Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
Bab 89-Kemenangan pasti


__ADS_3

Wanita itu tersenyum pada Kasumi saat ia mengetahui identitasnya, Kasumi dan Rheea menatapnya dengan tatapan waspada.


"Aku terkejut kamu bisa mengenali ku dengan cepat, sepertinya efek penghilang ingatan milik Zion sudah hilang dan kamu mengingat semuanya dengan baik. Sayang sekali"


Kasumi tersentak saat ia mendengar itu.


'jadi, alasan aku tak mengingat apapun tadi adalah karena kekuatan Zion?'


Sekarang Kasumi tahu alasan ia kehilangan ingatannya tadi.


"Yah, ini memang sudah waktunya sih. Meskipun ada pengganggu tapi tidak masalah, toh dia akan hilang juga nanti"


Pengganggu yang di maksud olehnya adalah Rheea, tapi sesuai apa yang dia katakan. Rheea hanya bisa membantu Kasumi sampai batas waktu tertentu, karena ia sudah berbeda dimensi dengan Kasumi.


"Waktu yang ku miliki cukup banyak, aku bisa mengalahkan kalian di sini"


Ucap Rheea, ia sangat percaya diri saat mengatakan itu.


Kasumi menatapnya dengan tatapan kagum, Rheea benar-benar sosok ibu yang kuat dan penyayang.


Wanita itu tertawa, kemudian kembali menatap Rheea di depannya.


Lingkaran sihir yang menahannya tadi sudah hilang, jadi ia bisa pergi sekarang.


"Terserah kau. Aku akan pergi, Zion akan mengurus kalian."


Dia menjeda ucapannya sejenak, terlihat matanya yang berwarna merah berubah menjadi keunguan dan sedikit memancarkan sorot yang menakutkan.


Ia melanjutkan ucapannya.


"Kegelapan akan selalu ada bahkan di tempat yang paling terang, kalian tak akan bisa menang melawannya yang sekarang sudah bangkit total"


Tubuh wanita itu mulai menghilang, Kasumi bergegas untuk mengarahkan serangan padanya begitu juga dengan Rheea.


Namun mereka kalah cepat, wanita itu menghilang dari sana kemudian sosok Zion yang di selimuti oleh kegelapan pun muncul di sana.


Tanduknya benar-benar berubah menjadi hitam pekat, ia menatap Kasumi dan Rheea dengan tatapan merendahkan kemudiaan mulai berbicara.


"Aku akan membunuhmu Sekarang"


Ucapnya singkat dengan wajah yang dingin. Lalu melemparkan serangan pertamanya pada Kasumi.


Saat itu Kasumi mencoba memanggil pedang yang di berikan Cendric padanya namun tak berhasil.


"Ibu! Aku tak bisa memanggil pedang pemberian ayah"


Rheea melindungi Kasumi dari serangan Zion, ia berbalik dan menatap Kasumi di sana.


"Terus lakukan saja, ibu akan menahan Zion untuk tidak menyerang mu. Selama itu carilah cara agar kamu mendapatkannya,"

__ADS_1


Kasumi mengangguk paham, kemudian ia pun mencoba memanggil suara yang selalu ia dengar di kepalanya.


'ayolah muncul! Aku membutuhkan mu sekarang!'


Rheea langsung maju ke arah Zion, ia mengeluarkan tongkat sihir kemudian mulai melafalkan mantra.


"Kau sangat hebat karena memiliki tongkat sihir adik ipar"


Ujar Zion singkat. Rheea menatapnya dengan tatapan jijik kemudian membalas ucapannya.


"Jangan memanggil ku adik ipar, kau bukan kakak suamiku"


Zion tertawa mendengar jawaban itu, dia merasa jika Rheea dan Cendric mirip saat merespon ucapannya.


"Kalian benar-benar mirip, dan sepertinya kau ingin mati duluan"


Kemampuan Rheea dalam sihir sangat tinggi, mungkin jika dia tinggal di dunia tengah dengan bakat seperti itu dia akan mudah menjadi penyihir agung dengan mudah.


Di sini jika seorang penyihir memiliki tongkat sihir, maka tingkat mana mereka sangatlah tinggi.


Namun meskipun begitu, dulu Rheea memilih menjadi seorang penyembuh dengan kekuatannya itu dan menghindari pertarungan.


Lingkaran sihir yang rumit terus tercipta di belakang Rheea, ratusan pedang tajam muncul dari sana kemudian terbang dengan cepat ke arah Zion.


Zion pun tak hanya diam saja, ia mengangkat tangannya kemudian monster berwarna hitam dengan mata merah menyala muncul, monster itu menghalangi pedang agar tidak mengenai Zion.


