
"Apa yang dia katakan?"
Ucap ku bertanya pada tuan Elios yang baru saja masuk kembali ke kereta kuda, dia menatapku sejenak kemudian menjawab.
"Jalan pintas itu rusak karena longsor, kita bisa lewat sana tiga hari lagi"
"Jadi, apakah kita akan menginap?"
"Itu pilihan terbaik sekarang, jika di lanjutkan pun akan beresiko"
Aku mengangguk paham. Sebelumnya, kami sudah sampai ke kota pertama setelah melewati hutan perbatasan antara demon realm dan dunia manusia.
Kami menyamar untuk menghindari perhatian publik karena ini kunjungan tak resmi.
Aku mewarnai mataku dengan sihir sehingga itu tidak merah, tuan Elios dan sir Alexis pun sama.
kami menyesuaikan pakaian yang kami pakai juga, konsep dari perjalanan ini adalah nona muda yang pergi berlibur bersama ksatria pribadinya dan seorang asisten pribadi.
karena itu baju yang aku pakai tidak mewah seperti awalnya, juga kereta kami pun sudah di modifikasi lagi.
awalnya saat kami hendak melewati jalan selanjutnya kami di cegat oleh sekelompok orang, mereka bukan bandit tapi warga kota yang memperingatkan pada orang-orang yang hendak pergi lewat jalan itu.
Mereka bilang jika jalan sedang dalam tahap perbaikan karena longsor, jadi kami bisa melewati jalan itu nanti atau mengambil jalan memutar.
Harusnya kami bisa mengambil jalan memutar, tapi hari sudah gelap sekarang. Perjalanan dari hutan ke kota cukup jauh, dan akhirnya kami mencari penginapan terdekat untuk tidur.
Sebenarnya aku menyarankan kami berkemah saja, tapi tuan Elios bilang itu tidak sopan membiarkan putri mahkota kerajaan di demon realm tidur beralaskan tikar, di atas tanah sambil beratapkan langit malam.
Meskipun itu akan indah, tapi tetap saja permintaan ku ditolak.
Pada akhirnya kami pun menginap di penginapan sederhana yang sir Alexis temukan, itu jauh dari pusat kota dan sepi.
Tuan Elios sengaja memilih penginapan sederhana, jika kami menginap di penginapan yang mewah itu beresiko ketahuan.
Karena di kota ini tidak hanya ada manusia saja, saat di jalan kami sempat bertemu beberapa vampir yang hidup di sini.
Ku rasa masa damai membuat semuanya berbaur, jadi jika salah satu vampir itu tahu identitas tuanĀ Elios maka akan terjadi masalah.
"Kami pesan kamar untuk tiga orang"
Ucap tuan Elios, aku menunggu di kursi yang ada di sana.
Penginapan itu sungguh sederhana, seperti penginapan biasanya, di lantai bawah selalu ada tempat yang disediakan untuk para tamu makan.
Aku melepaskan tudung yang menutupi kepalaku, itu panas dan tidak nyaman, walaupun sekarang malam yang agak dingin.
'Toh tidak akan ada yang tahu identitas ku disini'
Tuan Elios belum juga selesai, entah apa yang dia obrolkan tapi aku pun tak terlalu peduli.
Ku lihat sir Alexis yang berdiri di sampingku, jelas sekali dia terlihat seperti ksatria kuat.
'Kasumi pernah bertemu dengannya beberapa kali, itu karena sir Alexis adalah muridnya tuan Black'
Sir Alexis sangat fokus, dia bahkan tak mempedulikan ku yang menatapnya.
'Oh, dia sudah hampir jadi sword master'
Mataku menatap tangannya yang banyak memiliki kapalan, sepertinya dia berlatih cukup keras. Dengan latihan sebanyak itu, ku yakin dia akan menjadi sword master yang hebat.
Karena dulu aku pun pernah belajar pedang, jadi aku tahu tentang perkembangan seorang ksatria hanya melihat dengan tangannya saja.
Beberapa menit kemudian tuan Elios selesai berbicara, dia mendekat kearah ku sambil menunjukkan kunci kamar yang dia bawa.
__ADS_1
"Kamar kita ada di lantai atas, itu saling bersebelahan"
Aku mengangguk paham, kemudian mengambil kunci kamar dari tuan Elios.
Kami berjalan menuju tangga, namun seorang wanita berjalan dengan terburu-buru kemudian menabrak ku.
Brugh!
Harusnya aku terjatuh dan bersentuhan dengan lantai kayu itu, tapi sir Alexis dengan sigap meraih tangan ku dan menahannya.
"Anda tidak apa-apa nona?"
Karena kami sedang menyamar, dia memanggilku nona dan bukan putri.
Aku mengangguk singkat.
"Tidak apa-apa, tapi apakah nona itu baik-baik saja?"
Aku langsung khawatir pada nona yang menabrak ku, haruskah aku bersyukur karena ayah tidak ikut? Jika dia ikut, mungkin saja nyawa wanita malang itu akan hilang sekarang.
