Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
Bab 20-Jalan-jalan.


__ADS_3

Mataku langsung terbelalak saat menatap pemandangan dari luar jendela, matahari sudah hampir berada di tengah, itu artinya aku bangun terlalu siang.


'Harusnya seorang putri tidak bangun siang, ini sih aku kesiangan banget!'


Dengan agak terburu-buru aku langsung turun dari kasur, hendak pergi untuk mandi dan berganti pakaian.


"Selamat siang tuan putri"


Ucap kompak para pelayan yang entah sejak kapan sudah berdiri di sebelah kasur ku, mereka sepertinya suruhan Irene.


"Sejak kapan kalian di sini?"


"Lima menit yang lalu, nyonya Duchess mengatakan jika anda akan bangun karena itu kami di perintahkan untuk membantu anda menyiapkan pakaian"


Mereka menjawab dengan baik, dan sesuai dengan yang aku pikirkan ini adalah permintaan Irene.


"Tapi, di mana Irene?"


Aku kembali bertanya, salah satu pelayan itu menjawab dengan sopan.


"Nyonya Duchess sedang ke istana, beliau dan tuan besar di panggil oleh raja"


Aku terdiam sejenak, raja berarti kakak ipar Irene. Apakah terjadi masalah sehingga mereka di panggil? Aku rasa ini ada kaitannya dengan ku.


Sekarang aku mulai agak resah, padahal masalah ku dengan Irene sudah selesai.


"Anda harus segera siap-siap putri, kami akan membantu anda"


Ucap salah satu dari mereka lagi, aku langsung dibawa ke kamar mandi dan mereka pun melakukan tugas mereka. Dan seperti biasa, aku menutup mataku saat proses mandi berlangsung.


Aku masuk ke ruang makan saat jam makan siang, di sana sudah ada Elios yang menunggu, tidak, lebih tepatnya dia sedang makan.


Alexis ada di sebelah ku, dia menunggu di luar kamar tadi dan saat selesai kami pergi ke ruang makan bersama.


"Kenapa paman tidak membangunkan aku?"


"Selamat siang putri, anda tidur sangat nyenyak jadi saya tidak tega membangunkan Anda tadi"


Ujar Elios singkat dengan senyuman bisnis miliknya, dia benar-benar menyebalkan.


"Harusnya paman membangunkan ku saja, aku jadi terlihat seperti putri yang tidak tahu etika"


Balas ku kesal, aku langsung duduk di seberangnya dengan Alexis yang duduk di sebelahku, aku menyuruhnya duduk dan ikut makan juga.


Makanan mulai tersaji di depan kami, karena dulu aku tinggal di dunia manusia dan bukan di demon realm jadi makanan di sini sudah tak asing bagiku, meskipun rasanya agak berbeda karena aku bukan tinggal di benua ini.

__ADS_1


Ku lihat Elios tak makan apapun, aku lupa jika dia itu vampir. Jadi makanan seperti ini tidak terlalu berpengaruh untuk dia, mataku melirik ke arah Alexis rupanya dia pun tidak makan banyak selain buah.


Aku juga lupa jika dia pun vampir sama seperti Elios dan Black yang ada di kerajaan, jadi hanya aku saja yang makan disini.


'Rasa daging ini enak, aku harus meminta resepnya untuk di istana nanti'


Setelah beberapa menit berlalu, acara makan itu pun selesai. Sekarang aku tak tahu harus melakukan apa, jujur saja di sini sangat dingin sehingga membuatku merasa tak ingin keluar rumah dan hanya diam saja di kasur.


Namun, ucapan Elios membuatku tidak bisa melakukan itu.


"Kita akan jalan-jalan sebentar, ada sesuatu yang harus saya beli di sini"


Ucapnya singkat, aku langsung tertarik setelah mendengar itu. Yah, setidaknya aku bisa melihat-lihat kota ini dan mungkin aku bisa mempelajari sesuatu di sana.


...*****...


Rambut coklat panjangnya terurai dengan indah, wanita remaja itu terdiam di depan salah satu toko yang dia kunjungi beberapa jam yang lalu.


"Apa yang ingin paman beli di toko ini?"


Dia bertanya sambil menatap papan nama toko, itu tempat menjual alat sihir dan sepertinya memiliki kualitas yang bagus.


