
"bunga jatuh di bawah pohon hijau, meninggalkan darah yang merah mengalir. Oh, aku menyukai itu!"
Suara Zeus terdengar sangat riang gembira saat ia menyanyikan lagu aneh yang dia miliki, lagu itu terdengar indah namun memiliki syair yang menyakitkan dan tidak normal.
Dia menebas semua musuh yang mendekat ke arahnya, namun yang dia tebas bukanlah orang tapi 'jiwa' yang menempel di tubuh orang itu.
Bakat milik Zeus adalah roh, dia bisa memisahkan roh seseorang dari tubuhnya bahkan tanpa melukai tubuh si pemilik roh.
Kasus di kerajaan Hyun-ah menarik perhatiannya. Jadi Zeus pun pergi ke kerajaan Hyun-ra dan meninggalkan ayahnya yang bertarung dengan ksatria kerajaan di negaranya sendiri.
Kehadiran Zeus sangat membantu ksatria suci yang di kirim ke sana, ia dengan mudah memisahkan jiwa asing dari si pemilik tubuh asli.
Orang yang terkena tebasan dari pedang milik Zeus akan pingsan dan sadar dengan sendirinya nanti.
Karena kehadiran Zeus, korban jiwa tak terlalu banyak berjatuhan.
"Pangeran Zeus, terimakasih karena anda sudah membantu kami di sini."
Leonardo, putra mahkota kerajaan Hyun-ra mengucapkan terimakasih pada Zeus saat ia selesai mengatasi wilayah itu, warga di sana sudah di evakuasi sehingga mereka tak melihat kejadian menyeramkan yang terjadi.
Zeus memasukkan kembali pedangnya ke dalam sarung pedang yang dia bawa, ia mengangguk singkat dan mengelap darah yang ada di wajahnya.
"Tidak masalah, lagipula aku menikmati pertarungan ini meski agak membosankan."
Leonardo hanya tersenyum tipis, ia tak menyangka jika di generasi sekarang ada pangeran gila yang berasal dari kerajaan Ceru. Padahal kerajaan itu terkenal dengan kekuatan sucinya yang berlimpah, namun sifat Zeus saat bertarung tak terlalu mencerminkan identitas kerajaannya.
"Oh, saya dengar anda sudah bertunangan? Selamat, maaf saya terlambat mengatakan ini"
Leonardo sedikit tersentak saat Zeus mengucapkan itu, ternyata dia cukup perhatian juga.
Dan kabar pertunangan Leonardo dan tunangannya, Miya Rula ternyata sudah tersebar sampai sana.
"Terima kasih,"
"Saya akan mengirim hadiah nanti,"
Leonardo berusaha menolak itu.
"Tidak, anda tak perlu mengirim hadiah apapun."
Tapi, bukan Zeus namanya jika dia langsung menerima apa yang di katakan lawan bicaranya. Zeus malah tersenyum dan menatap Leonardo dengan tatapan yang mengancam.
"Aku akan tetap memberi hadiah"
"Tapi-"
"Tetap memberi hadiah"
__ADS_1
Leonardo terdiam, ia menghembuskan nafas pelan untuk menanggapi sikap putra mahkota kerajaan Ceru itu. Ternyata rumor yang mengatakan dia keras kepala itu benar.
"Baiklah, terima kasih"
Zeus mengangguk, ia puas dengan jawaban dari Leonardo.
Tatapan Leonardo beralih ke arah tumpukan tubuh rakyatnya yang sedang pingsan setelah jiwa asing yang ada di dalam tubuh mereka di bunuh oleh Zeus.
Alasan rakyatnya saling bertarung adalah karena jiwa yang masuk dan mengendalikan tubuh mereka, pemilik tubuh adalah orang biasa jadi mana yang mereka miliki tak terlalu banyak.
Karena itu mereka mudah di kendalikan, dan kasus itulah yang terjadi sekarang.
Kabar baiknya semua rakyat yang di kendalikan sudah kembali seperti semula, namun kabar buruknya adalah mereka belum menemukan dalang di balik kejadian itu.
Pasti ada orang yang memegang kendali atas jiwa yang dia kendalikan, dan Zeus tak menemukan sosoknya saat ia bertarung tadi. Begitu pula dengan Leonardo.
"Pangeran, jiwa yang mengendalikan rakyat ini adalah orang-orang yang hilang"
Mendengar laporan dari saintess Irene, Leonardo dan Zeus pun langsung tersentak.
"A..apa itu benar?"
Saintess Irene mengangguk membenarkan, matanya hijau miliknya sedikit berkilau saat ia menatap udara kosong dengan tatapan sedih.
