi rusak sekarang.


Konsentrasi yang pangeran Alfaro pertahankan dari tadi terganggu, itu senyeba kan item menjadi rusak saat itu juga.


"Haa...padahal tinggal sedikit lagi maka naga itu akan jadi milik ku, pangeran bodoh ini terlalu takut dengan aura demon yang pekat ini. Aku tak membutuhkan mu lagi sekarang,"


Ksatria itu menatap pangeran Alfaro dengan tatapan dingin, ia mengeluarkan pedang aura miliknya lalu mengarahkannya kepada pangeran Alfaro.


Clang!


Pedang milik Yohan menahan pedang ksatria itu yang hampir saja memenggal kepala pangeran Alfaro, si ksatria memiringkan kepalanya dia menatap Yohan dengan tatapan bingung.


"Apa kau sangat naif sehingga menyelamatkan orang yang membuat mu kerepotan? Aku tak tahu, kebaikan anggota kerajaan samudera itu sangat besar seperti ini"


Yohan tersenyum miring mendengar ucapan ksatria itu, kemudian ia pun menjauhkan pedang ksatria itu dari pangeran Alfaro yang memiliki kondisi tak baik.


"Aku tak melakukan itu untuk dia, pangeran ini harus mempertanggung jawabkan apa yang dia lakukan pada Miya dan yang lainnya. Tidak etis jika dia harus mati begitu saja,"


Ksatria itu mengerjap mendengar ucapan Yohan yang di luar dugaan, kemudian ia pun tertawa lepas seolah menyukai jawaban dari Yohan itu.


Sedangkan Yohan menatapnya dengan tatapan tak suka.


"Hahaha, bagus. Kau memiliki pemikiran yang bagus, ku harap kita akan bertemu lagi nanti!"


Setelah mengatakan itu si ksatria langsung menarik tangan saint yang mendekat ke arahnya, ia menyobek kertas teleportasi lalu menghilang dari sana.


Matanya melirik ke arah Kasumi yang berada agak jauh darinya, ia tersenyum sambil sedikit membungkuk pada Kasumi.


"Sampai jumpa lagi, tuan putri"


"Tunggu dulu!"


Kasumi berusaha menghentikan mereka, Rion yang melihat itu langsung melemparkan pisau kristal ke arah saint dan berhasil melukainya tepat sebelum ia menghilang sepenuhnya, terlihat tatapan dingin yang saint itu arahkan pada Rion namun Rion tak mempedulikan itu yang penting dia sudah berhasil melukai saint.


mulai saat ini, menjadi putri raja iblis akan up sesuai jadwal ya:)


terimakasih sudah baca, like dan komen >//<


maaf jika ada kata yang typo.

__ADS_1


__ADS_2