
Catatan: Maaf, jika episode 32 ini update dua kali. Yang pertama itu episode yang belum di edit, dan ini yang udah di edit.
Ada sedikit perubahan dalam cerita episode 32 ini, aku udah hapus yang pertama tapi gak bisa di hapus T-T ku kira udah ke hapus tapi malah ada update nya tapi di naskah gak ada akhh aku susah jelasin :') Semoga kalian bisa terbayang ya situasi ku kayak gimana.
Jadi, intinya maaf jika episode 32 ini up dua kali. Yang sudah di edit itu yang ini, makasih.
Bab 32-Curiga {belum di edit}
Bab 32-Curiga?{sudah di edit}
Happy reading :)
Cendric menatap sebuah surat yang datang padanya beberapa jam yang lalu, dia menerima surat itu lewat seekor burung berwarna hitam dengan mata merah layaknya burung iblis lainnya. Sekarang, ia sudah kembali ke kerajaan Cyrent dan menjalani pekerjaannya yang biasa sebagai seorang raja.
Dia membaca pesan itu dengan seksama, pesan yang berisi tentang keadaan Kasumi yang di kirim oleh Sir Arfen, dalam pesan itu Sir Arfen mengatakan jika keadaan putri Kasumi baik-baik saja, ia sekarang sedang dalam perjalanan menuju keluarga Rula dan setelah mendapatkan benda yang mereka cari, putri Kasumi dan yang lainnya akan langsung pulang ke dunia dalam.
Cendric masih sangat khawatir dengan keadaan Kasumi. Apalagi, ini adalah kali pertama Kasumi keluar dari wilayahnya bahkan keluar dari dunia dalam, jelas sekali jika Cendric merasa sangat khawatir.
Tadinya, ia akan mengirimkan 100 pasukan khusus untuk menjaga Kasumi saat ia di dunia tengah, namun Kasumi menolak itu dan hanya meminta di temani oleh 1 orang ksatria saja, Cendric bersikeras jika dia tak ingin membiarkan Kasumi terluka sedikitpun.
Namun pada akhirnya Elios dan Black membujuknya untuk tidak terlalu berlebihan, dan percaya pada putrinya. Jika Kasumi datang ke dunia tengah dengan 100 pasukan khusus, dia pasti menjadi pusat perhatian, dan juga bisa jadi ada yang beranggapan bahwa sebenarnya Kasumi berniat untuk perang karna membawa pasukan khusus.
Black lalu menyerahkan satu-satunya murid yang dia miliki yaitu Sir Arfen Adolf, untuk menjaga Kasumi. Jika hanya Sir Arfen saja yang menjaga Kasumi, ia tak akan menjadi pusat perhatian dan identitas Kasumi pun tak akan ketahuan. Karna, Kasumi memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya sebagai putri raja iblis.
Cendric mengetahui kemampuan Arfen, dia memiliki kemampuan yang sangat bagus, apalagi ia adalah murid langsung Black. Seorang vampire yang di kenal sebagai partner perang Cendric, Kasumi juga lebih menyetujui usulan dari Black dan akhirnya ia pun pergi bersama Sir Arfen.
Rion, pangeran dari kerajaan Dracovillia pun ikut dalam perjalanan itu, ia mengajukan diri sendiri setelah rapat selesai dan ayahnya Alejandro langsung mengizinkannya tanpa masalah.
Melihat tingkah Rion yang jadi 'agak' menempel dengan Kasumi membuat Cendric harus selalu waspada, ia tak memiliki niat untuk menjadikan pangeran Rion sebagai pendamping hidup Kasumi di masa depan.
Memikirkan itu, Cendric jadi ingat dengan ucapan yang di ucapkan oleh Alejandro, saat sesudah ia memberikan izin pada Rion.
'Melihat sikap putra ku yang itu, sepertinya ia terpesona pada kecantikan putri anda raja Cendric. Mungkin di masa depan nanti kita akan berbesan ya hoho'
Mengingat ucapan itu saja membuat Cendric kesal, lantas ia pun meremas surat yang sudah ia baca menjadi bola kertas, lalu melemparnya ke arah perapian.
"Berbesan? Hah! Sungguh, ucapan yang konyol. Putri ku terlalu berharga untuk di berikan pada pangeran ke-2 itu, dia tak akan pernah bisa memiliki putri ku selama aku masih hidup.
