Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
bab 58-Dewi takdir Azure(2)


__ADS_3

"b..berapa umur ku sekarang?"


Kasumi bertanya dengan keringat di dahinya, ia sudah lebih baik sekarang.


"19 tahun, itu adalah umur yang seharusnya kamu miliki saat masuk ke tubuh Kasumi, bisa tolong berikan item pengubah wujud padaku sebentar?"


Azure mengulurkan tangannya untuk menerima item pengubah wujud, Kasumi melihat di kalung yang dia pakai. Ternyata kalung dan semua benda yang Kasumi miliki menyesuaikan dengan tubuh dewasanya, tak seperti saat ia memakai item pengubah wujud dulu.


Kasumi memberikan kalung pada Azure, dan ia menerimanya.


"Aku akan mengambil ini, namun tidak dengan kekuatan yang roh pohon putih berikan padamu, kamu akan tetap memiliki kekuatan itu meski aku mengambil item ini."


Kasumi mengangguk paham, sekarang ia melihat keadaan tubuhnya yang sudah dewasa.


Ia merasakan perubahan drastis pada tubuhnya itu.


"Apa ayah akan terkejut bila melihat wujud ku?"


Kasumi mulai memikirkan respon apa yang akan keluarganya katakan saat ia memperlihatkan wujudnya itu, jika seperti ini bukan kah Kasumi jadi harus memanggil Rion dengan sebutan adik dan bukan kakak? Untuk Alice juga berlaku karena umur mereka sekarang sudah jauh.


"Aku akan menjelaskan semuanya, dia tak akan terlalu terkejut nanti."


Kairo menggantikan Azure untuk menjawab pertanyaan Kasumi, mendengar jawaban itu membuat Kasumi mengangguk paham.


"Waktu kita bertemu sudah selesai sekarang, aku sudah mengatakan semua hal yang perlu kamu ketahui. Jadi kamu harus kembali duluan,"


"Tunggu saya-"


Kasumi belum sempat menyelesaikan ucapannya,ia sudah langsung menghilang dan tak melihat Azure dan Kairo lagi.


Kairo menatap Azure yang baru saja mengirim 'paksa' Kasumi untuk kembali ke kuil, ia memiliki tatapan tak suka sekarang.


"Apa yang mau kau katakan padaku?"


Seperti biasa, Kairo berbicara dengan kasar dan tak sopan pada Azure, namun Azure memaklumi cara bicaranya itu.

__ADS_1


"Hukuman mu sudah hampir selesai, kamu sudah berjuang keras untuk menyelesaikan semua itu dalam seluruh kehidupan mu. Beberapa tahun lagi, kamu akan bertemu dengan pasangan mu.


Tapi, ingatlah. karena ini hukuman tahap terakhir maka ujiannya juga akan lebih besar, aku harap kamu akan selalu waspada pada pengkhianat."


Kairo hanya diam mendengar ucapan Azure, dalam hatinya ia merasa senang karena hukuman yang di berikan Azure padanya sudah berakhir, namun ia juga merasa tak enak dengan kata pengkhianat yang di ucapkan Azure padanya.


"Aku akan berhati-hati,"


Kairo menerima nasihat itu, dan membuat Azure sedikit terkejut. Biasanya ia tak akan dengan cepat menerima nasihat darinya, apalagi karena dia merasa sudah di 'buang' oleh ibunya sendiri.


Azure tersenyum, ia mendekat ke arah Kairo dan menepuk kepalanya.


Kairo tersentak, ia tak menyangka jika Azure akan melakukan itu. Bagi seorang Dewi yang memiliki anak berdarah campuran, memperlakukan anaknya dengan baik adalah suatu hal yang buruk karena itu Azure tak pernah memperlihatkan kasih sayangnya pada Kairo dulu.


Namun sekarang berbeda, jika Kairo sudah keluar dari dimensi ini ia tak akan pernah melihatnya lagi karena kesempatan yang dia miliki hanya sekali, jadi sebisa mungkin ia ingin memanfaatkannya untuk melakukan hal yang baik pada Kairo.


