Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
Bab 75-Pertarungan di mulai(3)


__ADS_3

Yohan dan Davian masih melawan pin untuk melindungi Kasumi yang pingsan, Kasumi sudah di kelilingi oleh pelindung sehingga ia tak akan terkena serangan dari mereka.


Yohan memakai pedang biru miliknya, ia memiliki atribut utama air yang merusak. Meskipun dia ada di darat tapi Yohan masih bisa menggunakan kekuatannya itu.


Davian sudah memegang pedang ganda, pedang itu agak panjang namun tak sepanjang milik Yohan.


Ada ukiran mawar unik di gagang pedang itu, simbol Javier ada di sana.


"Itu. Senjata khusus pembunuh?"


Yohan bertanya sambil melirik ke arah senjata milik Davian, ia baru saja mengeluarkan senjatanya.


Davian mengangguk pada ucapan Yohan.


Sebelum menjadi warga kerajaan Cyrent dan keluarga agung, keluarga Javier terkenal dengan teknik pembunuhnya.


"Benar, anda mengetahuinya?"


"Aku tahu dari buku, tapi aku baru melihatnya sekarang."


Senjata khusus pembunuh memiliki ciri yang unik, senjata mereka agak berbeda dengan senjata biasa pada umumnya.


Senjata khusus pembunuh bisa menyerap mana milik tuannya, sehingga kekuatan milik senjata itu meningkat.


Biasanya itu akan berguna untuk menyembunyikan suara, seorang pembunuh selalu melakukan aksinya secara diam-diam dan teliti maka dari itu senjata khusus pun di ciptakan.


Tidak sembarangan orang bisa menggunakan senjata itu, biasanya senjata khusus di miliki oleh satu keluarga secara turun-temurun.


Dan senjata milik Davian pun seperti itu.


"Senjata khusus ya? Aku menginginkan itu,"


Pin menatap senjata milik Davian dengan tatapan tertarik, ia menyukai senjata Davian dan berniat untuk memilikinya nanti.


Sedangkan Davian menatap Pin dengan tatapan dingin, dia semakin tak menyukai musuhnya itu, begitu pula dengan Yohan.


Pin mengeluarkan senjata miliknya, sebuah sabit hitam yang besar. Dengan jubah yang dia pakai, terlihat jelas ia seperti seorang malaikat kematian.


"Aku tak sabar untuk memiliki senjata itu!"


Pin berlari ke arah Davian, begitu pula dengan Davian yang mulai mempersiapkan senjatanya.


"Dalam mimpi mu"


Davian berlari dengan cepat, suara langkah kakinya begitu sunyi dan sangat cepat. Tanpa sadar Davian sudah ada di depan pin yang hendak menyerangnya, tangan kanan Davian mengangkat pedang tepat ke arah leher pin.


Dia benar-benar ingin segera mengakhiri ini dan berusaha membangunkan Kasumi yang pingsan, sementara itu, Pin menyeringai saat ia hampir terkena serangan dari Davian.


"Aku akan membantumu"


Yohan segera berlari mengikuti Davian, meskipun ia tak bisa mengimbangi kecepatannya.

__ADS_1


'ini sangat seru!'


Dalam hatinya ia kegirangan dengan pertarungan ini, awalnya ia pikir akan membosankan karena melawan anak-anak ingusan seperti mereka.


Dya, informan kelompok mereka pernah mengatakan ini pada Pin sebelum ia menerima tugas dari Zion.


"Kau jangan remehkan mereka, meskipun umur mereka belum menyentuh setengah abad tapi jangan lupa jika mereka adalah pasangan putri itu, kekuatannya pasti melebihi rata-rata."


Itulah yang Dya katakan pada Pin, sekarang ia mengetahui kenapa Dya mengatakannya.


'Tapi percuma saja, aku sudah meminum 'itu' yang di berikan oleh tuan, jadi sekarang kekuatan ku sama dengan vampir murni!'


Ucap batin Pin, ia masih menghindari serangan Davian dan Yohan yang di arahkan padanya. Mata pin perlahan berubah menjadi merah darah, Davian tersentak karena melihat perubahan itu.


"Tidak buruk, kau dari klan vampir pembunuh murni. Tapi, apa kau bisa mengatasi serangan ini!"


Perlahan sabit miliknya berubah menjadi merah, itu juga memiliki dominasi aura yang sangat menakutkan.


Davian tahu persis dari mana asal dominasi itu.


"blood domination!? Bagaimana kau bisa menggunakan itu!?"


Terdengar nada yang terkejut dari Davian saat ia melihat kekuatan sabit milik Pin, Yohan menatap senjata itu dengan tatapan tak percaya. Ia pun tahu apa itu blood domination.


'blood domination, itu adalah serangan teknik darah yang di miliki kaum vampir tingkat atas. Harusnya hanya klan vampir saja yang bisa menggunakan itu, tapi kenapa dia bisa mengunakannya. Jelas dia bukan vampir!?'


Ucap batin Yohan, ia memikirkan alasan kenapa Pin bisa menggunakan teknik itu.


Pin tertawa riang saat melihat ekspresi yang di tunjukkan Yohan dan Davian, itu sangat menghibur baginya.


Mata Pin berubah, ia menatap Yohan dan Davian dengan tajam kemudian mendekat ke arah mereka dengan sangat cepat.