Tidak, bahkan jika aku sudah mati pun, akan ku rasuki dia lalu membuatnya bunuh diri hehehe"
Senyuman jahat terlihat di wajah Cendric waktu itu, Elios yang ada di ambang pintu memperhatikan tingkah rajanya yang lebih aneh dari biasanya, ia masih tak mengerti mengapa sikap ayah satu ini begitu parah. Black yang juga memiliki putri perempuan pun, tak separah Cendric.
Ia berusaha tak memperdulikan itu, dan hanya datang untuk menyampaikan tugasnya. Elios membuat batuk palsu, untuk menyadarkan Cendric atas kehadirannya.
__ADS_1
"Ekhem! Yang mulia, apa saya boleh masuk?"
Ucap Elios dengan sopan. Cendric pun berbalik melihatnya lalu mengangguk singkat, setelah itu Elios pun masuk dan mengeluarkan sebuah surat yang ia bawa. Surat itu memiliki cap simbol keluarga Delta.
"Apa maksudnya ini?"
Ucap Cendric, dengan tak percaya saat ia membaca isi surat. Itu berisi tentang penolakan dengan sopan atas undangan yang Cendric sebarkan kemarin, undangan yang mengundang seluruh bangsawan di kerajaan Cyrent untuk menghadiri perayaan nanti, namun sebenarnya perayaan itu hanya penyamaran saja, karna hal itu mereka lakukan untuk menemukan bawahan iblis jahat yang sudah meresahkan semua raja dan ratu.
Viscount Delta adalah kandidat yang paling di curigai, namun ia menolak undangan itu dengan alasan berhalangan hadir karna penyakit yang kambuh. Elios berpikir jika itu hanyalah alasan saja, dan rupanya ada yang sudah menyebarkan rencana mereka saat rapat.
"Saya berpikir jika itu hanyalah alasan, pasti ada seseorang yang sudah membocorkan informasi saat rapat dan memberitahukan itu padanya. Jika seperti ini, Viscount Delta tak akan termakan umpan dan dia pasti mempersiapkan sesuatu untuk mengelak nanti"
Jelas Elios, ia semakin curiga pada Viscount Delta. Cendric pun setuju dengannya, namun mereka tak bisa memaksakan perintah itu pada Viscount Delta, jika begitu nanti dia akan semakin curiga.
"Taruh penyusup di kediaman Viscount Delta, kita harus memantau dia sebelum perayaan berlangsung"
Perintah Cendric pada Elios, ia pun mengangguk paham lalu meminta izin untuk keluar.
Elios menutup pintu, ia terdiam sejenak sambil memikirkan informasi yang di katakan Kasumi beberapa hari yang lalu, informasi itu benar. Elios berpikir jika kemampuan yang Kasumi dapatkan saat ia bangun dari koma itu menakutkan, dia juga jadi mengagumi putri kerajaan yang dia layani itu.
"Meskipun umur tuan putri masih 9 tahun, tapi beliau memiliki pemikiran yang sangat dewasa. Kerajaan ini beruntung memiliki putri seperti beliau"
Ucap Elios pelan, sebelum ia pergi meninggalkan pintu tempat kerja Cendric. Saat Elios berjalan, dia berpapasan dengan seorang wanita berkulit gelap dengan celana panjang yang sangat jarang di pakai oleh wanita, rambut panjang yang di ikat berwarna Coklat tua dan mata hitam.
Batin Elios menyadari identitas wanita itu, ia melirik pada Elios sejenak lalu tersenyum tipis. Melihat itu, Elios pun membalasnya dengan senyuman tipis lalu pergi.
Wanita itu mendekati ruang kerja Cendric, setelah ia di depan pintu, dia pun mengetuk nya pelan.
"Yang mulia, apa saya boleh masuk?"
Ucap wanita itu, lalu Cendric pun mengizinkannya dan ia masuk ke dalam ruangan itu.
"Anastasha? Ku kira kamu akan datang besok, saat Kasumi kembali ke sini"
Ucap Cendric, ia masih duduk di kursi kerjanya dan hanya melirik Anastasha sebentar. Mendengar itu Anastasha tersenyum tipis.
"Saya ingin mengejutkan tuan putri yang mulia, sudah lama saya tak melihatnya. Saya sudah sangat merindukan tuan putri, sejak anda mengirim saya kembali ke dunia luar untuk mencari bunga Laddy slipper salju,"
Jelas Anastasha ia tersenyum tipis saat menyampaikan itu, Cendric hanya mengangguk.
