
Elios langsung tersentak saat ia sudah berada di Medan perang dalam dimensi maya yang Cendric ciptakan, beberapa menit sebelumnya ia masih ada di sebelah Kairo dan melawan Zion secara bersamaan.
Namun, Zion tiba-tiba saja mengirim Elios ke dimensi Maya dengan paksa, sebenarnya itu mustahil di lakukan karena dimensi Maya ini bukan milik Zion, namun entah bagaimana ia bisa melakukan itu.
'dia pasti merencanakan sesuatu'
Elios langsung melawan musuh yang langsung menyerangnya begitu ia tiba di sana, Cendric dan Black terlihat masih bertarung, begitu pula dengan para prajurit lainnya.
Perlahan, Elios mulai maju mendekati Black yang sedang menebas Undead yang melawannya. Sedangkan Cendric terlihat sedang melawan seorang wanita dengan jubah yang menutupi wajahnya.
"Black"
Black menoleh ke belakang saat ia mendengar seorang memanggilnya, suaranya juga terdengar familiar.
"Elios!? Kenapa kau ada di sini,"
Black bertanya dengan terkejut saat ia melihat sosok Elios yang ada di sana, harusnya dia sedang menjaga kerajaan sekarang.
Tanpa pikir panjang, Elios langsung mengatakan situasinya.
"Zion, dia sudah sampai ke sini."
"Ini terlalu cepat," ia menjeda ucapannya sejenak, lalu bertanya tentang Kasumi"bagaimana dengan putri Kasumi?"
"Putri Kasumi sedang melakukan pembagian kekuatan dengan tuan Julius, tapi aku tak tahu apakah tuan Kairo berhasil mencegah Zion masuk atau tidak sekarang, karena waktu kami akan melawannya dia mengirim ku ke dunia Maya ini."
Black mengangguk paham, Elios langsung di kirim ke sini jadi dia pasti tak tahu kejadian selanjutnya dari hasil pertarungan itu.
'ku harap tuan Kairo berhasil'
Black memiliki perasaan yang tak enak sekarang, ia ingat saat pertemuan antar kerajaan Kairo pernah mengatakan jika kekuatannya sedang lemah.
Dia memang orang yang sangat kuat, bahkan beberapa raja dan ratu di kerajaan dunia dalam pun menaruh rasa hormat padanya.
Tapi, jika kekuatannya itu melemah sedangkan lawannya dalam keadaan prima maka sudah di pastikan jarak antara mereka.
Kairo sudah pasti kalah, dan itu adalah hal yang buruk.
"Kita harus cepat keluar dari sini,"
"Apa maksudmu, kalian tak bisa keluar dari sini sejak awal?"
"Sayangnya itu benar, Cendric sedang melawan pengendali Undead sekarang"
Black menunjuk ke arah langit yang memperlihatkan pertarungan antara Cendric dan wanita berjubah merah itu, pertarungan mereka terlihat seimbang. Itu artinya si pengendali Undead memiliki kekuatan yang kuat sehingga ia bisa seimbang saat melawan seorang demon king.
Wanita itu menoleh ke arah Elios dan Black yang ada di bawah, ia menyeringai saat menatapnya. Cendric yang melihat pandangan si wanita teralihkan, langsung menterang dengan cepat ke arahnya.
Ia mengayunkan pedang api miliknya ke arah jantung wanita itu, tapi meleset dan akhirnya pedang pun malah mengenai lengan kanannya.
Si wanita berjubah langsung terjatuh, ia memegangi lengannya yang terluka kemudian tertawa dengan suara yang nyaring.
"Ha ha ha ha ha ha!!"
Cendric mengernyitkan dahinya melihat reaksi si wanita berjubah itu, sudah ku bilang kan, bawahan si iblis jahat itu emang gila semua.
Black dan Elios langsung mendekat ke arah Cendric begitu ia sampai di tanah.
"Apa yang terjadi? Kenapa dia masih hidup?"
Black bertanya dengan heran, itu karena fakta bahwa wanita berjubah itu masih hidup meski ia terkena serangan pedang milik Cendric.
Serangannya yang terakhir itu bukanlah serangan biasa, ujung pedang sudah di lapisi dengan racun yang mematikan, meskipun racun bukan atribut Cendric tapi dia bisa menggunakannya.
