
Di dunia dalam, Cendric sedang menatap sebuah surat dengan wajah kesal, tidak, lebih tepatnya murka.
Aura membunuh pun mulai keluar darinya, ia membuat semua orang yang bekerja di istana menjadi ketakutan karena merasakan aura itu.
"Pangeran kedua kerajaan Ceru, beraninya dia mengirim surat untuk melamar Kasumi? Ku rasa dia ingin mati lebih cepat"
Cendric membuat surat menjadi bola kertas dan hendak membakar itu dengan kekuatannya, namun Black yang ada bersamanya mengambil surat itu lalu membacanya.
Ia penasaran, siapa orang yang berani menggali kuburannya sendiri dengan mengirim surat lamaran pada ayah yang overprotektif seperti Cendric.
Melihat nama yang tertera di dalam surat, Black langsung mengingat seseorang dalam pikirannya.
"Ah, dia bukannya yang ikut bersama Kasumi di dunia tengah itu?"
"Yang mana? Aku tak ingat"
"Itu lho, orang terakhir yang berbicara dengan Kasumi."
Cendric terdiam sejenak, ia berusaha mengingat kembali kejadian itu. Maklum, pikirannya di penuhi dengan Kasumi dan masalah negara jadi hal seperti mengingat orang lain tak terlalu di pedulikan olehnya.
Kadang Cendric juga sering lupa nama-nama bangsawan di kerajaannya sendiri.
"Si biru?"
Black menghela nafas panjang mendengar jawaban dari Cendric, lagi-lagi dia menyebut nama orang lain sembarangan.
"Yohanes de Cerula, pangeran kedua kerajaan Ceru. Kerajaan itu menjalin kerja sama dengan kerajaan Elfy, mengapa kalian membahas pangeran itu?"
Elios tiba-tiba muncul sambil membuka pintu, ia bertanya dengan wajah penasaran, kebetulan Elios memiliki ketertarikan pada kerajaan Ceru, jadi topik yang di bicarakan oleh Black dan Cendric cukup menarik perhatiannya.
Black menoleh ke arah Elios yang mendekat pada mereka, dari wajahnya terlihat sekali Cendric tak mau menjelaskan situasi pada Elios, jadi Black lah yang menggantikan dia untuk menjelaskan tentang surat.
"Pangeran itu mengirim surat lamaran, dia ingin menikahi Kasumi jadi raja kita sekarang sedang di landa perasaan yang marah"
Black memberikan surat lamaran itu pada Elios untuk dia baca, dan Elios menerima itu dengan santai.
"Kau baru membacanya? Padahal aku memberikan surat ini 2 hari yang lalu"
"Kami sibuk mengurus masalah yang muncul di dunia tengah, padahal masalah tentang bawahan si iblis jahat itu pun belum selesai"
Elios mengangguk paham, wajar saja jika surat-surat yang dia berikan pada Cendric baru di baca sekarang. Keadaan di kerajaan tak begitu baik, jadi petinggi seperti Black pasti sibuk membantu raja Cendric.
Elios pun bukannya santai, ia sedang membantu persiapan untuk perang nanti. Meskipun kabar bahwa akan terjadi perang itu masih abu-abu tapi mereka harus mempersiapkannya sematang mungkin, dan itu adalah tugas Elios.
Setelah selesai membaca isi surat, ia kembali melipat itu menjadi seperti semula, meski sangat kusut karena Cendric meremasnya tadi tapi syukurlah hurufnya masih bisa di baca.
"Maaf, sepertinya aku datang di waktu yang tak tepat. Ini bacalah"
Elios memberikan sebuah surat baru pada Black, harusnya ia memberikan itu pada Cendric namun kondisinya sekarang sedang tak baik. Ia bergumam sesuatu yang sadis untuk di lakukan pada pangeran kedua Yohan.
__ADS_1
Surat itu datang kemarin, namun ia baru memeriksanya sekarang karena surat tertumpuk dengan surat yang lainnya.
Mata Black langsung membelalak kaget saat ia membaca isi surat, keraguan muncul di dalam dirinya untuk memberikan surat itu pada Cendric.
"Haa...ini gawat, aku tak bisa memberikan ini padanya"
Black menyerah untuk memberikan surat, jadi dia memberikan kembali surat itu pada Elios dan memintanya untuk melakukan itu sendiri.
Elios menghela nafas, kemudian berjalan mendekat ke arah Cendric yang masih bergumam hal menakutkan dan sadis. Ia menunjukkan surat itu di depan mata Cendric, merasa perhatian Cendric sudah fokus padanya, Elios pun mulai berbicara.
"Ini surat dari Duke Kairo, baca dengan tenang dan tolong jangan menghancurkan sesuatu"
Untuk antisipasi, Black segera membuat penghalang di sekitar Cendric. Ia khawatir, jika rajanya ini akan menghancurkan sebagian dari ruang kerjanya.
Elios berjalan menjauh dari penghalang yang mengelilingi Cendric, ia pun menutup telinganya sambil menatap reaksi apa yang akan Cendric lakukan.
Boom!
Kekuatan Cendric meledak di dalam penghalang, Black sudah menduga itu jadi ia membuat penghalang yang lebih kuat. Itu adalah penghalang yang biasa dia gunakan saat perang terjadi, namun nyatanya itu tidak cukup kuat untuk menahan kekuatan Cendric.
"gelar demon king miliknya bukan hanya pajangan, penghalang yang aku miliki pun sampai retak oleh kekuatannya. Padahal ini kekuatan maksimal lho"
Ia kagum dan bersyukur karena tak menjadi musuhnya, kekuatan Cendric benar-benar cocok untuk status demon king.
