
Suasana di ruang keluarga tiba-tiba menjadi sunyi, itu karna ucapan Yula beberapa detik lalu. Ia mengatakan dengan tegas, bahwa dirinya menolak lamaran pangeran Alfaro, yang datang untuk melamar Miya. Hal itu membuat pangeran Alfaro mengerutkan kening dengan wajah kesal.
"Apa maksudnya ini tuan Yula? Apa anda mempermainkan saya, pangeran kerajaan Ryura?"
Pangeran Alfaro menatap Yula dengan tatapan dingin, saat ia mengatakan itu. Yula menatap pangeran Alfaro sejenak, lalu ia menggelengkan kepalanya.
"Bukan seperti itu pangeran, anda juga tahu jika Miya adalah anak pilihan saya. Yang artinya dia penerus keluarga Rula selanjutnya, jika Miya menikah dengan anda maka status Miya akan berubah menjadi putri dan dia tak akan menjadi penerus keluarga.
Dari dulu, keluarga Rula tak pernah mengganti penerus yang telah di pilih oleh pelindung naga, jika itu tejadi kami khawatir akan terjadi hal buruk karna melanggar peraturan yang sudah lama ada."
Setelah mengatakan itu Yula sedikit melirik ke arah Rika dan Filo yang duduk di sebelah Miya, ekspresi mereka sangat tenang padahal ucapan Yula itu terdengar seperti menyindir mereka berdua, jika posisi kepala keluarga di ambil oleh orang selain Miya maka keluarga Rula pasti hancur.
Yula semakin curiga dengan reaksi mereka, Filo biasanya cepat tersulut emosi. Ia juga paling tidak stabil, namun sekarang dia hanya diam dan menyimak semuanya tanpa menyela sedikit pun.
'Mereka pasti merencanakan sesuatu, aku curiga pada sifat mereka yang tiba-tiba saja tenang. Apalagi, orang yang ada di belakang pangeran Alfaro, dia sangat mencurigakan'
Ucap batin Yula, dia semakin curiga dengan semua hal itu. Di tambah seorang ksatria yang berdiri di belakang pangeran Alfaro sangat mencurigakan, ksatria itu di izinkan ikut masuk oleh pangeran Alfaro, dengan alasan melindunginya di dalam. aura yang dia tunjukkan sangat tak alami, seolah dia bukan pemilik asli tubuh itu.
Bagi orang lain, mungkin dia terlihat biasa saja. Tapi, Yula adalah naga yang memiliki kemampuan spesial bisa melihat aura seseorang, dia melihat aura asing dari tubuh si ksatria itu.
Untung saja kemampuan Yula ini hanya di ketahui oleh Miya, Kasumi, Rion dan Yohan. Biasanya kemampuan khusus milik naga pelindung hanya akan di beritahukan kepada anak yang dia pilih saja, tapi situasi Yula saat ini berbeda.
Ini menguntungkan bagi pihak mereka, sehingga musuh memperlihatkan celah seperti sekarang, Yula menjadi yakin jika rasa curiganya itu sangat berguna.
Pangeran Alfaro menghembuskan nafas pelan, ia terlihat kecewa saat itu, namun Yula tahu sebenarnya ia memendam amarahnya saja, dan berekspresi kecewa di depannya.
"Jika itu yang anda katakan, maka saya akan menuruti. Bagaimana pun anda adalah naga entitas yang paling hebat dan pelindung keluarga ini, karna saya terlanjur datang kesini jadi saya memutuskan untuk menginap satu hari. Apa boleh?"
Yula mengangguk setuju.
"Tentu saja pangeran, suatu kehormatan bagi kami"
Yula masih mengatakan itu dengan tanpa menundukkan kepalanya di depan pangeran, meski sekilas ia melihat tatapan pangeran yang dingin mengarah padanya.
"Izinkan saya dan adik saya mengantarkan anda ke kamar, sebelah sini pangeran"
Ucap Rika, yang akhirnya melakukan sesuatu. Ia langsung memandu pangeran Alfaro keluar dan menuju kamar yang sudah di sediakan, Miya dan Filo pun ikut bersamanya.
Karna tujuan pangeran datang untuk melamar Miya, jadi dia harus ikut mengantarkan pangeran ke kamarnya, meskipun Yula sudah menolak lamaran itu.
Sebelum mereka keluar, ksatria yang berada di samping pangeran Alfaro melirik ke arah Yohan yang sedang duduk di samping Kasumi, ia sedikit tersenyum. Senyuman yang menakutkan, bagi Yohan.
Setelah itu mereka pun pergi, meninggalkan Kasumi dan yang lainnya yang masih diam di ruang keluarga.
Yula menyenderkan tubuhnya di kursi, sambil kembali menutupi tanduk miliknya dengan rambut.
"Aku, merasakan aura yang berbeda di ksatria pangeran itu"
Ucap Yula, setelah dia merasa yakin tak ada siapapun lagi di luar, selain ksatria milik Kasumi dan Yohan.
