
"L..lady Kasumi, anda tidak boleh mengeluarkan aura demon sembarangan. Bisa jadi nanti ada musuh di dekat kita!"
Yohan mengucapkan itu dengan gelagapan, setelah mendengar itu Kasumi langsung menyadarinya lalu menghilangkan aura yang tak sadar ia keluarkan, dia juga melepaskan cengkeraman yang mencengkeram baju Yohan. Yang entah sejak kapan, Kasumi refleks melakukan itu tadi. Dan, setelah itu warna matanya kembali menjadi coklat lagi.
"Maaf, aku terlalu terbawa emosi tadi"
Ucap Kasumi, menyadari kesalahan. Dia pun kembali duduk di tempat awal, lalu memperhatikan Yohan yang sedang memperbaiki pakaiannya.
"Jadi..item apa itu?"
Ucap Kasumi, ia melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda.
"Toples kehidupan, itulah item yang bisa membantu anda. Item itu terpisah antara wadah dan isi, wadah nya ada di kerajaan samudra sedangkan isi ada di sebuah hutan dunia luar."Yohan menjeda ucapannya sejenak, lalu menatap ku dengan tatapan tegas"Saya bisa membantu anda mendapatkan toples itu, ini adalah bentuk permintaan maaf saya. Meskipun anda berbicara jika anda sudah melupakan kejadian itu, tapi. Saya akan tetap membantu anda."
Kasumi sedikit tersentak mendengar itu, yah—jika dia mau membantunya, apa boleh buat. Lagipula semakin banyak yang membantu itu bagus juga, Kasumi pun mengangguk sebagai tanda setuju.
"Baiklah, aku izinkan."
Seketika wajah Yohan langsung bercahaya, dia sangat senang karena Kasumi tak melarangnya. Kasumi memutar bola matanya dengan malas, melihat reaksinya. Dia terlihat agak konyol, di tubuh laki-laki yang tegas itu.
Jika seperti ini, maka masalah yang Kasumi miliki menjadi bertambah. Namun, sekarang ia harus mengurus masalah tentang mencari bawahan iblis jahat terlebih dahulu, setelah itu ia akan melakukan apa yang Yohan katakan.
"Aku akan mencari itu setelah mendapatkan tetes mata untuk Yula, apakah kamu tak keberatan menunggu?"
"Tidak sama sekali, saya akan selalu membantu anda"
Kasumi menatap Yohan sejenak, menerima tatapan dari mantan tuannya membuat Yohan merasa terbebani, lantas ia pun bertanya pada Kasumi.
"A..ada apa lady Kasumi? Mengapa anda menatap saya seperti itu?"
Ucap Yohan dengan agak gugup, Kasumi mendekat ke arahnya sampai jarak antara wajah mereka hanya 5cm saja, wajah Yohan pun seketika langsung merah padam saat Kasumi melakukan itu, ia berusaha menghindari tatapan Kasumi yang tak biasa.
"L..lady Kasumi, mengapa anda terus menatap saya!?"
Ucap Yohan bertanya dengan gugup lagi, Kasumi masih memperhatikan wajahnya dan menjawab.
"Hmm—ku pikir bulu mata mu cukup panjang juga ya, padahal kamu sekarang adalah laki-laki, tapi kenapa begitu cantik?"
Celetuk Kasumi dengan entengnya mengatakan jika Yohan itu cantik, mendengar pujian yang seperti ejekan itu membuat Yohan semakin malu. Ia menutup wajahnya menggunakan tangan kanan miliknya, lalu bergumam.
"M..meskipun anda sekarang jadi perempuan, tapi saya masih bisa merasakan aura ketampanan dari anda Lady Kasumi"
Mendengar pujian yang ambigu membuat Kasumi hanya tertawa pelan, ia tak tahu harus merespon seperti apa.
"Haha. Begitu? Tapi kata ayah ku, aku itu cantik dan tidak tampan. Bagaimana kamu bisa merasakan aura ketampanan dari orang cantik?"
Ucap Kasumi, masih saja melayani percakapan yang terdengar sudah agak aneh untuk di bahas mantan pria dan mantan wanita
__ADS_1
Mendengar itu, Yohan jadi gelagapan ia pun berusaha membenarkan ucapannya lagi.
"M..maksud saya anda itu cantik tapi memiliki jiwa yang tampan!"
