
Keesokan paginya keadaan di kediaman Rula menjadi sangat sibuk, para pelayan tak habisnya berjalan kesana kemari untuk mendekorasi mansion karna kedatangan pangeran kerajaan Ryura.
Kasumi, Rion dan Yohan pun sama sibuknya. Namun, mereka sibuk karna bersiap untuk bertemu dengan pangeran meskipun mereka sebenarnya hanya ingin melihat niat tersembunyi dari si pangeran itu.
"Nona, tolong diam sebentar. Jika tidak maka jarum ini akan mengenai anda"
Ucap salah satu pelayan memperingatkan Kasumi lagi, Kasumi hanya diam dan mengangguk saja, ia selalu bergerak saat para pelayan sedang memasangkan gaun di tubuhnya, bagaimana pun Kasumi merasa tak nyaman karna ia tak biasa di layani dengan banyak pelayan.
Di kerajaan cyrent hanya Rene dan Tina saja yang di perbolehkan untuk urusan pakaian, jadi Kasumi merasa nyaman karna saat ia jadi Kahill pun dia hanya membutuhkan dua orang pelayan saja.
Namun, di kediaman rula ini dia di layani oleh lima orang pelayan wanita, dan mereka semua terlihat panik karna kabar kedatangan pangeran negri tetangga itu.
'Aku semakin kagum dengan wanita, pakaian yang mereka pakai sangat beragam dan sulit di pakai, belum lagi aksesoris yang terkadang menajdi berat. Mereka melakukan apapun untuk terlihat cantik'
Ucap Kasumi di dalam hatinya, waktu yang di perlukan untuk memakai pakaian adalah 3 jam. Kasumi harus bangun pagi-pagi untuk perawatan khusus, ia jadi merasa akan menikah saat menerima banyak perawatan itu padahal umurnya baru 9 tahun.
Gaun yang di pakai Kasumi terlihat seperti gaun yang biasa ia pakai di kerajaan, namun bedanya gaun ini lebih banyak memiliki aksesoris. Biasanya Kasumi akan menolak memakai banyak aksesoris, ketika di kerajaan pun ia begitu.
Namun dia tak bisa menolak permintaan Miya kemarin malam, dia memintanya untuk memakai pakaian terbaik yang ada di sana juga aksesoris yang paling mahal. Jadi, Kasumi menerima saja semua itu.
Rambutnya ditata dengan sangat rapi, Kasumi memiliki rambut agak panjang jadi para pelayan mengepang sebagian rambutnya di tambah hiasan bunga, mata Kasumi masih berwarna coklat, karna pengaruh sihir Yula. Mata milik Rion pun menjadi ungu seperti rambutnya, mereka harus melakukan itu agar identitas mereka tak ketahuan. Juga menyembunyikan aura demon dan vampir milik mereka.
Setelah selesai, Kasumi menerima komentar baik tentang penampilannya, katanya ia jadi memiliki poin kecantikan yang sama seperti elf, begitulah komentar dari para pelayan yang mendandani Kasumi.
"Anda sangat cantik, lady Kasumi"
Kasumi menoleh, ia sekarang sedang berdiri menunggu Rion dan Yohan, di temani Sir Arfen yang mengawalnya seperti biasa.
Kasumi melihat Yohan yang masih menutupi matanya dengan rambut biru miliknya, karna warna mata miliknya tak bisa di ubah dengan sihir. Baju yang Yohan pakai sangat formal, dia sekarang terlihat seperti pangeran samudra sungguhan. Meskipun, masih tak ada yang menyadari akan hal itu.
"Anda juga canti-ah maksud saya tampan, pangeran Yohan"
__ADS_1
Kasumi mencoba memberikan pujian pada Yohan, ia hampir saja bilang jika Yohan cantik tapi itu bukan kebohongan. Karna, Yohan memiliki wajah yang tampan+cantik, apalagi jika dia menata rambutnya ke belakang sehingga mata permata miliknya terlihat jelas.
Wajah Yohan, lagi-lagi memerah karna mendengar pujian dari Kasumi. Ia berusaha tenang, dan tidak terlalu memperlihatkan perasaannya itu.
"Wah, apa saya sudah ketinggalan hal penting?"
Rion muncul dari belakang Yohan, ia tersenyum sambil mendekat ke arah mereka.
Rion memakai pakaian formal juga sama seperti yang di pakai Yohan, mata yang berwarna sama dengan rambut terlihat cocok. Dan yah ia memakai topi sebagai aksesoris di kepalanya.
"Kalian semua sudah di sini? Maaf, saya agak terlambat. Miya lagi-lagi agak susah bangun tidur tadi pagi"
Miya memalingkan wajahnya dari Yula saat ia mendengar ucapannya, Miya memang sering susah bangun jika mempunyai kekhawatiran dalam dirinya.