"Hei, apa sebenarnya isi surat itu? Mengapa Cendric terlihat lebih marah dari tadi?"
Black yang penasaran bertanya pada Elios yang berdiri di sampingnya, Elios menoleh dan menjawab pertanyaan Black dengan wajah yang agak datar.
Duke Kairo juga mengatakan jika salah satu pasangan putri adalah pangeran kedua kerajaan Ceru, beliau belum tahu siapa yang kedua.
Pasangan itulah yang akan menerima kekuatan yang berlebihan itu, sehingga inti mana milik putri Kasumi tak hancur seperti dalam ramalan Rheea"
Black hendak tertawa mendengar itu, jelas saja Cendric menjadi semakin marah. Mengetahui ada yang melamar Kasumi saja sudah membuat dia ingin menghancurkan negara si pelamar, tapi karena ini bersangkutan dengan keselamatan maka dia tak bisa melakukan apa-apa.
Jika Kasumi tak menikah dengan dua pria itu, maka kekuatan inti mana miliknya akan hancur dan Cendric tak ingin hal itu terjadi.
Setelah beberapa menit kemudian, Cendric melemahkan kekuatannya. Ia mulai tenang sekarang, dan Black pun menghilangkan pelindung yang dia buat tadi lalu mendekat ke arah Cendric, Elios pun ikut ke sana.
"Kamu tahu kan hal ini pasti terjadi? Ramalan Rheea pasti benar, lalu kenapa kamu tak menerimanya?"
Setelah sekian lama, Black kembali mengomel pada Cendric. Black juga memiliki putri perempuan, dan ia sudah menjodohkan putrinya dengan pangeran kerajaan Dracovillia.
Black menyayangi Alice sama seperti Cendric menyayangi Kasumi, namun tingkat mereka agak berbeda.
Cendric itu terlalu menyayangi, hingga ia tak rela jika Kasumi pergi dengan pasangan nya. Namun Black tidak begitu, karena ia tahu Alice mencintai Rion jadi dia membiarkan mereka dan memberi restu.
Black menepuk pundak Cendric yang terlihat masih terguncang, ia sepertinya memang tak rela membiarkan Kasumi untuk di miliki orang lain.
"Sekarang kamu restui saja mereka, dan untuk pasangan yang kedua pun begitu. Ini demi kebaikan Kasumi, kamu tak mau Kasumi menderita seperti yang di khawatirkan Rheea kan?"
__ADS_1
Cendric terdiam, ia merasa tak yakin untuk menjawab pertanyaan Black. Namun apa yang dia katakan itu benar, dia pun tak bisa membantu banyak Kasumi dengan kekuatannya.
Yang di butuhkan oleh pemilik jiwa terpecah untuk mengatasi kekuatannya yang berlebihan adalah pasangan, dan keluarga tak terlalu banyak membantu.
Ia mengangguk menyetujui ucapan Black, melihat respon yang di inginkan Black pun menghela nafas lega.
Elios ikut bersyukur, itu artinya ia tak harus mengurus dua persiapan perang sekarang.
...*****...
Di dunia tengah, kerajaan Ceru.
"ini luar biasa sayang!? Tak ku sangka wanita yang Yohan pilih secantik ini!"
"Eh?"
Kasumi terkejut melihat respon dari ratu, Zeus mengangguk setuju dengan perkataan ibunya. Sang ayah, raja kerajaan Ceru mendekat ke arah Kasumi, ia langsung menarik tangan Kasumi lalu melihatnya dari dekat.
'a..apa yang beliau lakukan sih!?'
Kasumi yang bingung hanya bisa diam menunggu, setelah agak lama raja pun melepaskan tangan Kasumi, tangannya beralih ke bahu.
"Cantik, pintar dan kuat. Kita harus melakukan pernikahan secepatnya!"
Terlihat jelas raut wajah raja yang bahagia saat ia mengatakan itu, Zeus bersorak kegirangan begitu pula ratu yang masih diam di singgasana.
Kasumi yang semakin bingung langsung menatap Kairo dan Yohan yang ada di belakangnya, ia meminta penjelasan atas apa yang terjadi.
Namun Yohan malah memalingkan wajahnya yang sudah menjadi merah, dan Kairo mengacungkan jempol pada Kasumi seolah mengucapkan selamat atas pernikahan yang akan dia lakukan.
'ini gila! Tak ada yang waras di sini!'
Suasananya menjadi semakin unik, raja terus saja berbicara soal resepsi pernikahan yang akan di lakukan Kasumi dan Yohan. Ratu pun turun dan ikut dalam pembicaraan itu, begitu pula dengan Zeus.
Kasumi menarik nafas panjang, akan merepotkan jika dia kehilangan kendali saat ada di kerajaan orang lain. Dengan wajah tenang, ia mencoba bertanya pada raja dan ratu.
"Maaf, yang mulia raja dan ratu. Tapi saya belum menerima restu dari ayah untuk menikah"
Ia mengatakan itu dengan senyum canggung, Kasumi merasa kurang nyaman karena membahas soal pernikahan apalagi ini adalah pernikahannya.
Raja mengeluarkan batuk palsu, ia merasa malu karena sudah membahas pernikahan Kasumi dan Yohan, namun restu dari ayah mempelai wanita belum di dapatkan.
"Tenang saja, aku yakin raja Cyrent akan merestui pernikahan ini"
Terlihat banyak keyakinan saat raja mengatakannya, Kasumi hanya berusaha tersenyum saja namun di dalam hatinya ia masih tak yakin.
'Semoga saja ayah tak menghancurkan kerajaan Ceru ini,'
Kasumi, berdoa hal yang baik.
__ADS_1
terimakasih sudah baca, like dan komen ( ◜‿◝ )♡