Yohan mengatakannya dengan sedikit berteriak, mendengar ucapan polos dari Yohan membuat Kasumi pertama kali tertawa dengan di kehidupan ke-2 nya ini, ia merasa percakapan mereka sangat aneh namun seru, sudah lama Kasumi tak merasakan perasaan ini.
"Hahaha! Sudahlah, sekarang aku sudah menjadi wanita. Dan aku pun berusaha menerima kenyataan jadi jika kamu ingin memuji ku, katakan saja aku cantik dan bukan tampan mengerti? Aku juga akan mengatakan jika kamu tampan, dan bukan cantik"
Jelas Kasumi dengan wajahnya yang ceria, sangat jarang melihat wajah itu selama Kasumi masih menjadi Kahill, mata Yohan yang hijau itu menatap senyum Kasumi dengan penuh kekaguman. Lagi-lagi, ia terpesona padanya.
Karena sekarang status mereka tidak bertolak belakang, apakah ia boleh memiliki perasaan yang sama seperti dulu? Entahlah, sekarang Yohan lebih mementingkan keadaan Kasumi, ia akan selalu membantunya.
"Baik. Terimakasih lady"
Setelahnya Kasumi langsung berbalik, ia membersihkan sedikit debu yang ada pada dress miliknya lalu berniat untuk pergi.
"Ayo kita kembali, Sir Arfen akan menaruh curiga padamu jika kita pulang sangat sore, jika ia melaporkannya pada ayah maka aku pasti tak di izinkan untuk keluar wilayah lagi."
Yohan menatap ke arah langit sejenak, tak terasa hari sudah semakin sore. Mereka berbicara sangat lama di sana, Yohan mengangguk paham lalu mulai berjalan mengikuti Kasumi di belakangnya.
Namun. Kasumi berhenti sejenak. Ia berbalik, menatap Yohan yang menatapnya bingung.
"Ada apa lady?"
"Apakah tidak ada hal lain yang ingin kamu katakan padaku? Akan sangat repot, jika kamu mengatakan hal yang berhubungan dengan masa lalu ku sebagai Kahill di dekat orang-orang ku nanti. Jadi, lebih baik ingat lagi dan katakan sekarang"
Yohan berusaha menggali memori miliknya, dia merasa jika sifat pelupa saat jadi Daisy terbawa saat ia menjadi Yohan. Beberapa detik kemudian, Yohan mengingat sesuatu yang sangat penting ia pun mengatakannya pada Kasumi.
Mendengar nama Kairo membuat Kasumi mengingat satu orang yang memiliki kesan yang kurang bagus dalam pikiran Kasumi, orang yang mengatakan ucapan aneh saat bertemu pertama kali dengannya.
'Tapi, mengapa mereka ingin bertemu orang itu? Apakah dia juga berpindah jiwa seperti aku dan Yohan?'
Pikir Kasumi, memikirkan kemungkinan dari ucapan Yohan.
"Aku tahu orang itu, tapi mengapa dewa dan dewi ingin bertemu dengannya?"
Ucap Kasumi penasaran.
"Aku tak tahu alasan dewa kehidupan apa, tapi jika dewi takdir beliau mengatakan 'jika kalian ingin mengetahui takdir asli dan alasan kalian seperti sekarang maka datanglah padaku nanti' . Itulah yang di katakan beliau"
Kasumi mengangguk paham, jika bertemu dengan seorang dewa ia pasti membutuhkan bantuan seorang saint. Sekarang Kasumi harus mengesampingkan itu dulu dan fokus pada masalah miliknya.
"Hmm—Lady, a..ada satu lagi yang harus saya katakan, t..tapi tolong anda jangan marah dan saya minta maaf!"
Kasumi menatap Yohan dengan tatapan bingung, lalu ia mengangguk.
"Apa itu?"
__ADS_1
Ucap Kasumi singkat, terlihat Yohan menarik nafasnya panjang seolah mempersiapkan dirinya, karena akan mengatakan sesuatu yang membuatnya gugup.
"S...sebenarnya, saat saya memasuki tubuh ini ia sudah masuk ke dalam usia menikah, di kerajaan samudra saya selalu di desak untuk mencari istri, itu sebabnya saya memutuskan untuk kabur dan mencari anda. Sesuai dengan apa yang di perintahkan dewi.
Namun dua hari menjelang hari saya untuk kabur, saya mendapatkan sebuah mimpi yang berisi ramalan tentang identitas anda di dunia ini, maka saya pun menuliskan nama anda dalam sebuah buku acak yang saya baca, supaya tak lupa.
