
Julius mengusap wajahnya pelan, ia pun menatap Kasumi yang masih bingung kenapa mereka berdua terlihat terkejut.
"Tidak, Kasumi. Alasan ku bukan itu,"
"Bukan?"
"Iya, aku menyuruh mu bertemu dengan saint untuk mengecek keseimbangan mana yang kamu miliki, karena hanya mereka yang bisa melakukan itu. Tapi tak ku sangka ternyata ada informasi lain yang aku tak tahu,"
Julius terdiam sejenak, ia sedikit menunduk dan bergumam hal yang tak bisa di dengar oleh Kairo dan Kasumi.
"Apa mungkin, Dewi takdir ingin menyampaikan tentang benang merah ganda milik Kasumi?"
Julius memikirkan itu, setelah Kasumi menyelesaikan tes ilusi dia melihat sekilas takdir Kasumi.
Mata milik Julius memang bisa melihat sekilas takdir seseorang. Dan semua itu di simbol kan dengan seutas benang yang memiliki warna berbeda.
Semuanya nampak normal dan sama seperti apa yang putri Julius ramalkan, namun salah satu benang terlihat berbeda dengan yang lain.
Benang merah yang menjadi simbol takdir cinta sejati, itu memiliki dua simpangan. Salah satu benang sudah terlihat terikat pada jari siapa, namun salah satunya lagi masih menjadi misteri.
Julius pun penasaran, dengan alasan mengapa cucunya ini memiliki dua benang merah yang saling terhubung.
'jika itu benar benang cinta sejati, maka artinya cucu ku akan memiliki dua orang suami!?'
Julius mulai membayangkan betapa banyaknya cicit yang akan dia miliki jika Kasumi menikah dengan dua orang pria nanti.
"Kakek?"
Mendengar suara Kasumi yang memanggilnya, Julius pun kembali ke dunia nyata. Ia melanjutkan pertanyaan yang tadi dan melupakan sejenak tentang benang ganda milik Kasumi.
"Siapa teman mu itu? Dari ras apa dia?"
"Dia pangeran di kerajaan Ceru."
"Hm? Kerajaan Ceru itu samudra kan?"
"Benar kakek,"
Julius memejamkan matanya sejenak, ia memikirkan latar belakang kerajaan Ceru yang dia tahu.
Kerajaan itu memang terkenal karena kekuatan suci yang di miliki oleh keturunan kerajaannya, meski begitu hanya keturunan 'murni' yang memiliki kekuatan suci berlimpah.
Tak semua anak memiliki kekuatan suci, dan kekuatan suci milik mereka berbeda dengan milik seorang saint atau ras suci. Jadi, kemungkinan teman Kasumi ini adalah keturunan murni dan ucapannya pastilah benar.
Julius membuka matanya kembali, ia menatap Kasumi dengan tatapan serius.
"Baiklah, kalian berdua pergilah ke dunia tengah dan bertemu dengan saint. Jika Dewi takdir menginginkan pertemuan itu maka kalian harus menghadirinya."
Ucap Julius pada Kasumi dan Kairo, mereka berdua pun mengangguk paham.
Meski ekspresi Kasumi terlihat biasa saja, tapi dia sangat kesal karena harus bepergian bersama Kairo.
Ia menoleh ke arah Kairo, sekilas terlihat senyuman terbentuk di wajahnya yang selalu datar, meskipun Kairo sudah menutup senyuman itu dengan tangan kanannya tapi Kasumi tahu jika Kairo sedang tersenyum.
Kasumi menatap dengan heran dan memikirkan alasan senyuman itu.
'kenapa dia tersenyum?'
Sesaat kemudian Kasumi mengingat ucapan Kairo saat ia di seret-ekhem maksudnya di ajak untuk latihan dengannya.
__ADS_1
Kairo mengatakan jika dia adalah keturunan dewa, dan sekarang mereka akan bertemu dengan salah satu dewa itu. Jadi, Kasumi menyimpulkan jika alasan senyuman Kairo itu adalah karena mereka akan bertemu dengan Dewi takdir.
