Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
Bab 82-Musuh merepotkan


__ADS_3

Zion menyeringai yang membuat Cendric semakin waspada, ia bergumam pelan dan hanya Cendric yang mendengar itu.


"Tapi, aku ingin bertarung dengan Kasumi saja. Kau kelelahan karena bertarung dengan Undead tadi bukan? Aku tahu jika kau menggunakan kekuatan mu lagi maka perlahan kau akan berubah seperti ku,"


"Jadi, ku harap kau tak mengganggu pertarungan kami"


Cendric jadi sedikit lengah karena mendengar ucapan Zion yang tahu keadaannya, Zion meletakan tangannya di mata Cendric kemudian Cendric pun terlempar jauh ke belakang.


"Ayah!"


Kasumi hendak menolong Cendric, namun Zion menghalanginya.


"Mau kemana kamu?"


'Tsk!'


Kasumi menghindari serangan Zion yang membuatnya menunda niat untuk menolong Cendric, ia mengeluarkan panah miliknya kemudian mengarahkan itu ke arah Zion.


Tanaman spirit hitam milik Zion menghalangi anak panah itu, kemudian Zion pun menjentikkan jarinya.


Sebuah dinding transparan muncul, dinding itu menghalangi orang-orang dari luar untuk masuk ke dalam jadi hanya Kasumi dan Zion saja yang ada di sana.


Itu hampir mirip dengan dimensi Maya, namun agak berbeda.


"Aku tak suka ada gangguan, sudah ku bilang bukan. Aku akan melawan mu sendiri, jadi tak boleh ada yang mengganggu"


Kasumi menatap Zion geram, tidak hanya menyakiti ayahnya ia juga mengurung Kasumi di dalam area miliknya.


Sulur tanaman spirit hitam milik Zion menggeliat dengan menjijikan.


sulur itu juga berukuran lebih besar daripada sulur biasa.


Kasumi menatapnya jijik kemudian mengganti senjata yang ia gunakan.


Pedang emas yang mengandung sedikit kekuatan milik Kairo adalah senjata yang pas sekarang.


"Jika itu yang kau inginkan maka aku akan mengabulkannya, terbunuh di dalam dimensi Maya yang kau buat pasti akan memalukan bukan"


Ujar Kasumi dengan percaya diri, melihat kepercayaan diri Kasumi membuat Zion terhibur.


"Tenang saja, aku tak akan mudah mati dan ku pikir kamu-lah yang akan mati di sini"


"Aku masih memiliki hal yang ingin ku lakukan, dan aku akan mengakhiri jiwa terpecah sampai di sini jadi kamu yang harus mati"


"Pftt! Lelucon yang lucu, aku menghargai itu"


Setelah percakapan singkat selesai, Zion memerintahkan pada tanaman spirit hitam miliknya untuk menyerang Kasumi.


Kasumi tak hanya diam saat melihat mereka melesat ke arahnya, ia menebas dengan cepat semua spirit sampai menjadi abu.


meskipun ia baru saja belajar pedang di dalam tubuh Kasumi, tapi pengalamannya dulu sebagai Kahill sangat membantunya sekarang.


Spirit hitam lemah pada kekuatan dewa yang ada dalam senjata Kasumi, jadi ia bisa dengan mudah menghabisi mereka.


"Senjata itu memiliki kekuatan dewa? Yah, pasti bocah rambut hitam itu yang memberikannya padamu"


Ujar Zion, ia tahu asal kekuatan dewa yang di miliki oleh senjata Kasumi.


Kasumi tak menghiraukan ucapan itu, ia masih fokus melawan tanaman spirit hitam yang merepotkan.

__ADS_1


Sementara itu di sisi lain dinding, tubuh Cendric terbentur pada pohon besar yang ada di sana, pohon yang menabrak Cendric langsung patah dan tumbang.


Pertaruhan antara bawahan Zion dan prajurit masih berlangsung, Black yang ada di wilayah dekat Cendric terjatuh menatapnya dengan terkejut.


"Cendric!"


Dengan cepat Black menebas semua musuh yang datang padanya, kemudian mendekat ke arah Cendric.


"Hei! Apa yang terjadi!?"


Black membantu Cendric berdiri, ia masih sadar dan memiliki banyak luka. Biasanya Cendric sangat jarang terluka saat bertarung, jadi pemandangan ini terasa asing di mata Black.


"Kasumi, aku harus menolongnya"


Cendric bergumam hal yang sama, ia seolah sudah kehilangan jiwanya dan tatapannya pun kosong.


"Sial! Apa yang di lakukan oleh Zion padamu?"


'Jika Cendric sampai seperti ini, bagaimana dengan putri Kasumi nanti!?'


Keadaan menjadi buruk sekarang, musuh mereka adalah makhluk yang memiliki kekuatan besar.


'tidak hanya itu, kenapa musuh memiliki kekuatan yang berbeda dengan ras mereka? Manusia tak mungkin bisa menggunakan atribut milik vampir, begitu juga sebaliknya tapi banyak di antara musuh manusia itu memiliki kekuatan vampir dan demon, juga sihir'


Ck!


