
Kairo membuka matanya dan mendapati dirinya berada di dalam sebuah kamar yang cukup mewah, ia tak mengenal kamar itu.
Tatapan Kairo beralih ke arah tangannya, di sana ada sebuah gelang yang melingkar. Gelang hitam yang cukup cantik.
"Ini gelang pembatas mana"
Kairo tahu apa benda itu, ia mengepalkan tangannya lalu gelang di tangannya pun hancur.
Sangat mudah baginya menghancurkan itu.
Kairo bangun dari kasur, ia hendak mendekat ke arah jendela dan keluar dari sana. Tapi, di jendela itu terdapat dinding yang memisahkan dengan dunia luar.
Seseorang mengurungnya di dalam kamar itu.
Dengan tenang Kairo meletakan tangannya di depan dinding, sesaat kemudian area dinding langsung retak dan hampir pecah.
"Tuan! Anda mau kemana!?"
Ucap seorang wanita yang masuk ke dalam kamar itu, Kairo berbalik dan menatapnya datar.
"Siapa kamu?"
Wanita itu memakai jubah yang menutupi bagian atas kepalanya, dia pun menutup wajahnya dengan topeng sehingga Kairo tak bisa mengenali pemilik wajah itu.
Jubah merah yang sama seperti pengikut Zion.
Wanita itu terlihat ragu untuk mengatakan siapa dirinya, beberapa kali ia membuka mulutnya namun tak ada kata yang dia ucapkan.
Kairo mulai agak kesal, dia pun bukan orang yang memiliki waktu luang sekarang.
Dia harus membantu Cendric dan yang lainnya keluar dari dunia Maya yang rusak, itu adalah permintaan terakhir dari Shiro sebelum dia menghilang dari mimpi Kairo.
"Aku tak memiliki waktu, jadi menyerah saja dan aku akan pergi"
Kairo melancarkan serangannya ke arah wanita itu, namun perisai hitam menutupinya sehingga serangan Kairo tak mengenai wanita itu.
'perisai dari spirit hitam? Dia orang yang berbahaya'
Kairo ingin membereskannya, tapi sekali lagi, dia harus pergi dari sana.
Kebangkitan Kasumi sudah terjadi, jadi sekarang ini pasti sedang ada pertarungan besar di wilayah kerajaan Cyrent.
Kairo mulai menghancurkan dinding dan membuat lubang besar di sana, suasana di luar sangat sunyi. Ia berada di dalam hutan yang rimbun.
Hutan yang tak dia ketahui, sepertinya ini adalah dunia Maya yang wanita itu ciptakan untuk mengurungnya.
Kairo kembali menatap wanita itu yang terlihat khawatir, ia bahkan mengigit ujung jarinya saat melihat Kairo hendak kabur dari sana.
"Aku akan pergi, anggap saja kau beruntung karena aku tak menghabisi mu saat ini juga"
Ucap Kairo tegas, ia mulai melangkahkan kakinya keluar. Tapi, tiba-tiba saja dia merasakan seseorang menarik ujung bajunya dari belakang.
Wanita itu dengan cepat berada di belakang Kairo, ia menatapnya dengan tatapan sedih seolah tak ingin Kairo keluar dari sana kemudian mulai berbicara.
"Jangan pergi, anda akan selamat jika berada di sini"
Ucapannya terdengar sangat khawatir, suaranya bahkan bergetar saat ia mengatakan itu.
__ADS_1
Tapi, Kairo tahu jika dia musuh. Kenapa musuh menginginkan keselamatannya?
"Kau musuh ku, kenapa kau ingin aku selamat"
Ucapan Kairo sangat dingin, ia bahkan menatap wanita itu tajam. Menerima tatapan tajam darinya membuat wanita itu sedikit takut, kemudian ia pun berteriak padanya.
"S..saya bukan musuh anda! Merekalah musuh anda! D..dan saya bukan, sungguh"
Seakan takut Kairo benar-benar pergi dan meninggalkannya, tangan wanita itu hampir memeluk Kairo. Tapi Kairo langsung menyingkirkan tangannya, dan mendorong wanita itu menjauh.
Wanita itu tak mengerang sedikitpun, padahal tangannya terluka karena tergores lantai. Ia menatap Kairo lagi, dengan tatapan yang sama seperti tadi.
"Aku tak tahu siapa kamu, tapi karena kamu sudah mengurung ku di tempat seperti ini maka aku akan menganggap mu musuh. Meskipun, kau tak mengakuinya."
Wanita itu menundukkan kepalanya, ia kemudian bergumam pelan.
"Jika anda tahu siapa saya, maka saya akan di buang oleh anda. Saya tak mau itu terjadi,"
Kairo mengernyitkan dahinya, dia tak mengerti apa yang di katakan si wanita itu. Apa dia mulai gila?
"Terserah kau, aku akan pergi sekarang"
Tak menunggu waktu lama, Kairo melompat dari sana. Ia mendekat ke arah batas dunia Maya itu lalu menghancurkan nya dengan mudah, setelah itu lingkaran yang mengurung rumah itu menghilang dari sana.
