Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
Bab 64-Apa yang tak ku ketahui?


__ADS_3

'aku ke sini hanya untuk mengambil toples tempat air kehidupan, tapi, mengapa aku jadi ikut dalam perjamuan keluarga!?'


Dalam hatinya, Kasumi mempertanyakan alasan ia bisa sampai ke arah kejadian tak terduga ini. Setelah membahas pernikahan itu, raja dan ratu mengajak Kasumi untuk mengobrol sambil makan.


Persiapan makan pun langsung di lakukan saat itu juga, Kasumi di ajak ke kamar untuk mengganti bajunya. Ratu seperti tahu akan kedatangan Kasumi ke sana, ia bahkan sampai mempersiapkan semua kebutuhan yang Kasumi butuhkan.


Gaun tersedia dalam berbagai macam warna yang indah, Kasumi memakai gaun warna pastel yang soft dengan renda yang mengembang di gaunnya.


Rambut coklat terurai yang dia miliki membuat kesan Kasumi terlihat imut, meski ia sudah bertubuh dewasa.


Kasumi melangkahkan kakinya menuju ruang makan, di sana sudah ada raja, ratu, Zeus, Yohan dan tentu saja Kairo yang menunggunya.


Kairo tak mengganti bajunya seperti Kasumi, ia masih memakai baju yang awal ia pakai dan jubah hitam.


Dengan agak gugup, Kasumi duduk di tengah antara Kairo dan Yohan.


Melihat Kasumi yang sudah duduk, raja pun berdiri dari duduknya. Ia mengangkat gelas, sambil menatap Kasumi dengan ramah.


Sikapnya itu adalah etika menyambut tamu penting.


"Karena tamu kita sudah hadir semuanya, bagaimana jika kita mulai saja? Selamat datang aku ucapkan pada putri Kasumi Hansa Cyrano juga Duke kerajaan barat, Kairo mateuz de Micha."


Setelah raja mengatakan itu, mereka yang duduk di kursi pun mulai mengangkat gelas untuk memulai acara bersama dengan raja.


Semua makanan langsung di sajikan, dari makanan khas hingga luar kerajaan tersedia di sana. Seolah semua makanan itu ada untuk membuat Kasumi kagum, ratu dan raja memang mempersiapkan semuanya dengan baik.


Untuk menghormati mereka, Kasumi pun ikut makan makanan itu. Di depannya sudah tersedia piring dengan makanan dari kerajaan barat di dunia tengah, makanan khas yang menjadi favoritnya sewaktu Kasumi menjadi Kahill.


Melihat makanan yang tersaji itu, ia menoleh ke arah Yohan. Yohan hanya tersenyum, melihat respon dari Yohan membuat Kasumi yakin jika dialah yang sudah mengatur makanan yang ada di depannya.


'Karena dia dulu adalah dayang, pastilah ia ingat makanan favorit tuannya. Ini bagus, aku memang sedang rindu dengan makanan dari kerajaan barat'


Kasumi mulai memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya, sensasi asam dan manis yang pas mulai ia rasakan.


Itu sangat enak, rasanya semua masalah yang dia pikirkan hilang dalam sekejap karena makanan itu.


Saat Kasumi sedang menikmati makanannya, ia sempat berpikir tentang sikap raja dan ratu kerajaan Ceru yang bersikap seolah-olah mereka sudah tahu jika Kasumi akan datang.


Ia memang memberitahukan itu pada Yohan, namun Kasumi tak memberitahukan waktu pastinya dia akan datang kapan.


Dan juga ada yang aneh, darimana mereka tahu Kasumi sudah menjadi dewasa? Jika mereka mempersiapkan kedatangannya, baju yang ada pastilah gaun untuk anak berusia 10 tahun dan bukan gaun orang dewasa.


Seperti ada seseorang yang mengatakan pada mereka, juga Kasumi merasa jika dia tak di perbolehkan untuk pergi sehingga raja dan ratu terus saja mengulur waktu.


