
Pedang yang tajam tiba-tiba saja sudah muncul tepat di depan mata Elios, terlambat sedikit saja pedang itu pasti sudah tembus ke kepalannya.
"Aku ingat"
Ucap Rion, dia segera membuat perisai untuk melindungi Elios dan dirinya dari serangan lanjutan si penyihir.
"Dia adalah orang yang bersama bawahan Zion waktu aku dan putri Kasumi berada di kediaman Miya,"
Elios berusaha mengingat identitas orang yang di katakan oleh Rion, meskipun vampir memiliki ingatan yang baik tapi tidak dengan Elios.
Ia hanya mengingat hal yang menurutnya penting, dan membuang hal selain itu.
Setelah agak lama menggali ingatannya, Elios pun menemukan sosok yang di katakan Rion tadi.
"Saint palsu, bagaimana aku bisa melupakannya?"
Gumam Elios pelan, ia segera mengeluarkan pedang miliknya kemudian langsung menyerang si penyihir.
"Bagaimana bisa kau memiliki kekuatan suci juga sihir? Kalian semua memang tak masuk akal"
Trang!
Pedang Elios berbenturan dengan pedang milik si penyihir itu, ia menatap Elios dengan tatapan tak suka.
"Aku tak memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaan orang yang akan mati"
Ucapnya sarkastik, ia membuat bola api biru lagi di tangannya yang lain lalu mengarahkannya ke arah Elios.
Api itu terblokir oleh perisai es yang di buat oleh Rion, ia pun ikut melawannya bersama Elios.
Si penyihir itu menatap Rion dengan tatapan kesal.
"Ck, kau mengganggu!"
Ucapnya sambil melemparkan bola api biru ke arah Rion, bola itu lebih kiat dari tadi sehingga perisai yang ia buat pun hancur.
Sementara itu di suatu tempat, Black sudah sudah membawa Cendric ke tempat di mana Julius berada.
Kasumi membuat pelindung kuat yang mengelilingi sebagian wilayah itu untuk menyembunyikan Julius yang hampir sekarat, kemudian Black pun meletakan Cendric di sana.
"Apa yang terjadi apa dia?"
Ucap Julius saat Black tiba di sana, keadaannya terlihat jauh lebih baik sekarang.
"Cendric melawan Zion, kemudian ia terpental jauh karena serangan Zion dan sekarang sepertinya jiwa miliknya agak terganggu"
Jelas Black singkat, ia menatap Cendric dengan wajah khawatir.
Julius mendekat ke arahnya kemudian menyentuh kepala Cendric.
"Ah, dia buta"
Ujar Julius singkat yang membuat Black tersentak kaget, tangannya langsung gemetar.
Melihat reaksi Black yang sangat khawatir, Julius pun kembali menjelaskan keadaan Cendric saat ini.
"Dia tidak buta seluruhnya, hanya saja penglihatannya jadi berkurang sekarang. Zion pasti memasukkan spirit hitam miliknya ke dalam tubuh bocah ini, jika di biarkan dia akan menjadi gila dan kehilangan kendali seperti saat Zion pertama kali menyerap kekuatan hitam"
__ADS_1
Cendric adalah raja demon yg memiliki tanduk hitam, artinya ia masih abu-abu dan bisa mencapai tahap mana saja. Jika spirit hitam di masukkan dalam tubuhnya maka ia akan mengalami kelebihan energi negatif, dan kemungkinan terburuknya Cendric akan berubah menjadi seperti Zion dan memiliki tanduk warna merah.
"Bagaimana itu bisa terjadi? Cendric itu kuat, dia pasti bisa menahan spirit hitam itu bukan?"
Julius menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Jika itu dulu mungkin saja iya, tapi ia sudah menerima banyak luka sekarang baik itu batin atau fisik. Kau tahu penderitaan yang Cendric lalui sampai sekarang bukan?"
Black mengangguk, dari sekian banyak orang hanya dialah yang tahu seberapa banyak penderitaan yang dialami oleh Cendric.
Ia di juluki sebagai demon ter-kejam saat muda meskipun kenyataannya tak seperti itu, kemudian dia di khianati oleh kakaknya sendiri setelah itu Rheea hadir sebagai obat untuknya, namun karena berbeda ras Rheea harus mati lebih dulu dan meninggalkan Cendric.
Saat itu ia hampir gila karena kehilangan orang yang paling ia cintai, dan menghancurkan segalanya sampai ia melihat seorang bayi yang mirip dengan Rheea.
Itu adalah Kasumi, sejak saat itu emosi Cendric lebih terkontrol dan ia pun gagal menjadi demon jahat seperti kakaknya yang di segel.
Beberapa tahun kemudian Kasumi mengalami koma, Cendric kembali terpuruk karena takut kehilangan putri kecilnya itu.
Ia melakukan segala cara untuk membuat Kasumi bangun, saat satu tahun berlalu ia masih berharap Kasumi kembali dan akhirnya ia pun bangun.
Black mengigit bibir bawahnya, ia tak suka melihat sahabatnya menderita, padahal ia tahu jika Cendric sangat kuat jadi dia tak mencegahnya saat ingin membantu Kasumi.
Namun, ternyata kekuatannya berkurang sekarang.
