Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
Bab 41-Kekacauan baru(3)


__ADS_3

Pin sedikit tersenyum, sebelum dia melompat ke arah jendela dan mengeluarkan kertas teleportasi.


"Ku rasa tugas ku sudah selesai, kalian tidak di butuhkan lagi. Selamat tinggal"


Setelah Pin mengatakan itu, dia langsung merobek kertas teleportasi dan menghilang meninggalkan si wanita gila dan bawahannya yang lain.


'T....tunggu dulu! Aku belum tau jika dia itu penyihir hitam atau bukan!?'


Ucap batin Kasumi, dia sempat ingin menyerang kembali Pin yang hampir menghilang tapi keseimbangan tubuhnya tiba-tiba saja tak stabil tapi Kasumi berusaha berdiri meski itu sulit baginya.


Si wanita gila itu berteriak pada Pin yang sudah menghilang dari sana, karna mereka ternyata sudah dikhianati. Anehnya Cendric tak menghentikan Pin yang kabur, dia menatapnya sebelum menghilang sepenuhnya dari sana.


"Perlukah kita mengejar dia?"


Tanya Elios, dia merasa sayang jika harus mengabaikan musuh seperti Pin. Dia tahu jika Pin adalah orang yang sama dengan orang yang menyerang perpustakaan di kerajaan koto dulu.


Jika dia di biarkan, maka ada kemungkinan di masa depan nanti dia akan sangat merepotkan dan membuat kekacauan di tempat lain lagi.


"Tidak perlu. Aku sudah menanamkan penyadap di baju miliknya tadi, jadi, kita akan tahu ke mana dia kembali."


Ucap Black dengan ekspresi yang tenang, Elios mengangguk paham. Dia lupa jika Black sering juga di sebut sebagai ahli menyadap, masalah di wilayah Viscount Delta pun kini selesai karna dia menyadap kediaman Viscount dan mendapatkan hasil bukti percakapan.


Cendric menatap sisa orang yang di tinggalkan oleh Pin, dia langsung melesat pertama kali ke arah orang yang dia lihat akan menyerang Kasumi karna kondisi Kasumi yang melemah ia tak menyadari serangan itu takĀ  seperti sebelumnya.


"Mau apa kau dengan putri ku?"


Ucap Cendric singkat, sebelum dia menebas kepala pria itu sampai terpisah dari tubuhnya. Darah segar langsung menghiasi pedang milik Cendric. Ia tak bisa menahan amarahnya, saat melihat wajah Kasumi yang memiliki memar, dan tubuh yang gemetar.


Si wanita gila dan bawahannya yang lain langsung terdiam membeku melihat aksi Cendric tadi. Mereka sangat ketakutan, kekuatan raja iblis sangat terasa oleh mereka yang ada di sana. Bahkan Yohan yang ada dalam satu kapal dengan Kasumi pun merasa ketakutan karnanya.


Black langsung mendekati Kasumi dengan cepat, tangannya menutup mata Kasumi saat kejadian itu berlangsung, dia takut jika Kasumi akan merasa tak enak karna melihat kejadian itu. Bagaimana pun Kasumi masih lah seorang anak kecil di mata mereka.


"Tuan putri tolong jangan melihat itu, ayah anda sekarang sedang sulit mengendalikan keinginan membunuhnya"


Ucap Black dengan lembut, Kasumi hanya diam dan menurut saja. Meskipun, dia tak keberatan jika harus melihat adegan pembunuhan seperti itu.


'Toh dulu juga aku sering melakukan itu, pemandangan seperti ini tak asing bagi jiwa ku. Tapi, bagaimana pun tubuh ini masih anak 9 tahun. Dia langsung bergetar saat melihat kepala yang lepas dari tubuhnya tadi.'


Kasumi berusaha menghentikan tangannya yang gemetar, meskipun dia tak ketakutan karna pengalamannya di masa lalu tapi tubuh anak-anak Kasumi ini tidak seperti itu.

__ADS_1


Sesaat Kasumi melupakan tujuannya tadi, mencari item pengendali yang di arahkan pada Yula dan Miya. Menyadari hal itu, Kasumi langsung menatap Miya yang masih diam di balik pelindung Rion.


Pertarungan Cendric masih berlanjut, dia membantai semua musuh yang tadi menyerang Kasumi dan teman-temannya sampai tak ada yang tersisa, karna mereka tak bisa melakukan perlawanan dengan seorang raja iblis seperti Cendric.


Tapi, tiba-tiba saja Yula yang tadinya terdiam dan hampir terlepas dari pengendalian itu, menyerang Cendric yang hendak membunuh si wanita gila.


Yula mengarahkan pedang abu-abu miliknya ke arah Cendric, tapi itu percuma saja karna Cendric bisa menangkis serangan itu dengan mudah.


"Heh! Ternyata ada makhluk menarik di sini, naga pelindung yang di kendalikan ya? Pantas saja kau tidak terlalu lemah."


Ucap Cendric dengan seringai di wajahnya, dia merasa tertarik pada kekuatan yang Yula miliki, meskipun dia naga muda tapi Yula mengingatkan Cendric pada pertarungan nya dengan naga yang dulu.


Melihat kesempatan untuk kabur datang padanya, si wanita gila yang bertahan sendirian pun menyobek kertas teleportasi yang belum sempat ia gunakan tadi, dia haru segera kabur sekarang sebelum Cendric menyerang dia kembali.


