Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
Bab 48-sebuah Roda


__ADS_3

Mata Kasumi terbelalak saat ia melihat dua pohon dengan warna putih yang ada di depannya, di antara celah pohon itu terdapat sebuah tongkat yang menancap entah apa maksudnya tapi menurut Kasumi tempat itu terlihat sangat mistis juga agak seram.


'ayah bilang jika kita akan mengunjungi kakek? Apakah kakek itu di kucil kan atau sejenisnya? Mengapa tempatnya seram begini!'


Kasumi berkomentar tentang tempat di depannya, dari pandangan manusia miliknya itu terlihat seperti tempat untuk seorang kriminal yang mengalami masa tahanan paling berat sehingga ia pun harus di kucil kan.


Atau itu adalah tempat orang kuat yang di segel karena kekuatannya, Kasumi malah memikirkan kedua hal itu lebih masuk akal daripada tempat tinggal seseorang.


"Ayah tak bisa mengantar mu sampai dalam, pakailah ini dan berjalan lurus saja."


Cendric memasangkan jubah putih dengan motif bunga sakura di pergelangan tangannya, Kasumi merasa asing dengan jubah itu. Selain jubah, Cendric juga memberikan gelang yang juga berwarna putih.


Kasumi memakai semua yang Cendric berikan padanya, meski dia tak tahu kenapa Cendric memberikan itu.


"Kenapa?"


Kasumi sangat penasaran dengan alasan Cendric yang tak bisa menemaninya, biasanya dia akan terus bersikeras untuk selalu bersama Kasumi. Namun, melihat dia mengatakan jika Cendric tak bisa ikut itu aneh.


"Itu karena dia raja demon, dunia luar tak bisa membiarkan demon sembarangan masuk. Mereka memiliki pelindung yang sangat kuat karena itu raja Cendric tak bisa masuk ke sana"


Kasumi tersentak saat ia mendengar penjelasan Black, tempat yang menurutnya menakutkan itu ternyata gerbang awal menuju dunia luar.


Dunia dalam itu tempat elemen kegelapan dunia tengah adalah netral dan dunia luar adalah kekuatan suci, jadi sekarang Kasumi akan menuju ke dunia tempat para roh, spirit dan ras suci berada.


"Tapi, aku juga kan seorang demon."


Kasumi mengatakan itu sambil menunjuk dirinya sendiri, Cendric tersenyum tipis lalu mengelus kepala Kasumi dengan lembut.


"Benar kamu memang demon, tapi dalam darahmu juga mengalir darah ras suci yang berasal dari ibumu. Jadi kamu bisa masuk ke sana,"


'apa? Ibu seorang ras suci? Tapi bagaimana dia bisa menikah dengan demon dan tinggal di dunia dalam?'


Ucap batin Kasumi, ia merasa terkejut dengan informasi yang baru dia dapatkan itu.


Cendric menatap ke arah celah pohon itu sejenak, sebelum ia memeluk Kasumi erat seakan tak mau melepaskan Kasumi dan membiarkannya masuk ke dalam.


"Ayah?"


'Jika saja bukan karena ramalan, aku tak akan pernah membiarkan Kasumi masuk ke sana. Jika kakek sialan itu tak mengenali Kasumi bahkan saat ia sudah memakai jubah ini, sangat keterlaluan akan ku hancurkan saja dunia luar sama seperti dalam ramalan itu,'

__ADS_1


Ucap batin Cendric sambil masih memeluk Kasumi, ia sangat tak ingin melepaskan pelukannya namun waktu terus berjalan. Dia tak boleh menahan Kasumi lebih lama lagi.


"Rambut putih dan mata biru, hanya dia satu-satunya yang memiliki penampilan itu, kamu akan mudah mencari kakek mu,"


Setelah mengatakan itu Cendric melepas pelukannya, Kasumi menatap Cendric sejenak. Di belakangnya ada Black yang masih ikut, sir Arfen dan juga Rion.


"Ayah akan menunggumu di sini, pulanglah dan ingat kami semua"


Kasumi mengangguk meski ia tak mengerti maksud dari ucapan Cendric, setelah itu ia berbalik dan berjalan menjauh dari semuanya.