Semua orang yang masih di sana memandang ke arah Yula, mereka masih duduk dengan posisi yang sama seperti tadi. Kasumi, Yohan dan Rion duduk di sebrang Yula.
Yohan mengangguk mendengar ucapan Yula, ia pun bicara sambil masih memandang pintu yang tertutup rapat.
"Benar, saya melihat aura seseorang di kendalikan oleh keturunan penyihir hitam"
"Hah?"
"Hah?"
"Haah?"
"A..ada apa?"
__ADS_1
Semua orang yang mendengar ucapan Yohan terkejut karnanya, bahkan Yohan sendiri seperti tak sadar sudah mengatakan hal itu.
"A..anda serius pangeran Yohan?"
Tanya Yula, memastikan kejelasan ucapan Yohan dan dia mengangguk meski dengan wajah yang ragu.
"Itu benar, Apa anda tak merasakan itu tuan naga?"
"Tidak, maksud ku. Aku memang merasakan aura yang aneh darinya, tapi aku tak tahu apa itu. Dan anda bilang jika itu aura seorang yang di kendalikan penyihir hitam!"
"Yohan, kamu serius mengatakan itu? Penyihir hitam bahkan sudah tak ada lagi"
Kasumi mengatakan itu dengan ekspresi yang dingin, dia sangat khawatir jika ucapan Yohan itu benar. Maka Yula dan Miya dalam masalah besar, karna seorang yang berhubungan dengan penyihir hitam tak ada yang baik.
'Tapi, tingkat kekuatan ras demon dan penyihir hitam kan lebih tinggi demon. Jadi, aku bisa mengalahkan dia karna sekarang aku adalah putri kerajaan demon, kenapa aku sangat panik?'
Pikir Kasumi, ia lupa jika statusnya sekarang bukan manusia seperti dulu tapi seorang ras demon yang memiliki kekuatan mana besar setara dengan naga. Meskipun, Kasumi baru berumur 9 tahun.
"Saya tahu aura itu, karna beberapa tahun yang lalu di kerajaan saya terjadi penyerangan tiba-tiba, dan mereka memiliki aura yang sama seperti ksatria itu. Saat pihak kerajaan menelusuri kejadian itu ternyata di lakukan oleh penyihir hitam."
Yohan menjelaskan alasan ia bisa mengenali aura itu, yang membuat Yula pusing karnanya. Itu artinya ia memiliki masalah yang lebih serius sekarang, juga mengapa seorang pangeran negara lain memiliki hubungan dengan penyihir hitam hanya dia ingin melamar seorang gadis? Yula yakin, pangeran Alfaro memiliki niat yang lebih serius daripada 'hanya' melamar saja.
Rion terdiam seolah sedang berpikir sesuatu, ia mengingat percakapan mereka saat kemarin malam.
"Mungkin, apa mungkin jika hal itu juga berhubungan dengan darah half human yang ada di tangan saudara Miya? Dari informasi yang saya tahu, penyihir hitam selalu memerlukan korban yang banyak jika ingin melakukan suatu."
Yula membuatkan matanya secara sempurna, saat mendengar ucapan Rion.
"Apa maksud anda pangeran?"
Yula kembali bertanya, wajahnya mengeras yang menandakan jika dia terkejut karnanya.
Rion menatap Kasumi sejenak, lalu Kasumi pun menjelaskan percakapan mereka kemarin yang belum sempat di beritahu pada Yula.
Kasumi menghembuskan nafas panjang, lalu memberitahu Yula apa yang mereka lihat kemarin.
Kami jadi curiga, jika semua ini sudah di rencanakan pangeran itu dan juga kakak Miya terlibat."
Kasumi mengakhiri ucapannya, dia menatap Yula yang duduk di sebrang dengan tatapan serius. Masalah ini menjadi besar, sesuai dengan apa yang di khawatirkan Kasumi kemarin.
"A..apa maksudnya itu?"
Suara seseorang memecahkan suasana hening sesaat itu, semuanya menoleh ke arah pintu yang menunjukkan seseorang masuk dan itu Miya.
Dia sudah mengantar pangeran, jadi dia pun langsung kembali ke teman-temannya, untuk melaporkan jika pangeran belum menunjukkan pergerakan yang mencurigakan.
Tapi, dia malah mendengar hal yang sangat membuatnya terkejut dan di luar dugaan. Yula mendekati Miya yang masih di ambang pintu, dia sudah menutup pintunya tadi.
Yula menyentuh kedua bahu Miya, yang membuat mereka saling bertatapan sekarang.
"Miya, Tindakan kakak mu itu-"
"Aku tahu"
Miya memotong ucapan Yula, ia menunduk dengan tangan yang gemetar. Yula pun bertanya maksud dari ucapan Miya tadi.
"Apa yang kamu tahu, Miya?"
Miya mulai membuka mulutnya, dia menjelaskan dengan tubuh yang bergetar.