Black frustasi untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia mengendong Black untuk menjauh. Melihat keadaannya sekarang ia jelas tak bisa bertarung, juga seperti ada yang salah dengan matanya.


'itu redup, seolah Cendric sudah kehilangan penglihatannya'


Dengan cepat Black menggelengkan kepalanya, ia tak ingin memikirkan hal negatif saat keadaan seperti ini.


Ucap Black pelan, sebelum ia pergi menjauh dari area pertempuran itu.


"Tuan Zion hebat! Aku bisa melawan pada demon ini dengan seimbang sekarang hahahah!"


"Kau benar! Kekuatan ini menyenangkan!"


"Ayo! Ayo kita habisi semua demon dan vampir atau apapun yang menyerang kita!!"


Suara bahagia yang terdengar gila itu keluar dari mulut bawahan Zion yang sedang bertarung.


Prajuritnya sedang melawan musuh, musuh mereka tidak hanya manusia saja.


Undead yang sulit mati, monster mutan dan skeleton juga ikut menyerang.


"Bukannya raja sudah membunuh pengendali Undead? Mengapa mereka masih bisa bangkit sekarang!?"


Salah satu prajurit itu berbicara dengan frustasi, ia heran mengapa para Undead masih ada meskipun tuan yang mengendalikan mereka sudah mati.


dari semua musuh, merekalah yang paling merepotkan karena sulit mati.


"Mungkin saja ada seorang lagi yang mengendalikan mereka, tidak mungkin kan Undead sebanyak ini di kendalikan oleh satu orang saja?"


Prajurit yang lain membalas ucapannya sambil masih melawan monster yang datang padanya, prajurit itu menebas monster dan Undead yang menyerangnya secara bersamaan.


Kekuatan yang dia miliki masih bisa mengalahkan mereka, tapi seorang penyihir manusia yang memiliki mata merah layaknya seorang demon menyerang mereka dari belakang.


"Matilah kalian demon sialan!"

__ADS_1


Hujan bola api berwarna biru menyerang prajurit tadi, harusnya mereka sudah mati terbakar namun sebuah perisai es menghalangi api itu dari mereka.


"P..pangeran Rion"


Gumam salah satu prajurit tadi, ia adalah prajurit dari kerajaan Dracovillia jadi ia jelas mengenal sosok pria muda dengan helai rambut ungu yang sedang melindunginya itu.


"Apa kalian baik-baik saja?"


Ucap Rion, ia berbalik dan membantu prajurit tadi berdiri.


Prajurit yang di bantu oleh Rion mengangguk bersamaan dengan temannya tadi. Rion melihat keadaan mereka sejenak, kemudian tersenyum tipis.


"Syukurlah aku tak terlambat datang, kalian pergilah bantu yang lain. Aku akan mengurus penyihir ini"


Kedua prajurit tadi mengangguk paham, kemudian mereka pun pergi.


Rion menghilangkan perisai dan melihat sosok penyihir yang menyerang kedua prajurit tadi, dia adalah manusia namun matanya jelas menunjukkan jika ia seorang demon.


"Jadi. Kau adalah mahkluk jadi-jadian bukan? Di lihat dari fisikmu jelas sekali kamu tak memiliki mata merah itu dari faktor keturunan."


Penyihir tadi tersenyum dengan bangga pada ucapan Rion, kemudian ia pun membuka mulutnya.


"Aku hanya menerima kekuatan yang pantas aku dapatkan,"


Ucapnya singkat, Rion hanya diam sambil memperhatikan penyihir itu.


"Berhati-hatilah, dia berbeda dengan penyihir lain"


Rion tersentak saat ia mendengar suara yang tiba-tiba saja muncul di belakangnya, ia berbalik dan melihat sosok Elios yang entah sejak kapan ada di sana.


"Apa maksudnya dengan berbeda?"


Tanya Rion sambil kembali menatap penyihir itu yang diam saja, dia tak memulai pertarungan meski Rion sedang diam


Elios membenarkan kacamata yang ia pakai, kemudian kembali berbicara.


"Dia memiliki kekuatan suci,"


Mata Rion membulat dengan sempurna.


"Apa itu benar?"


Elios mengangguk sebagai jawaban.


"Benar, dia adalah makhluk paling aneh. Kekuatan suci itu seperti milik saint, tapi siapapun tahu jika di dunia ini hanya ada satu saint saja sekarang yaitu saintess Irene yang ada di kerajaan Hyun-ah. Jika seperti itu, siapa dia sebenarnya?"


Elios menghentikan ucapannya, ia kembali menatap penyihir itu dengan tatapan dingin.


"Siapa kau?"


Pada akhirnya Elios bertanya pada si penyihir itu.


Penyihir di depannya tersenyum miring, kemudian ia pun menjawab pertanyaan Elios dengan tak acuh.


"Aku adalah pedang saintess, dan tugas ku di sini untuk membantai semua demon busuk. Karena kau adalah bawahan raja demon itu, maka pertama, aku akan membunuh mu"


terimakasih sudah baca, like dan komen


(灬º‿º灬)♡

__ADS_1


__ADS_2