Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
Bab 70-Di mulai(2)


__ADS_3

Zion tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ucapan Kairo. Sama sepertinya, ia juga sangat membenci orang yang sudah menyegelnya dulu, padahal akhir yang dia inginkan hampir di depan mata.


"Apa kau pikir aku akan menjawabnya?"


Kairo mengangkat bahu, ia tak berpikir jika Zion akan langsung menjawab pertanyaannya itu, tentu saja.


"Yah, aku tak berpikir begitu sih, tapi tak masalah, lagipula aku akan tetap menyegel mu lagi"


Ucapan Kairo terdengar sangat percaya diri, dia mulai menghunuskan pedangnya ke arah Zion yang masih menatapnya di sana.


Zion menatap Kairo dengan tatapan kasihan, Kairo tak suka dengan tatapan itu, dia berbicara dengan ketus pada Zion.


"Apa-apaan dengan tatapan kasihan itu?"


Zion mengangkat bahu dengan tak acuh, kemudian ia menjawab pertanyaannya Kairo.


"Entahlah, aku hanya merasa kasihan padamu"


Kairo semakin menatapnya dengan tatapan tak suka, ia menggenggam pedangnya dengan erat kemudian melesat ke arah Zion, itu sangat cepat sampai Elios pun tak bisa melihat kapan dia sampai di depan Zion.


Bang!


Pedang emas Kairo berhasil menghempaskan tubuh Zion, itu sangat jauh. Beberapa pohon yang ada di hutan itu langsung tumbang karena tertabrak olehnya.


"Tutup mulut mu dan segeralah mati"


Zion menyeringai saat serangan Kairo mengenai tubuhnya, itu akan sangat sakit jika saja dia tak mengumpulkan kekuatan selama beberapa bulan ini.


"Cukup kuat untuk orang yang sudah menderita sangat lama, tapi kekuatan mu tidak bisa di pakai seluruhnya kan?"


Kali ini Zion yang melawan duluan, ia langsung meninju Kairo dengan tangan kosong. Tubuh Kairo sedikit mundur karena serangannya, Zion mengeluarkan pedang mana yang dia buat. Pedang itu berwarna merah, sama seperti rambutnya.


Sekilas dia terlihat sangat mirip dengan Cendric, yang membedakan mereka hanyalah warna tanduk yang ada di kepala mereka saja.


Tanduk milik Cendric memiliki warna hitam, sedangkan Zion bewarna merah.


Tumbuhan merambat mulai muncul di belakang Kairo saat ia mundur karena serangan Zion, tumbuhan itu mengikat kakinya sehingga ia tak bisa mundur lagi.


Saat itu Zion mengayunkan pedang miliknya ke arah mata Kairo, hampir menusuknya. Namun Kairo di tarik oleh Elios yang tiba-tiba saja ikut dalam pertarungan, dan berhasil menghindarinya. Terlambat sedikit saja, sudah pasti mata emas Kairo akan tertusuk oleh pedang Zion.


Kairo mengeluarkan aura emasnya untuk memotong tanaman rambat yang ada di kakinya, kemudian mereka pun kembali mundur.


"Tanaman itu spirit hitam, kita harus berhati-hati,"


Kairo memperingati Elios untuk berhati-hati, spirit hitam berbeda dengan spirit biasa.


Mereka akan menyerap mana lawan dengan sangat cepat, kemudian mengirimkan mana lawan pada majikannya.


Kairo menatap pedang milik Elios, itu memang pedang biasa namun terlihat cukup kuat. Jadi ia pun berniat untuk memperkuat lagi pedang itu.


"Berikan pedang mu padaku"

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Elios langsung memberikan pedang miliknya pada Kairo, ia mempercayainya.


Kairo menyalurkan mana emas miliknya ke pedang, itu terlihat seperti aura miliknya membungkus pedang.


Setelah selesai ia pun langsung mengembalikan lagi pedang itu pada Elios.


'ah, mana emas milik tuan Kairo'


Elios menatap sejenak pedang miliknya, itu terasa lebih kuat sekarang. Meskipun dia menebas berkali-kali rasanya itu tak akan membuat pedangnya patah, ataupun rusak sedikitpun.


"Mana emas ku memiliki kekuatan dewi di dalamnya, itu akan membantu kita saat melawan demon yang memiliki energi negatif berlebihan seperti Zion. Mulai sekarang kau akan membantu ku untuk menyegelnya kembali,"Ia menjeda ucapannya sejenak, sebelum kembali berbicara"Jangan biarkan dia masuk ke dalam dan mengganggu Kasumi, dia adalah harapan terakhir dari kehancuran dunia dalam"


Tak ada ketakutan dalam ucapan Kairo meskipun ia mengatakan hal yang sangat berbahaya, Elios mengangguk sebagai jawaban.


Ia pun tahu akhir dari dunia dalam jika Zion berhasil membunuh Kasumi, karena saat ini hanya dia yang bisa membunuh Zion sesuai dengan ramalan itu.


"Baik, saya mengerti"


Mereka selesai berbicara, kemudian tatapannya mulai fokus kembali ke arah Zion yang menumbuhkan kembali tanaman itu, namun tanaman yang muncul sekarang berukuran lebih besar.