'Aku masih memiliki orang yang harus ku lindungi, aku tak boleh mati di sini!'


Setelah itu ia pun menghilang dari sana.


"Tunggu, jangan kabur kau!"


Sir Gery mencoba untuk menghentikan si wanita gila itu, namun dia kurang cepat untuk menahannya. Cendric menatap tempat kosong itu, dia menyayangkan nya karna tak berhasil membunuh semua orang yang menyakiti Kasumi.


"Ayah! Jangan serang naga itu, dia teman ku!"


Cendric yang tadinya ingin membunuh Yula dalam satu tebasan harus terhenti karna mendengar teriakan Kasumi, dia jadi hanya bertahan saja dari serangan Yula padanya.


Kasumi menoleh ke arah Miya, dia berlari mendekati Miya yang masih memiliki ekspresi yang sama. Meskipun kakinya sudah hampir tak memiliki tenaga, tapi Kasumi berusaha berlari secepat mungkin. Dia ingin mengakhiri semuanya, dan kembali ke masalah yang dia miliki


Rion yang ada di sana langsung menyingkir dan membiarkan Kasumi lewat, ia juga menatap Kasumi yang mendekat dan menampar wajah Miya berkali-kali.


Ekspresi semua orang langsung menegang saat itu, kecuali Cendric yang sedang fokus bertarung.


"CEPATLAH SADAR MIYA! KITA HARUS MENYELAMATKAN YULA!"


Kasumi berteriak sambil terus menampar Miya, jika ada orang asing yang lihat kejadian ini mereka pasti menyangka jika Kasumi sedang menyiksa Miya sekarang.


Tapi, sebenarnya hal yang di lakukan Kasumi pada Miya adalah langkah terakhir untuk menyadarkan dia, karna ini adalah hal yang sangat Miya inginkan.


'Sadarlah bodoh! Aku sudah memukul mu seperti yang kamu harapkan!'

__ADS_1


Kasumi menggerutu secara internal. Yohan, Black, Sir Arfen, Sir Gery dan bahkan Elios yang melihat itu langsung menatap Kasumi dengan tatapan terkejut, mereka tak menyangka jika Kasumi akan bersikap seperti itu dengan wajahnya yang imut dan polos.


Sedangkan Cendric tak bisa menyadari apa yang Kasumi lakukan, karna dia sibuk menahan setiap serangan Yula.


Dan Rion, dia mulai terbiasa melihat sisi Kasumi yang seperti preman itu.


Miya langsung sadar setelah Kasumi menampar dia yang ke 50 kali, wajahnya langsung memerah dengan tatapan yang bahagia. Setelah melihat tatapan itu, Kasumi yakin jika Miya sudah sadar sekarang.


'Tapi tangan ku jadi sakit sialan, kenapa wajah cantiknya itu sangat keras sih!?'


Kasumi mulai memikirkan untuk tidak melakukan itu lagi pada Miya di masa depan, Miya menatap Kasumi yang kini berdiri di depannya.


"T..tuan putri aku-"


Sebelum Miya menyelesaikan ucapannya, Kasumi menghentikan dia dengan jari telunjuknya yang agak gemetar.


"Jangan berterimakasih dulu karna aku sudah memukul mu, kita harus mencari pangeran dan saudara mu itu dan menghancurkan item pengendali untuk membebaskan Yula."


Yohan, Black dan Elios yang mendengar ucapan Kasumi menjadi bingung atas maksud dari ucapannya itu, karna bukannya tak mungkin jika seseorang di pukul apalagi sampai 50 kali malah bilang terimakasih? Mereka pasti akan marah.


"Apa... putri Kasumi sedikit mewarisi sifat Cendric yang kejam itu? Beliau mengatakan hal tadi, pada anak di depannya dengan maksud merendahkan bukan?"


Ucap Black, dia mencoba memahami maksud dari ucapan Kasumi, Elios hanya diam mendengarkan ia tak terlalu peduli dengan maksud dari ucapannya sedangkan Yohan terkejut karna sifat Kasumi yang dia tahu tak seperti itu.


Hanya Rion saja yang mengetahui maksud dari ucapan Kasumi. Miya memang akan mengucapkan terimakasih karna itu memang keinginan dia, menerima pukulan dari Kasumi dengan wujudnya yang anak-anak.


Kasumi tak terlalu mempedulikan percakapan mereka, karna di pikirannya sekarang di penuhi dengan wajah Miya yang imut namun agak menyebalkan saat dia berekspresi bahagia karna pukulan dari Kasumi tadi.


'Lupakan! Sekarang aku ini wanita! Jangan menaruh hati pada wanita lagi, apalagi si anak masokis Miya!'


Kasumi berusaha menyadarkan dirinya, kemudian dia menarik tangan Miya dan bergegas keluar dari ruangan itu. Meninggalkan ayahnya yang bertarung dengan Yula dan sisanya yang hanya menonton saja.


"Aku akan segera kembali, tolong jangan biarkan ayah menyerang Yula secara berlebihan!"


Teriak Kasumi pada orang yang ada di sana, sebelum dia berlari keluar dengan menarik tangan Miya.


'Aku harus memukul si pangeran Alfaro dan saudara Miya dengan tangan ku sendiri! Bersiaplah kalian!'


Terimakasih sudah baca, like dan komen>//<

__ADS_1


Ini up terakhir untuk minggu sekarang, up lagi tanggal 18 agustus 2021. Saya harap kalian mau menantikan episode baru dari cerita ini <3


__ADS_2