__ADS_1
Racun yang bisa Cendric gunakan hanya satu jenis, yaitu racun yang paling mematikan dari bisa ular merah.
Satu goresan saja bisa membuat ras demon dewasa kehilangan kesadarannya, jika manusia biasa yang terkena racun itu maka sudah di pastikan dia pasti akan mati.
'tapi dia bahkan tertusuk oleh pedang Cendric, dosis racun yang dia gunakan pun cukup banyak jadi seharusnya ia langsung mati. Jadi, mengapa dia masih hidup dan bisa tertawa seperti itu?'
Cendric sedikit menghempaskan pedangnya untuk menghilangkan darah yang ada di sana, ia menatap wanita itu dengan tatapan dingin.
Kemudian kembali menusuk wanita itu dengan pedangnya, kali ini dia mati setelah mengeluarkan darah begitu banyak.
"Dia mati?"
Elios bertanya sambil melihat mayat wanita itu yang sudah tergeletak, padahal mereka masih membutuhkan informasi tentang cara keluar dari sana namun Cendric malah langsung membunuhnya.
"Benar, kita akan mencari cara untuk keluar dari sini. Si pengkhianat itu sudah melakukan sesuatu pada dimensi Maya yang aku buat."
Cendric menoleh ke belakang, ia melihat para prajurit yang ikut bersamanya. Beberapa dari mereka ada yang terluka, namun tak terlalu banyak.
Setelah itu pandangan Cendric beralih ke arah Elios, ia baru menyadari kehadirannya di sana.
"Kenapa kau di sini?"
"Aku di kirim ke sini"
"Bagaimana dengan Kasumi?"
Elios terdiam sejenak, ia merasa ragu untuk melaporkan informasi tentang Kasumi, matanya melirik ke arah Black yang ada di sebelahnya.
Black menatap balas Elios, ia memiliki tatapan bingung. Elios mendengus kecil, dia pikir Black lupa dengan kejadian saat panggilan.
Akhirnya ia mengatakannya.
"Putri Kasumi sedang bersama tuan Julius, mereka melakukan ritual pembagian kekuatan karena putri Kasumi ingin membantu kamu, jika tuan Kairo benar-benar kalah maka sekarang mereka sedang melawan Zion"
"Tunggu sebentar-"
"Kau bilang ritual pembagian kekuatan? Jika begitu, Siapa pasangan putri ku?"
Elios mengedipkan matanya sekali, ia menatap lagi ke arah Black. Namun wajah Black masih saja seperti tadi, dia belum mengingatnya.
"Pangeran Yohanes de Cerula adalah pasangan pertama tuan putri, dan yang kedua adalah Davian Nox Javier"
Hening, tak ada yang berani membuka mulutnya saat itu. Black langsung memiliki keringat dingin sekarang, ia pun mulai panik.
"Yang mulia saya-hiiik!"
Salah satu ksatria yang Cendric bawa mendekat ke arahnya untuk mengatakan laporan yang dia miliki, namun ia langsung mundur kembali ke tempatnya saat melihat hawa membunuh yang di miliki rajanya itu.
Cendric menoleh ke arah Black yang tersenyum canggung padanya, ia menatapnya dengan tatapan yang sadis dan dingin.
"Black, kita perlu membicarakan sesuatu bukan?"
Meskipun ucapannya terdengar biasa saja, namun dengan tambahan hawa membunuh yang keluar sangat banyak itu, jelas sekali membuat semua yang ada di sana menganggap jika Cendric memang akan membunuh Black.
Black masih mempertahankan senyuman canggung yang dia miliki, saat seperti ini hal yang paling baik adalah menjelaskan dengan kata-kata yang dapat di terima Cendric.
Namun, sayangnya Black tak memikirkan apapun sekarang.
...*****...
Julius berdiri di depan Kasumi yang masih terduduk di lantai, ia menghalangi pandangan Zion untuk melihat Kasumi.
Mata Julius menatapnya dengan tatapan tajam, ia pun sudah mengeluarkan sihir yang dia miliki.
__ADS_1
Atribut milik Julius adalah es, dan itu sangat kuat.
Dengan mengintimidasi, Julius bersiap untuk menyerang Zion yang baru sampai di sana.
