
Note:saya akan up sekarang sampe tamat.
Hari mulai gelap sekarang, dan pertarungan di hutan itu masih berlanjut.
Hutan yang awalnya di penuhi oleh pohon yang tinggi dan banyak, kini harus rusak karena pertarungan itu.
Ledakan terjadi di mana-mana, suara teriakan dan pedang beradu pun tak kalah nyaring terdengar di telinga.
Seperti perang yang sudah lama tak terjadi, hutan itu kini berubah menjadi Medan perang.
Pertarungan tak hanya terjadi di dunia dalam saja, di luar tepatnya dekat gerbang menuju dunia dalam yang kini tak aktif pun terjadi pertarungan.
Yula dan Zeus masih sibuk melawan monster, sedangkan Leonardo sedang melawan si pengendali monster itu dengan kekuatan malaikat terakhirnya.
Miya dan saintess Irene sedang membereskan situasi di kerajaan Hyun-ah sambil menunggu Putra mahkota dan yang lainnya kembali, meski Miya ingin membantu juga tapi Leonardo melarangnya sehingga ia pun harus diam di sana dan membantu dalam kerajaan saja.
"Ku harap mereka baik-baik saja"
Ucap Miya sambil menatap ke arah bukit dengan pohon rimbun yang agak jauh dari kerajaannya.
Sementara itu di dunia dalam keadaan pun mulai berpihak pada mereka, ratu kerajaan Elfy, Ataya menghabisi musuh dengan mudah.
Kekuatan yang berasal dari alam membuatnya semakin kuat karena tempat pertarungan itu berada di hutan, setiap tumbuhan yang ada di sana menuruti perintah Ataya dan membantunya saat bertarung.
"Ratu! Tolong bereskan sisanya"
Teriak Alejandro, ia sudah membekukan musuh yang datang kemudian saatnya Ataya beraksi.
"Tanaman suci dan semua spirit alam yang ada di sini, sebagai ratu para Elf yang mencintai alam aku perintahkan pada kalian untuk menghabisi mereka yang merusak hutan dan mengganggu kedamaian di sini!"
Ataya mengangkat tangannya kemudian, biji-bijian yang ada di hutan pun mulai tumbuh menjadi tanaman yang besar.
Setiap ranting yang jatuh tumbuh menjadi tanaman yang baru, lalu bergerak seolah ia memiliki nyawa.
"Bunuh mereka yang merusak hutan!"
Tanaman tadi langsung menusuk, membelit dan memenggal leher semua monster dan penyihir manusia yang di bekukan oleh Alejandro tadi.
Bau anyir darah mulai tercium, jasad manusia dan monster puh berserakan di mana-mana.
Terlihat musuh mulai kehilangan semangat juang mereka, terutama saat melihat serangan tadi.
Kombinasi dari Alejandro dan Ataya membuat mereka merinding ketakutan.
"Apa di sana sudah selesai?"
Kayle mendekat ke arah Ataya dan Alejandro, ia baru saja menyelesaikan bagiannya.
"Anda sangat kuat tuan muda Kayle"
Ucap Ataya, ia melihat tempat bagian Kayle melawan monster dan penyihir manusia.
"Monster itu tidak terlalu kuat, mereka hanya banyak dan manusia penyihir itu hanya memiliki kekuatan campuran dan tidak murni, saya bisa dengan mudah melawan mereka"
Kayle memainkan pedang kecil yang ada di tangannya, selama ia bertarung tadi pedang itulah yang menemaninya. Pedang kecil itu dialiri atribut petir miliknya, petir merah seperti darah terus menebas setiap musuh yang mendekat kemudian ia pun mengalahkannya dengan mudah.
Kayle mengatakan itu dengan sedikit malu-malu, sedangkan Ataya tersenyum padanya.
Kekuatan Kayle memang luar biasa meski usianya masih muda, di masa depan ia pasti akan menjadi calon Duke Javier yang hebat.
Sementara itu, di dalam dunia Maya yang di ciptakan oleh Zion pun masih terjadi pertarungan.
Kasumi dengan sengit melawan Zion, di bantu oleh Yohan dan Davian.
3 vs 1 mungkin terasa tak adil, namun pertarungan ini bukan soal keadilan seperti itu.
Mereka harus melakukan segara cara untuk mengalahkan Zion dan mencegah kehancuran dunia dalam, karena itu mereka harus menang sekarang.
Uhuk!
Davian menarik perang yang dia tusukan ke tangan Zion untuk membuatnya sulit bertarung, Yohan pun melakukan itu ke arah kaki Zion dan mengenainya.