'pertarungan kami saat melawan Undead pasti sudah menguras sebagian besar kekuatannya, karena itu sekarang ia menjadi sensitif dan mudah berubah menjadi demon jahat'
"Apa tak ada cara agar dia kembali dan tidak berubah menjadi demon jahat?"
Black bertanya dengan penuh harapan, ia yakin ada cara untuk itu.
Melihat keyakinan di mata Black membuat Julius menghembuskan nafas panjang.
Ucap batin Julius, kemudian ia mengangguk.
Melihat respon itu membuat Black bernafas lega, kemudian ia pun meletakan Cendric di tempat yang Julius tunjukkan.
Arena yang memiliki perlindungan dari kekuatan Kasumi cukup luas, di dalam hutan ada sebuah goa batu, dan Julius tadinya ada di dalam sana.
Black meletakan Cendric di atas batu yang ada di dalam goa itu, ia kemudian berdiri diam di sebelah Cendric.
"Kau keluarlah, aku akan melakukannya sendiri"
Ucap Julius sambil duduk di sebelah Cendric, kemudian meletakan tangannya di pelipis Cendric.
Black mengangguk, meski ragu untuk meninggalkan mereka tapi ia harus melakukan itu karena Julius yang memintanya.
Setelah yakin Black sudah keluar, Julius pun mulai 'mengobati' Cendric yang memiliki tatapan kosong.
"Baiklah, lagipula aku sudah bertemu dengan cucuku yang cantik, ku rasa sudah saatnya aku menceritakan ini pada Sea dan Rheea"
Gumam Julius pelan, sebelum cahaya putih mulai keluar dari tangannya.
...******...
Uhuk!
Darah segar mengalir di ujung bibir Kasumi, ia menerima pukulan Zion yang mengarah pada perutnya.
__ADS_1
'ini sakit!'
Kasumi berusaha menahan rasa sakit itu, melihat usaha Kasumi membuat Zion tertawa.
"Sudah ku bilang bukan, kekuatan mu belum sempurna karena itu kamu masih tak bisa membunuh ku yang sudah sempurna ini"
Ujar Zion, ia mencemooh Kasumi yang berusaha melawannya dari tadi.
Kekuatan Kasumi kuat, Zion harus akui itu. Tapi, bagaimanapun jarak antara kekuatan mereka berbeda.
Meskipun Kasumi sudah menerima kekuatan sejatinya, tapi itu bukanlah yang paling sejati.
'beberapa pemilik jiwa terpecah tidak bertarung dengan pasangan mereka, padahal itu akan membuat mereka semakin kuat, ku rasa dia pun tak tahu fakta itu'
Zion menganggap para memilik jiwa terpecah bodoh, mereka tak bisa menyadari kekuatan besar yang mereka miliki jika bertarung bersama pasangan mereka.
Padahal jika Kasumi bertarung melawannya bersama pasangan miliknya mungkin saja Zion akan cepat kalah, meski ia sudah mencapai tahap sempurna dari kegelapan sekalipun.
Ia tak tahu apa-apa tentang pemilik jiwa terpecah, namun salah satu bawahannya yang baru, Dya, dialah yang memberitahukan padanya tentang informasi itu, entah dari mana ia mendapatkannya tapi informasi yang Zion miliki dari Dya sangatlah membantu.
'awalnya aku curiga padanya karena dia menggunakan nama samaran dan membohongi tuannya sendiri, tapi sekarang aku tak peduli tantang itu. Dia sudah memberikan informasi yang berguna selama ini'
Zion merasa puas dengan apa yang dia miliki, kemudian kembali menatap Kasumi dengan tatapan merendahkan.
"Ku rasa sudah saatnya kau mati,"
Ucapnya dengan senyuman yang lembut, tangan Zion sudah memegang pedang hitam kemudian ia pun mulai mengarahkan serangannya ke arah Kasumi yang masih kesulitan.
"Selamat tinggal"
Kasumi menahan nafasnya saat pedang dan juga Zion berada tepat di depannya, namun tiba-tiba saja ia langsung menghilang dari depan Zion.
Zion tersentak, kemudian ia pun menatap ke bawah dan melihat dua orang pria yang berdiri di sana. Mereka asing di mata Zion, namun ia tahu siapa mereka dari kekuatan yang mereka pancarkan.
"Pasangan, mereka adalah pasangan Kasumi"
Yohan dan Davian muncul di sana, Davian menggendong Kasumi yang ia ambil saat Zion hendak membunuhnya.
Melihat wajah Davian dan Yohan entah kenapa membuat Kasumi merasa lebih baik, meskipun ada darah di mulutnya.
Davian dan Yohan menatap ke arah Zion dengan tatapan tajam, mereka tak akan membiarkan wanitanya di sakiti seperti ini.
"Aku ingin membunuhnya"
Ucap Yohan dengan mata yang tajam, ia sudah mengeluarkan kekuatan miliknya sekarang. Mana biru bercahaya di sekitarnya, seolah itu adalah sebuah spirit.
"Kita akan membunuhnya, dia adalah orang yang sudah hampir membunuh putri Kasumi"
Balas Davian, ia memiliki tatapan yang sama tajamnya dengan Yohan.
.
.
.
.
__ADS_1
terimakasih sudah baca, like dan komen
(灬º‿º灬)♡