Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
Bab 85-Goodbye Cendric (3)


__ADS_3

"Tapi sekarang aku bersyukur Rheea bisa menikah dengan mu, cucu perempuan ku sangat cantik dan kuat. Jika saja kalian tak menikah dia pasti tak akan lahir ke dunia ini, terimakasih karena memberikan Kasumi padaku.


Aku tak menyesal melakukan ini, jika kau mati maka Kasumi akan sedih dan aku tak mau itu terjadi. Tetaplah hidup dengan baik dan temani Kasumi, sampai ia memiliki anak, cucu dan cicit. Sampai kapanpun hiduplah untuk dia."


Pandangan Julius mulai kabur, bahkan warna matanya yang biru pun mulai pudar.


Cendric menundukkan wajahnya, sepertinya air mata yang ia miliki keluar sekarang.


Air mata itu jatuh ke kaki Julius, ia merasakan dingin dari air mata Cendric, kemudian tertawa pelan.


"Apa kau menangis untukku?"


Tanya Julius dengan wajahnya yang tak lagi muda, Cendric membisu ia tak bisa mengatakan apapun sekarang.


Cahaya di tangan Julius menghilang, kini hanya api dari obor saja yang menemani mertua dan menantu itu di dalam goa yang gelap.


Julius kembali berbicara, waktunya tinggal sedikit lagi sekarang dan ia masih belum mengatakan hal paling penting pada Cendric.


"Cendric"


Untuk pertama kalinya Julius memanggil nama Cendric.


Cendric menatap Julius, matanya benar-benar sembab karena menangis tadi.


"Aku berikan kekuatan ku padamu, kini kau tak akan terpengaruh lagi meskipun terkena spirit hitam. Katakan pada Kasumi untuk mengalahkan Zion bersama kedua pasangannya, fakta ini tak di ketahui oleh pemilik jiwa terpecah, karena itu mereka selalu gagal saat mencoba untuk mengalahkan bencana yang muncul bersama mereka.


Tusuk jantungnya dengan pedang ini, aku sudah menambahkan kekuatan tambahan jikalau kekuatan Kasumi masih kurang.


Tolong jaga Kasumi, dia adalah cucuku yang berharga. Apa kau paham?"


Cendric mengangguk, ia tak kuasa untuk berbicara.


Tangan Julius dengan lemah memberikan pedang yang ia buat dari mana pada Cendric, ia menerimanya kemudian kembali diam.


"Mana jawaban mu? Pak tua ini tak mendengarnya. oh, dan juga aku tak bisa melihat mu sekarang"


Suara Julius terdengar riang meski itu sangat lemah, Cendric menggenggam tangan Julius yang sudah menjadi kurus, daging yang ada di dalamnya seolah menghilang dan hanya kulit keriput saja yang ada di sana.


Ia meletakan pedang pemberian Julius di sebelahnya, kemudian menggenggam tangan Julius erat.


Perasaan yang emosional ia rasakan sekarang, padahal Cendric sangat sulit bersimpati. Namun, entah kenapa hatinya terasa berat saat melihat detik-detik terakhir Julius di depannya.


Cendric menempelkan tangan Julius di dahinya, ia kemudian mengangguk dan menjawab pertanyaan Julius.


"Iya, ayah mertua. Saya akan melakukan itu"


Julius sedikit tersentak saat Cendric memanggilnya ayah mertua, kemudian berusaha mengusap kepalanya pelan.


"Menantu yang pintar, aku akan menceritakan ini pada Rheea dan Sea nanti"


Cendric tersenyum tipis.


"tolong katakan pada Rheea jika kami di sini baik-baik saja, Kasumi tumbuh dengan baik. Bahkan ia tumbuh dewasa terlalu cepat, aku akan selalu menjaganya menggantikan Rheea selama ini."

__ADS_1


"baik, aku akan mengatakan itu"


Julius menjeda ucapannya, ia tersenyum lembut. Senyuman yang sangat ramah yang biasanya tak pernah ia tunjukkan pada Cendric, kemudian berbicara untuk terakhir kalinya.


"Kalau begitu selamat tinggal, Cendric. Kau harus berterimakasih pada teman mu nanti"


Suasana menjadi hening, tangan Julius yang Cendric tempelkan ke dahinya pun menjadi dingin.


Cendric menatap tubuh Julius yang sudah tak bernyawa, kemudian membaringkannya di tempat ia berbaring tadi.


Perlahan tubuh Julius mulai menghilang, sosok cahaya putih pun muncul seolah ia mengambil jasadnya.


Sebelum jasad Julius menghilang, sosok putih itu menunduk hormat pada Cendric dan Cendric pun melakukan hal yang sama.