Kasumi berpikir, Dewi takdir adalah orang tua Kairo. Karena dia tinggal di dunia dalam, jadi pasti dia merindukan orang tuanya kan? Dengan begitu terjadilah kesalahpahaman yang lainnya di antara Kasumi dan Kairo.
"Oh iya kakek,"
Kasumi kembali memanggil kakeknya, Julius menoleh dan menatap Kasumi.
"Iya Kasumi?"
"apa kakek tahu tentang air kehidupan?"
Sekilas mata Julius terlihat bergetar, namun dengan cepat itu kembali lagi seperti biasa.
"Kakek tahu itu, tapi kenapa kamu menanyakannya?"
Kasumi terdiam sejenak, mendengar jawaban yang berupa pertanyaan dari Julius membuat Kasumi enggan untuk mengatakan tujuan sebenarnya.
Tadinya dia ingin mengatakan tentang ramalan yang di ceritakan Yohan padanya, namun sekarang Kasumi berniat untuk mengurungkan niatnya itu.
'mungkin aku harus mencari tahu sendiri sekarang,'
Kasumi pun menggelengkan kepalanya pelan, kemudian ia tersenyum.
"Tidak, saya hanya membaca itu di buku dan dalam bukunya mengatakan tempat air itu ada di hutan dunia luar. Saya berniat untuk mengunjunginya sebentar karena sekarang saya sedang berada di dunia luar,"
Julius sedikit menghembuskan nafas lega, melihat reaksi itu membuat Kasumi semakin penasaran.
"Baiklah, nanti kita akan ke sana. Tapi sekarang kalian harus bertemu dulu dengan saint itu"
Kasumi mengangguk paham, ia segera berdiri dan pamit pada Julius. Kasumi keluar lebih dulu dari Kairo, ia langsung berjalan keluar tanpa menoleh kebelakang lagi.
Kasumi sedikit curiga dengan alasan Julius menutupi tentang air itu, namun ia memutuskan untuk memikirkan itu nanti.
Sementara itu di dalam ruangan masih ada Kairo, Lolita dan Julius yang masih terdiam.
Kairo menatap Julius dengan tatapan sinis sementara Lolita hanya diam dan menunggu urusan mereka selesai, entah kenapa dia malah tak ikut bersama Kasumi keluar tadi.
"Pasti si brengsek Leandro juga ada di sana bukan? Aku dengar titisannya sekarang berada di dunia tengah,"
Kairo mengatakan itu dengan ekspresi tak suka, sedangkan Julius hanya tertawa saja. Ia tahu jika Kairo memang 'agak' tak menyukai Leandro sejak dulu.
"Tolonglah jangan membuat dia mati lebih cepat, lagipula masa 'hukuman' miliknya akan segera berakhir setelah Kasumi berhasil mengumpulkan kekuatannya untuk melawan iblis jahat itu, jadi dia masih di perlukan."
Julius berusaha menenangkan Kairo, bisa gawat jika Kairo membunuh Adrian sekarang. Dengan masih memiliki wajah jengkel, Kairo pun mengangguk singkat.
"Aku akan berusaha tidak melakukan itu padanya."
Julius menghembuskan nafas lega, ia bersyukur karena Kairo mau mendengarkannya. Kemudian matanya pun melirik ke arah Lolita yang masih diam di sana.
"Lolita, karena kamu belum membuat kontrak dengan Kasumi jadi sekarang ini kamu diamlah di sini, setelah Kasumi kembali kalian akan segera membuat kontrak."
Lolita mengangguk paham, kemudian ia pun menghilang dari sana.
...****...
"Aku menemukan tempat persembunyian sementara bawahan iblis itu,"
Black mengucapkannya dengan wajah serius, Cendric dan Elios yang ada di sana menoleh padanya.
__ADS_1
Sekarang ini mereka sedang berada di ruang rapat khusus, ruangan rapat yang sering di gunakan oleh Elios, Black dan Cendric berdiskusi.