"Benar, mereka semua adalah remaja wanita yang hilang, identitas mereka bukan hanya ras manusia saja tapi half human dan demon tingkat rendah pun ada di sana"
Leonardo mengusap mata dengan tangan kanannya, ia tahu dari mana saja asal pemilik jiwa yang mengendalikan tubuh rakyatnya itu.
Di antara mereka pun pasti ada rakyatnya yang sudah hilang beberapa bulan yang lalu juga, dan itu bukan hanya di negaranya saja.
"Kita harus cepat menemukan pelaku itu, dia sudah melakukan hal yang kejam dengan memanfaatkan jiwa seseorang untuk mengendalikan orang lain"
Zeus mengucapkan itu dengan wajah serius, ia tak bisa membiarkan ini begitu saja. Leonardo dan Irene mengangguk, mereka juga akan mencari keberadaan dari si pelaku.
"Pangeran, aku menemukannya"
Suara seorang pria terdengar dari belakang. Leonardo, Irene dan Zeus menoleh secara bersamaan dan melihat sosok Yula dengan pakaian formal sedang mendekat ke arah mereka.
"Di mana itu?"
Leonardo langsung menanyakan hal yang membuatnya penasaran, ia tahu siapa yang di maksud oleh Yula.
"Dia baru saja pergi dengan cepat ke arah perbatasan dunia dalam,"
Zeus menyentuh dagunya, dia sedang berpikir.
"Itu bisa saja jebakan bukan?"
__ADS_1
Leonardo mengangguk setuju, ia juga memiliki pemikiran yang sama.
"Benar, jika tidak untuk apa dia memperlihatkan jelas dirinya yang kabur ke perbatasan dunia dalam? Tapi, mau itu jebakan atau bukan kita harus memastikannya"
Leandro memilih untuk mengambil resiko, bagaimana pun ia harus menangkap orang yang sudah membuat kacau di kerajaannya.
Zeus pun setuju dan ia memutuskan untuk membantu juga, begitu pula dengan Yula.
"Aku juga ikut!"
Suara seorang wanita terdengar oleh mereka, itu adalah Miya yang datang dengan pakaian kasual seolah ia sudah siap untuk bertarung juga.
"Miya, kamu harus di sini dan menjaga warga. Tolong serahkan saja masalah itu pada kami"
Leandro mencoba untuk melarang Miya ikut, ia khawatir padanya meskipun Miya pasti akan baik-baik saja karena dia kuat.
"Itu benar, serahkan saja pada kami."
Yula pun ikut melarang Miya, setidaknya ia akan lebih aman jika diam di kerajaan dan membantu di sana.
Miya memasang wajah cemberut, ia merasa kesal pada kedua orang itu.
"Aku ingin bertemu putri Kasumi, jika kalian ke dunia dalam kalian pasti memiliki kesempatan untuk bertemu dengan beliau kan?"
Miya merindukan Kasumi, ia sangat ingin bertemu dengannya lagi. Tapi, kegiatannya sebagai putri mahkota menyita banyak waktu yang dia miliki sehingga ia tak bisa kabur lagi seperti dulu.
Mendengar jika Yula, Leonardo dan yang lainnya akan ke dunia dalam membuatnya ingin ikut juga.
Irene mendekat ke arah Miya, ia berniat membujuknya supaya Miya tak ingin ikut ke dunia dalam.
"Putri, anda tak boleh ikut bersama mereka. Karena anda adalah putri mahkota, sudah jadi tugas anda menjaga kerajaan saat pangeran tak hadir. Karena itu, mungkin anda bisa ke dunia dalam lain kali, saat keadaan sudah membaik"
Penobatan Leonardo menjadi raja sudah hampir dekat, karena itu sebagai calon ratu, Miya harus membantu untuk melindungi kerajaan saat Leonardo tak hadir di sana.
Miya ingin tetap bersikeras, tapi ia menyadari posisinya. Akan gawat jika keadaan di kerajaan jadi kacau lagi karena serangan mendadak, dan pemimpin mereka tak hadir.
Ia mengangguk meski tak rela. Miya langsung melompat ke arah Yula dan Leonardo, ia memeluk mereka berdua.
"aku akan di sini, kalian tolong hati-hati"
Yula dan Leonardo mengangguk, mereka membalas pelukan Miya kemudian bergegas untuk mengejar si orang yang mengendalikan jiwa itu.
"Kita berangkat"
Terimakasih sudah baca, like dan komen (≧▽≦)
maaf banget belum bisa up lebih banyak lagi (っ˘̩╭╮˘̩)っ
__ADS_1