
"aku tidak menyukai pertarungan tak adil ini, jadi lebih baik kau pergi saja dengan teman-teman mu yang lain"
Zion menjentikkan jarinya saat ia melesat ke arah Kairo, kemudian Elios pun menghilang dari sana.
"Apa yang kau lakukan!?"
Suara Kairo terdengar marah, ia langsung mengayunkan pedangnya ke arah kepala Zion, namun Zion berhasil menghindari itu dengan mudah.
"Aku hanya mengirim dia ke dimensi Maya yang di ciptakan adik ku, jadi dia bisa membantu adik kecil ku di sana"
Kairo mendecak sebal mendengar ucapan Zion, itu terdengar seperti omong kosong yang jelas.
Mana emas miliknya mulai keluar lagi, ia menciptakan pedang yang lebih kuat sekarang.
"Cih, kau pasti melakukan sesuatu pada dimensi Maya milik Cendric kan? Tak mungkin kau mengirim Elios ke sana untuk membantu mereka"
Zion menyeringai, ia tahu jika Kairo tak bodoh lantas mempercayai ucapannya itu. Tanaman spirit hitam di belakangnya mulai bereaksi, ia mengeluarkan asap hitam pekat di mulutnya yang bertaring.
Tangan Zion mengelus pelan kepala tanaman yang menunduk padanya, ia menatap Kairo lurus kemudian kembali berbicara.
"Kau pintar, sebenarnya aku sudah menggangu lapisan dimensi Maya milik Cendric, lapisan yang aku buat itu bertentangan dengan atribut mereka sehingga mereka tak akan bisa keluar dari sana.
Begitu juga dengan Elios yang baru saja aku kirim, bukannya ini hebat? Aku jadi bisa melawan mu dengan adil, juga menghancurkan semua hal yang ada di sini seperti yang ingin aku lakukan dulu"
"Omong kosong, sejak kapan kau peduli dengan pertandingan yang adil? Aku akan segera menyegel mu sekarang"
Kairo memilih untuk diam setelah ia mengatakan itu, mana yang dia kumpulkan sudah lebih dari cukup untuk menyegel kembali Zion dengan skill milikinya.
Zion tertawa, ia meremehkan Kairo yang ada di depannya.
"Aku tak yakin kau bisa menyegel ku dengan kekuatan mu yang setengah itu, kau, belum bertemu dengan 'dia' kan?"
Kairo tersentak, ia menunjukkan reaksi pada ucapan Zion meski dari tadi dia hanya diam dan memfokuskan kekuatannya.
Zion menyeringai kembali, ia tahu kelemahan dari Kairo. Kepala keluarga Micha ini memang lemah pada sesuatu yang berhubungan dengan 'benang merah' miliknya, Zion melanjutkan ucapannya itu, ia ingin membuat fokus Kairo terganggu sehingga dia pun di kuasai oleh emosinya.
"Apa kau tahu, aku sudah bertemu dengan 'dia' usianya baru 5 tahun sekarang, dia cukup menderita karena tinggal bersama keluarga tiri" Zion menjeda ucapannya sejenak, ia menatap ke arah Kairo yang sepertinya mulai tersulut emosi. Sangat mudah memancing emosi Kairo, dan itu adalah kelemahan terbesarnya.
Tak ada yang tahu kebenaran tentang keluarga Duke Micha yang misterius itu, tapi Zion tahu sesuatu yang penting. Ia mendapat bantuan dari seseorang untuk memperoleh informasi itu, dan informasi yang dia terima sangat berguna.
'Kairo sudah bereinkarnasi berkali-kali karena hukuman yang dia terima dari Dewi, kelemahannya adalah wanita yang sudah dia tunggu selama beratus-ratus tahun, aku tahu dia ada di mana, jadi secara otomatis kelemahan Kairo sudah ada di tangan ku,'
Zion memiliki senyuman kemenangan di wajahnya, ia merasakan jika Kairo bukan lagi masalah terbesar nya sekarang.
__ADS_1
"Rambut biru silver, mata merah jambu di lihat dari mana pun dia memang menawan, kau pasti-"
Zion tak sempat melanjutkan ucapannya, ia langsung melihat pedang Kairo yang sudah ada di sebelah kepalanya. Ia hanya diam saat itu dan memperhatikan ekspresi wajah Kairo, pria yang selalu berwajah datar untuk pertama kalinya memperlihatkan wajah marah yang dia miliki.
Bahkan urat-urat di wajahnya pun agak terlihat, ia benar-benar marah saat mendengar cerita dari Zion.
"Bajingan, apa yang kau lakukan pada Shiro!? Kau, jangan coba-coba untuk menyentuhnya!"
Zion menatap sorot mata Kairo yang memancarkan kemarahan dan dendam, itu terasa sangat pekat dan Zion menyukainya.
'kena kau'
Zion sudah menanti ini, sekarang saatnya ia menyerang balik dan mengalahkan Kairo di sana.
