Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
Bab 28-Tatapan yang familiar.


__ADS_3

Irene tidak bisa menahan dirinya untuk memeluk Kasumi begitu ia sampai di depannya. Kasumi hanya bisa tersenyum simpul, sudah dia duga Irene akan melakukan itu meskipun mereka menjadi pusat perhatian.


Sebenarnya Kasumi membenci jadi pusat perhatian, tapi untuk kali ini dia tidak membencinya sama sekali.


"Akhirnya kita bertemu lagi, aku sudah sangat merindukan mu"


Ujar Irene dengan nada yang bahagia. Dia benar-benar tulus mengatakan itu, Kasumi mengangguk singkat, dia juga merasakan hal yang sama seperti Irene.


"Aku juga merindukanmu, syukurlah kita bisa bertemu lagi"


"Itu benar! Dan sekarang kita memiliki banyak waktu untuk bersama, aku tidak sabar memperlihatkan banyak hal yang ada di kerajaan Meta!"


Kasumi mengangguk dengan wajah yang sama antusias seperti Irene. Dia suka melihat wajah sahabatnya yang bahagia.


Irene melepaskan pelukannya. Wajahnya sedikit menekuk, dia agak murung.


"Sayang sekali aku tidak bisa mengajakmu ke hutan suci timur, padahal aku ingin memperlihatkan rumah yang ku miliki di sana"


Irene mengatakan itu dengan nada kecewa. Awalnya dia ingin mengajak Kasumi ke tanah kelahirannya di hutan suci timur, tapi karena satu alasan dia tidak bisa mengajak Kasumi ke sana, tidak, lebih tepatnya belum bisa mengajaknya.


Melihat wajah kecewa Irene membuat Kasumi merasa tidak enak, akhirnya dia pun menghiburnya.


"Tidak apa-apa. Kita bisa main ke tempat yang lain kan? Aku tidak keberatan untuk itu!"


Irene kembali ceria lagi setelah dia mendengar ucapan Kasumi.


"Halo Sir Alexis, kita bertemu lagi"


Irene mengucapkan salam singkat pada Alexis yang di balas dengan hal yang sama olehnya. Status seorang saintess lebih tinggi dari kaisar, tapi Irene memberikan hormat pada Alexis yang seorang ksatria.


Irene memang terbiasa melakukan itu dari dulu, jadi sulit baginya jika tidak melakukannya.


"Nona Irene, jika anda berlari begitu anda bisa jatuh"


Pria berambut hitam dengan perawakan wajah garang itu adalah Max, salah satu pelindung saintess yang ikut bersama Irene.


"Nona Irene bukanlah anak kecil Max,  lagipula jika beliau jatuh aku bisa menangkap beliau"

__ADS_1


Balasan yang agak ketus itu berasal dari pria berambut panjang sebahu yang terikat berwarna perak, dia Kahu, pelindung Irene juga.


Saintess umumnya memiliki satu pelindung yang di pilih oleh spirit milik dewa mereka, tapi untuk Irene itu istimewa. Dia memiliki total empat pelindung, dan mereka juga memiliki status yang berbeda-beda.


Bahkan salah satu pelindungnya adalah pangeran di kerajaan Meta, kerajaan yang akan mereka datangi sekarang.


"Kau tidak cukup tanggap untuk langsung menangkap nona Irene, Kahu."


"Dan kau pikir jika kau tanggap?"


"Tentu saja karena aku adalah pelindung pertama"


Max dan Kahu melanjutkan adu mulut mereka dengan saling menatap tajam. Meskipun mereka sama-sama seorang pelindung tapi entah kenapa mereka tidak bisa akur sama sekali.


Kasumi tertawa kecil melihat tingkah mereka berdua, itu terlihat lucu di matanya.


Sedangkan Irene hanya menghela nafas panjang, sekarang dia sudah terbiasa dengan sikap mereka berdua.