Ia tahu apa sosok putih itu dan membiarkannya mengambil jasad Julius, kemudian meninggalkannya sendirian di sana.


Air bening perlahan keluar dari mata Cendric, setelah jasad Julius benar-benar menghilang.


Ia menangisi kepergian Julius, dan bersumpah akan melakukan semua pesan yang Julius katakan padanya tadi.


"Cendric? di mana tuan Julius?"


Black yang masuk ke dalam goa bertanya saat melihat hanya Cendric yang ada di sana, ia melihat tatapan Cendric yang mengarah pada batu yang sudah kosong.


Namun di sana pernah ada sosok seseorang terbaring, dan itu adalah Julius.


Jejak Spirit putih yang mengambil jasad Julius terlihat, Black tahu apa artinya jika spirit putih itu muncul.


'saat penjaga dunia mati maka spirit yang menjadi wakilnya akan hadir dan membawa jasad sang tuan dan menghilangkannya, jika seperti ini tuan Julius sudah mati?'


Black menunduk sebagai tanda penghormatan pada kematian sosok paling dia kagumi, kemudian ia pun menunggu Cendric untuk melakukan langkah selanjutnya.


Cendric berdiri, ia memegang pedang di tangannya kemudian berbalik menatap Black yang menunggunya.


"Kita kembali ke tempat Kasumi sekarang"


Ucap Cendric, ia langsung memberi perintah dan Black pun mengangguk paham.


'semuanya harus berakhir di sini'


...*****...


Julius mendapati dirinya berada di tempat yang kosong, dan semua hal di sana berwarna putih bersih.


Ia memakai pakaian baru dan memperhatikan sekitarnya.


semua Indra yang dia miliki pun kembali tajam seperti semula, dan sepertinya dia menjadi agak lebih muda sekarang.


"Suamiku, apa itu kamu?"


Suara seorang wanita membuatnya berbalik, ia melihat wanita berusia pertengahan dua puluh sedang berdiri menatapnya kaget.


Helaian rambutnya coklat muda dengan mata yang hitam seperti jelaga membuat Julius langsung mengenalinya.

__ADS_1


"Meski kamu berubah menjadi muda lagi, aku akan selalu mengenal kamu"


Julius menjeda ucapannya, ia tersenyum lembut sambil membuka kedua tangannya.


"Aku merindukanmu, Sea"


Wanita itu, Sea. Ia berlari ke arah Julius dan memeluknya erat, sosok yang sudah ia tinggalkan karena kematian kini bertemu kembali.


"Aku terkejut kamu belum mengalami siklus reinkarnasi,"


"Aku menunggu mu bodoh"


Julius terkekeh saat mendengar Sea menyebutnya bodoh, ia merindukan suara itu.


"Di mana Rheea?"


Julius bertanya pada Sea karena ia tak melihat sosok putrinya, Sea menatap Julius sejenak kemudian menjawab dengan nada lemah.


"Rheea, dia sedang berbicara pada dewa kehidupan untuk membiarkannya membantu Kasumi"


Julius tersentak, ia mengusap kepalanya.


"Aku sudah memberikan pedang yang bisa membunuh Zion pada Cendric sebelum aku mati, ia pasti akan memberikan itu pada Kasumi dan mengubah takdirnya"ucap Julius.


"Aku tahu itu, tapi takdir akhir Kasumi tidak berubah. Dia akan tetap mati di tangan Zion dan kehancuran dunia dalam pun terjadi"


"Apa? Kenapa itu bisa terjadi?"


Sea menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, ia pun tak yakin apa penyebabnya.


Padahal sejauh ini sudah banyak hal yang berubah. Kasumi tak mati saat ia koma, juga ia berhasil bertemu dengan Dewi takdir dan menemukan pasangannya sebagai pemilik jiwa terpecah.


Namun, akhir kematiannya masih sama dan itu membuat Rheea memutuskan untuk membantu Kasumi langsung.


"Rheea, dia mengorbankan reinkarnasinya untuk membantu Kasumi. Aku berpikir mungkin saja penyebab takdir kematiannya tak berubah adalah karena Zion juga merubah tindakan yang seharusnya ia lakukan, dia pasti memiliki rencana buruk. Karena dewa kehidupan tak bisa mengatakan itu pada Rheea, dia jadi bertindak sendiri"


"Sial, perasaan ku tak enak sekarang!"


Sea mengangguk setuju, ia pun merasa akan terjadi sesuatu yang buruk pada Kasumi nanti.


Dia berharap, cucunya itu akan baik-baik saja dan bisa hidup dengan baik.


.


.


.


.


.


Terimakasih sudah baca, like dan komen

__ADS_1


(灬º‿º灬)♡


__ADS_2