
"Serang mereka,"
Pin mengucapkan itu sambil bertarung dengan Rion, dia merasa tak puas dengan pertarungan mereka terakhir kali.
Bawahan Pin yang lainnya tiba-tiba muncul, langsung menyerang kelompok Kasumi yang ada di sana.
Sir Arfen dan Sir Gery bertugas untuk melindungi Miya, dia masih belum sadar dari pengaruh pengendalian itu. Tapi, anehnya Yula hanya diam saja tak seperti sebelumnya.
Kasumi dan Yohan melawan si wanita gila dan orang yang Yohan tusuk tadi, mereka saling mendukung satu sama lain dengan mudah dan menyerang musuh secara bergantian.
Anehnya, ksatria yang ada bersama pangeran Alfaro tidak ada di antara mereka semua. Kasumi berpikir jika dia pasti sedang melakukan sesuatu yang lain saat mereka bertarung dengan bawahan Pin, yang pangeran suruh itu.
"Menjauh lah dari kekasih mu itu, kita harus bertarung satu lawan satu."
Ucap si wanita gila, dia terlihat kesal karna Kasumi sering berganti dengan Yohan untuk menyerang dia, begitu pula sebaliknya.
Kasumi tertawa pelan mendengar ucapan si wanita gila itu.
"Tidak mau, lagipula dia bukan kekasih ku"
'Jika aku tak menerima dukungan dari Yohan, pasti aku akan mudah di kalahkan. Karna fisik Kasumi yang lemah, dan aku tak mau itu terjadi'
Setelah mengatakan itu Kasumi menarik busur emas miliknya dan melepaskan 3 panah ke arah si wanita gila dan orang di belakangnya dengan cepat, anak panah langsung melesat mengenai pedang yang di gunakan di wanita gila.
Serangan Kasumi tak hanya mengenai dia saja, tapi mengenai bawahannya yang lain juga menghancurkan beberapa barang yang ada di sana.
Dia tertawa sangat keras saat menerima serangan Kasumi, yang membuat pedang miliknya patah berkeping-keping.
Terlihat seperti wanita gila sungguhan, tak salah Kasumi menyebut dia seperti itu.
"Ini menarik, ku kira kamu hanya bocah manja seperti anak bangsawan lainnya. Tapi, ternyata kamu lebih kuat dari itu!"
Sementara si wanita gila kesenangan karna melawan orang yang kuat, Kasumi justru malah mengkhawatirkan keadaan mansion milik keluarga Rula. Ini pasti akan sangat kacau.
'Aku harus meminta uang lebih pada ayah, untuk mengganti rugi kerusakan ini'
__ADS_1
Ucap benak Kasumi, untungnya keluarga kerajaan iblis sangat kaya hingga mereka memiliki gudang harta pribadi.
"Putri, kesini!"
Yohan langsung menarik Kasumi ke belakangnya, dia sepertinya hampir berhasil melumpuhkan si pria yang memiliki wajah lesu itu, lalu menyerahkan sisanya pada Kasumi.
Yohan menerima serangan dari si wanita gila, dia sudah mengganti senjatanya dan itu adalah sabit besar warna hitam sama seperti milik Pin waktu itu.
'Sial, kenapa bawahan iblis jahat berasal dari barat semua!? Tipe seperti mereka sangat merepotkan.'
Kasumi menggerutu secara internal, di pertarungannya dengan pria berwajah lesu. Dia menatap Kasumi selama bertarung dengannya dan bergumam pelan, namun masih bisa di dengar oleh Kasumi.
"Menakjubkan, bagaimana bisa hubungan kalian sangat erat begitu? Batin yang terikat adalah hal yang langka, apalagi kau memiliki dua ikatan sekaligus, ini sangat menarik!"
Dia terus saja berbicara selama bertarung dengan Kasumi, tapi tak satupun ucapannya di dengarkan oleh Kasumi. Meskipun dia penasaran dengan maksud dari ucapannya, namun sekarang bukan waktunya untuk ingin tahu. Karna, Kasumi harus cepat menemukan item perantara sihir pengendali itu.
'Aku sudah melihat di seluruh benda yang menempel pada tubuh mereka, tapi tak satupun dari itu yang memancarkan aura yang sama seperti di tubuh Yula'
Kasumi mulai bingung, dia juga terdesak sekarang. Bagaimana pun, orang di sisinya sangat kurang.
Dia jadi mulai memikirkan ucapan Ayahnya sendiri yang awalnya dia anggap konyol, terdiam sebentar di tengah pertarungan. Kasumi menangkis serangan lawannya dan memiliki ide secara bersamaan, dia lupa jika hari mulai siang sekarang dan waktu untuk Kasumi pulang harusnya sebentar lagi.
