
Kasumi membuka matanya dan melihat pemandangan yang familiar, itu adalah kamar Kasumi yang ada di istana Cyrent. Dia menjadi bingung karena Julius membawa mereka kembali ke kerajaan.
Kasumi merasa sudah lama dia tak ke sini, ia merindukan tidur di kasurnya yang empuk.
Namun, sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat untuk itu.
"Dia belum ke sini,"
Julius bergumam sendirian sambil menatap keluar jendela, Kasumi dan Yohan saling menatap dengan ekspresi bingung. Mereka tak mengerti apa yang di maksud oleh Julius itu, dan siapa yang dia tunggu.
Karenanya, Kasumi pun bertanya pada Julius.
"Siapa yang kakek tunggu?"
Julius berbalik menatap Kasumi, kemudian menjawab pertanyaannya dengan santai.
"Pasangan kedua mu,"
Sontak Kasumi dan Yohan pun terkejut karena jawaban Julius, padahal Kasumi tak tahu siapa pasangan keduanya, Dewi Azure pun tak mengatakan itu pada Kasumi.
Namun Julius, yang baru saja bertemu kembali dengan Kasumi sudah mengetahui identitas orang itu, dia bahkan tahu pasangan Kasumi ada di mana.
"Bagaimana anda tahu itu?"
Yohan mengatakan pertanyaan yang ingin Kasumi tanyakan, dia pun penasaran dengan hal itu.
Julius membuka rambut yang menutupi mata kanannya, mereka baru menyadari jika dari tadi Julius memang menyembunyikan mata kanannya itu.
Sekilas ia jadi mirip dengan si naga Yula.
Saat ia membukanya, warna mata Julius yang biru berubah menjadi putih selaras dengan setiap helai rambutnya. Kasumi dan Yohan terkejut secara bersamaan, saat melihat mata Julius yang berubah.
"Mata kakek, itu putih"
"Benar, mata kanan ku menjadi putih saat aku mengaktifkan kekuatan melihat takdir. Sebenarnya ini adalah kemampuan spesial, karena aku adalah salah satu 'pemilik' dunia luar. Dan aku bisa melihat Benang merah milik mu yang ada di sini,"
Kasumi tersentak saat ia mendengar informasi itu, jadi, selama ini seseorang yang di takdir kan untuknya berada sangat dekat dengan dia.
'tapi siapa?'
Kasumi masih tak bisa memikirkan identitasnya, karena itu sekarang dia hanya akan mengikuti Julius saja.
"Kasumi, apa maksudnya dengan pasangan yang lain?"
Yohan yang dari tadi diam, tiba-tiba saja bertanya tentang sesuatu yang tak terduga. Kasumi pikir dia sudah tahu semua itu karena dari tadi dia hanya diam dan mengikuti saja, tapi ternyata dia belum tahu.
Sebenarnya, Kasumi merasa tak enak untuk mengatakan informasi itu. Dia tahu jika Yohan lebih dulu menyukainya, bahkan mungkin sudah sangat lama dia memiliki perasaan itu.
Jadi, mengatakan pada orang yang mencintaimu bahwa kamu memiliki pasangan lain itu sangat menyakitkan. Namun Kasumi pun tak bisa berbuat apa-apa, karena itu adalah takdir yang dia miliki.
Kasumi hendak menjawab pertanyaan dari Yohan, namun Julius lebih dulu menjawab itu.
"Kasumi akan punya dua suami nanti"
Dan langsung to the poin.
__ADS_1
'akh! Mengapa kakek mengatakan itu dengan lancar!? Bagaimana reaksi Yohan sekarang?'
Kasumi menatap mata Yohan, itu memang sedikit bergetar namun sesaat kemudian matanya kembali normal lagi. Ia tersenyum ke arah Kasumi, seolah fakta yang dia dengar itu tidak seberapa.
"Yohan, kamu-"
"Tidak apa-apa"
"Eh?"
"Aku tahu dari ayah, katanya kamu memiliki takdir yang sulit. Kekuatan yang kamu miliki pun terlalu berlebihan, jadi kamu membutuhkan seseorang untuk membagi kekuatan mu itu.
Jadi karena itu kamu memiliki dua pasangan hidup, tidak apa-apa jika aku bukan satu-satunya. Aku tetap senang karena menjadi salah satu pasangan mu"
Kasumi langsung terdiam saat Yohan selesai mengatakan itu, dia pikir jika Yohan akan sangat kecewa.
Tapi, dari jawabannya dia terlihat tidak terlalu kecewa.
Kasumi mendekat ke arah Yohan lalu memeluknya, Yohan terkejut karena Kasumi tiba-tiba melakukan kontak fisik karenanya dia jadi gugup sekarang.
"K..Kasumi?"
"Diam! Aku ingin memelukmu sebentar,"
Yohan berhenti berusaha melepaskan Kasumi, dia menatap wajah Kasumi yang ada di dalam pelukannya.