Tuan Elios mendekati nona yang menabrak ku, dia hendak membantunya berdiri, namun seorang pria asing muncul dan membantu nona itu, menggantikan tuan Elios yang langsung terdiam.
"Tolong, jangan menyentuhnya"
Ucapnya dingin, dengan tatapan tajam ke arah tuan Elios. Lah, dia kan cuman mau menolong saja?
Nona itu bangun, dia menyentuh kepalanya yang tadi terbentur tiang kayu.
Pria yang membantunya tadi terlihat mengomel padanya, nona itu cengengesan lalu beralih menatapku.
Matanya melotot kaget, melihat itu pun aku ikut tersentak.
Dia langsung mendekat, menyambar tanganku dengan wajah antusias.
'Cepat sekali!'
Aku mundur satu langkah, sepertinya dia agak berbahaya.
"Sir Alexis-"
"Nama saya Miya Ezar! Apakah anda ingin menginap di kediaman kami?"
Ucapnya singkat, tunggu dulu, Ezar!?
Aku langsung menatapnya terkejut, apa aku tak salah dengar.
"N..nama anda, siapa nama anda?"
Aku kembali bertanya, nona itu membuka mulutnya dan dengan senang hati menjawab pertanyaan ku.
"Nama saya Miya Ezar, dan dia teman saya Yula"
Nona itu, Miya, menunjuk pria yang membantunya tadi dan mengenalkannya pada kami.
Tanganku bergetar, itu karena nama belakang nona ini dan juga dia memiliki wajah yang sangat familiar di ingatanku.
'dia mirip ibu'
Rambut coklatnya yang bergelombang sangat mirip dengan ibu, bahkan warna matanya yang biru seperti lautan dalam pun persis.
Haruskah aku mengatakan bagai pinang dibelah dua? aku akan percaya jika dia adalah kembaran ibu, atau ibu adalah reinkarnasi dari dirinya di masa depan.
Aku terdiam menatapnya, rasanya rindu yang ku miliki pada ibuku hilang sekarang.
__ADS_1
Tuan Elios langsung menarik tangan ku dari Miya sambil memasang pelindung tak terlihat, bersamaan dengan sir Alexis yang menghunuskan pedangnya kearah mereka berdua.
Pemilik penginapan yang sudah tua renta terkejut, tampaknya dia ketakutan, sambil menatap kami dari tempat pembayaran.
Nona Miya mengangkat tangannya, sedangkan energi mana yang menakutkan mulai mengumpul di sekitar pria yang bernama Yula.
Ku rasa aku harus mengakhiri ini, jika ini berlanjut aku khawatir tempat ini akan hancur.
'dan apa-apaan kekuatan orang bernama Yula itu? Dia seperti orang yang sangat kuat, apakah dia benar manusia?'
Untuk menghentikan mereka, aku menepuk tanganku. Setelah semua perhatian tertuju padaku sepenuhnya, aku pun mulai berbicara.
"Oke ini sudah cukup, sir Alexis tolong jauhkan pedangnya. Dan tuan Yula, apakah anda ingin menghancurkan tempat ini?"
Setelah mendengar ucapan ku, sir Alexis meletakan kembali pedang miliknya meskipun dia terlihat enggan melakukan itu.
Si Yula itu pun menghilangkan mana yang dia keluarkan. Aku berbalik ke arah pemilik penginapan kemudian meminta maaf.
"Anda bisa menghilangkan pelindung ini tuan Elios"
Tuan Elios menghilangkan pelindungnya, namun dia masih tetap waspada.
Aku menghela nafas lega, setidaknya tidak akan ada perkelahian sekarang.
Mataku kembali menatap nona Miya, dia pun menatap ke arahku.
"Tolong maafkan mereka. Mereka melakukan itu untuk melindungi saya,"
Ucapku meminta maaf dengan tulus.
Nona Miya sedikit tersentak, kemudian ikut meminta maaf.
"Ah! Kami juga minta maaf! Yula memang sensitif, jadi dia selalu seperti ini"
"Ck, sekarang bahkan kau menyalahkan ku?"
"Tapi ini memang salahmu!"
Cekcok kembali terdengar dari mereka.
"Apa anda ingin menginap di kediaman kami nona?"
Ucap Miya, dia kembali ke topik utama.
"Itu tidak bisa, kami sudah memesan kamar di sini"
Tuan Elios menjawab pertanyaan Miya, dia mendahului ku.
Mendengar jawaban itu membuat nona Miya kecewa, dia tersenyum tipis.
"Begitu ya? Kalau begitu, maaf sudah menggangu kalian. Kami permisi"
Ucapnya singkat, kemudian dia dan si Yula itu pun berbalik untuk keluar.
Aku menghentikan mereka.
"Tunggu!"
Nona Miya berbalik, menatapku.
"Maaf merepotkan, kami akan menginap di kediaman anda"
Mendengar hal itu membuat tuan Elios terkejut, dia menatapku sedangkan aku berusaha mengalihkan pandangan ku darinya. Lebih ke tidak peduli.
__ADS_1
'Aku harus tahu identitas dia'
Karena ini pasti berhubungan dengan Kahill, diriku di masa lalu.