"Kau bodoh karena berusaha menyerang ku saat ini, apa kau tahu itu Rheea?"


Rheea menatapnya tajam, dia tak suka karena Zion baik-baik saja meskipun menerima serangan yang cukup tadi.


Meskipun Zion terluka, ia tetap akan sembuh kembali karena hanya pedang yang memiliki kekuatan Kasumi di dalamnya lah yang bisa membunuhnya.


Tapi Rheea tak peduli tentang itu, tujuannya sekarang adalah mengulur waktu sampai Kasumi bisa memiliki pedangnya dan membuat Zion sedikit kelelahan.


"Apa kau takut? Sihir ku cukup sakit lho meski kamu bisa menyembuhkan diri sendiri. Oh, atau kamu akan kabur sekarang dan bersembunyi di balik monster milik mu? Pengecut sekali"


Zion mengerutkan keningnya saat ia mendengar Rheea  memprovokasi dia, itu membuatnya kesal dan sangat ingin mengembalikan Rheea ke alamnya dengan cepat.


"Jika itu mau mu maka aku akan sangat serius kali ini, aku tak paham dengan selera wanita Cendric. Mengapa dia bisa menyukai wanita seperti mu"


"Sudah selesai bicaranya? Aku mulai bosan sekarang karena mendengar ocehan mu"


Zion di buat semakin kesal, ia menatap Rheea dengan tatapan tajam kemudian menyiapkan serangannya.


'bagus! Dia terprovokasi'


Bakat Rheea yang menurun dari Julius adalah ia hebat membuat lawan kesal, entah itu bisa di sebut bakat atau tidak tapi, Cendric pun jatuh cinta padanya karena itu.


Sementara itu, Kasumi masih sibuk berusaha memanggil suara yang selalu ia dengar di kepalanya, hanya dia saja yang bisa membantu Kasumi sekarang.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian suara itu muncul.


"-nona Kasumi, anda perlu menemukan petunjuk dari luar untuk mendapatkan pedang anda dan bertemu pasangan anda"


"Apa yang harus aku lakukan?"


"-Temukan petunjuk itu, petunjuknya hampir sama seperti yang anda lihat saat menerima kekuatan anda pertama kali"


'itu berarti seperti yang di lakukan tetua klan beast serigala putih!'


Kasumi mulai mencari petunjuk itu saat Rheea sibuk mengalihkan perhatian Zion, ia harus cepat menemukannya dan mengalahkan Zion di sini.


Tapi itu tak mudah, Kasumi tak melihat apapun kecuali ruangan kosong dan bayangan kegelapan milik Zion.


Dia frustasi sekarang, namun berusaha untuk tenang.


"Aku harus menemukannya"


Kasumi memfokuskan semua Indra miliknya, ia harus melakukan itu untuk menemukan petunjuk yang di berikan dari luar.


"Ketemu!"


Ucap Kasumi pelan, ia menyentuh udara di depannya kemudian benang merah pun muncul.


Kasumi menyentuh benang, setelah itu ia merasakan angin kencang yang mulai masuk.


Ruangan putih itu pun berubah menjadi pemandangan hutan yang hancur, Kasumi tahu hutan itu lalu ia melihat Yohan dan Davian yang berdiri di ujung benang merah itu berakhir.


"Kasumi!?"


Yohan berteriak saat melihat Kasumi, luka di perutnya sudah hilang entah bagaimana caranya.


Mata Kasumi langsung menatap ke arah pedang yang di pegang oleh Davian, ia berteriak pada Davian untuk memberikan pedang itu padanya.


"Berikan pedang itu padaku!"


Dengan cepat Davian dan Yohan mendekat ke arah Kasumi, ia berhasil menerima pedang itu dan kemudian pedangnya pun beraksi.


Kekuatan baru terasa di dalam sana, itu jelas kekuatan milik Julius, Kasumi, Yohan, Davian dan juga Kairo.


"Rheea?"


Mata Cendric membulat secara sempurna saat ia melihat sosok Rheea yang sedang bertarung dengan Zion.


Zion yang menyadari jika ruangan yang dia buat telah rusak mendecak kesal.


Rheea masih tak menyadari kehadiran Cendric di sana, ia fokus menyerang Zion sebisa mungkin dengan sihirnya yang luar biasa.


Kasumi, Davian dan Yohan bersiap untuk menyerang Zion lagi. Mereka bertiga harus melawannya bersama untuk membunuh Zion selamanya.

__ADS_1


__ADS_2