
"Tadi itu berbahaya tuan putri"
Ucap Elios pada Kasumi. Dia menghentikan langkahnya, kemudian berbalik dan sedikit termenung.
"Yang mana?"
Dia bertanya dengan wajah polos, Elios menghela nafas pendek sebelum berbicara.
"Saat anda menghentikan kami di penginapan tadi, tubuh anda itu lemah. Jika pria yang bersama wanita itu memiliki niat jahat, mereka akan menyerang anda"
"Tapi aku baik-baik saja?"
"Itu benar, namun lain kali anda tak boleh begitu"
"Saya berpikir bahwa ucapan tuan Elios benar putri"
Alexis yang ada di belakang Elios setuju dengan ucapannya.
Karena tak ingin masalah ini menjadi panjang, Kasumi pun ikut mengangguk setuju.
"Aku tak akan melakukannya lagi"
"Dan satu lagi"
"Iya?"
"Tolong berhenti memanggil saya 'tuan' status anda lebih tinggi daripada saya, juga anda boleh bicara santai pada saya"
Kasumi terdiam, matanya berkedip beberapa kali. Dia lupa tentang aturan istana itu.
"jadi aku harus memanggil mu apa?"
"Itu terserah anda"
Dia terdiam lagi, memikirkan panggilan apa yang cocok untuk Elios. Mungkin sayang? Hahaha, tidak, itu tak mungkin.
"Aku akan memanggil mu paman, paman Elios"
Elios mengangguk puas, dia lebih nyaman dipanggil itu daripada dengan sebutan tuan.
"Apakah sir Alexis juga ingin di panggil berbeda?"
Ucap Kasumi, menyarankan pada Alexis yang ada di belakang Elios.
"Sesuai dengan keinginan anda putri"
"Aku akan memanggil mu dengan biasa saja, tidak apa-apa bukan?"
"Saya menerimanya"
Percakapan itu berakhir, sebelum Kasumi kembali berjalan terdengar suara seseorang dari jauh.
Itu suara Miya, dia sudah jalan mendahului semuanya.
__ADS_1
"Kalian tidak apa-apa?"
Seru Miya, dia mendekat ke arah Kasumi. Khawatir jika ada apa-apa pada mereka.
Kasumi menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, dia hanya kelamaan ngobrol saja tadi.
"Rumah kami ada di sana"
Miya menunjuk ke arah mansion yang tak jauh dari sana, terdapat taman kecil di halaman mansion itu.
Dilihat dari mana pun Miya adalah seorang bangsawan, mungkin dia jugalah yang menjadi penguasa di territory ini.
Seorang penjaga gerbang mengenali Miya, dia membungkuk hormat kemudian membuka gerbang untuk mereka.
Saat masuk, mereka di sambut oleh taman bunga yang indah. Luas taman itu tak seluas taman istana putri di kerajaan Cyrent, tapi taman ini pun tak kalah indah.
Beberapa lampu menyala menerangi jalan, karena hari sudah malam jadi udaranya pun mulai agak dingin.
Miya menuntun mereka, tak lama kemudian mereka masuk ke dalam mansion.
Suasana didalam mansion itu sepi, tak banyak pekerja yang terlihat dan hanya memiliki beberapa barang yang terlihat usang.
'Apakah dia miskin?'
Kasumi berasumsi sendiri, dia merasa heran dengan keadaan rumah yang dilihatnya.
'keluarga Ezar itu kaya, bahkan kekayaan kami tak akan habis sampai beberapa turunan. Tapi, jika dia benar nenek moyang ku harusnya dia kaya bukan?'
Keluarga Duke Ezar adalah salah satu bangsawan terkaya, mereka memiliki beberapa pertambangan yang makmur juga bisnis yang banyak.
Tapi kondisi di mansion ini mengkhawatirkan, seperti beberapa barang sudah di jual dan para pekerja pun di pecat karena pemiliknya tak mampu membayar gaji mereka.
"Kamar kalian di sini, maaf ini kamar terbaik yang bisa saya berikan"
Miya menunjuk ke tiga pintu kamar di depannya, pintu kamar itu pun sudah terlihat lusuh. Sepertinya butuh renovasi.
"permisi, apa anda bangsawan nona?"
Kasumi memberanikan diri untuk bertanya, jika dia tak bertanya mungkin saja dia bisa mati karena penasaran.
