
"berikan"
Ujar Yohan pelan, ia masih menatap Zion yang ada di langit saat mengatakan itu.
Davian menatapnya bingung.
"Apa?"
Yohan berbalik menatap Davian, ia menatapnya dengan tatapan geram yang membuat Davian semakin bingung.
Yohan mendekat ke arah Davian, kemudian
mengambil Kasumi dari pelukannya tanpa basa-basi.
Davian hanya bisa mengedipkan matanya beberapa kali, ia terdiam saat Yohan 'mencuri' Kasumi darinya.
"Apa kamu tidak apa-apa?"
Tanya Yohan dengan lembut, sekarang Kasumi sudah ada di tangan Yohan.
Kasumi berusaha menahan tawanya, seperti Yohan cemburu.
"Aku baik, terimakasih karena sudah datang."
Jawab Kasumi, ia tersenyum pada Yohan. Senyuman yang sudah lama ia rindukan.
Yohan mengangguk sambil tersenyum bangga, ia bersyukur Kasumi tak terlalu menerima banyak luka berat.
"Oh, dan tuan Javier terimakasih karena sudah membawa ku tadi"
Ucap Kasumi, dengan di hiasi senyuman yang sama.
"Tidak masalah, dan putri. Bisakah anda tidak memanggil saja dengan marga? Kita akan segera menjadi keluarga nanti bukan? Kedengarannya akan aneh jika anda memanggil saya 'tuan Javier' "
Kasumi menutup mulutnya sendiri, kemudian terkekeh kecil. Ia lupa hal itu.
"Baiklah, panggil aku Kasumi juga dan kita tak perlu memakai bahasa formal oke?"
Davian mengangguk pada permintaan Kasumi, ia merasa lebih baik sekarang.
Yohan menatap Davian dengan tatapan tak suka, entah kenapa ia merasa tercuri dan hatinya jelas sekali terasa panas.
"Kamu bisa menurunkan aku sekarang Yohan, aku harus membereskan Zion sekarang"
Ucap Kasumi meminta pada Yohan dengan lembut, awalnya Yohan tak mau menurunkan Kasumi dari pelukannya, ia ingin memeluk Kasumi seperti ini sambil bertarung.
'kalau aku bilang seperti itu, dia pasti merasa tak enak'
Dengan berat hati, Yohan pun menurunkan Kasumi dari pelukannya.
"Terimakasih"
__ADS_1
Yohan mengangguk sebagai jawaban, kemudian Kasumi pun kembali menatap Zion yang masih ada di atas.
Zion turun ke bawah, ia melipatkan kedua tangannya sambil menatap Kasumi.
Dia mendecak sebal.
"Ck, ini merepotkan karena muncul gangguan baru. Kalian pasangan Kasumi bukan?
Tanya Zion memastikan tebakannya, Yohan maju ke depan Kasumi kemudian menutup Kasumi dengan tangannya.
"Kalau iya kenapa?"
Ucapnya dengan nada dingin, Kasumi baru melihat ekspresi wajah Yohan yang seperti ini dan ia agak terkejut.
'Ternyata Yohan bisa memiliki ekspresi seperti itu,'
Karena wajah Yohan yang cantik membuat Kasumi berpikir jika ia tak akan memiliki wajah marah yang dingin, tapi sepertinya itu salah.
Buktinya Yohan memilikinya sekarang.
"Ku rasa Pin membiarkan kalian pergi, yah tidak masalah sih. Aku hanya akan menghabisi kalian semua sekarang"
Ucap Zion dengan wajah datarnya, Yohan dan Davian menyiapkan diri mereka. Sepertinya Zion akan melawan lagi sekarang, begitu pula dengan Kasumi.
...****...
Di sisi lain, Julius sedang fokus menyalurkan kekuatannya pada Cendric. Terlihat tanduk hitam pekat miliknya perlahan berubah menjadi abu-abu yang menandakan kekuatan spirit hitam yang ada pada tubuhnya hampir berkurang.
"Kenapa kau ada di sini?"
Tanya Cendric pelan, hampir seperti bergumam. Kekuatannya belum pulih sempurna, karena itu ia hanya bisa mengeluarkan suara yang kecil.