"Apakah kamu sudah menemukan bunga itu?"
Anastasha mengangguk sebagai jawaban, ia mengeluarkan sebuah kotak kaca yang memiliki sekuntum bunga warna putih di dalamnya, Laddy Slipper salju itulah nama bunganya. Bunga yang memiliki mahkota berwarna putih bersih dengan kelopak bagian bawah yang menyerupai sebuah sepatu, di dalamnya terdapat air yang menggenang, air itulah yang di butuhkan Cendric dan Anastasha.
__ADS_1
Bunga ini sangat langka dan memiliki khasiat magis di dalamnya, Cendric memerintahkan Anastasha mencari bunga itu untuk memberikannya pada Kasumi, dia ingin membuat kondisi fisik Kasumi menjadi tidak lemah, Karna Kasumi memiliki darah seorang ras suci jadi Laddy Slipper api yang selalu tumbuh di dunia dalam tak cocok untuknya.
Itulah sebabnya Laddy slipper salju lebih cocok untuk Kasumi, namun bunga itu cukup sulit untuk di temukan. Anastasha saja membutuhkan waktu setengah tahun untuk mencari bunga itu, sampai akhirnya Kasumi bangun dari koma dan tak lama setelah itu ia pun menemukan nya.
"Cukup sulit untuk saya menemukan ini, tapi jika demi murid kesayangan saya maka ini tidak ada apa-apanya"
Ucap Anastasha dengan lembut sambil memandangi bunga yang ada di tangannya, Cendric memperhatikan itu sejenak. Ia tahu jika Anastasha sangat menyayangi putrinya, entah itu sebagai seorang murid atau teman.
"Terimakasih, kamu sudah bekerja keras"
"Tidak apa-apa yang mulia"
Anastasha menghampiri Cendric, ia pun memberikan kotak kaca itu padanya. Cendric menerimanya, lalu menyimpan itu di sebelahnya.
"Karna misi saya sudah selesai, maka saya akan kembalikan lagi familiar milik anda, terimakasih atas kerja samanya"
Setelah Anastasha mengatakan itu, bola cahaya berwarna merah pun muncul di depannya, perlahan bola itu membentuk sebuah mahluk hidup yang memiliki sayap kecil dan imut.
Monster Grrifin muncul di depan Cendric, dia menggoyang kan ekor singa miliknya, lalu meregangkan sayap dan menghampiri Cendric.
"-Sudah lama tak bertemu, master"
Ucap Grrifin itu, dia sedikit membungkuk di depan Cendric. Melihatnya ia hanya mengelus pelan kepala Grrifin.
"Benar, sudah lama tak bertemu."
Merasakan sentuhan dari tuan yang sudah lama tak di rasakan membuat ia merasa senang, Cendric memang akrab dengan familiar miliknya jadi dia seperti terbiasa mengelus kepala monster yang bisa menghancurkan satu kota itu.
Grrifin adalah monster yang memiliki kepala dan sayap elang, namun dengan badan seekor singa, di dunia dalam monster ini adalah lambang kerajaan Cyrent. Setiap generasi kerajaan yang menduduki tahta, akan memiliki satu familiar Grrifin dengan elemen masing-masing.
Memikirkan hal itu membuat Cendric mengingat Kasumi, jika dia pensiun nanti maka tahta kerajaan akan di serahkan pada Kasumi, maka Kasumi pasti akan memiliki familiar juga.
"Jika sudah selesai maka saya undur diri dulu, Yang mulia"
Cendric mengangguk singkat, setelah itu Anastasha pun pergi keluar dari ruangan.
Cendric kembali menyelesaikan tugas yang sempat tertunda tadi, terutama masalah Viscount Delta yang menolak undangan itu. Mata merah miliknya menatap surat dari Viscount Delta dengan dingin, setelah itu seringai jahat pun terlihat di wajahnya yang tampan.
"Jika kau tak ingin datang, maka aku sendiri yang akan datang"
Ucapnya, di akhiri senyuman bengkok. Grrifin milik Cendric hanya terdiam melihat tingkah tuannya itu, dia sudah terbiasa melihatnya.
Terimakasih sudah baca(´ ▽`).。o♡
__ADS_1
maaf kalau ada yg typo