Tapi, karna penyerangan ini dia pun jadi terlambat pulang dan terjebak di dalam mansion keluarga Rula.
'Ayah pasti datang! Saat dia datang nanti aku-'
Belum sempat Kasumi selesai memikirkan ucapannya, sebuah cahaya putih muncul yang menandakan seseorang melakukan teleportasi instan yang sangat cepat menuju ke sana.
Semua orang terhenti sejenak karna aura yang sangat menekan psikologi mereka, aura yang sangat di kenal Kasumi sosok keluarga kandung satu-satunya yang dia miliki sekarang.
"Ayah!"
Teriak Kasumi saat dia melihat sosok Cendric yang berdiri di luar teleportasi, Black dan Elios pun ada di belakangnya. Entah kenapa mereka selalu terlihat bersama, meskipun memiliki status yang sangat penting di kerajaan. Bisa-bisanya mereka keluar dari dunia dalam dan masuk ke dunia tengah.
"T..tunggu dulu, tidak ada yang bilang jika Raja iblis akan ikut juga! Pin! Apa kau berbohong pada kami!"
__ADS_1
Teriak pria yang melawan Kasumi dengan kesal dan gemetar sambil menatap ke arah Pin yang terdiam agak jauh dari Rion, Pin langsung mengingat apa yang di katakan 'lord' padanya jika bertemu dengan raja iblis, terutama Cendric.
"Jika salah satu di antara kalian bertemu Cendric, maka kabur saja. Kalian tak akan bisa mengalahkan dia, karna level yang berbeda. Lagipula Cendric itu lawan ku, jadi jangan sekali-kali kalian berani melawan dia mengerti?."
Pin langsung bergetar hanya mengingat kata-kata 'lord' padanya dan merasakan aura milik Cendric, dia merasa takut dan kagum secara bersamaan.
'I..iya! Ini sungguh kekuatan yang luar biasa, untuk lawan lord kami. Dia sangat pantas!'
Pin memikirkan pertarungan yang akan terjadi nanti, antara lord nya dan raja iblis Cendric, dengan level kekuatan mereka Pin yakin jika setidaknya satu benua pasti akan hancur dibuatnya.
Cendric menatap musuh yang di lawan kelompok Kasumi dengan tatapan tajam, hanya menatap saja sudah membuat mereka ketakutan.
Mata Yula yang kosong pun perlahan-lahan menjadi jernih kembali, sepertinya efek pengendaliannya sudah hampir hilang.
Itu berarti si pemilik item sedang mengalami gangguan untuk mengontrol orang yang dia kendalikan sekarang, dan dari fakta itu Kasumi dapat mengetahui siapa yang memiliki item.
'Dia bukan penyihir wilayah barat, karna proses pengontrolan nya memakan waktu lama dan konsentrasi penuh, jika konsentrasi itu goyah maka pengendaliannya pun akan ikut goyah. Jadi, item itu pasti ada di tangan pangeran Alfaro atau saudara Miya!'
Kasumi langsung menoleh ke arah Cendric, ia berteriak dan meminta tolong pada ayahnya itu. Ini adalah kesempatan, untuk mengambil item dan menghilangkan pengaruh pengendalian pada Yula dan Miya seutuhnya.
"Ayah! Tolong! Mereka mencoba menyerang ku dan teman-teman ku!"
Mendengar kata 'tolong' yang di katakan Kasumi, membuat aura Cendric semakin keluar. Dia menatap semua musuh yang gemetaran karnanya seolah mereka adalah serangga, dan mengeluarkan pedang aura miliknya.
"Beraninya para bede*ah ini menyerang putri ku? Kalian sudah pasti siap untuk mati kan?"
Black menutup matanya sejenak, dia merasa akan ada pembantaian di sini sekarang.
'Tuan putri mengatakan kata terlarang, kata 'tolong' yang di ucapkan tuan putri dengan wajah yang memar, akan menjadi password untuk menghancurkan satu wilayah di masa depan.'
Ucap batin Black, dia tahu sekarang seberapa berbahayanya permintaan minta tolong dari Kasumi pada ayahnya Cendric.
Waktu itu, Kasumi belum mengetahui efek berbahaya dari kata 'tolong' yang dia ucapkan pada ayahnya, di masa depan nanti Kasumi akan berusaha tak mengatakan kata itu saat dia terdesak dan hanya akan berusaha untuk menang.
Update untuk minggu ini<3
__ADS_1
Terimakasih sudah baca, like dan komen >//<