'sikap Duke Kairo pun aneh, ia tadi bersikeras untuk langsung kembali ke dunia luar setelah aku mengambil toples itu. Tapi, sekarang dia malah tenang dan tak mempermasalahkan jika kami berlama-lama di sini'


Sejauh yang Kasumi tahu, Kairo tak mungkin melakukan ini untuk kehormatan atau kesopanan semata. Dia adalah tipe orang yang tak peduli pada hal semacam itu.


Jadi, jelas ada sesuatu yang tak Kasumi tahu sedang terjadi sekarang.


Ia menaruh garpu yang dia gunakan, lalu menatap raja lurus.


"Yang mulia"


Raja menoleh ke arah Kasumi.


"Ada apa putri?"


"Apa yang kalian sembunyikan dariku?"

__ADS_1


Ratu langsung tersentak saat Kasumi mengatakan itu, sedangkan raja hanya diam dan masih menatap Kasumi.


Zeus, Kairo dan Yohan pun diam sama seperti raja, dari sikap mereka jelas sekali apa yang Kasumi pikirkan itu benar.


Ada sesuatu yang di sembunyikan darinya.


Kasumi menghembuskan nafas panjang, kemudian kembali bertanya.


"Tolong jawab pertanyaan saya raja, apa yang sedang kalian sembunyikan"


Dengan tenang raja menaruh kedua tangannya di atas meja, ia menatap Kasumi sambil tersenyum ramah.


"Apa maksud putri? Kami tak menyembunyikan apapun"


Raja masih bersikeras tak memberitahu Kasumi, melihat respon itu membuat Kasumi merasa kesal.


Dia harus menggunakan cara terakhir.


'haaa, padahal aku tak suka menggunakan dominasi, apalagi aku harus menggunakannya pada raja'


Kasumi menunggu sebentar, ia berharap raja akan jujur padanya sehingga dia tak perlu mengeluarkan aura demon miliknya untuk menekan raja.


Namun, sayangnya raja tak kunjung mengatakan apapun. Pada akhirnya, Kasumi pun mengeluarkan aura demon yang dia miliki.


Suasana hangat dan damai langsung berubah dalam sekejap, atmosfer di ruangan itu menjadi dingin dan mencekam.


Semua orang di sana bisa merasakan aura demon milik Kasumi yang menusuk, mereka yang tak memiliki kekuatan yang cukup langsung terjatuh dan berkeringat dingin.


Para kesatria yang ada di luar ruangan pun merasakannya, mereka berusaha masuk ke dalam ruang makan untuk memastikan keadaan anggota keluarga kerajaan yang ada di dalam sana.


"Yang mulia maaf! Hiik!"


Meskipun di meja makan jelas ada raja dan ratu sebagai penguasa kerajaan, namun dari pandangan ksatria itu terlihat jelas jika Kasumi lah penguasa sesungguhnya.


Mata Kasumi merah menyala, ia terlihat sangat marah dan kesal.


Semua orang di meja makan pun terdiam, Yohan menoleh ke arah Kasumi. Ia berusaha menenangkannya agar tak mengeluarkan aura demon terlalu kuat.


Tapi, sebenarnya Kasumi pun tak terlalu mengeluarkan banyak aura demon itu. Namun, karena ia belum bisa mengendalikannya jadi itu keluar secara berlebihan.


"Ah, gawat. Aku tak bisa mengendalikan aura ini"


Seluruh penghuni yang ada di istana bahkan mungkin desa di dekatnya bisa merasakan aura demon milik Kasumi, dan itu membuat mereka semua panik juga takut.


"Bodoh, aura mu jadi bocor kemana-mana"


Menyadari kekuatan Kasumi yang berlebihan itu, Kairo pun menjentikkan jarinya, ia membuat semacam penghalang di mata Kasumi.


"Tuan Kairo?"


"Diamlah, aku akan mengurus ini"


Kasumi langsung mengangguk, dia menuruti apa yang Kairo katakan. Kesalahan untuknya, belum bisa mengendalikan kekuatan sendiri malah mengeluarkan kemampuan itu.