"Maaf, Yula. Lain kali, aku tak akan seperti itu lagi"
Yula hanya tersenyum simpul sambil mengelus kepala Miya pelan, sekarang ini Miya ada dalam mode dewasa ia juga memakai dress yang terlihat dewasa dan elegan.
Kasumi diam sambil memperhatikan penampilan mereka semua, ka kemudian membandingkannya dengan penampilan miliknya.
'Ku rasa, hanya aku bocah yang ada di antara orang dewasa ini? Bagaimana pun, Rion adalah remaja dan aku anak-anak karna masih berumur 9 tahun'
Mengingat fakta itu membuat Kasumi merasa kesal, ia seperti seorang anak yang akan pergi bermain bersama keluarga bahagia dengan Miya dan Yula sebagai orang tua. Juga Rion dan Yohan sebagai kakaknya.
'Sialan! Jika seperti ini harusnya aku tadi memakai cincin pengubah wujud saja, dan menajdi dewasa juga! Dengan begitu aku tak akan merasa menjadi satu-satunya bocah di antara mereka'
Kasumi kembali mengumpat secara internal, ia merasa sangat kesal menerima fakta jika dia adalah satu-satunya anak-anak yang ada di antara mereka.
"Sebentar lagi kereta pangeran akan tiba, Rika dan Filo sudah ada di depan mansion untuk menyambut pangeran, kita juga harus ikut ke sana"
Setelah Yula mengatakan itu mereka pun mengangguk paham, lalu mengikuti Yula dan Miya ke depan mansion yang sudah di hias tadi.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, sebuah kereta kuda yang terlihat mewah tiba dengan hadiah yang ada di belakangnya. Seorang remaja yang terlihat berumur 19 tahun turun dengan elegan, sambil di temani dengan ksatria di sebelahnya.
Rambut berwarna abu-abu khas keluarga kerajaan Ryura, juga bola mata yang berwarna merah muda yang di rumorkan memiliki darah demon di keluarganya.
Meskipun begitu, anggota keluarga kerajaan Ryura di pandang sangat terhormat meski memiliki darah demon dalam tubuhnya. Ia adalah pangeran kerajaan Ryura, pangeran Alfaro Eber de Ludwing.
"Salam, pada pangeran Alfaro Eber de Ludwing. Saya Yula, naga pelindung generasi sekarang"
Ucap Yula menyambut pangeran dengan hormat, namun ia tak menundukkan kepalanya sedikitpun, itu karna kaum naga memiliki status yang tinggi dan mereka juga entitas kuat yang setara dengan ras demon, ras suci dan penyihir putih.
Pangeran Alfaro terlihat tak terlalu memperdulikan itu, ia hanya mengangguk saja dan matanya langsung melirik Miya yang ada di sebelah Yula. Ia tersenyum saat melihat Miya yang cantik, kemudian pangeran Alfaro meraih tangan Miya lalu mencium punggung tangannya lembut.
"Saya sangat senang, akhirnya bisa melihat sendiri kecantikan dari putri bungsu keluarga Rula yang di rumor kan itu. Lady Miya Rula, anda memang sangat cantik"
Ucapan itu mungkin terdengar sangat romantis, di mana seorang pangeran dari negara tetangga yang tampan, memuji kecantikan putri dari keluarga yang terpandang dan memiliki sejarah di kerajaan nya.
Namun, bagi Kasumi pemandangan ini hanya terlihat seperti adegan teater busuk, ia melihat niat tak baik dan ambisi di antara mata merah muda milik pangeran itu. Kasumi dan yang lainnya, kecuali Rika dan Filo sedang menunggu sifat asli pangeran ini keluar, juga niat busuk yang dia bawa ke sini sehingga mereka bisa memberikan pelajaran pada pangeran itu.
Terimakasih sudah baca, like dan komen>//<
Minal aidzin walfa idzin ya semuanya (bagi yang muslim)
Segitu aja ucapan dan dikit curhat saya, sekian dan semoga kontrak cerita ini segera di konfirmasi, biar saya makin semangat:')
Terimakasih juga buat kalian yg udah kasih semangat, temharu saya hiks di kira bakal dikit yg baca, karna emang awalnya cuman iseng aja upload kisah OC saya ke dalam novel.
Tapi ternyata gak sedikit juga yang kasih semangat, terimakasih banget ya.... beneran lho..
Kalo ada yg mau curhat juga di komen boleh:3 ehe. Siapa tau ada yg punya cerita pas lebaran hari selasa.
Yasudah sekian dan terimakasih>//<
__ADS_1