Zion kurang cepat untuk menghindar, dan setelah Kasumi bertarung bersama Davian dan Yohan ia pun menjadi lebih kuat.
Zion sudah banyak mengeluarkan darah, pertarungan mereka di lakukan di udara dan wilayah di sekita mereka pun mulai tak jelas bentuknya.
"Kau sudah kalah Zion, menyerah lah"
Ucap Kasumi dengan wajah dingin, Davian dan Yohan ada di sebelahnya.
__ADS_1
Kasumi yakin jika Zion sudah kehilangan banyak kekuatan sekarang, karena itu ia mudah di serang dan selalu memiliki celah.
'Kita harus mengakhiri ini sekarang'
Kasumi hendak membunuh Zion menggunakan panah miliknya, namun Zion tiba-tiba saja tertawa yang membuat Kasumi, Davian dan Yohan menatapnya bingung.
"Kenapa kau tertawa!?"
Ucap Yohan dengan nada yang kesal, ia jadi merasa agak iba pada Zion sekarang.
"Tetaplah waspada, kita tak tahu apa yang akan dia lakukan"
Balas Davian, ia menatap Zion dengan hati-hati.
"Kau pikir aku tak memiliki kartu cadangan saat seperti ini?"
"Apa maksud-!"
Kasumi tak sempat melanjutkan ucapannya, itu karena ia melihat mata Zion yang mulai menghitam dengan pupil merah darah.
"H..hahaha! Inilah yang ku sebut kekuatan hitam sejati! Kau tak akan bisa mengalahkan ku saat aku sekarang!"
Zion tertawa keras seperti orang gila, Kasumi berbalik dan melihat sosok hitam yang keluar dari setiap tubuh bawahan Zion yang sedang bertarung.
Semua bayangan hitam itu langsung masuk ke dalam tubuh Zion.
"A..apa itu!"
...*****...
"Tubuhku!? Tubuh ku terasa sangat panas!"
"T..tolong aku!"
"Akhhh! Ini sakit!"
Suara rintihan kesakitan terdengar dari seluruh bawahan Zion saat bayangan hitam keluar dari tubuh mereka, setelah bayangan itu keluar tubuh yang mereka miliki pun menjadi kurus seolah tak memiliki daging sedikitpun di dalam tubuhnya.
"A..apa apaan ini!"
Pria yang mengaku sebagai pedang saintess itu menatap kondisi tubuhnya dengan heran, itu karena tangannya perlahan menghitam dan ia pun merasakan panas yang luar biasa di dalam tubuhnya.
Bahkan para monster pun menjerit kesakitan, kemudian terjatuh dengan keadaan tubuh yang kurus bak hanya tulang saja.
"Ku rasa akan terjadi hal yang lebih buruk dari ini"
Ucap Elios pelan, ia menatap ke arah dinding transparan yang di ciptakan oleh Zion untuk mengurung Kasumi di dalamnya.
Rion pun menatap dinding itu, ia memiliki wajah khawatir yang tak bisa ia sembunyikan.
'adik kecil, ku mohon jangan mati di sana'
Ia benar-benar mengkhawatirkan Kasumi meskipun Rion tahu Kasumi itu kuat.
Di tempat Leonardo pun terjadi hal yang sama, wanita pengendali Monster yang dia lawan tiba-tiba saja terjatuh.
Tubuhnya menghitam dan ia mengerang kesakitan.
"Apa yang terjadi? Monster ini berubah menjadi tulang dalam sekejap"
Ucap Yula, ia sudah kembali ke wujud manusia normalnya.
"Sesuatu keluar dari tubuh mereka, aku yakin itu adalah jiwa"
Balas Zeus, ia menyentuh tulang monster yang sudah mati.
Leonardo menatap wanita itu datar, ia ingin segera membunuhnya namun sepertinya wanita itu sudah hampir mati.
"Aku sangat ingin mengalahkan mu malaikat sialan! Tapi, sepertinya aku harus membayar atas kekuatan ini pada tuanku sekarang"
Setelah mengucapkan itu dia pun terjatuh ke tanah, kemudian bayangan hitam keluar dari tubuhnya dan ia berubah menjadi tulang layaknya seorang yang sudah mati bertahun-tahun.
Leonardo turun ke tanah, ia menatap ke arah hutan tempat perbatasan antara dunia dalam dan dunia tengah lalu mengatakan sesuatu
"Kita harus masuk ke dunia dalam bagaimana pun caranya"
Sayap malaikat yang dia miliki kini hilang, melihat ekspresi wajah Leonardo yang serius, Yula dan Zeus pun mengangguk setuju.
