
Perasaan ini terasa seperti deja vu. Sekarang, aku berada dalam satu kereta yang sama dengan orang yang paling aku hindari.
"Ada apa putri? Apakah anda merasa tidak nyaman?"
Aku segera menggelengkan kepalaku pelan sebagai jawaban. Pria di depanku itu hanya tersenyum simpul, kemudian kembali fokus menatap ke luar. Selama perjalanan ini dia tidak banyak bicara, sangat berbeda dengan pangeran Rion yang selalu ingin mengajak ku berbicara.
Grand Duke Kairo. Dia memutuskan untuk 'menumpang' di kereta kuda kami karena nasib kereta kuda miliknya hancur di serang monster serigala, padahal ku pikir kereta kuda miliknya punya kekuatan tahan banting, tapi ternyata tidak seperti itu.
Akhirnya kami berada di dalam kereta kuda yang sama sampai kami tiba di pelabuhan.
Pelabuhan berarti aku akan melihat laut. Jujur saja, aku sangat tertarik untuk melihat lautan.
Sejak dulu aku tidak pernah main ke laut, itu karena aku terlalu sibuk bekerja dalam ruangan meskipun sesekali ada sih pekerjaan ku yang di luar juga tapi tidak sampai ke laut.
Karena itu aku sangat menantikannya.
"Apakah anda pernah melihat laut putri?"
Pertanyaan itu di lontarkan oleh Grand Duke padaku. Aku menatapnya sejenak kemudian menggelengkan kepalaku sebagai jawaban.
"Ini pertama kalinya saya ke laut"
Aku menjawab jujur. Grand Duke mengetuk-ngetuk jarinya di jendela, entah kenapa dia melakukan itu.
"Lautan itu biru dan memiliki rasa air yang asin, bahan masakan yang bernama garam pun berasal dari sana."
Aku mengangguk paham. Tentu saja garam itu berasal dari laut, jika bukan terus dari mana? Itu adalah fakta yang umum di ketahui orang-orang, bahkan untuk mereka yang tak pernah ke laut pun tahu itu.
"Saya tahu itu Grand Duke."
Jari Grand Duke berhenti mengetuk kaca jendela, tatapannya yang semula fokus melihat ke luar kini beralih menatapku.
"Apa anda juga tahu tentang kerajaan Ceru yang ada di laut?"
"Kerajaan Ceru?"
"Betul."
Tentu saja aku tahu. Siapa sih yang enggak tahu tentang kerajaan misterius itu, tempat yang tidak mudah di kunjungi bahkan oleh raja kerajaan lain sekalipun.
Dan itu juga tempat yang sangat bersejarah. Saat menjadi Kahill dulu, tempat itu sudah berubah menjadi reruntuhan dan di pakai untuk penelitian.
"Saya hanya tahu jika itu kerajaan kecil yang kuat. Begitulah yang tertulis di buku"
Benar. Meskipun kerajaan Ceru itu kecil tapi mereka memiliki kekuatan militer yang kuat. Keruntuhan kerajaannya pun bukan karena perang, tapi karena raja mereka yang saat itu tidak bisa memimpin dengan baik.
__ADS_1
Jika bukan karena itu mungkin saja kerajaan Ceru akan menjadi lebih maju dari kerajaan yang lain.
"Itu betul. Kerajaan Ceru tidak seluas kerajaan yang lain, bahkan itu tidak mencapai setengah dari kerajaan Cyrent ataupun Koto, mengesampingkan hal itu kekuatan militer mereka sangat kuat, karenanya negara mereka menjadi sulit untuk di taklukkan. Bahkan beberapa orang luar pun sulit untuk masuk ke sana,"
Aku kembali mengangguk. Nah sekarang, apa alasan Grand Duke Kairo menceritakan tentang kerajaan Ceru padaku, sedangkan aku ataupun kerajaan Cyrent tidak memiliki hubungan apapun dengan kerajaan Ceru.
"Pangeran di kerajaan Ceru hadir dalam pertemuan kali ini"
Mataku terbelalak kaget saat mendengar ucapan Grand Duke. Kerajaan Ceru sangat tertutup, meskipun dulu mereka ikut serta saat membuat perjanjian damai tapi mereka tidak pernah ngirim anggota kerajaan untuk ikut dalam pertemuan lainnya.
Biasanya mereka hanya mengirim perwakilan saja, seperti kerabat jauh atau penasihat raja. Tapi kali ini mereka mengirimkan pangeran? Anggota kerajaan langsung?
Grand Duke menatapku, dia seperti menikmati melihat diriku yang cukup terkejut.
"Mengejutkan bukan? Sebuah kerajaan kuat yang tidak pernah ikut dalam pertemuan apapun tiba-tiba saja mengirim seorang pangeran untuk hadir, seperti akan terjadi hal buruk"
Itu memang mengejutkan sekaligus mencurigakan. Aku jadi khawatir, semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi.
Ngomong-ngomong tentang kerajaan Ceru, aku jadi sedikit penasaran tentang wajah pangeran itu. Dalam buku yang aku baca dulu, keluarga kerajaan Ceru memiliki ciri khas rambut biru cerah dengan mata hijau bak permata. Katanya itu sangat indah.
