Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
Bab 42-kekacauan baru(4)


__ADS_3

Aku berlari menyusuri koridor mansion keluarga Rula sambil menarik tangan Miya dengan terburu-buru, kami sekarang sedang mencari kamar tempat pangeran Alfaro beristirahat.


Sesuai dengan dugaan ku, suasana di dalam ruangan yang lain di penuhi dengan para pelayan dan pekerja yang terkapar pingsan, mereka pasti di beri semacam ilusi mimpi. Saudara Miya cukup cerdas juga membuat suasana seperti ini, sehingga kejadian pertarungan mereka tak di ketahui oleh pekerja di mansion.


Untuk warga di luar mansion, sepertinya mereka tak mengetahui kejadian di sini. Itu karena efek dari kubah pengedap suara yang di buat bawahan Pin tadi, yah meskipun dia sudah mati di bunuh oleh ayah tapi anehnya kubah ini masih bertahan. Ternyata selain peredam suara, kubah ini juga mengandung ilusi sehingga membuat suasana kacau di sini tak terlihat ke luar, pengguna sihir ilusi sama merepotkan nya dengan pengguna sihir kutukan.


"Di mana kamar itu Miya? Kita harus cepat"


Ucap ku, dengan kondisi yang terengah-engah. Aku merasa kelelahan sekarang, karna pertarungan tadi dan sekarang harus berlari.


Fisik Kasumi itu lemah.


"Sebelah sana, kita tinggal belok kiri." Miya menjeda ucapannya sejenak"Putri, apa anda mau saya gendong? Anda terlihat sangat lelah"


Aku menggelengkan kepala ku sebagai jawaban. Jika Miya yang harus menggendong ku, dia hanya akan kesenangan sendiri saja karna memang itu yang dia harapkan.


Ku paksakan kaki ku untuk terus berlari, meski aku merasa kelelahan. Tiba-tiba saja seseorang menggendong ku dari belakang, aku menoleh dan melihat sosok Rion yang menggendong ku.


"Kakak! Kenapa kakak ikut ke sini!?"


Aku bertanya dengan nada yang agak tinggi, menatap Rion yang menggendong ku sambil berlari. harusnya sekarang Rion ada di ruang keluarga bersama ayah dan yang lainnya. Jadi, kenapa dia malah ikut ke sini?


"Halo adik kecil, aku ingat jika fisik mu lemah, setelah bertarung lama tadi apakah kamu pikir kakak mu ini akan membiarkan kamu berlari lagi? Itu pasti akan melelahkan bukan?"


Aku langsung terdiam sejenak, dia sangat tahu jika aku kelelahan. Apa perasaan memiliki kakak itu seperti ini?


"Bagaimana dengan ayah?"


"raja Cendric masih bertarung dengan Yula. Efek pengendaliannya semakin kuat sehingga Yula bahkan hampir mengeluarkan nafas naga"


"Apa!? Dalam wujud manusia!?"


"Benar, sepertinya Yula bisa melakukan itu bahkan tanpa berubah."


Aku dan Miya tersentak secara bersamaan, itu sangat gawat. Nafas naga adalah kekuatan terkuat yang di miliki naga manapun, aku tahu ayah pasti bisa mengatasi itu tapi bagaimana pun dia pasti kerepotan karnanya.


"Jangan lupakan saya, putri Kasumi saya juga ikut ke sini"


Mata ku menoleh ke arah sumber suara, itu Yohan yang sedang menggendong Miya. Ternyata dia juga ikut ke sini.


Melihat mereka yang datang untuk membantu, meskipun mereka juga pasti kelelahan membuat ku ingat dengan beberapa rekan ku dulu saat jadi Kahill, mereka memiliki sifat yang sama.


'Yah, beberapa bantuan juga tidak buruk'


Ku biarkan saja mereka melakukan apa yang mereka mau, setelah itu kami langsung bergegas menuju kamar yang di tunjukkan Miya.


Namun, di depan sana tiba-tiba saja muncul seorang dengan jubah hitam yang sedang menoleh kesana-kemari, apa dia kikuk!? Aku tak peduli dengan dia sekarang, yang pasti aku harus menerobos dia dan maju ke kamar pangeran Alfaro.


"MINGGIR KAU DARI JALAN!"