Julius menatap Cendric dengan wajah tak acuh, ia tak menjawab pertanyaan itu untuk beberapa saat, namun segera menjawabnya saat mata Cendric sudah menjadi merah lagi.
"Tentu saja aku menolong mu, bocah sial. Kau sudah hampir mati tadi"
Ucapan Julius terdengar kasar, namun matanya sedikit bergetar saat ia mengatakan itu.
Sepertinya ia cukup khawatir pada menantunya itu.
Cendric mendengus pelan, kemudian kembali membuka matanya, Ia sudah merasa lebih baik berkat Julius yang membantunya.
"Berhentilah, aku sudah tidak apa-apa sekarang. Jika kau terus menyakitkan kekuatan mu padaku, kau akan mati"
Cendric mengatakan itu dengan spontan, ia masih berbaring di depan Julius yang menyalurkan kekuatannya.
Julius tersenyum pahit, kemudian menjawab ucapan Cendric tadi.
"Tidak apa-apa, lagipula aku memang akan segera mati"
Ucap Julius pelan, Cendric langsung menatap Julius dengan tatapan terkejut.
__ADS_1
"K..kau, kau bercanda kan?"
Baru kali ini Cendric berbicara dengan terbata-bata dan suara gemetar, Julius tersenyum ke arahnya kemudian menggelengkan kepalanya pelan.
"Aku serius"
Tatapan mata Julius jelas sekali menampilkan keseriusan, ia tak bercanda dan jujur saja Julius bukanlah tipe orang yang suka bercanda.
Bahkan Cendric ragu ia tahu apa itu bercanda.
Perlahan, Cendric melihat rambut putih milik Julius mulai kehilangan cahayanya. Itu menjadi kusam dan jelek, berbeda dengan rambut putih Julius yang indah dan berkilau.
Cendric yang panik langsung bangun dari tidurnya, ia menggenggam tangan Julius dan berusaha untuk menghentikan Julius menyalurkan kekuatan padanya lagi.
"Oi! Pak tua! Berhenti menyalurkan kekuatan mu padaku!"
Cendric membentak Julius untuk membuatnya berhenti, namun Julius masih bersikeras dan melanjutkan itu.
Tangan Cendric sulit di gerakan, ia jadi tak bisa menjauhkan tangan Julius darinya dan hanya melihat adegan Julius yang perlahan-lahan menua.
Keriput mulai muncul di wajahnya, ia berubah dari kakek yang awet muda menjadi kakek tua pada umumnya.
Cendric tak bisa membiarkan itu, dan hendak melakukan sesuatu. Namun ia menghentikan saat Julius tiba-tiba saja berbicara.
"Kau, diamlah dan dengarkan aku"
Ucapnya pelan, tangan Julius masih menyentuh pelipis Cendric.
Cendric terdiam, kemudian mengangguk pelan.
Melihat Cendric yang menurut membuat Julius tersenyum.
"Bocah sial, kau sudah mengambil putri ku tersayang dulu dan aku tak akan pernah memaafkan mu. Rheea lebih memilih kau daripada aku, padahal aku adalah ayahnya.
Meskipun aku sudah mengurungnya di tempat aman yang di segel, tapi kau masih bisa menemukan dia. Aku menolak pernikahan kalian dulu karena aku sudah melihat sedikit masa depan kalian, aku tak ingin melihat anak ku mati juga cucuku yang menderita, karena itu aku mati-matian menentang pernikahan kalian."
Julius menjeda ucapannya, Cendric masih diam mendengarkan cerita masa lalu yang ia ulang kembali.
Mengingat masa-masa itu membuat Julius kesal, ia tak berhasil mencegah takdir putrinya dan dia pun menikah dengan Cendric meski tanpa restu darinya sebagai seorang ayah.
Julius kembali melanjutkan ucapannya, perlahan ia merasakan kekuatannya yang mulai hilang namun tetap berusaha bercerita sampai akhir.
.
.
.
.
Terimakasih sudah baca, like dan komen
__ADS_1
(灬º‿º灬)♡