Tanpa pikir panjang, Zion langsung menyebarkan asap hitam yang di miliki tanaman di belakangnya. Kairo tak mundur seperti tadi dan dia masih saja melawan Zion, meksipun dalam tubuhnya sudah banyak menghirup asap yang di ciptakan spirit hitam milik Zion.
Ia menyerang Zion secara membabi-buta dan Zion terus menghindari itu, ia mundur selangkah demi selangkah untuk menjebak Kairo.
'bahkan anak cerdas seperti dia pun bisa bodoh karena cinta, cih sayang sekali aku tak boleh membunuhnya'
Zion sangat ingin membunuh Kairo, namun si 'VIP' yang membantunya selama ini tak memperbolehkan itu, jadi mau tak mau Zion pun harus menurutinya.
Langkah nya semakin dekat, wajah Kairo pun tak terlihat kesadaran di sana. Ia seperti menyerang Zion hanya dengan insting dan bukan akal, emosi yang mengendalikannya sekarang sehingga ia pun menjadi sangat ceroboh.
Zion mencabut pedang yang muncul di belakangnya, pedang dengan warna hitam dan aura merah itu dia arahkan ke perut Kairo.
"Ukh"
Brugh!
Itu mengenainya dengan sempurna, sehingga Kairo pun langsung pingsan di sana. Zion kembali mencabut pedang yang dia tancapkan ke perut Kairo, darah pun muncul di sana namun seorang wanita dengan jubah yang menutupi seluruh bagian wajahnya muncul lalu mengobati Kairo.
Meskipun dia di obati, tapi kondisi Kairo tetap pingsan. Ia terlalu banyak menghirup asap beracun spirit hitam milik Zion, karena itu bukan racun biasa jadi racunnya mempan pada Kairo.
"Kau urus pria mu, aku akan membereskan bagian ku di sini"
Wanita itu mengangguk, ia sedikit menyingkirkan rambut hitam Kairo yang menghalangi matanya, tatapan mata wanita itu terlihat lembut saat ia menatap wajah Kairo yang pingsan.
Baginya, ini adalah kesempatan yang tak akan pernah datang lagi. Kecuali jika ia berhasil menjadikan Kairo sebagai miliknya.
"Kerja bagus, aku akan mengamankan beliau. Sekarang kau boleh melakukan hal sesuai rencananya"
Wanita itu menggendong Kairo dengan tangannya sendiri, ia mengangkat Kairo seperti gaya tuan putri.
__ADS_1
Rasanya, dia ingin memperlihatkan sosoknya saat ia menggendong Kairo seperti itu, namun jika dia melakukannya dan Kairo melihat wajahnya maka itu akan menjadi masalah besar.
Zion meregangkan otot-ototnya, ia menyeringai dengan gila sambil menatap pelindung yang Davian ciptakan di sana.
"Baiklah, ayo kita sapa keponakan kecil itu"
...*****...
Kasumi mulai merasakan mana dalam dirinya yang mulai membagi, proses itu benar-benar sakit dan dia tak mau mengalaminya lagi.
Tapi, untuk bisa membantu Cendric dan mencegah ramalan dia harus melewati itu dengan benar.
Darah sudah berhenti keluar, ia pun tak terlalu merasakan sakit sekarang.
Di dalam tubuhnya dua bola cahaya dengan warna merah tua dan coklat muncul, itu terbang mengelilingi Kasumi kemudian masuk ke dalam tubuh Davian dan Yohan yang ada di sebelahnya.
Davian dan Yohan pun mulai merasakan penggabungan mana di dalam tubuh mereka, rasa sakit pun Meraka rasakan juga sama seperti Kasumi.
'Jadi ini yang putri Kasumi rasakan tadi, rasa sakit ini sangat menyiksa. Tapi, aku harus bertahan!'
Davian mulai merasakan sakit di seluruh tubuh, darah pun mulai menetes di ujung mulutnya. Begitu pula dengan Yohan.
"Bertahanlah, sebentar lagi kita akan memasuki tahap terakhir"
Mendengar ucapan Julius, mereka pun mengangguk paham. Sebentar lagi, ini akan selesai dan Kasumi akan bisa membantu ayahnya tanpa takut akan kehilangan kendali.
Namun, seorang pria muncul dari luar dan menghancurkan pintu kuil, dia pun terlihat sedang mencekik salah satu beast serigala putih di tangannya.
Zion muncul di waktu yang salah, tidak, mungkin itu waktu yang tepat menurutnya.
Ia menatap ke arah Kasumi dan yang lainnya, mereka memiliki tatapan terkejut yang sama kecuali Julius yang menatapnya dengan tatapan tajam.
"Halo keponakan ku,"
Ia tersenyum ramah dengan darah dan tubuh beast serigala putih di tangannya, mata Kasumi membulat secara sempurna. Kemudian ia kembali mengulangi kata yang di ucapkan Zion dengan terbata-bata
"K..keponakan?"
Terimakasih sudah baca, like dan komen
ʕ´• ᴥ•̥`ʔ
gak paham kan? makannya baca kelanjutannya nanti:), ini emang agak berbelit sih hmm
__ADS_1
Maaf jika ada kata yang typo.