Lagi-lagi aku berteriak dengan emosi, Rion yang menggendong ku hanya tertawa pelan melihat sikap ku yang tak seperti tuan putri lembut dan lemah, sedangkan Yohan berusaha tak mempedulikan sikap asli milikku yang keluar itu. Miya? Dia malah memiliki tatapan aneh lagi!

__ADS_1


Si pria dengan jubah hitam otomatis langsung minggir dari jalan saat mendengar teriakan ku itu, Miya sedikit menoleh pada pria itu saat dia melewatinya wajah yang Miya kenal ada di sana.


"Yang mulia putra mahkota?"


Ucap Miya, dia masih menatap pria itu dari jauh. Aku yang mendengar itu terkejut dengan identitas si pria asing, itu berarti aku sudah berteriak pada putra mahkota kerajaan lain sekarang.


'Persetan dengan putra mahkota! Aku juga putri mahkota kok, bahkan aku adalah putri mahkota di kerajaan iblis. Jadi tidak apa-apa jika aku berteriak padanya'


Aku berusaha memaklumi hal tak sopan yang aku lakukan tadi. Setelah agak lama berlari, kami sampai di depan pintu kamar pangeran Alfaro.


Aku turun dari gendongan Rion, lalu menghampiri pintu untuk membukanya, saat aku mencoba menyentuhnya tangan ku sedikit terbakar. Suatu mantra yang tak ku ketahui menyakiti tangan ku.


"PUTRI!?"


Miya, Rion dan Yohan menghampiri ku dengan wajah terkejut. Mereka menatap tangan ku yang terluka.


'apa itu sihir suci?'


Pikir ku, mencoba memikirkan penyebab luka yang aku terima. Jika memang benar, itu masuk akal juga sih. Karena aku sekarang adalah seorang iblis, tapi darimana mereka tahu jika aku iblis? Tidak, kapan mereka tahu fakta itu.


Rion menghampiri ku, dan menggenggam tangan ku yang terluka dengan lembut.


"Tidak apa-apa, luka ini akan segera sembuh"


Aku hanya mengangguk singkat, kadang aku lupa jika Kasumi adalah anak-anak, jadi wajar saja perlakuan Rion padaku seperti ini.


'aku tahu luka ini akan sembuh, regenerasi kaum kerajaan demon sangat cepat.'


Yohan menghampiri pintu sambil menyentuh nya, dia merasakan jenis sihir apa yang terpasang di pintu.


"Ini sihir suci, dari kekuatannya mungkin...milik seorang saint?"


Aku tersentak saat mendengar penjelasan dari Yohan.


'tunggu, bukannya saint itu terkenal karena baik dan menerima kekuatan dewa? Eh tapi, aku kan iblis dan saint bermusuhan dengan kaum yang memiliki mana kegelapan. Hmm masuk akal juga sih jika dia memusuhi ku, akh! Ini jadi merepotkan.'


Aku menepis masalah itu, sekarang yang terpenting adalah keselamatan Yula. Aku harus memastikan untuk menjelaskan pada saint itu bahwa aku bukanlah iblis jahat.


"Yohan, bisakah kamu membatalkan sihir itu? Kamu pun memiliki kekuatan suci bukan?"


"Akan ku coba"


Yohan menempelkan tangannya di pintu lagi, aura sihir berwarna hijau pun muncul dari sana membatalkan setiap sihir yang melapisi pintu. Tak memakan waktu yang lama, pintu itu sekarang sudah tak memiliki sihir lagi. Dan aku pun membuka pintu dengan kasar sehingga menimbulkan suara yang keras di sana.


Brak!


Mata ku langsung terfokus ke arah Rika dan Filo yang pingsan dengan keadaan tangan dan kakinya di ikat. Sedangkan pangeran Alfaro terlihat sedang duduk di atas kasur, dengan memegang item jarum kecil di tangannya. Apa yang terjadi? Bukannya mereka bersekongkol dengan pangeran Alfaro.


Di samping pangeran Alfaro ada ksatria yang tadi bersamanya, juga seorang dengan memakai jubah, dan tudung putih yang menutupi kepalanya, dia pasti si saint itu.


"Kakak!? Apa yang kalian lakukan pada kakak ku!?"

