
"terimakasih karena sudah membantu kami"
Yula membungkuk dengan hormat di depan Cendric, sekarang mereka sedang ada di kamar yang di tempati Kasumi, sebentar lagi mereka akan kembali ke dunia dalam.
Cendric hanya mengangguk saja, respons yang dia tunjukkan sangat sedikit sehingga itu bisa membuat kesalahpahaman, namun sebenarnya ia hanya tak tahu harus apa jika seperti ini.
Black mendekati Cendric yang masih diam menunggu Kasumi, ia pun berbicara padanya.
"Tunggulah putri di luar, sekarang ini beliau harus mengucapkan perpisahan sementara pada temannya, kamu tak mau jadi pengganggu kan?"
Cendric mengernyitkan dahinya kesal, lalu membalas ucapan Black dengan pelan.
"Haruskah?"
"Tentu saja!"
Akhirnya Cendric menghembuskan nafas panjang, ia mendekati Kasumi lalu berbisik padanya.
"Ayah akan menunggu mu di luar,"
Mendengar itu Kasumi pun mengangguk paham, ia menoleh ke arah Black yang mengacungkan jempol nya dan tersenyum. Kasumi mengucapkan terimakasih secara pelan, namun Black masih bisa mendengar itu.
Setelah Cendric dan Black pergi keluar, Kasumi pun mendekat ke arah Yula dan Miya yang ada di depannya.
"Maaf Yula dan Miya, aku harus pulang sekarang. Tolong jaga diri kalian di sini"
Kasumi memeluk Miya dan Yuka secara bergantian, kondisi Yula sudah baik sejak kemarin. Katanya ia hanya pingsan selama 4 jam saja berbeda dengan Kasumi yang pingsan selama sehari penuh.
"Padahal saya juga ingin ikut dengan anda putri! Tolong bawa saya"
Miya terus saja merengek seperti itu pada Kasumi, namun seperti biasa Kasumi mengabaikannya.
Plak!
Yula memukul kepala Miya cukup keras, karena itu wajah Miya pun menjadi berkaca-kaca.
"Jangan menyusahkan putri Kasumi, lagipula kamu itu harus mulai mengurus wilayah,"
Ucap Yula dengan nada yang terdengar galak, mendengar hal itu Miya hanya bisa pasrah saja sekarang ia pun tak bisa kabur seperti dulu karena sekarang dia sudah resmi menjadi countess Rula.
Kasumi hanya tertawa pelan melihat itu, matanya melirik ke arah Yohan yang juga diam di sana. Ketika ia melakukan itu, Yohan malah memalingkan wajahnya dari Kasumi.
'kenapa dia?'
Yula memperhatikan tingkah Yohan dan Kasumi, ia tersenyum secara internal lalu menarik tangan Miya dan mengajaknya keluar dari sana.
"Ayo Miya, kita harus membicarakan sesuatu bersama putra mahkota. Apa kau lupa?"
Miya menatap Yula dengan ekspresi bingung.
"Tapi kan itu nanti malam, sekarang baru siang kan?"
__ADS_1
Kepekaan Miya sungguh setara dengan satu sendok nyam-nyam, meski mata Yula sudah memberi kode padanya untuk jangan menganggu Yohan dan Kasumi namun ia masih tak mengerti itu.
Rion juga ada di sana, ia menyadari kode yang di berikan Yula pada Miya lalu membantu Yula untuk menjauhkan Miya dari Kasumi.
"Nah nah karena sepertinya anda lelah, jadi saya juga akan membantu anda berjalan sekarang"
Rion langsung memangku Miya, dan menjauhkannya dari ruangan.
"Tapi aku tak terluka! Hey, turunkan aku dasar vampir!"
Rion tak menggubris perkataan Miya itu, ia hanya membawanya keluar di ikuti oleh Yula di belakangnya.
"Semoga berhasil putri"
Yula mengatakan nya dengan tanpa suara, namun Kasumi masih bisa mengerti itu.
"Apa maksudnya?"
Kini Kasumi bingung dengan apa yang di maksud ucapan Yula, ia menoleh ke arah Yohan yang masih bersikap sama seperti tadi. Anehnya wajah Yohan yang putih kini terlihat merah, ia juga menutup kembali matanya.
"Yohan, Apa kamu baik-baik saja?"
Kasumi tiba-tiba berdiri di depan Yohan, melihat Kasumi dalam jarak yang dekat membuat wajah Yohan semakin merah. Mungkin sekarang ia terlihat seperti tomat yang paling matang saking merahnya.
"S..saya tidak apa-apa! T..tolong jauhkan sedikit wajah anda,"
Yohan mengatakan bagian akhirnya dengan pelan, ia menutup wajahnya dengan tangan untuk menghindari tatapan dengan Kasumi.
Kasumi memiringkan kepalanya, ia semakin bingung dengan Yohan namun tak mempedulikan nya lagi dan menjauh sedikit dari Yohan.
Kasumi berjalan menjauh dari Yohan lalu berbalik dan menatapnya sambil menunjuk dirinya sendiri, ia juga memiliki senyuman di wajahnya itu.
"Aku, sudah menerima tubuh ku menjadi perempuan. Mulai sekarang aku akan mempelajari setiap hal yang berhubungan dengan perempuan, mungkin aku juga perlu mengubah sifat ku menjadi lebih lembut? Bagaimana menurut mu?"
