Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
Bab 56-bertemu saint (3)


__ADS_3

"anda tak boleh melakukan itu, saya dengar tuan Duke adalah orang yang pemaaf lho"


Seorang gadis muda dengan rambut panjang berwarna hitam muncul, melihat kedatangan gadis itu membuat semua perhatian tertuju padanya.


Kairo yang hendak menebas kepala si penjaga kuil tadi menoleh, tatapan dingin tadi masih dia miliki.


Ia menahan pedang yang ada tepat di depan leher penjaga kuil itu, namun tak menjauhkannya.


"Ck, omong kosong apa yang kau bicarakan?"


Gadis itu hanya tersenyum meski Kairo mengatakan hal yang kasar dan tak sopan, ia mendekat ke arahnya dengan berani lalu menjauhkan pedang milik Kairo dari leher si penjaga kuil itu.


Kairo hanya diam saja saat ia melakukannya.


Kasumi memperhatikan setiap gerak-geriknya, wanita itu Solah tak memiliki rasa takut meski Kairo sudah jelas menunjukkan kekuatannya di sana.


"Itu mungkin tak benar jika anda memiliki sifat pemaaf, tapi apa anda pikir pasangan anda akan senang jika tahu apa yang anda lakukan pada penjaga kuil ini? Dia memang bersalah, jadi izinkan saya yang menghukum dia. Apa itu boleh?"


Kasumi semakin khawatir dengan apa yang akan terjadi, sekarang Kairo malah menatap wanita itu dengan tatapan sinis. Ia seperti mau mengabaikan ucapannya, namun akhirnya berhenti dan menghilangkan kembali pedangnya.


"Terserah kau saja."


Ucap Kairo singkat, ia langsung berjalan pergi meninggalkan wanita itu.


"Kasumi, ayo kita tunggu di ruang doa. Akan lama jika kita menunggu dia selesai,"


Kasumi mengangguk, dengan ragu ia pun menghampiri Kairo dan berjalan di belakangnya. Kasumi berbalik sebentar untuk memastikan keadaan di belakang mereka, putra mahkota Adrian mengisyaratkan untuk Kasumi ikut saja dengan Kairo, ia juga bilang jika di sini akan baik-baik saja dan mereka akan menyusul nanti.


Kasumi mengangguk atas ucapan tanpa suara Adrian, ia kembali berjalan mengikuti Kairo untuk masuk ke kuil.


Di sana ada beberapa orang juga, namun mereka langsung menghindar saat Kasumi dan Kairo lewat seolah tahu jika mereka jangan di ganggu, karena kejadian di depan pintu kuil tadi.

__ADS_1


"Saya sudah mengatakan bukan? Semua orang itu sama, entah itu bangsawan atau rakyat biasa. Mengapa kamu masih ragu untuk membiarkan mereka bertemu dengan ku? Jika kamu memandang semua orang yang ingin bertemu dengan ku setara, tanpa melihat dia bangsawan atau bukan kejadian ini pasti tak akan tejadi"


Penjaga kuil itu mengangguk dengan gemetar, bagaimana pun ia memang salah. Saintess di sana sudah mengatakan jika dia akan bertemu siapa saja yang ingin bertemu dengannya, tanpa mementingkan status apa yang mereka miliki.


Penjaga kuil ini jelas sekali tak menerapkan apa yang saintess mau, ia hanya melihat seseorang dari pakaian yang mereka kenakan apakah itu mewah atau tidak.


Hal itu membuatnya hampir kehilangan nyawanya sendiri, jadi saintess memutuskan untuk memberikan hukuman padanya.


"Bantulah rakyat miskin di desa untuk membangun rumah, berikan mereka makanan yang layak selama 6 bulan. Jika kamu sudah melakukan itu dengan baik maka kembali lagi ke sini, apa kamu paham?"


Mendengar hukuman yang diberikan oleh saintess bukan hukuman mati membuat penjaga kuil itu sangat bersyukur, ia juga menyadari kesalahannya dan terus meminta maaf pada saintess.


"Maaf, maafkan saya nona, saya akan melaksanakan hukuman ini dengan baik."


Saintess mengangguk sambil tersenyum lembut, setelah itu penjaga kuil pun pergi untuk melakukan hukumannya.


"Baiklah, mari kita lakukan apa yang Dewi takdir inginkan."


"Perkenalkan, nama saya Irene saintess yang melayani Dewi takdir."


Irene memperkenalkan dirinya di depan Kasumi dan Kairo, ia tak sempat melakukan itu tadi.


"Ah, saya Kasumi Hansa Cyrano, dan orang di sebelah saya ini guru shi--Kairo."


"Saya sudah tahu siapa kalian, sekarang tolong ikuti saya untuk ke ruangan khusus untuk melakukan pertemuan."


Kasumi mengerjap, ia merasa aneh karena Irene sudah mengetahui mereka namun tak terlalu memikirkan itu dan hanya mengikuti Irene yang berjalan memandu jalan.


"Tuan Kairo, mengapa anda selalu lebih tinggi dari saya meski setelah anda bereinkarnasi? Saya merasa tak adil karena itu!"


Adrian yang tiba-tiba saja muncul di sebelah Kairo mulai mengoceh dan menempel padanya, wajah Kairo jelas terlihat jengkel karena perlakuannya ini.

__ADS_1


Beberapa kali Kairo menyingkirkan tangan Adrian yang hendak menggandeng tangannya, tapi meski demikian Adrian masih saja berusaha.


"Apa..mereka teman baik? Tapi itu tak mungkin kan?"


Kasumi bergumam, sambil melihat tingkah laku Kairo dan Adrian di belakang. Irene hanya tersenyum mendengar ucapan Kasumi.


"Itu mungkin saja, kita tak tahu masa lalu apa yang mereka miliki juga jiwa asli mereka. Sama seperti anda, tuan Kairo dan Adrian pun pernah memiliki kehidupan masa lalu,"


Kasumi membuatkan matanya, ia terkejut dengan informasi yang di katakan Irene padanya. Kasumi hendak bertanya lagi, namun ternyata mereka sudah sampai di depan ruangan khusus itu.


Irene membuka pintu, kemudian mereka pun masuk ke sana.


Di dalam hanya terdapat altar di tengah-tengahnya ruangan, juga sebuah patung Dewi.


"Duduk lah di tengah altar itu, saya akan memulainya sekarang."


Kasumi dan Kairo mengangguk paham, tanpa banyak bertanya mereka pun langsung melakukan apa yang Irene katakan.


Kasumi duduk di sebelah kanan sedangkan Kairo di sebelah kiri, saat memastikan mereka sudah duduk di sana Irene mulai menggunakan kekuatannya.


Adrian pun masih ada di sana, ia memperhatikan mereka dengan seksama.


"Saya akan mulai,"


Irene mengatakan suatu mantra yang tak di ketahui apa itu, sebuah lingkaran sihir berwarna putih pun muncul di bawah kaki Kasumi dan Kairo. Setelah itu semuanya menjadi putih dan mereka tertidur.


...*****...


Saat Kasumi membuka matanya, hanya ada ruang hampa yang berwarna putih di depannya. Ia merasa familiar dengan pemandangan yang dia lihat itu dan mengingat saat pertama kali bertemu dengan Kasumi.


Sekarang Kasumi sedang berada di sebuah dimensi berbeda, tempat seseorang biasnya bertemu dengan dewa dan Dewi.

__ADS_1


Terimakasih sudah baca, like dan komen>\<


__ADS_2