Wanita itu masih terdiam, salah satu bawahannya keluar dari bayang-bayang kemudian bertanya.
"Nona Dya, apa kita perlu mengejar beliau?"
Wanita itu menggeleng pelan, ia tertawa sambil melihat Kairo yang sudah tak ada di depan matanya lagi.
Dya memiliki tatapan yang aneh, wajahnya memerah saat ia memikirkan masa depan yang dia rencanakan.
"Setelah kebangkitan si palsu itu gagal, maka tuan Kairo akan segera jadi milikku"
...*-*...
"A..apa yang terjadi?"
Yohan menghentikan serangan yang dia arahkan pada Pin, itu karena dia melihat pilar cahaya yang muncul dari tubuh Kasumi.
Tubuhnya langsung merinding begitu melihat pilar cahaya itu, begitu pula dengan orang-orang yang ada di sana.
Davian menatapnya dam menelan ludahnya saat ia melihat pemandangan di depannya itu.
"Ini kekuatan yang sangat luar biasa"
Gumam Davian pelan, ia merasakan kekuatan yang sangat besar dari arah Kasumi. Bahkan mungkin saja kekuatan itu hampir setara dengan kekuatan Cendric, Elios dan Black jika di satukan.
Pin pun merasakan hal yang sama, ia merasa merinding dan tubuhnya bergetar. Wajahnya tersenyum, senyuman puas dan ekspresi tak sabar untuk melihat hal selanjutnya yang akan terjadi.
'pertarungan besar antara dua makhluk sempurna akan terjadi, akhirnya aku bisa melihat hal luar biasa ini!'
Pin merasa senang karena melihat itu, meskipun tubuhnya bergetar ketakutan.
Saat pilar cahaya itu hilang, Kasumi berdiri di sana. Ia membuka matanya dan melihat sekitar yang kacau.
Penampilan Kasumi membuat semua orang yang ada di sana terkejut, itu karena dia memiliki tanduk di kepalanya.
__ADS_1
'Tanduk demon? Tapi itu bukan merah atau hitam'
Tak seperti milik Cendric dan Zion, tanduk milik Kasumi berwarna putih. Dan itu adalah kejadian yang baru pertama terjadi.
Kasumi menoleh ke arah kanan saat ia merasakan seseorang ada di sana, tetua klan beast dan wakilnya Kahu ada di sana.
Ia melihat kondisi tetua klan beast yang tertidur, tidak, dia mungkin sudah mati sekarang.
Kasumi berjongkok di depannya lalu menatap tetua klan beast dengan tatapan sedih, orang yang memberikan petunjuk padanya tadi ternyata dia.
"Terimakasih tetua, saya akan selalu menjaga rakyat anda dengan baik mulai sekarang"
Ucap Kasumi pelan, ia kembali menatap Kahu yang membeku.
Aura kekuatan Kasumi berbeda, itu terasa lebih kuat bahkan sampai membuat Kahu tak bisa bergerak.
Ia sedikit menunduk saat Kasumi menatapnya, tangan Kasumi menepuk kepala Kahu pelan.
Puk!
"Bawa jasad tetua ke tempat aman, aku akan memasang pelindung di sekitar kalian nanti,"
Kahu mengangguk paham, kemudian ia pun menggendong tetua klan beast lalu pergi ke tempat yang Kasumi tunjukkan.
Kasumi mulai membuat pelindung yang mengelilingi wilayah yang di tempati oleh warga yang selamat, kemudian ia pun berbalik dan menatap Yohan dan Davian secara bergantian.
Hanya sekedar untuk melihat kondisi tubuh mereka.
'syukurlah, mereka baik-baik saja'
Keadaan Davian dan Yohan masih baik-baik saja, meskipun mereka memiliki beberapa luka tapi itu tak sampai mengancam nyawanya.
["Nona, kakek anda sudah hampir kehilangan semua mana miliknya, bencana pun sedang memperhatikan ke arah sini, anda harus segera datang dan melawan bencana itu sesuai takdir yang anda miliki"]
Kasumi mengangguk, ia tak memiliki banyak waktu dan harus menyelesaikannya sekarang.
Jarak antara Kasumi dan Zion agak jauh, hutan di wilayah kerajaan Cyrent memang sangat luas.
Kasumi bersiap untuk pindah dengan cepat, kemudian ia pun melesat ke arah Zion.
"Ada yang datang?"
Zion bergumam pelan sambil menatap arah kuil tempat Kasumi dan kedua pasangannya, ia merasakan hawa seseorang tadi namun itu menghilang sekarang.
"Ku pikir tidak ada apa--"
"!"
Tanpa tanda apapun, Kasumi sudah ada di depan Julius yang terduduk di atas lingkaran sihir yang membelenggunya. Ia menatap tajam ke arah Zion yang juga menatap ke arahnya.
Zion menyeringai saat ia menatap Kasumi.
"H..hahaha, ternyata kau sudah bangkit huh?"
Terimakasih sudah baca, like dan komen
(灬º‿º灬)♡
__ADS_1