"Kamu sudah berusaha keras, Kairo. Terimakasih,"


Azure memeluk Kairo untuk terakhir kalinya, setelah itu tubuh Kairo mulai hilang karena waktunya sudah hampir habis.


"Kau telat 10.000 tahun untuk melakukan ini ibu,"


Azure bergetar saat ia mendengar Kairo memanggilnya ibu untuk pertama kalinya, rasanya ia tak ingin melepaskan pelukannya dengan Kairo namun perjanjian tetaplah perjanjian, Azure hanya memiliki satu kesempatan dan itu sudah dia lakukan sekarang.


"Terimakasih, dan maaf anak ku"


Seelah ia mengatakan itu, tubuh Kairo mulai menghilang, sekarang ia sudah pergi dari dimensi itu.


...****...


"Tuan Kairo! Apa anda baik-baik saja?"


Kasumi langsung menghampiri Kairo begitu ia bangun dari tidurnya, sekarang mereka sedang ada di dalam ruangan khusus berdoa.


Saintess Irene juga ada di sana, begitu pun Adrian.

__ADS_1


"Tunggu dulu, apa anda menangis tuan?"


Adrian mendekat ke arah Kairo, ia menatap matanya sejenak yang seperti mengeluarkan air mata. Tangan Kairo langsung memukul kepala Adrian, jika keluarga kerajaan tahu tentang apa yang di terima Adrian mungkin saja Kairo akan di hukum.


Tapi, siapa yang akan berani menghukum Duke di kerajaan dunia iblis? Tak akan ada yang berani melakukan itu, jadi ini baik-baik saja.


"Pukulan anda masih sakit seperti biasanya ya,"


Adrian sedikit meringis saat ia menerima pukulan dari Kairo, tapi si pelaku malah berjalan santai menjauhinya.


"Kami sudah selesai di sini, terimakasih karena sudah membantu,"


Kairo mengatakan kata terimakasih tak seperti biasanya, Irene mengangguk sambil tersenyum ramah.


Kasumi mengikuti Kairo yang berjalan keluar, dengan cemberut karena pertanyaannya tak di jawab tadi. Sekarang tinggi Kasumi hampir setara dengan Kairo, image ayah dan anak berubah menjadi pasangan kekasih tapi jelas sekali mereka tak ingin ada yang menganggapnya begitu.


"Segera selesaikan latihan Kasumi, dia harus berhasil mengatasi masalah yang dia bawa kali ini,"


Adrian mengucapkan itu dengan wajah yang serius, berbeda dengan dia beberapa menit yang lalu. Kairo mengangguk tanpa menoleh ke belakang, kemudian ia kembali berjalan keluar dan meninggalkan mereka di sana.


"Apa perang akan terjadi lagi di dunia dalam sekarang?"


Irene bertanya pada Adrian sambil melihat punggung Kasumi dan Kairo yang sudah menjauh, Adrian menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Belum, tapi nanti itu akan terjadi nanti. Aku tak tahu persisnya kapan, tapi perang kali ini akan berbeda dengan perang lainnya."


"Itu wajar, musuh kali ini adalah entitas yang mempengaruhi keseimbangan semua dunia,"Irene menjeda ucapannya sejenak, ia memiliki tatapan simpati sekarang"Akan ada korban, meski itu memang takdirnya tapi orang yang dia tinggalkan akan merasa sedih."


Nada bicara Irene terdengar sedih saat ia mengatakan ucapan terakhir, Adrian mengerti itu karena hati Irene yang lemah, ia bahkan mengasihani seorang demon yang seharusnya menjadi musuhnya.


Seorang demon berpengaruh akan mati saat perang terjadi, Irene sudah tahu itu. Tapi, takdir tak ada yang tahu, ia hanya bisa menerima sedikit ramalan masa depan. Dan bisa saja muncul seseorang yang menghalangi takdir kematian demon itu sehingga ia tak mati lebih cepat.


"Saya harap semuanya baik-baik saja, dan putri Kasumi serta yang lainnya"


terimakasih sudah baca, like dan komen>\<

__ADS_1


__ADS_2