Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
Bab 29-Kerajaan Meta.


__ADS_3

Kerajaan Meta. Kerajaan yang terkenal dengan hasil lautnya yang indah. Mutiara di wilayah itu sangat bagus dan berkualitas, karenanya kerajaan Meta disebut dengan Dewi lautan.


Selain aksesoris, kerajaan Meta juga terkenal dengan pemandangan lautnya yang indah. Ombaknya tidak terlalu tinggi, di tambah dengan pasir putih yang membentang membuatnya enak di pandang. Kerajaan Meta juga sering di jadikan sebagai tempat berlibur untuk para pengantin baru di seluruh negri, mereka ingin menikmati keindahan wilayah itu secara langsung.


Dan kini si peran utama kita sedang berada di kerajaan Meta, dia hadir di sana menjadi salah satu perwakilan untuk memperbaharui perjanjian perdamaian.


Peran penting yang dia bawa dengan tubuh kecilnya, tanpa orang lain tahu di dalam tubuh itu bukanlah seorang anak kecil, melainkan seorang pria dewasa yang sudah mati jauh di masa depan.


'Aku ingat betul saat kehancuran kerajaan ini, itu karena akulah yang menghancurkannya'


Kasumi, anak yang berusia 14 tahun itu, tidak, lebih tepatnya 13 tahun itu menatap kagum ke arah pemandangan indah yang pernah dia hancurkan waktu di kehidupan sebelumnya.


Melihat pemandangan itu lagi dengan suasana yang berbeda membuatnya merasa tidak enak, memang di sayangkan karena di masa depan nanti kerajaan Meta akan hancur luluh lantak dengan tanah.


Dia yakin meskipun bukan dirinya akan ada orang yang menghancurkan kerajaan busuk ini, karena kesalahan yang mereka lakukan di masa depan tidak bisa di abaikan begitu saja.


"Kamar anda sebelah sini tuan putri."


Ujar pelayan yang mengantarkan Kasumi pelan. Mereka berhenti tepat di depan pintu kamar yang mewah.


Kasumi mengangguk singkat. Sekarang ini dia tidak bersama Irene. Irene sudah berpisah dengannya tadi, dia bilang Irene harus pergi ke suaminya terlebih dahulu.


"Kamar tuan ksatria di sebelahnya, jika ada yang kurang anda bisa memanggil saya. Kalau begitu saya permisi."


Setelah mengatakan itu pelayan tadi sedikit membungkuk kemudian pergi.


"Aku akan istirahat hari ini, jadi kamu juga istirahatlah sir"


Alexis mengangguk paham.

__ADS_1


"Baik tuan putri"


Kasumi langsung masuk ke dalam kamarnya. Barang-barang yang ia bawa sudah ada di sana terlebih dahulu, setelah itu ia berbaring di kasur.


Dekorasi kamarnya cukup bagus, meskipun itu tidak semewah yang ada di kerajaan Cyrent tapi Kasumi merasa nyaman.


Di tambah jendela yang langsung menghadap lautan itu menambah poin keindahan kamar, Kasumi jadi bisa melihat pemandangan itu dari sana.


"Aku akan tidur sebentar"


Mata Kasumi terasa berat. Dia benar-benar mengantuk. Harusnya dia mandi dulu, setelah itu ikut makan bersama.


Tapi bagaimana lagi, dia sudah sangat mengantuk. Akhirnya Kasumi pun langsung tertidur pulas.


...****...


Apa aku sudah mati lagi? Sial, padahal baru beberapa bulan aku hidup sebagai Kasumi kenapa sekarang aku mati lagi?


Tidak, tidak. Jika ada pembunuh bayaran yang datang ke kamarku, pasti sir Alexis sudah menyadarinya dan menyelamatkanku. Jadi kenapa? Apa ini mimpi?


Saat aku memikirkan semua kemungkinan itu, tiba-tiba saja pemandangan kantor kerja yang tidak asing di mataku terlihat.


Ini jelas tempat terakhirku saat aku mati sebagai Kahill. Itu berarti sekarang adalah mimpi.


"Tuan, apakah anda ingin meminum teh ini?"


Mataku beralih menatap pelayan yang menawariku teh, aku tidak mengenalinya karena wajah itu terlihat buram dan teh itu, aku yakin harusnya aku tidak meminumnya.


Meskipun aku tahu itu racun tapi aku masih meminumnya, kenapa begitu?

__ADS_1


"Terima kasih Lyvi, teh buatan tanganmu selalu enak"


Aku mengatakaj itu dengan senyuman yang lembut, sejak kapan aku tersenyum seperti itu pada orang lain? Ini, mimpi ini aneh! Aku tidak pernah melakukannya.


Tepat setelah diriku meminum teh itu aku langsung pingsan dan mati. Apa ini kilas balik sebelum aku menjadi Kasumi? Tapi kenapa, kenapa aku harus melihat ini?


Semua yang ku lihat kembali menjadi gelap, kini wajah Kasumi yang aku lihat berdiri tepat di depanku. Dia tersenyum tipis seraya berkata.


"Tolong selamatkan dunia dalam dari iblis jahat itu, dia, kamu harus membunuh pamanku. Tuan, maaf aku membebani mu terlalu banyak"


Itu yang Kasumi katakan padaku. Tunggu dulu!? Apa maksudnya menyelamatkan dunia? Aku sudah menyelesaikan apa yang kamu minta dengan tetap hidup kan, tapi kenapa aku harus melakukan hal lain?


"Aku tidak bisa! Aku tidak bisa melakukannya lagi, tubuh ini sangat lemah! Bagaimana caranya supaya aku bisa membunuh musuh!?"


"Ada caranya"


"Apa?"


"Bangkitkan kekuatan yang ada pada diriku. Aku itu kuat, tidak, kamu itu kuat Kasumi, lawan rasa ragu pada dirimu setelah itu bangkitkan kekuatan itu"


["Aku percaya padamu Kasumi, kamu kuat dan banyak teman yang akan membantumu jadi percayalah"]


Setelahnya semuanya menghilang, aku membuka mataku dan melihat sekeliling yang sudah gelap. Aku tertidur sampai malam, tanpa ada seorangpun yang berusaha membangunkan ku.


"Siapa paman Kasumi? Kenapa aku harus membunuhnya?"


Itulah hal yang membuatku penasaran. Ku kira hidupku kali ini akan damai, perang besar yang terjadi sudah hilang karena aku si pemicu perang itu hidup dan baik-baik saja.


Tapi ternyata ini hanyalah awal dari hal berbahaya lainnya.

__ADS_1


__ADS_2