Kairo menyadari jika Kasumi tak bisa mengendalikan aura demon nya, jadi dia pun berusaha menenangkan nya.


"Pangeran Yohan, tutup mata Kasumi dengan kedua tangan mu. Dia tak bisa mengendalikan kekuatannya sekarang,"


Yohan mengangguk, ia tak terlalu terpengaruh oleh kekuatan Kasumi sehingga dia masih bisa bergerak dengan normal.

__ADS_1


Berbeda dengan Zeus dan ratu, mereka tak terlalu bisa mengendalikan rasa takut yang dia rasakan karena dominasi dari Kasumi.


Raja hanya diam dan memperhatikan, kekuatan Kasumi yang menyebar di sana. Ia merasa kagum dan takut secara bersamaan.


Kekuatan itu sangat kuat meski di miliki oleh anak sekecil Kasumi.


'Siapa sangka, kekuatan seperti penguasa ini muncul dari anak yang berusia 9 tahun? Untung saja dia tak memiliki jiwa tiran dan kejam, jika saja dia memilikinya maka aku tak tahu bagaimana nasib benua ini nanti'


Sifat Kasumi lebih manusiawi meskipun dia seorang demon, Kasumi memiliki jiwa yang adil dan memperlakukan semua ras sama.


Raja sudah tahu semua hal tentang Kasumi, termasuk tentang tubuhnya yang lemah.


'aku tak akan percaya dia memiliki  tubuh yang lemah dengan kekuatan seperti ini, sangat luar biasa'


Di saat Yohan dan Kairo sedang berusaha menenangkan Kasumi, raja malah terkagum pada kekuatan yang Kasumi miliki.


Yohan menutup mata Kasumi seperti yang di katakan Kairo, ia merasakan hawa panas saat kulitnya bersentuhan dengan mata Kasumi.


Seperti demam tinggi, namun dia tak berkeringat.


"Saya sudah menutup mata Kasumi"


"Bagus, sekarang alirkan mana milik mu pada Kasumi"


"Eh? B..bagaimana?"


"Bayangkan saja aliran mana mu, lalu berikan pada Kasumi"


"Baik!"


Yohan menarik nafasnya pelan, ia pun mulai membayangkan aliran mana miliknya.


Sebuah percikan berbentuk bola dengan warna biru cerah dan terlihat indah, begitulah mana milik Yohan.


Setelah dia melihatnya, Yohan mulai mengalirkan mana itu ke dalam tubuh Kasumi dia 'membungkus' sebagian inti mana milik Kasumi.


Aura yang Kasumi keluarkan mulai hilang, itu tandanya apa yang Yohan lakukan berhasil.


Kemudian Yohan pun melepaskan tangannya dari mata Kasumi.


Kairo langsung menjitak kepala Kasumi dengan keras. Itu jelas sekali membuat semua orang yang baru tersadar di sana terkejut.


"Sakit!"


Kairo menatap Kasumi dengan tatapan tak acuh, sambil berdecak kesal ia memarahi Kasumi.


"Jangan sembarangan menggunakan kekuatan dominasi milikmu, kau masih belum bisa mengendalikan itu paham?"


Kasumi yang kesal langsung cemberut, dia pun tahu akan hal itu tapi dia berpikir jika tak melakukannya, maka raja tidak akan mengatakan apa yang mereka sembunyikan darinya.


Raja tersenyum tipis, tak seharusnya dia menyembunyikan informasi yang dia miliki dari Kasumi begitu lama.


"Baiklah, aku akan memberitahukan pada mu, tapi kamu harus berjanji untuk menahan emosi mu paham?"


Kasumi menatap raja yang memiliki tatapan serius, ia pun mengangguk dengan yakin.


Melihat respon itu raja pun mulai berbicara.


Terimakasih sudah baca, like dan komen ( ◜‿◝ )♡

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir ke cerita saya yang satu lagi ya(•‿•)


__ADS_2