Miya yang hendak membuka pintu untuk menunjukkan isi kamar terdiam, kemudian ia pun tersenyum pahit menatap Kasumi.
"Iya, saya seorang baroness. Beberapa tahun yang lalu saya memiliki wilayah kekuasaan juga, tapi itu di cabut karena ayah saya, mantan Baron terdahulu membuat kesalahan. Sekarang wilayah ini memiliki tuan tanah baru"
Dia menjeda ucapannya sejenak, kemudian kembali bercerita.
"Raja sudah sangat baik meninggalkan mansion ini untuk saya, saya bersyukur karena itu"
Kasumi terdiam, dia tak tahu harus mengatakan apa. Ternyata kekayaan yang keluarga Ezar tak dari awal mereka miliki, ada kalanya mereka menderita seperti ini.
Menjadi bangsawan yang miskin bahkan tanpa wilayah kekuasaan sama saja seperti rakyat biasa, Kasumi berpikir jika Miya pasti banyak menerima ejekan dan sindiran buruk dari bangsawan lainnya.
Berbeda dengan ekspresi Kasumi yang bersimpati, Elios dan Alexis tidak menampilkan ekspresi apapun seolah mereka tak peduli.
__ADS_1
"Ah, maafkan saya. Cerita sedih tidak seru bukan? Kalian harus segera tidur, kalau begitu saya pamit undur diri"
"Terima kasih sudah membiarkan kami menginap disini"
Miya tersenyum lembut kemudian berjalan pergi, meninggalkan mereka bertiga.
"Kalau begitu saya akan masuk ke kamar saya, selamat malam tuan putri"
Ucap Elios singkat sebelum dia masuk ke kamarnya.
Kasumi beralih menatap Alexis yang masih diam, dia belum masuk ke kamarnya.
"Kenapa kamu masih diam?"
"Saya akan berjaga di sini tuan putri"
"Tidak usah, kamu tidur saja"
"Apakah anda yakin?"
"Iya"
Mendengar jawaban singkat dari Kasumi, Alexis pun mengangguk.
Setelah Kasumi masuk ke kamarnya Alexis pun masuk ke kamar yang menjadi miliknya, mereka tidur di kamar masing-masing.
Saat di dalam kamar, Kasumi diam termenung dalam lamunannya. Dia memikirkan kembali sejarah keluarganya saat dia menjadi Kahill, sejarah keluarga Ezar yang dia cintai.
"Aku ingat"
Kasumi duduk di atas kasur, dia mengingat kembali tentang sejarah awal keluarga Ezar.
"Oh!"
Kasumi menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dia menatap tembok yang memisahkan kamarnya dengan kamar Elios.
'aku harus menutup mulutku, paman Elios itu vampir. Pendengarannya sangat tajam.'
Kasumi harus berhati-hati saat berbicara tentang kehidupan masa lalunya, dia tak ingin ada yang tahu tentang itu.
'Leluhur yang menjadikan keluarga Ezar menjadi rumah tangga Duke adalah seorang wanita, tak ada yang tahu nama beliau, tapi di sana tertulis jika dulu keluarga Ezar memang bukan Duke sejak awal.
Di sana juga tertulis jasa yang menjadikan leluhur ku bisa merubah statusnya, dia berpartisipasi dalam perang dengan mosnter dan meraih banyak pencapaian karena itu keluarga Ezar bisa menjadi Duke'
Kasumi terus menyatukan potongan informasi yang dia tahu, seperti sebuah puzzle yang terpisah semuanya menjadi cocok saat disatukan.
'Dan mungkin, perang dengan monster yang di katakan itu adalah saat demon realm menyerang manusia. Pasti ada sosok pahlawan pada saat itu, jadi kemungkinan kekuatan yang di miliki nona Miya pasti kuat'
Sekarang semuanya sudah jelas, Kasumi yakin jika Miya adalah nenek moyangnya karena dia menyandang nama keluarga Ezar.
'Besok aku harus berbicara dengan nona Miya, ah, apa aku harus memanggilnya nenek moyang? Akan aneh bukan jika aku yang ada dalam tubuh Kasumi ini memanggil dia nenek?'
Sepanjang malam itu Kasumi sulit tidur karena memikirkan panggilan apa yang harus dia berikan untuk Miya, sampai akhirnya dia tertidur.
__ADS_1
Tanpa mengganti bajunya.