
Kasumi dan Kairo jalan beriringan keluar dari kuil, mereka tak berbalik ke belakang lagi dan hanya jalan saja.
Untuk kembali ke dunia luar, mereka harus masuk ke hutan perbatasan untuk melewati gate menuju wilayah tempat Julius berada.
Kasumi menatap Kairo sejenak, sekarang tinggi mereka tak terlalu jauh sehingga Kasumi agak mudah untuk mendongkrak ke arahnya.
"Tuan Kairo, bisakah kita ke kerajaan Ceru dulu sebelum kembali? Ada benda yang harus aku terima dari teman ku,"
Kairo menoleh ke arah Kasumi, ia langsung mengangguk tanpa bertanya apapun lagi. Itu jelas membuat Kasumi merasa aneh, Kairo yang hanya diam dan mengiyakan sesuatu tanpa memperdebatkannya itu sangat aneh.
Namun, Kasumi berusaha tak mempedulikan itu dan menganggap itu adalah sisi baik dari Kairo. Karena tujuan mereka adalah kerajaan samudra Ceru, jadi sekarang mereka sedang berjalan ke arah pelabuhan.
Untuk pergi ke kerajaan samudra Ceru cukup rumit, para penumpang akan menerima pemeriksaan sedetail mungkin oleh kru kapal dari kerajaan Ceru langsung, mereka mengantisipasi adanya hal-hal yang tak di inginkan seperti penumpang yang jahat.
Karena itu semua identitas harus di lihat oleh mereka, dan jika ada kepalsuan data pun mereka akan langsung tahu.
Cukup rumit memang, tapi meski begitu masih banyak orang yang ingin pergi ke kerajaan tertutup itu.
Antrian panjang memenuhi tangga kapal, Kasumi memang membaca beberapa informasi tentang kerajaan Ceru, di sana juga tercantum tentang rata-rata pengunjung yang datang ke sana dan itu memang fakta.
Yang datang dan menunggu sangat banyak, namun tak semua orang bisa naik ke kapal itu.
Setengah jam Kasumi dan Kairo mengantri, akhirnya giliran mereka untuk di periksa pun datang.
Sebelum kru meminta informasi tentang Kasumi, ia lebih dulu memperlihatkan tabung kecil seukuran jari telunjuk yang memiliki beberapa helai rambut berwarna biru laut di dalamnya.
Kru itu terkejut, dia jelas sekali tahu apa arti dari rambut itu.
"Bolehkah saya melihat itu terlebih dahulu?"
"Tentu saja,"
Kasumi memberikan tabung yang berisi rambut itu, dan si kru kapal pun pergi sebentar untuk menemui atasannya.
Kasumi dan Kairo di tahan sebentar, mereka sedikit menyingkir untuk membuat orang-orang lainnya bisa melanjutkan pemeriksaan.
__ADS_1
Suasana di sana sedikit heboh karena penasaran dengan apa yang Kasumi perlihatkan pada kru sehingga membuat kru itu terkejut, mereka ingin tahu benda apa yang di bawanya tadi.
"Kapan kau memiliki rambut pangeran itu? Kau tak mencurinya kan?"
Kasumi langsung menggelengkan kepalanya saat ia mendengar tuduhan dari Kairo, dia jelas sekali tak akan melakukan itu.
"Sebelum Yohan kembali ke kerajaannya, ia memberikan saya itu. Katanya rambut miliknya akan memudahkan saya untuk masuk ke kerajaan Ceru tanpa di periksa, saya tak mempercayai itu jadi sekarang saya melakukannya untuk membuktikan apa itu benar atau tidak,"
Kairo hanya diam mendengarkan penjelasan dari Kasumi.
"Bagaimana anda tahu jika itu rambut Yohan?"
"Sihir di dalamnya masih ada, hanya keturunan kerajaan samudra saja yang memiliki sihir di rambutnya yang biru."
Kasumi mengangguk paham, tak heran jika Kairo langsung mengetahuinya.
Setelah percakapan singkat itu, kru yang tadi meminjam tabung kecil milik Kasumi kembali menghampirinya, dia tak sendiri.
Di depannya sudah ada seseorang yang terlihat seperti atasannya, ia mendekati Kasumi dengan tergesa-gesa.
