Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
Bab 69-Di mulai


__ADS_3

Cendric mengayunkan pedang miliknya lalu ledakan pun terjadi di sana, ledakan itu menciptakan sebuah garis yang sangat besar. Sudah hampir 2 jam mereka bertarung, dan musuh masih saja terus berdatangan.


Itu karena pasukan musuh adalah Undead.


"Satu-satunya cara untuk melenyapkan Undead adalah dengan kekuatan suci, atau kita membunuh orang yang men-summon mereka"


Black muncul di sebelah Cendric, ia menjelaskan hal yang dia tahu tentang Undead yang sedang mereka lawan.


Cendric meliriknya sekilas, kemudian ia mulai menyiapkan kembali pedang miliknya untuk melawan Undead yang hidup lagi.


"Apa kau sudah menemukan orangnya?"


"Itu lebih sulit dari dugaan ku dan membutuhkan waktu yang agak lama, tapi aku sudah menemukannya sekarang."


Black berbicara sambil terus melawan musuh dengan pedang putih miliknya, dia juga memanggil blood spirit yang dia miliki.


Itu adalah spirit khusus yang hanya di miliki oleh vampir kelas atas, sama seperti spirit grifin milik Cendric.


Wujud spirit milik Black adalah singa hitam dengan taring panjang yang tajam, dia pun memiliki tanduk sehingga penampilannya tak mirip dengan spirit biasa.


Baik Black ataupun Cendric sedang bertarung bersama spirit mereka.


Ksatria yang mereka bawa hanya 500 orang, itu karena Cendric tahu jika serangan kali ini hanya umpan saja dan bukan serangan utama.


Dimensi Maya yang di ciptakan Cendric tak akan hancur kecuali ia mati, dan di sana tak akan ada orang yang terluka.


Serangan ini terjadi secara mendadak, untung saja Elios sudah mempersiapkan semuanya sehingga mereka bisa melakukan serangan balik.


Sisa prajuritnya di perintahkan untuk menjaga kerajaan dan warga jikalau serangan datang ke sana, meskipun kedua orang paling kuat tak ada di sana tapi Cendric yakin jika mereka bisa mengatasinya.


"Di belakang mu,"


Cendric langsung mengayunkan pedangnya ke arah yang Black katakan, benar saja. Di sana ada seorang pria yang hendak menyerang Cendric saat ia sedang bertarung, seringai jahat muncul di wajah Cendric.


Akhirnya ia bertemu dengan sang pemilik Undead yang sedang mereka lawan.


"Kau harus siap mati karena ceroboh menyerang ku sekarang,"


Cendric mengatakan itu dengan nada yang dingin, aura demon miliknya langsung meledak dan kekuatannya pun kembali lagi terisi.


Seolah ia tak kelelahan meskipun dari tadi bertarung di sana, Black tersenyum melihat pemandangan itu. Sudah lama ia tak melihat penampilan Cendric yang haus darah dan siap untuk menghancurkan apapun.


...*****...

__ADS_1


'apa ini? Zel adalah putri Kasumi?'


Elios terdiam sambil memikirkan fakta yang dia lihat sekarang, wanita yang bisa memunculkan perasaan cinta yang dia miliki adalah orang yang sama dengan putri yang dia layani.


Ia tak tahu harus bereaksi seperti apa sekarang, sedangkan Kasumi menatap nya dengan senyuman pahit. Kasumi sudah membohongi perasaan yang dia miliki, padahal pertemuan mereka tidak hanya sekali tapi Kasumi tak juga mengatakan identitas nya.


Dia juga tahu tentang perasaan yang di miliki Elios pada sosoknya yang lain, karena saat itu dia mendengarnya.


Perasaan Elios campur aduk, kapan terakhir kali dia merasakan perasan seperti ini? Malu? Kecewa? Dan di bohongi? Dia bahkan tak ingat kapan terakhir kali perasaan itu hinggap di dalam dirinya.


Namun, mengalami hal itu sekali lagi membuatnya merasa tak baik. Dia tersenyum tipis, lalu menggelengkan kepalanya seolah menjawab pada Kasumi bahwa dia baik-baik saja.


'Tidak apa-apa, pasti ada alasannya beliau tak mengatakan itu. Tidak apa-apa'


"Kami membutuhkan tempat suci secepatnya, tolong biarkan kamu masuk ke desa beast serigala putih"


Tak ingin membuang waktu lagi, Julius langsung mengatakan tujuannya. Beast serigala putih yang ada di sana pun tak ingin menyita waktu mereka lebih lama, jadi mereka pun mengizinkan rombongan Kasumi untuk masuk ke sana.


"Tentu saja, tetua kami pun ada di dalam. Beliau pasti bisa membantu kalian"


Ucap salah satu beast itu, ia dan yang lainnya langsung menuntun mereka masuk ke dalam. Julius mengangguk singkat, setelah itu mereka pun masuk ke dalam.