Kasumi tak menatap ke belakang lagi, entah kenapa ia sulit melakukan itu jadi dia hanya berjalan lurus seperti yang di katakan Cendric dan masuk ke dalam.


"Semoga berhasil, putri Kasumi"


*****


"Tuan"


"Tuan Kahill"


"Tuan?"


"Apa saya membangunkan Anda terlalu cepat? Padahal anda yang meminta saya melakukan itu,"


"Maaf?"


Pelayan itu memiringkan kepalanya, ia merasa jika Kasumi masih belum bangun sepenuhnya dari dunia mimpi jadi dia pun memaklumi sifat tuannya itu.


"Anda menyuruh saya untuk membangunkan Anda sekitar jam 8 pagi, karena itu saya membangunkan Anda sekarang,"


Kasumi masih memiliki kebingungan di wajahnya, dia tak mengerti kenapa pelayan ini memanggilnya tuan Kahill padahal dia kan sudah menjadi Kasumi.


"Siapa nama mu?"


Mendengar Kasumi menanyakan namanya membuat pelayan itu tersentak kaget, pasalnya selama ini Kasumi tak pernah menyebutkan nama pelayan yang melayaninya.


"Nama saya Daisy,"


"Daisy, Yohan?"

__ADS_1


"Maaf tuan?"


"Tidak, terimakasih sudah membangunkan ku sekarang kamu boleh keluar"


Mendengar perintah yang Kasumi katakan, pelayan itu pun sedikit menunduk lalu pergi keluar.


Kasumi mencari sesuatu yang dia ingat, sebuah kaca bulat sedang di dalam kamar mandi. Kasumi mendekatinya dan matanya langsung terbelalak kaget, pasalnya wajah yang terpantul itu bukan wajah Kasumi.


"Aku, Kahill?"


Kasumi berusaha menyadarkan situasinya, ia tak tahu ini nyata atau tidak tapi yang pasti sekarang dia kembali ke kediaman keluarga Ezar yang sudah dia tinggalkan.


Kasumi menatap pemandangan di luar, daun-daun pohon yang ada di sana sedang berguguran artinya sekarang belum masuk musim dingin, ia juga menatap kalender untuk melihat tanggal dan tahun berapa sekarang dan kalender itu menunjukkan tanggal 12 tahun 609, satu tahun sebelum Kasumi mati karena meminum teh racun.


Ia mengusap wajahnya dengan tak percaya, bagaimana bisa dia kembali saat keadaan di dunianya yang sekarang masih belum selesai? Dia bahkan belum mengalahkan iblis jahat itu dan bawahannya masih berkeliaran untuk mengumpulkan kekuatan tuannya.


"Aku harus kembali, tapi bagaimana caranya?"


Saat Kasumi memikirkan cara untuk kembali, tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu yang membuat Kasumi harus membukanya.


Di luar pintu menampilkan seorang bulter yang ia kenal, sudah lama rasanya Kasumi tak melihatnya.


"Ada apa?"


Ucap Kasumi singkat, bulter itu sedikit menunduk lalu memberikan sepucuk surat padanya.


"Anda memiliki surat dari kerajaan,"


Kasumi menerima surat itu kemudian ia menyuruh bulter untuk kembali, kemudian ia pun mulai membuka suratnya dan membaca isi dari surat.


"-Kepada komandan Kahill Zaflan Ezar, aku menyampaikan ini padamu. Segeralah bersiap untuk melakukan ekspedisi kembali, setelah ini selesai akan ada pengangkatan komandan ksatria baru kemudian aku akan memberikan masa pensiun padamu seperti yang kamu katakan tahun lalu.


Raja Ryota de Morgan"


Mata Kasumi langsung terbelalak saat ia selesai membaca surat, seingatnya raja Ryota tak akan memberikan masa pensiun padanya dalam waktu dekat. Bahkan saat ia mati di masa lalu pun masa jabatannya masih ada, melihat isi surat itu membuat Kasumi merasa ada yang tak beres, namun anehnya ia seperti tak merasa harus mengacaukan kejadian ini dan dia pun penasaran dengan kehidupannya saat terbebas dari tugas yang selalu melilitnya itu.


"Yah mungkin aku perlu mengikuti alurnya terlebih dahulu,"


Terimakasih sudah baca, like dan komen >//<

__ADS_1


__ADS_2