Kasumi sedikit tersentak karena perlakuan itu, namun ia langsung mengangguk saja.
"Tidak apa-apa, aku tak menunggu terlalu lama kok,"
"Terimakasih atas kebaikan anda, saya akan mengantarkan anda ke ruang tunggu. Silahkan ikuti saya,"
Rui, pria paruh baya itu langsung memandu Kasumi dan Kairo ke ruangan yang memang sudah ia persiapkan sebelumnya. Tangannya masih bergetar meski ia sudah tak menatap mata Kasumi lagi.
'mata merah dan rambut coklat! Jelas sekali, ini adalah ciri putri tunangan pangeran Yohan!'
Rui merasa senang dan terhormat karena melihat wajah putri yang akan menjadi tunangan pangeran negerinya secara langsung.
Sebelum mereka berangkat bekerja tiba-tiba saja ia di panggil langsung oleh pangeran Yohanes, pangeran kedua kerajaan Ceru.
Jika ia di panggil oleh pangeran pertama, mungkin itu tak aneh. Tapi yang melakukan itu adalah pangeran kedua yang terkenal karena kekuatannya yang istimewa.
__ADS_1
Rui penasaran alasan apa yang membuatnya, seorang ketua kru kapal yang bertanggung jawab mengangkut penumpang di panggil oleh seorang pangeran.
Dengan perasaan gugup dan takut ia pun menjawab panggilan itu, ia pergi ke istana tempat pangeran kedua berada.
Saat di sana ia khawatir jika dia sudah melakukan kesalahan, namun apa yang di katakan pangeran Yohanes sangat di luar pemikiran Rui.
"Wanita dengan rambut coklat dan mata merah, dia memiliki beberapa helai rambut ku. Izinkan dia untuk datang ke sini tanpa pemeriksaan, juga berikan dia ruangan terbaik di kapal mu."Yohan menjeda ucapannya sejenak, wajahnya menjadi merah saat ia akan melanjutkan ucapannya."d..dia calon istri ku ekhem, tunangan ku nanti, jadi perlakukan dia dengan sangat baik mengerti?"
Mata Rui langsung terkejut, pangeran kedua mereka memang sudah masuk ke dalam usia menikah namun ia masih tak terlihat dekat dengan wanita manapun. Mendengar langsung dari Yohan membuat Rui mengangguk paham, ia akan melakukan yang terbaik untuk menjamu calon putri di kerajaannya ini.
Sekarang ini dia dengan bangga menutup pintu saat sesudah menempatkan Kasumi dan Kairo di tempat paling istimewa, VIP room.
"Ketua, sebenarnya siapa mereka?"
Salah satu bawahannya bertanya dengan penasaran, ia masih belum mengerti tentang situasi tadi dan memutuskan untuk bertanya.
"Wanita muda yang bersama pria tadi adalah tunangan pangeran Yohanes, pangeran menyuruh ku untuk menjamu beliau dengan baik sampai kita ke kerajaan. Jadi jagalah sikap kalian saat berada di dekat beliau mengerti?"
Kru itu melakukan sikap tegap, menandakan jika ia mengerti.
"Siap ketua!"
"Bagus, beritahu yang lainnya juga dan berikan jamuan terbaik kalian, bilang itu pada para koki"
Bawahannya mengangguk paham, setelah itu mereka pun melakukan tugasnya masing-masing.
Kasumi ada di dalam ruangan VIP yang nyaman, di dalam sana bahkan tak terasa goncangan karena ombak sekalipun, sepertinya ada sihir untuk membuatnya begitu.
"Aku akan membaca di sini, jangan ganggu aku."
Kairo langsung menikmati suasana nyaman itu dengan membaca buku dan duduk di atas sofa yang empuk, sedangkan Kasumi hanya diam sambil memikirkan apa yang Yohan katakan pada bawahannya sehingga ia di perlakukan sangat hormat hanya karena dia memiliki beberapa helai rambutnya saja.
Terimakasih sudah baca, like dan komen>\<
Cerita ini sudah memasuki arc tengah, saya akan membuat cerita ini tamat di antara eps 100an. Terimakasih bagi kalian yang sudah mengikuti alur cerita sampai ke sini, dan maaf jika cerita ini masih banyak kekurangan dan jarang update juga T-T, sekali lagi maaf dan terimakasih.
__ADS_1