Rambut yang memiliki kekuatan alam dan tidak bisa di ubah oleh sihir apapun, pasti akan terjadi kehebohan nanti.
"Pangeran mana yang akan hadir?"
Ku dengar kerajaan Ceru memiliki dua orang pangeran sekarang. Apakah itu pangeran mahkota?
Aku mengatakan 'oh' singkat. Setelah itu suasana pun kembali hening, kami tidak berbicara lagi sampai akhirnya kami tiba di tempat tujuan.
Udara panas dan angin laut menyapaku saat aku turun dari kereta kuda. Suasananya sangat ramai, aku melihat wajah-wajah asing yang tak ku kenali. Sepertinya mereka adalah bangsawan yang ikut ke pertemuan. Irene mengatakan pertemuan ini bisa di ikuti oleh bangsawan manapun, tapi untuk acara utama hanya di hadiri oleh perwakilan dari setiap kerajaan saja.
Sir Alexis membantuku turun. Aku dan Grand Duke berpisah di sini, dia naik ke kapal pesiar itu lebih dulu.
Ah, benar. Kapal pesiar mewah yang menunggu itu, kami akan naik itu untuk sampai ke kerajaan Meta.
Kerajaan Meta adalah tempat pertemuan di selenggarakan, karena letak kerajaan itu ada di tengah-tengah kerajaan yang lain. Irene bilang tempat pertemuan selalu berbeda setiap tahun, dan sekarang kerajaan Meta terpilih menjadi tuan rumah.
Kapal ini menjadi transportasi untuk perwakilan semua perwakilan dan bangsawan yang ikut serta. Perlu waktu dua hari untuk sampai ke kerajaan Meta.
Saat turun dari kereta kuda mataku tak lepas mencari sosok yang ku kenal, aku mencari Irene. Surat terakhir darinya mengatakan jika dia pun akan pergi bersama perwakilan yang lain, biasanya Saintess menerima perlakuan khusus dan pergi lebih awal, tapi kali ini dia memutuskan untuk pergi bersama karena ingin melakukan perjalanan denganku.
Namun seberapa keras aku mencarinya dia tak terlihat di manapun. Yang ku lihat hanya tatapan kagum dari wanita-wanita muda yang menatap Grand Duke Kairo dan pangeran Rion saja. Sudah ku duga, mereka pasti akan populer.
'Yah, meskipun menyebalkan tapi aku harus mengakui jika mereka berdua memang tampan'
Penampilan ku sebagai Kahill tidak terlalu tampan, bisa di bilang aku memiliki wajah yang sangat biasa. Karena itu aku jarang mendapatkan tatapan kagum dari wanita yang memiliki perasaan padaku.
__ADS_1
Namun sekarang aku malah menerima tatapan itu, meskipun tatapannya berbeda dengan tatapan yang di terima oleh Rion dan Grand Duke Kairo.
Aku hanya diam sambil terus mencari sosok Irene, tidak mempedulikan tatapan waspada dan curiga yang di arahkan padaku oleh beberapa orang itu.
Alexis juga merasakannya, dia menatap balik dengan tatapan dingin miliknya seolah dia akan membunuh mereka di sana.
Aku terkekeh kecil, dia benar-benar ksatria yang baik.
"Berhenti menatap mereka dengan tatapan membunuh itu sir. Kamu akan membuat mereka ngompol di celana"
"Tapi putri, mereka sangat tak sopan. Tolong izinkan saya untuk mencongkel mata mereka yang berani menatap dengan tatapan curiga pada anda!"
Alexis mengatakan itu dengan sungguh-sungguh. Keinginannya untuk melindungi ku sangat kuat, jika aku memiliki sifat kejam mungkin saja permintaannya itu akan ku setujui.
Tapi tentu saja aku tidak akan menyetujuinya, tujuan kita sekarang menjadi perwakilan untuk memperbaharui perjanjian damai. Jika tersebar rumor ksatria milikku melakukan keributan di sini dengan mencongkel mata salah satu bangsawan maka sama saja dengan menyulut api untuk terjadi perang.
Aku tidak mau itu.
"Tidak. Kamu tidak boleh melakukan itu. Wajar saja mereka menatapku dengan tatapan takut atau curiga, siapa yang tidak takut dengan putri tunggal dari kerajaan demon? Meskipun kedamaian sudah terjadi tapi tetap saja masih ada beberapa orang yang khawatir, aku mengerti itu"
Alexis langsung terdiam begitu dia mendengar apa yang aku ucapkan. Dia mengangguk singkat, kemudian kembali seperti biasa.
Aku tersenyum simpul. Dia cukup penurut.
"Putri!!"
Aku langsung menoleh begitu mendengar suara yang akrab itu, sudah ku duga dia adalah Irene. Orang yang aku cari, sahabatku yang berharga!
Irene tersenyum padaku. Dia berjalan cepat sambil mengabaikan tatapan orang-orang yang terkejut, yah, pertemanan kami memang tak ada yang tahu.
Orang-orang itu memiliki rasa penasaran yang terpampang jelas di wajah mereka. Apa hubungan putri demon itu dengan nona Saintess? Mereka ingin mengetahuinya.
ini adalah peta dari dunia tengah.
nama kerajaan di sana:
Shuri
Aram
Meta
Hyun-ah
__ADS_1
Ceru