"Sebentar,"


Julius menghentikan langkahnya, ia berbalik dan melihat Kasumi dan orang-orang yang lain.


"Kairo, tolong berjaga di sini. Dia sudah hampir tiba, dan kau, pasangan kedua. Buatlah pelindung paling kuat untuk melindungi gerbang masuk ke dalam desa,"


Kairo mengangguk paham, sedangkan Davian sedikit tersentak, itu karena ia mendengar Julius memerintahkan padanya untuk membuat pelindung, dia agak terkejut karena Julius tahu kemampuan miliknya.


Kemampuannya ini di dapat dari sang ayah, namun pelindung yang dia buat lebih kuat dari itu.


"Baiklah,"


Davian mengangkat tangan kanannya, ia mulai menciptakan sebuah pelindung dengan warna ungu muda yang indah. Meskipun proses pembuatannya cepat, namun pelindung itu terlihat sangat kuat dan tak mudah untuk hancur.


"Maaf, apakah saya juga bisa berjaga di luar?"


Elios angkat bicara, ia meminta untuk berjaga dengan Kairo di luar saja. Julius pun mengangguk setuju, memang itu alasan dia di ajak ke sana olehnya.


"Baik, lakukanlah apa yang aku katakan sampai kami keluar, sebentar lagi dia akan muncul. Jangan mati sekarang oke?"


Kairo tertawa pelan mendengar ucapan Julius, baginya itu terdengar lucu karena Julius terkesan mengkhawatirkan mereka.

__ADS_1


Sifatnya yang sulit di tebak itu sangat khas dengan pemilik dunia luar.


"Aku tak akan mati sebelum bertemu dengan orang yang aku tunggu, tenang saja"


"Begitu pula dengan saya"


Mendengar jawaban percaya diri dari mereka membuat Julius tenang, ia pun langsung masuk ke dalam celah pohon yang menjadi gerbang masuk ke dalam desa beast serigala putih.


Kasumi menoleh ke belakang, ia masih memikirkan tentang Elios tadi namun situasinya sekarang tak cocok untuk mengkhawatirkan itu.


"Kita masuk sekarang?"


Yohan mengulurkan tangannya pada Kasumi, melihat itu ia pun tersenyum dan meraih tangannya.


"oke,"


Davian pun ada di sana, mereka berjalan beriringan. Kasumi merasakan sesuatu sekarang, jantungnya berdetak dengan sangat cepat, seolah sesuatu akan meledak dari dalam.


Sementara itu, keadaan di luar sesuai dengan apa yang Julius katakan tadi.


Seorang pria dengan jubah merah yang sama seperti rambutnya muncul, ia menatap ke arah Kairo dan Elios yang ada di luar pelindung dengan tatapan senang.


"Lama tak bertemu, aku merindukan kalian"


Ia mengatakan itu seolah baru bertemu kembali dengan teman baik setelah sekian lama, tapi ekspresi orang di depannya tak memperlihatkan rasa rindu apapun seperti yang dia katakan.


"Energi milik mu masih saja menjijikkan, aku penasaran bagaimana caranya kamu bebas dari segel yang aku ciptakan, meskipun waktu itu aku sedikit lemah, tapi ku yakin segel itu masih akan sengat kuat. Siapa orang yang membantu mu?"


Kairo berbicara dengan tatapan dingin, wajahnya yang datar memberikan kesan bahwa ia sangat membenci kehadiran pria itu.


Elios menatap pria yang sedang Kairo ajak bicara, ia baru pertama kali bertemu dengannya karena waktu penyegelan itu dia tak ikut serta.


'jadi dia, si pengkhianat sekaligus kakak dari raja Cendric. Zion Pardel Cyrano'


Zion adalah saudara kembar Cendric, karena itu wajah mereka sangat mirip. Namun, di masa lalu Zion sudah melakukan hal yang di larang. Itulah yang menyebabkannya berubah menjadi iblis jahat dengan di penuhi aura negatif, karena itu dulu dia di segel untuk menghentikan perbuatannya jahatnya yang sudah sangat melampaui batas.


Zion tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ucapan Kairo. Sama sepertinya, ia juga sangat membenci orang yang sudah menyegelnya dulu, padahal akhir yang dia inginkan hampir di depan mata.


"Apa kau pikir aku akan menjawabnya?"


Kairo mengangkat bahu, ia tak berpikir jika Zion akan langsung menjawab pertanyaannya.


"Yah, aku tak berpikir begitu sih,

__ADS_1


Terimakasih sudah baca, like dan komen ( ◜‿◝ )♡


maaf ya kalo chapter ini up dua kali, ada kesalahan tadi tuh.


__ADS_2