"Aku tak akan membiarkan kau mendekati cucu ku"
Nadanya terdengar sangat dingin, siapapun tahu jika Julius sangat menyayangi Kasumi meski ia baru bertemu dengannya belum lama.
Melihat kasih sayang yang Julius tunjukkan lewat tindakannya itu membuat Zion merasa geli, ia ingin tertawa karenanya.
"Dia juga keponakan ku, jadi aku berhak dong bertemu dengannya"
Julius semakin menatap Zion dengan tatapan dingin, ucapannya adalah omong kosong bagi Julius.
"Ck, Kasumi bukan keponakan mu. Sejak kau mengkhianati semua orang di dunia dalam, hubungan keluarga antara kau dan Cendric sudah putus,"ia menjeda ucapannya sejenak, mana di sekitarnya keluar dengan sangat kuat.
"Jadi, jangan sekali-kali mengatakan jika Kasumi itu keponakan mu!"
Pats!
Julius langsung melesat ke arah Zion, ia menebaskan tombak es miliknya ke arah Zion yang terkejut. Namun, keterkejutan itu tak bertahan lama karena Zion segera membalas serangannya.
"Baiklah pak tua, sudah ku duga ini tak akan mudah! Akan ku ladeni kau!"
Zion melemparkan tubuh beast serigala putih yang tadi dia bawa, kemudian pedang miliknya pun muncul.
"Pin! Kau urus Kasumi. Aku akan melawan kakek tua ini dulu!"
Zion memerintahkan pada pria berjubah yang muncul di belakangnya, Pin, bawahan Zion menyeringai lalu mengangguk dan melakukan apa yang di perintahkan oleh Zion.
"Baiklah tuan"
Ia mengeluarkan sabit hitam miliknya kemudian menyerang Yohan, Kasumi dan Davian yang masih ada di dalam lingkaran sihir secara terus menerus.
Ritual itu harus di ganggu supaya rencana Zion berhasil, ia harus mencegah 'kesempurnaan' di raih oleh Kasumi, dan membunuhnya di sana.
Pin mendekat ke arah mereka, tembok kuil sudah hancur di sana akibat serangan yang Pun lakukan, debu pun bertebaran sehingga mengurangi jarak pandangnya.
Terlihat Julius dan Zion yang bertarung di belakang, itu agak jauh. Sepertinya Zion memberikan ruang untuk Pin melaksanakan tugasnya.
'mereka seharusnya sudah mati karena kekuatan yang mengganggunya, aku hanya perlu mengambil putri Kasumi lalu pergi dari sini'
Pin sangat yakin dengan pemikirannya, namun bukannya mayat Kasumi yang dia temukan, ia malah menerima serangan dari pedang yang melayang ke arahnya.
Karena terlambat menghindari itu, pipi Pin pun tergores. Ia mengusap pipinya pelan lalu menatap kesal ke arah orang yang melakukan itu padanya.
"Kalian! Harusnya kalian mati tadi!"
Pin sangat kesal karena melihat Yohan dan Davian baik-baik saja, ia ingin memberikan keberhasilan yang cepat pada tuannya, namun mereka malah masih hidup meski terkena serangan sabit miliknya.
Yohan dan Davian berdiri dengan sempoyongan, sambil melindungi Kasumi yang masih belum menyelesaikan penyesuaian kekuatan miliknya.
Julius bilang untuk Kasumi akan memakan waktu lama karena ia adalah 'tuannya' jadi sebisa mungkin Davian dan Yohan akan melindungi Kasumi, sampai ia selesai dengan itu.
"Tak akan kami biarkan kau menyerang Kasumi"
Yohan dan Davian mengatakan itu secara bersamaan, Pin kembali mengisi kekuatannya. Ia harus benar-benar membunuh mereka di sini agar semuanya bisa lancar sesuai rencana.
Karena itu, ia pun memutuskan untuk menggunakan kekuatan maksimal yang dia miliki.
"Kalian akan mati di sini,"
Note:Pin itu bawahannya si Zion yang menyerang Kasumi sama Rion pas di perpustakaan buat cari buku kutukan.
__ADS_1
terimakasih sudah baca, like dan komen
(´∩。• ᵕ •。∩`)