Mereka bergegas masuk ke dunia dalam, beruntung Yula ikut bersama mereka, jadi meskipun gerbang ke dunia dalam tak bisa di gunakan mereka masih bisa masuk ke sana.
__ADS_1
...****...
'aku gak suka ini'
Tubuh Zion jelas menjadi lebih kuat sekarang, bayangan hitam yang terus masuk ke dalam dirinya itu berasal dari bawahannya.
Setelah bayangan hitam itu keluar dari tubuh bawahan Zion, mereka langsung terbaring dengan kondisi tubuh yang kurus layaknya orang yang tidak makan selama satu tahun, tidak, mereka bahkan berubah menjadi tulang saja.
Tubuhku langsung merinding saat merasakan aura yang mendominasi dari Zion, sepertinya dia membangkitkan salah satu kekuatannya lagi sekarang.
Zion menatapku dengan senyuman kemenangan, ia terlihat begitu percaya diri kemudian membuka mulutnya dan berbicara.
"Kau lihat ini? Inilah yang di namakan kegelapan sejati, dan aku bisa mengalahkan kalian semua dengan tenang sekarang"
Aku hendak membalas ucapan Zion, namun Yohan mendahuluiku dan berlari ke arah Zion.
"Tapi aku tidak akan membiarkan itu"
Melihat itu aku berusaha menghentikan Yohan, kekuatan Zion sekarang bukan tandingannya jika dia bertarung sendirian.
"Tidak! Yohan!"
Yohan tak menghiraukan teriakan ku, ia terus maju dan mengeluarkan pedang miliknya. Davian diam di sebelah ku, sepertinya ia sedang melihat situasi dan membuat rencana.
'Di saat seperti ini kita tak boleh gegabah'
Zion menyeringai saat melihat Yohan yang mendekat ke arahnya dengan cepat, kecepatan Yohan saat menyerang Zion memang tidak di ragukan lagi tapi sekarang dia jelas sekali bisa mengatasi itu dengan mudah.
"Kemampuan berperang mu sangat payah, anak umur 7 tahun saja lebih hebat daripada ini"
Zion mengejek Yohan sambil menangkis setiap serangan yang di tunjukkan padanya, mendengar ejekan itu membuat Yohan geram.
"Heh! Kau sangat sombong, bagaimana dengan ini!"
Yohan sedikit mundur, kemudian ia melafalkan mantra yang tak ku ketahui, setelah itu warna pedang miliknya pun berubah.
Bahkan mata Yohan terlihat lebih bercahaya, itu terlihat indah dengan pemandangan malam yang gelap tapi karena situasi pertarungan, itu jadi terlihat menakutkan.
Zion menatap pedang Yohan dengan kagum, ia baru pertama kali melihat warna aura pedang yang unik.
"Auranya terasa kuat,"
"Apa kau takut?"
Yohan mencoba memprovokasi Zion, melihat itu membuat Zion kembali tertawa.
"Itu tak mungkin, ayo kita lihat kematian mu yang pertama"
Yohan mendecak kesal. Aku ingin mengatakan bahwa jika Yohan mati itu bukanlah jadi kematian pertamanya, karena Yohan pernah mati sekali.
Tapi, ku urungkan karena itu tak penting.
"Davian! Tolong bantu Yohan. Aku akan mencari kelemahan Zion dari sini"
Davian mengangguk pada permintaan ku, ia kembali bersiap kemudian mendekat ke arah Yohan.
"Kami tak akan bisa mengalahkannya, pasti ada cara!"
Aku berusaha berpikir untuk mengalahkan Zion, kekuatannya yang berasal dari jiwa bawahannya sangatlah kuat.
"-anda harus memiliki pedang putih yang lengkap"
Suara asing itu berasal dari dalam kepalaku, aku kenal suara itu.
"Tapi, di mana aku mendapatkan pedangnya?"
"-sang perantara, tuan Julius adalah perantara anda namun beliau sudah meninggalkan dunia ini sekarang"
Aku langsung tersentak saat mendengar suara yang berasal dari kepalaku itu, apa maksudnya!?
"Kakek tak mungkin mati kan?"
"-Benar, tuan Julius sudah mati"
Suara itu terdengar sangat monoton, namun entah kenapa aku bisa merasakan sedikit emosi di dalamnya seperti ia pun merasa berduka.
Dengan cepat, kaki ku langsung kehilangan kekuatan. Aku pun terjatuh di sana sambil memandang tanah yang kotor, suara pertarungan antara Zion melawan Yohan dan Davian membuat suara tangisanku teredam.
Kematian yang tak ku harapkan terjadi, dan jika aku tak segera mengakhiri ini maka akan banyak kematian yang lain.
__ADS_1