Elios melirik Kasumi sejenak, sebelum dia menjawab pertanyaannya.


"Ada sesuatu yang harus saya beli, dan putri anda bisa menunggu di sini atau jalan-jalan bersama sir Alexis"


"Aku mau jalan-jalan saja"


Balas Kasumi singkat, dia tak penasaran dengan apa yang akan di lakukan Elios di toko itu dan memutuskan untuk jalan-jalan bersama Alexis.


Elios mengangguk paham.


"Saya mungkin agak lama, anda bisa kembali ke mansion lebih dulu nanti"


"Oke"


Kasumi menjawab singkat, setelah itu dia langsung berjalan ke arah pasar yang ada di sana. Sebelum masuk ke dalam toko, dia menatap Kasumi yang sudah menghilang di kerumunan kemudian membuka pintu.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan sir Alexis?"


Tanya Kasumi, jujur saja dia tidak memiliki rencana ingin jalan kemana. Alexis melihat-lihat sekitar, kemudian menunjuk ke salah satu pertokoan yang ada di sana.


"Bagaimana jika itu putri?"


Ucapnya singkat, mata Kasumi langsung melihat ke arah yang di tunjuk Alexis. Itu adalah toko aksesoris wanita, dan Kasumi jelas tidak tertarik untuk ke sana.

__ADS_1


"Setelah di pikir-pikir aku ingin ke perpustakaan saja"


Balas Kasumi, akhirnya dia memutuskan untuk ke perpustakaan yang ada di sana. Alexis mengangguk paham, dia pun berjalan di samping Kasumi menuju perpustakaan.


Jarak ke perpustakaan cukup jauh, Kasumi harus melewati banyak toko dan bertanya pada orang-orang di sekitar, tapi itu tidak masalah baginya.


Kasumi tetap semangat menuju perpustakaan meskipun jauh dan banyak memakan waktu, dan akhirnya mereka sampai di depan pintu perpustakaan yang besar.


"Ayo kita masuk!"


Alexis mengikuti putrinya itu lalu masuk ke dalam, suasananya sangat berbeda dengan di luar.


Dalam perpustakaan ini hangat dan juga sepi, berbeda dengan keadaan di luar yang dingin juga ramai. Akhirnya Kasumi bisa menikmati waktu membaca yang berkualitas, dia pun yakin jika Elios akan lama jadi ini sempurna baginya.


Kasumi berjalan ke arah rak dengan buku sejarah, tentu saja. Dia ingin membaca sejarah tentang kerajaan ini, itu cukup membuatnya penasaran.


Tangan Kasumi mengambil salah satu buku yang ada di rak paling atas, paling tengah, paling sisi dan dari semua sudut dia mengambil masing-masing satu buku.


Buku-buku itu menumpuk di atas tangannya yang kecil, Kasumi kesulitan dengan semua buku itu kemudian dia merasakan beban di tangannya berkurang.


Matanya menatap pria yang mengambil hampir setengah buku yang dia bawa, itu adalah Alexis.


Kasumi tersenyum padanya, lalu mengucapkan terima kasih.


"Terima kasih sir, kamu bisa membawanya ke meja baca yang ada di sana"


Ucap Kasumi pelan, dia menunjuk ke arah meja baca yang kosong. Alexis mengangguk, kemudian ia bertanya sambil mengikuti Kasumi.


"Apakah anda akan membaca semua ini?"


Ujar Alexis, dia sedikit ragu dengan Kasumi.


Kasumi mengangguk mantap, dia memang ingin membaca semuanya.


Alexis terdiam, dia meletakan semua buku itu di meja baca yang Kasumi katakan.


Melihat Alexis yang hanya diam saja membuat Kasumi ikut bertanya.


"Kenapa?"


Tanya Kasumi singkat, Alexis hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Tidak apa-apa putri, silahkan anda membaca. Saya akan menunggu anda di sini"


"Jika ada buku yang ingin sir baca juga baca saja, aku akan lama"

__ADS_1


Alexis mengangguk paham, dia memang sudah mengambil salah satu buku yang menurutnya agak menarik kemudian duduk di samping Kasumi.


Mereka berdua menghabiskan waktu di dalam perpustakaan untuk membaca, sampai akhirnya Kasumi tertidur saat dia membaca buku ke-20 yang dia ambil.


__ADS_2