Yohan terdiam sejenak saat ia mendengar pengakuan Kasumi, dia tersenyum lalu mengangguk setuju.
"Itu bagus putri,"
Mendengar respon dari Yohan yang mendukung membuat Kasumi senang, ini akan menjadi langkah baik untuknya meski dia masih belum terbiasa dengan tubuh wanitanya ini.
Yohan menyentuh dadanya saat itu, dia merasakan detak jantung yang sangat cepat tak seperti biasanya. Ia tahu persis perasaan itu apa, lalu mulai berlari dan mendekati Kasumi yang akan keluar dari sana.
Yohan menahan Kasumi.
"Tunggu! Putri, ada sesuatu yang ingin saya katakan"
Kasumi menatap Yohan dengan tatapan penasaran, tak biasanya Yohan bersikap seperti ini.
"Apa itu?"
Yohan terdiam sejenak, ia menyingkirkan rambutnya kebelakang sehingga memperlihatkan matanya yang berwarna hijau zamrud itu. Dengan ragu Yohan pun mendekatkan wajahnya dengan Kasumi.
__ADS_1
Ia mendaratkan ciuman di bibir Kasumi, ciuman yang dingin dan lembut. Melihat hal itu membuat mata Kasumi terbelalak kaget, refleks ia pun memukul kepala Yohan dan langsung sedikit menjauh darinya.
Kasumi menyentuh bibirnya dan wajahnya pun menjadi merah.
"Apa yang kau lakukan!? Itu ciuman pertama ku!"
Yohan mengusap area kepalanya yang di pukul oleh Kasumi, sambil melihatnya dengan tatapan kaget.
"A..apa? Saya kira anda sudah biasa melakukan itu saat anda menjadi tuan Kahill!?"
"Apa maksud mu bodoh!? Aku bahkan tak memiliki tunangan waktu itu!"
Melihat Kasumi yang berteriak padanya membuat Yohan menutup wajahnya dengan malu, Kasumi pun melakukan hal yang sama. Sekarang mereka saling membelakangi satu sama lain.
"Saya tak tahu itu, maaf. Ini juga ciuman pertama saya dulu ataupun sekarang,"
Ucap Yohan dengan pelan, ia merasa bersalah sekarang.
"Sudahlah, kita sama-sama impas. Tapi bukankah tak enak jika mencium orang yang tak kita cintai?"
"Tapi saya mencintai anda"
"Apa?"
Kasumi berbalik menatap Yohan, ia masih memiliki wajah merah namun terlihat serius, matanya yang berwarna hijau zamrud dengan rambut biru laut miliknya terlihat sedikit berkibar karena angin yang masuk lewat jendela yang terbuka.
"Saya menyukai anda, tidak lebih tepatnya mencintai anda, baik itu sebagai tuan Kahill maupun putri Kasumi"
Mata Kasumi terbelalak, wajahnya pun sama merahnya dengan Yohan. Ia menutup wajahnya dengan tangan karena tak tahan melihat Yohan di depannya. Jantungnya juga berdegup kencang, ini berbeda dengan saat ia sakit jadi Kasumi tak mengerti kenapa ini terjadi.
"A..aku tak tahu, ini yang pertama bagiku. Bagaimana ini?"
Kasumi terlihat bingung untuk pertama kalinya, Yohan pun sebenarnya sangat gugup saat ia akhirnya mengatakan itu.
Dulu ia tak bisa mengatakannya karena perbedaan status antara Kahill dan Daisy yang berbeda jauh, namun dia mendapat kesempatan untuk hidup kembali di tubuh seorang yang memiliki pangkat tinggi. Sekarang mereka memiliki status dan Drajat yang sama, jadi Yohan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.
Yohan mendekat ke arah Kasumi yang berjalan mundur darinya, ia membuka tangannya yang menutupi wajah Kasumi sehingga sekarang mereka pun saling bertatapan.
"Aku akan menunggu, bagiku menunggu bukan menjadi masalah. Kapan pun perasaan mu menjadi sama dengan ku, maka saat itu tolong beritahu padaku."
Kasumi hanya terdiam sambil mengangguk, beberapa kali Yohan membuka dan menutup mulutnya, ia merasa ragu mengatakan apa yang dia pikirkan.
namun akhirnya ia mengatakan itu meski dengan suara yang pelan.
"hmm, bolehkah saya memeluk anda untuk perpisahan sekarang?"
Yohan merasa canggung saat mengatakan itu, ia menunggu jawaban dari Kasumi namun tiba-tiba saja tangan Kasumi langsung melingkar di tubuhnya. Kasumi agak kecil karena ia berusia 9 tahun, jika orang lain melihat adegan ini dan ciuman tadi mungkin Yohan sudah di laporkan sebagai seorang pedofil.
tapi untung saja tak ada yang melihat mereka, bahkan author pun lupa dengan umur Kasumi yang masih anak-anak saat membuat adegan ciuman pertama dengan Yohan hahaha.
"tubuh mu terlalu besar, menunduk lah aku akan memeluk kepala mu saja"
__ADS_1
Yohan tertawa pelan saat ia melihat Kasumi meminta itu dengan nada menggerutu, kemudian ia pun berjongkok menyamakan tingginya dengan Kasumi lalu Kasumi pun memeluk nya seperti apa yang dia katakan tadi.
Terimakasih sudah baca like dan komen >//<