__ADS_1


Miya sangat marah saat dia melihat kondisi kakaknya yang terikat, meski mereka sudah jahat pada Miya tapi sepertinya Miya masih menganggap mereka sebagai saudaranya.


Ksatria itu menyeringai sambil menatap ku tajam, aku tak tahu kenapa tapi dia terlihat sama gilanya dengan bawahannya yang lain.


"Lihatlah tuan saint, sudah saya bilang jika tuan saya ingin menyelamatkan kediaman ini dari iblis itu. Nona yang tadi berteriak pada kita adalah korban dari iblis kecil di sana, dia pastilah sudah mencuci otaknya."


Aku membulatkan mataku saat mendengar omong kosong yang di ucapkan si ksatria itu, dia berniat melemparkan kesalahannya padaku?


Saint di sebelahnya mengangguk, dia menatap ku dengan tatapan intimidasi manik mata biru miliknya sangat tajam. Terlihat rasa benci yang pekat dari tatapannya.


"Anda benar, saya tak salah sudah mendengarkan anda. Kita harus menyelamatkan nona malang itu lalu menyucikan iblis kecil di sana,"dia menjeda ucapannya sejenak lalu tatapannya beralih menatap ke arah Yohan dan Rion yang ada di belakang ku.


"Ini aneh, aku merasakan aura suci pada salah satu orang di belakang iblis itu. Tak mungkin seorang dengan kekuatan suci mau mengikuti iblis jahat, siapa kau?"


Dia pasti membicarakan Yohan, hanya Yohan yang memiliki kekuatan suci di sini. Aku perlahan menyentuh kalung yang aku pakai, ada cincin pengubah wujud di sana.


'apa dia, tak bisa merasakan kekuatan suci yang ada di cincin ku? Jika dia saint sungguhan pastilah dia bisa merasakan kekuatan yang ada di dalam cincin'


Aku merasakan ada hal yang janggal soal saint itu, namun saat aku sibuk memikirkan alasannya tiba-tiba saja percikan petir menyambar ke arah ku, Rion memasangkan perisai kristal miliknya sehingga aku pun tak mengenai serangan tiba-tiba itu.


"Fokuslah, kita harus menghancurkan item yang ada di tangan pangeran itu. Aku akan melindungi mu,"


Aku mengangguk paham, lalu tersenyum.


"Terimakasih kak."


Yohan menghampiri ku, lalu berbisik pelan. Sepertinya, dia tak menghiraukan ucapan saint tadi.


"Putri, dia bukan saint sungguhan. Saya tahu itu, jadi jangan khawatir"


Aku mengangguk singkat, sudah ku duga jika dia bukan saint sungguhan. Untuk alasan kenapa dia bisa menggunakan kekuatan suci yang sama seperti saint, aku akan menundanya dulu. Sekarang, melawan mereka adalah yang terpenting.


"Bantu aku, kita lawan mereka lalu menghancurkan item yang pangeran Alfaro miliki, konsentrasi yang dia miliki pasti sedang goyah sekarang. Itu adalah keuntungan untuk kita,"


Yohan, Rion dan Miya mengangguk paham. Setelah itu mereka pun mulai melesat ke arah si ksatria dengan saint di sebelahnya. Di luar dugaan, ternyata saint itu pengguna pedang aura. Kemampuan yang jarang di miliki oleh manusia biasa.


Aku mencoba untuk mendekat ke arah pangeran Alfaro, tapi sebuah cambuk dengan listrik yang menyelimutinya membelah jalan ku, seorang wanita imut pun muncul dia adalah si pemilik cambuk.


'musuh semakin bertambah.'


Wanita itu menyentuh bibirnya sambil tersenyum ke arah ku, kekuatan dalam cambuk itu bukan lelucon. Itu sangat kuat.


"Anak iblis yang lucu, mau main dengan ku? Hehe"


Aku mengerutkan kening saat melihat tingkah musuh baru ini, sialan! Kenapa mereka seperti orang gila semua sih!?


Halo, saya kembali hehe.


Terimakasih buat kalian yang sudah menunggu karya ini>//<


mulai saat ini Yohan akan memanggil Kasumi dengan sebutan putri dan bukan lady lagi.

__ADS_1


Makasih buat yang sudah baca, like dan komen.


__ADS_2