"Oh, apa kalian sudah selesai berdiskusi? Baik, sekarang ayo kita mulai lagi pertarungannya"


Ucapan Zion terdengar lembut dan ramah, namun ekspresi wajahnya tak terlihat ramah sama sekali. Ia seperti orang yang sangat ingin membunuh Elios dan Kairo saat itu juga.


pertarungan pun kembali di mulai.


...******...


Sementara itu, di dalam desa. Kasumi, Julius, Yohan dan Davian di antar oleh tetua beast serigala putih ke tempat suci yang ada di sana.


Meskipun tua, tapi kuil terlihat di jaga dengan baik seolah ia tahu akan di gunakan suatu saat nanti.


"Kuil ini sudah ada sejak lama, beberapa bulan yang lalu saya mendengar suara Dewi pohon putih, beliau menyampaikan untuk mulai membersihkan kuil karena itu kami mulai merawatnya lagi, ternyata maksud dari ucapan Dewi adalah ini"


Tetua beast serigala putih berbicara sambil berjalan, ia tersenyum memperlihatkan lekukan kerutan miliknya. Senyuman yang sangat ramah.


"Kami akan menjaga anda selama proses membagi kekuatan itu, saat melakukannya tak boleh ada gangguan bukan?"


Julius mengangguk, kemudian ia pun berterimakasih.


"Terimakasih,"


"Ini sebuah kehormatan bagi kami"


Setelah mengucapkan itu ia membuka pintu kuil, di dalam sana tak begitu banyak barang, hanya ada altar dan beberapa kursi untuk berdoa.


Tetua beast serigala putih hanya mengantarkan mereka sampai pintu, setelahnya ia menunggu di luar dengan sabar sambil berjaga bersama beberapa beast serigala putih lainnya.


Karena wabah penyakit di sana sudah hilang, ksatria yang menjaga kuil pun cukup banyak.


"Kalian bertiga, kemari lah"

__ADS_1


Kasumi, Yohan dan Davian mendekat ke arah Julius saat ia memanggilnya.


Julius mulai melafalkan mantra, kemudian sebuah lingkaran sihir pun muncul di bawah kaki mereka.


Sihir yang terlihat rumit dan kuat, namun itu juga indah.


"Teteskan darah kalian, setelah itu kita akan mulai pembagian kekuatan"


Julius memberikan sebuah belati kecil untuk menyayat jari mereka sehingga darah pun menetes, Kasumi melakukan itu pertama.


Setetes darah Kasumi jatuh ke atas lingkaran sihir itu, kemudian warna lingkaran sihir yang tadinya berwarna putih pun berubah menjadi merah.


Yohan yang kedua, setelah darahnya jatuh lingkaran sihir itu kembali berubah warna menjadi biru.


Sedangkan saat Davian melakukannya, itu menjadi warna ungu muda.


Tak lama setelah itu, tubuh Kasumi mulai bereaksi. Ia muntah darah cukup banyak, melihat itu membuat Yohan dan Davian terkejut lantas memanggil Kasumi bersamaan.


"Putri Kasumi!"


"Kasumi!"


Darah muncul tak hanya di mulut Kasumi saja, namun hidungnya pun mengeluarkan darah. Ia merasakan sakit yang sangat sakit, itu berbeda dengan rasa sakit saat Kasumi menerima sihir usia dari Dewi.


Semua organ dalamnya seperti berantakan, ia bahkan sulit mendengar suara Yohan dan Davian yang memanggilnya.


Tangan Yohan hendak membantu Kasumi untuk berdiri, namun Julius dengan tegas melarangnya.


"Jangan sentuh!"


"Tapi Kasumi kesakitan! Dia terluka!"


"Mana yang ada di dalam tubuh Kasumi mulai membagi dengan sendirinya, itu memang proses yang menyakitkan untuk tubuh pemilik jiwa terpecah tapi setelah itu dia akan baik-baik saja. Selama mana Kasumi belum selesai membagi secara sempurna kalian tak boleh menyentuhnya."


Yohan mengepalkan tangannya erat, ia tak bisa melihat Kasumi menderita begitu. Tapi, apa yang di katakan Julius pastilah benar.


Jadi dia pun memalingkan wajahnya dari Kasumi, dia tak bisa melihat itu.


"cih!"


Davian terdiam sambil melihat kondisi Kasumi yang terlihat sangat menderita, ia bahkan sampai tersungkur dan memegang perutnya dengan erat, berusaha menahan rasa sakit yang dia rasakan.


Meskipun ini adalah kali pertama ia bertemu dengan Kasumi, tapi melihatnya yang seperti itu membuat Davian ingin membantunya juga sama seperti Yohan.


'putri Kasumi, tolong bertahanlah'


Ia hanya bisa berharap sekarang.


'sial! Ini sangat sangat sakit!'


Hampir tamat nih gaes•́ ‿ ,•̀

__ADS_1


Terimakasih sudah baca, like dan komen ( ◜‿◝ )♡


Mohon maaf jika ada kata yang typo (。ŏ﹏ŏ)


__ADS_2