Sialnya, buku itu di temukan oleh kakak ku, ia membaca nama itu dan beranggapan jika anda adalah wanita yang saya inginkan untuk menjadi istri, jadi itulah alasan saya selalu menolak lamaran yang datang karena saya memiliki seorang yang di cintai.
Kemudian, saya meminta izin untuk keluar wilayah. Lalu Kakak, ibu, dan ayah pun mengizinkan dengan wajah yang ceria dan mereka mengatakan, jika saya kembali maka saya harus membawa orang yang bernama Kasumi itu dengan saya, itulah sebabnya saya 'kabur' tapi memiliki satu ksatria dengan saya.
Jadi, intinya jika anda sudah selesai dengan masalah tetes mata itu, bisa tolong ikut dengan saya ke kerajaan samudra? Maaf! Semua keluarga sudah antusias karena tahu saya menulis nama wanita dalam buku itu, ini hanya pura-pura saja!"
Kasumi menarik nafas panjang, ia merasa semakin frustasi karena masalahnya menjadi menumpuk, ia ingin menolak itu. Namun, toples kehidupan ada di kerajaan samudra, jadi ia pun memang harus ke sana.
"Aku akan ikut, tapi. Bisa-bisanya kamu memperkenalkan anak berusia 9 tahun sebagai istri dari pangeran yang cukup dewasa, apa kamu tak takut jika ada yang mengatakan jika kamu itu pedofil?"
Kasumi mengatakannya sambil sedikit memiringkan kepalanya dan menampilkan wajah yang polos, melihat itu wajah Yohan langsung menjadi merah lagi karena malu.
"Saya pikir anda reinkarnasi dalam tubuh orang dewasa juga! Tapi ternyata anda malah reinkarnasi dalam tubuh anak-anak, dewi takdir dan dewa kehidupan tak memberitahu saya tentang itu."
Ucap Yohan menjelaskan pemikirannya, Kasumi tertawa melihat itu. Entah kenapa dia sangat senang menggoda Yohan, seperti bertemu dengan teman lama.
'Yah, meskipun dia dulu pelayan di rumah ku. Tapi, tak mungkin kan dulu kami berteman? Aku tak ingat jika punya teman seorang pelayan'
Ucap batin Kasumi, menegaskan tentang perasaan yang dia rasakan. Setelah itu, ia pun memikirkan tentang datang ke kerajaan samudra, dia juga cukup penasaran dengan kerajaan yang dia dengar dari mitos itu.
Lagipula, ini hanya pura-pura saja jadi Kasumi seperti mendapat keberuntungan karena ia bisa mendapatkan toples itu dan juga kemungkinan hubungan yang baik dengan kerajaan samudra. Bagaimana pun Kasumi adalah calon ratu, jadi dia harus memikirkan itu.
"Baik, aku akan ikut juga nanti."
Ia mengatakannya sambil di akhiri dengan senyuman, setelah itu Kasumi pun kembali berjalan ke arah kota.
Yohan masih diam di sana beberapa saat, ia memperhatikan punggung Kasumi yang perlahan menjauh lalu menyentuh dada miliknya yang sekarang terdengar detakan jantung yang tak tenang seperti biasanya.
Ia juga pernah merasakan ini di masa lalu, tak di sangka jika ia akan merasakannya lagi. Bahkan dengan orang yang sama.
"Apa, kali ini aku pantas berada di sisi mu? Tuan"
Gumam Yohan sambil menatap tanah, Kasumi berbalik dan melihat Yohan yang masih diam di sana, lalu berteriak padanya.
"Oi! Apa kamu tidak ingin ikut? Ksatria mu bisa berantem dengan Sir Arfen nanti lho, dan aku tak mau itu terjadi."
Yohan langsung buru-buru menutup kembali mata dengan rambutnya, ia juga kembali menutup semua bagian rambutnya dengan tudung lalu berlari menyusul Kasumi.
Readers:"woi thorr kok jadi romantis sih!? Ini novel gimana seh gendrenya!"
Author:" lha kan emang ada unsur romantis hehe, bisa di bilang ini cerita romantis yang di bungkus dalam gendre fantasi:v "
__ADS_1
Pokoknya terimakasih buat kalian yang udah baca, like dan selalu komen(´ ▽`).。o♡
maaf jika ada kata yang typo.