Cendric sudah kembali ke kerajaan Cyrent, tadinya ia tak ingin segera kembali karena khawatir dengan keadaan Kasumi.
Namun, satu jam setelah Kasumi masuk ia menerima surat dari dunia dalam yang di bawa oleh burung warna putih, burung yang tak asing di matanya.
Ia mengambil surat di kaki burung itu, lalu membacanya.
"-pegilah ke kerajaan mu! Urus itu dengan benar, tak perlu mengkhawatirkan cucu ku brengsek! Pergi sana!"
Tulisan tak rapi dengan kata-kata sarkasme pada Cendric, ia tahu pembuat surat itu.
"D..dasar kakek sialan! Dia masih saja menyebalkan seperti dulu,"
Cendric langsung membuat kertas itu menjadi bola kusut lalu membakarnya dengan sihir, ia merasa sangat kesal karena sudah di usir. Namun, ucapan Julius benar juga, ia memang harus mengurus kerajaannya sekarang.
Cendric tak bisa terus-terusan meminta bantuan Elios untuk mengurus masalah itu, dengan perasaan jengkel akhirnya Cendric pun kembali ke kerajaan.
Meski ia tak terlalu menyukai Julius tapi bagaimana pun dia adalah mertuanya, ayah dari Rheea.
Jadi mau tak mau Cendric harus menuruti itu, karena Julius sudah mengatakan akan menjaga Kasumi dia pun tak khawatir lagi sekarang.
"Di mana itu?"
"Toko obat di dunia tengah,"
Cendric mengetuk jarinya ke atas meja, ia memikirkan tentang lokasi yang di katakan Black itu.
"Itu bukan 'toko obat' asli bukan?"
Ucap Cendric dengan tatapan curiga, Black mengangguk membenarkan apa yang dia katakan.
"Benar, salah satu bawahan ku menyamar sebagai pembeli ke sana. Dia membeli salah satu obat yang di jual lalu memberikannya padaku, memang dari luar itu terlihat biasa saja, namun sebenarnya ada satu bahan yang membuat obat itu berbeda dengan obat manusia yang lain,"
Black menjeda ucapannya sejenak, ia mengeluarkan sebuah botol kecil dari sakunya lalu meletakan itu di tengah-tengah meja milik Cendric.
Cendric dan Elios menatap botol itu, mereka langsung tahu apa yang janggal darinya tanpa menunggu jawaban dari Black.
"Daun seppu? Bukannya itu daun yang dapat mengganggu mana dalam tubuh?"
Elios mengatakan itu sambil menatap botol dari dekat, ia mengangkatnya dan menggoyangkan sedikit botol itu.
Matanya mungkin tak bisa melihat fisik daun itu, tapi hidung Elios bisa mencium baunya.
Daun seppu adalah jenis tanaman langka, biasanya itu di gunakan untuk membuat potion racun dan senjata sederhana, karena kandungan dalam daun itu dapat mengganggu aliran mana seseorang.
Semua orang memiliki mana dalam tubuhnya, namun tak semuanya dapat mengendalikan itu. Sebenarnya daun seppu tak terlalu berbahaya, namun jika itu di konsumsi tetus-menerus maka tubuh orang yang mengkonsumsi itu akan sangat mudah di kendalikan oleh mana asing yang masuk ke dalam tubuh mereka.
Mengingat tentang seorang pengendali jiwa yang mereka temui di kediaman Rula waktu itu, membuat Elios dan Cendric tahu alasan daun seppu di pilih sebagai campuran bahan obat oleh bawahan iblis itu.
"Jangan bilang, dia ingin mengendalikan manusia yang ada di sana?"
Elios mengatakan itu sambil menatap Black dan ia mengangguk membenarkan.
Cendric menghela nafas panjang, ia merasa masalah ini akan semakin rumit apalagi sekarang mereka menggunakan orang-orang tak bersalah sebagai korban.
Terimakasih sudah baca, like dan komen>//<
Episode selanjutnya akan di up hari Kamis, maaf kalau kelamaan:')
__ADS_1