"Dulu, sebelum aku mengajak mu untuk kabur ke dunia dalam. Saat itu aku masuk ke ruang kerja yang di kerjakan oleh kak Rika, di sana aku membaca salah satu dokumen yang berisi keluhan warna. Mereka melaporkan jika beberapa warga half human hilang, dan yang hilang itu hanya wanita remaja saja."
Kasumi langsung menyela ucapan Miya saat dia mendengar ceritanya, ia langsung berdiri dengan terkejut.
__ADS_1
"Wanita remaja? Apa, jumlah orang yang hilang itu banyak?"
Miya mengangguk membenarkan, jumlah half human yang hilang waktu itu lebih dari 20 orang.
"Meski begitu, kakak tak langsung mengambil tindakan. Dia mengabaikan laporan mereka, saat itu aku merasa marah, karna kakak mengabaikan suara rakyat di wilayah yang ayah dan ibu tinggalkan.
Tapi, aku pun tak bisa melawan Kakak karna kepercayaan ku padanya yang meyakini jika dia selalu melakukan hal baik, namun sekarang Yula sudah meyakinkan ku. Jadi aku tak akan ragu lagi mengatakan jika kemungkinan kak Rika sudah menjual half human yang hilang itu pada seorang, atau membunuhnya."
Miya mengatakan itu dengan wajah yang serius, Kasumi memiliki asumsi liar yang mengatakan jika kejadian di dunia tengah ini, ada hubungannya dengan kasus hilangnya wanita remaja di wilayah Viscount Delta.
Jika ini benar, maka masalah Miya sekarang sudah menjadi masalah Kasumi juga.
Kasumi menatap Rion, yang berdiri di sampingnya, sepertinya dia juga memiliki pemikiran yang sama dengan Kasumi.
"Aku pikir ini-"
Kasumi menghentikan ucapannya, ia membulatkan matanya secara sempurna kemudian langsung berlari ke arah Yula yang terjatuh tepat di depan Miya. Melihat hal itu, membuat semua orang di sana terkejut dan langsung memanggil nama Yula secara bersamaan.
"YULA!"
"Yula, kamu tidak apa-apa hei!"
Miya berusaha menyadarkan Yula yang tiba-tiba terjatuh, ia mengguncangkan tubuhnya kasar dengan harapan jika Yula akan langsung bangun.
Kasumi dan Rion pun berusaha membantu, mereka memindahkan Yula ke atas sofa yang tadi dia duduki.
Yula masih tak sadarkan diri, sampai tiba-tiba saja Yohan berteriak dan menarik semuanya yang dekat dengan Yula menjauh darinya.
"AWAS!"
setelah Yohan mengatakan itu, Yula pun terbangun tapi dia malah menyerang mereka menggunakan pedang abu-abu miliknya.
Mata Yula yang awalnya berwarna abu-abu, kini berubah menjadi putih. Melihat hal itu membuat Kasumi dan yang lainnya bingung, Yohan membantu mereka berdiri dan menjelaskan apa yang terjadi. Dia menyingkirkan rambutnya dan mata kristal miliknya pun terlihat berkilau.
"M..menjauh dariku, A..aku tak bisa mengendalikan tubuhku sendiri!"
Yula mengatakannya dengan sangat lemah, aura berwarna hitam terlihat di mata Yohan yang indah itu, dia mengatakannya dengan wajah serius.
"Yula..dia di kendalikan seseorang. Kesadarannya sekarang sangat tipis,"
Kasumi dan Miya terkejut secara bersamaan, Rion terdiam sejenak lalu ia menatap kembali Yula yang masih memegang pedang di tangannya.
"L..lindung Miya, t..tolong"
Yula terus saja berbicara dengan wajah yang datar, dia masih bisa mempertahankan kesadarannya meski tipis. Jadi, dia mengatakan pada yang lainnya untuk melindungi Miya saat dia di kendalikan.
"kita harus menemukan si penyiar hitam itu, cara untuk membebaskan Yula adalah dengan mengambil item penghubung miliknya."
Rion mengatakan apa yang dia tahu tentang penyihir hitam, kemudian Yohan kembali membuka mulut nya sambil menunjuk ke arah luar jendela.
"Penyihir hitam itu, ada di luar. Dia menertawakan kita"
Pandangan semua orang langsung terfokus ke arah tempat yang Yohan tunjuk. Dan seorang wanita dengan jubah merah, keluar dari sana.
'Jubah merah! Dia, pengikut iblis jahat!'
Wanita itu tersenyum, kemudian dia mengucapkan mantra lalu kubah untuk mengedapkan suara pun tercipta, dan itu menutupi sebagian besar dari mansion.
"Mari kita mulai, penculikan pengantin wanitanya? hehe"
Dia mengatakan itu dengan wajah yang terlihat seperti orang gila, semua orang yang melihat itu langsung terdiam di buatnya.
'Penculikan, pengantin?'
__ADS_1
Dari kata itu, Kasumi tahu siapa orang di balik munculnya penyihir hitam ini. Dia pastilah pangeran Alfaro.
Terimakasih sudah baca, like dan komen >//<