'kecepatan yang sangat gila!'


Ucap batin Yohan, saat ia menyadari kehadiran Pin yang ada di depan mereka.


Davian berhasil menangkis sabit itu, sedangkan Yohan langsung mengarahkan senjatanya pada Pin yang hendak menyerang mereka kembali.


Pertarungan pun terjadi lagi di sana, para kaum beast serigala putih hanya melihat kejadian itu di balik rumah mereka, beast serigala putih wanita saja yang bertahan sementara itu beast kaum pria mengalami luka karena serangan dari Zion.


Tetua klan beast bangun dengan luka di perutnya, ia di bantu oleh beast lain yang bertugas mengungsikan mereka dari pertarungan.


Mata tetua klan beast menatap pertarungan itu dengan tatapan kagum, ia juga merasa takut dan merinding karena aura yang dia rasakan.


'Pertarungan ini sudah bukan pertarungan biasa, kami tak bisa memberikan bantuan pada mereka untuk melawannya.'


Tetua klan beast menyayangkan itu, padahal ia ingin membantu mereka dengan bertarung juga. Tapi, kekuatan mereka jauh lebih lemah jika di bandingkan dengan musuh.


Jika mereka ikut bertarung, itu hanya akan menjadi beban saja.


Ia berbalik dan menatap Kasumi yang pingsan, tangan tetua klan beast mengepal dengan kuat. Ia memikirkan untuk membantu Kasumi sekarang, setidaknya untuk memberikannya petunjuk itu mungkin saja bisa di lakukan.

__ADS_1


"Bawa aku ke sebelah utusan Dewi"


Pinta tetua klan beast pada orang yang menopangnya, ia mengangguk dan menuruti apa yang tetua inginkan.


Tetua diam di sebelah Kasumi, ia menatapnya sejenak kemudian menyentuh dahinya.


Cahaya putih mulai keluar dari tangan tetua, ia melakukan itu untuk membuat 'petunjuk jalan' bagi Kasumi untuk kembali.


"dengan begini, anda tak akan tersesat saat kembali nanti"


Gumam tetua sambil fokus mengeluarkan cahaya putih itu, pelindung masih mengelilingi mereka sehingga serangan dari luar tak akan berpengaruh.


"Apa sekarang nona utusan Dewi sedang bertarung dengan kekuatan sejatinya?"


Orang yang bersama tetua bertanya dengan wajah khawatir, tetua mengangguk membenarkan ucapan nya.


"Benar, beliau sedang bertarung dengan kekuatan sejatinya. Ini akan memakan waktu cukup lama, tapi kita harus melindungi beliau dan memastikan beliau bisa kembali, jika tidak maka dunia ini mungkin akan hancur karena kejahatan abadi"


Suara tetua terdengar bergetar saat ia mengucapkan itu, meskipun kondisi tubuhnya tidak baik sekarang karena menerima beberapa serangan, tapi dia memutuskan untuk membantu Kasumi.


Setidaknya hanya ini yang bisa ia lakukan di detik-detik terakhir nya.


"Kahu"


Orang yang ada di sebelah tetua, Kahu sedikit tersentak kemudian ia pun membalas ucapan tetua.


"Iya tetua,"


"Kau jadilah penerus ku, umur yang aku miliki sudah hampir habis dan aku mempercepatnya dengan menggunakan sihir 'petunjuk' ini." Ia menjeda ucapannya sejenak, matanya yang memiliki keriput itu menatap ke arah Kahu yang menatapnya dengan tatapan terkejut, wajahnya pun terlihat hampir akan menangis.


Padahal, tubuhnya kekar layaknya seorang beast serigala putih. Tapi, hatinya cukup lembut untuk bersedih karena akan kehilangan tetua klan nya.


Tetua klan tersenyum, kemudian ia kembali menatap Kasumi yang masih kehilangan kesadarannya.


"Mengabdi lah pada kerajaan Cyrent, jaga keturunan nona utusan dewi, meskipun tak banyak tapi setidaknya kita harus menolong beliau sesuai dengan apa yang Dewi pohon putih katakan. Apa kau mengerti?"


Kahu mengangguk, ia ingin menolak permintaan tetua yang memintanya untuk menjadi pemimpin baru tapi di saat seperti ini dia tak semestinya untuk menolak.


"Saya, saya akan menjadi tetua yang baik dan mengabdi pada kerajaan Cyrent sesuai dengan apa yang anda katakan"


"Bagus, dan jagalah orang-orang yang masih hidup. Kalian harus selalu bersama"


Lagi-lagi, Kahu mengangguk singkat. Ia berdiam di sana sambil memandang punggung tetua klan yang sedang duduk di sebelah Kasumi.


"Aku tak keberatan untuk memakai nyawa terakhir ku pada nona ini, sebentar lagi, kejahatan abadi akan hilang bahkan tanpa semua orang tahu kapan itu datang"


sebenarnya saya lupa nama si bawahan Zion itu pin atau pen, tapi di sini saya jadinya pakai nama pin aja.


Terimakasih sudah baca, like dan komen


(灬º‿º灬)♡

__ADS_1


Maaf jika ada kata yang typo dan gak nyambung?


kalian tak akan paham jika baca sampai sini, maka dari itu bacalah sampai tamat nanti biar paham•́ ‿ ,•̀


__ADS_2