Di tengah suasana hangat itu mata Kasumi tak sengaja melirik ke arah seorang pria yang berjarak tak jauh darinya. Pria itu memiliki mata hijau zamrud bak permata yang indah, dia menatap Kasumi dengan tatapan yang penuh perasaan.


Kasumi terdiam sejenak, dia tidak langsung memalingkan wajahnya dan menatap pria itu lebih lama.


Irene mengikuti arah pandangan Kasumi yang mengarah pada pria berambut biru, dia tersenyum tipis melihat interaksi bisu mereka berdua kemudian sedikit menyikut Kasumi.


"Itu pangeran Yohanes"


Kasumi mengalihkan pandangannya ke arah Irene.


"Pangeran Yohanes?"


Irene mengangguk singkat.


"Iya, beliau adalah pangeran kedua dari kerajaan Ceru. Kau tahu, itu adalah kerajaan misterius yang jauh di lautan sana"


Kasumi mengatakan 'Oh' singkat sebagai jawaban. Sosok pangeran yang dia bicarakan dengan Kairo di dalam kereta kuda tadi ternyata sama seperti rumornya, dia tampan dan terlihat berkilau.


'Meskipun bagiku ayah lebih berkilau dari dia sih'

__ADS_1


Cendric menempati posisi nomor satu sebagai seseorang yang berkilau sedangkan posisi kedua di duduki oleh Irene.


Kasumi kembali menatap pangeran Yohanes, dia pun ternyata masih menatapnya.


Tatapan mereka bertemu, dan saat itu pangeran Yohanes tersenyum lembut padanya yang membuat Kasumi tersentak.


Karena senyuman yang tiba-tiba itu Kasumi jadi memalingkan wajahnya, dia merasa agak panas sekarang.


'Tatapan itu asing, tapi secara bersamaan terasa sangat familiar'


Jelas Kasumi merasa pernah melihatnya, namun sekeras apapun ia mencari dalam ingatannya tidak ada sosok pangeran Yohanes di sana.


Jadi kenapa dia bisa merasa kenal dekat padahal ini pertemuan pertama mereka? Yah, tidak ada yang mengetahui takdir.


"Tipe pria mu seperti pangeran Yohanes?"


Celetuk Irene singkat. Dia tersenyum berniat menggoda Kasumi yang gelagapan.


"A..aku tidak begitu! Bukan! Lagipula aku masih belum bisa menerima tubuh wanita ini!"


Kasumi menjawab ucapan Irene dengan berbisik sangat pelan. Irene terkekeh mendengarnya, dia suka menggoda Kasumi seperti ini.


Apa yang di katakan Kasumi itu benar. Dia belum terbiasa pada tubuhnya yang seorang wanita, karena itu perasaan tertarik pada lawan jenis pun masih terasa tabu bagi dia.


"Itu akan berubah seiring berjalannya waktu kok. Aku yakin, suatu saat nanti akan ada seseorang yang kamu sukai dan kamu bisa menerima tubuhmu yang sekarang"


Kasumi mengangguk paham. Dia juga tahu itu.


Setelahnya mereka berjalan pergi naik kapal karena sebentar lagi kapal akan segera berlayar.


Pria itu, pangeran Yohanes. Dia masih berdiri di tempat yang sama, matanya pun masih memperhatikan Kasumi yang sudah hilang dari pandangannya. Salah satu ksatria yang ikut dengannya mendekat.


"Pangeran. Kita akan segera berangkat"


Ujarnya singkat. Yohanes mengangguk paham. Senyuman hangat muncul di wajahnya, dia sangat senang karena bertemu dengan Kasumi.


"Akhirnya saya menemukan anda, tuanku"

__ADS_1


Yohanes bergumam pelan sebelum dia masuk ke kapal itu. Perasaannya yang buruk kini telah berubah karena pertemuannya dengan Kasumi tadi, dia memastikan jika lain kali mereka akan menghabiskan waktu lebih banyak dan bukan sekedar saling menatap saja.


Dia menantikan pertemuan mereka selanjutnya.


__ADS_2