Tinggi Kasumi sudah tidak seperti anak kecil lagi karena dia memakai sihir usia dari Dewi Azure, karena itu sekarang Yohan jadi mudah memeluk Kasumi.
"Kamu akan selalu jadi yang pertama untuk ku, meskipun aku memiliki dua pasangan dalam. Ingatlah itu,"
"Itupun berlaku untuk kamu"
Jawab Yohan, sambil membalas pelukan Kasumi. Saat itu mereka mengungkapkan perasaan masing-masing, meski keadaan tak terlalu baik namun di sana dunia serasa milik berdua.
"Kalian, sudahi dulu drama romantis itu. Kita harus cepat sebelum musuh menyadari kehadiran mu"
Kasumi dan Yohan langsung melepaskan pelukan mereka, sekarang mereka malah malu karena mendengar ucapan Julius.
Mereka lupa jika kondisi sekarang sedang tidak terlalu baik.
"Baik kakek"
Ucap Yohan dan Kasumi secara bersamaan, mereka mendekat ke arah Julius yang sudah selesai mencari lokasi si pasangan itu. setelah itu mereka keluar dari kamar Kasumi.
Kasumi dan Yohan berlari dengan cepat ke arah yang Julius tunjukkan, mereka terus berlari tanpa mempedulikan tatapan terkejut dari pekerja yang ada di sana.
Beberapa orang ada yang langsung mengenali Kasumi dalam wujudnya yang sudah dewasa, mereka langsung memanggil Kasumi, tentu saja dengan ekspresi tak percaya.
"Tuan putri!"
"Putri Kasumi!"
Kasumi terus berlari, dia merasa sedikit bersalah karena tak menjelaskan apa-apa dan mengabaikan mereka.
Dia harus cepat menyelesaikan ini, agar bisa membantu ayahnya.
__ADS_1
Brak!
Julius membuka pintu ruang pertemuan dengan kasar, tidak, lebih tepatnya dia meninju itu sampai hancur berkeping-keping. Kasumi tak mengerti mengapa dia melakukan itu, apalagi ini di istananya!
"Harusnya kakek jangan menghancurkan itu!"
Kasumi agak kesal saat Julius menghancurkan pintu, memang tak seberapa karena kekayaan ayahnya bahkan bisa membeli beratus-ratus pintu seperti itu.
Dan, tindakan Julius ini sukses membuat semua orang yang ada di ruangan pertemuan menatap mereka dengan terkejut.
Ada banyak orang di sana, Kasumi pikir mereka sedang membahas masalah dan membicarakan rencana tentang perang yang terjadi.
Itu di buktikan dengan adanya bola pengamat yang ada di tengah meja mereka.
"Tuan putri Kasumi?"
Kasumi menatap ke arah orang yang memanggilnya, itu adalah Elios, ternyata dia tak ikut perang bersama Cendric ataupun Black.
Sepertinya dia bertugas sebagai pengatur strategi di sini, dan bola yang ada di tengah menghubungkannya dengan Cendric.
"-apa maksudnya putri Kasumi? Tunggu dulu, Kasumi ada di istana!?"
Terdengar suara terkejut dari bola itu, setelah suara itu hilang sebuah ledakan pun terdengar. Rupanya Cendric sedang berbicara sambil melawan seseorang.
Julius melirik ke semua orang yang hadir di sana, dari tatapannya mereka jelas tahu siapa identitas Julius karena itu tak ada yang memarahinya saat dia menghancurkan pintu tadi.
Malahan, tatapan orang-orang itu terlihat enggan bertemu tatap dengan Julius.
"Paman Elios, aku-"
Kasumi menghentikan ucapannya, itu karena Julius tiba-tiba saja menggenggam tangan seseorang yang duduk di sana.
Mata ungu bak lavender itu menatap Julius dengan terkejut, Kasumi dan Yohan pun sama terkejutnya dengan dia.
Perlahan dia membuka mulutnya untuk berbicara.
"Maaf tuan Julius? Mengapa anda menggenggam tangan saya?"
Pria berambut pirang dengan mata ungu itu mengingatkan Kasumi dengan seseorang, dia jelas tahu siapa pemilik penampilan itu.
'paman Black? Tidak, gaya rambutnya berbeda namun mereka mirip'
Dia sangat mirip dengan Black, meski gaya rambut yang dia miliki berbeda.
Pria itu memiliki gaya rambut yang menampilkan jidat, gaya rambut kebelakang, sehingga muncul kesan keren saat melihatnya, berbeda dengan Black yang memiliki gaya rambut M.
Mata mereka pun terlihat sama, hanya saja si pria yang ada di samping Julius terlihat sangat muda.
"Davian Nox Javier, kamu adalah yang kedua"
Kasumi dan Yohan tersentak secara bersamaan, itu karena mereka tahu arti dari yang di katakan Julius.
Terimakasih sudah baca, like dan komen ( ◜‿◝ )♡
maaf jika ada yg typo, juga maaf lama hmm
__ADS_1