
"sebenarnya, apa yang kau katakan pada mereka semua sehingga mereka memperlakukan ku layaknya seorang ratu di sini!?"
Emosi Kasumi langsung meluap saat ia sampai di istana milik Yohan, istana itu berjarak tak terlalu jauh dari istana utama.
Yohan berusaha menenangkan Kasumi yang kini sedang marah di depannya, Kasumi bahkan kembali meremas kerah baju Yohan, brandal memang tapi Yohan tetap mencintainya meski ia seperti itu.
Untung saja di dalam ruangan hanya ada Kasumi, Kairo dan Yohan. Kairo terlihat tak tertarik dengan aktivitas mereka, jadi ia hanya diam saja sambil menikmati teh dengan elegan.
"Tenanglah putri, saya tak mengerti apa yang anda katakan. Tolong jelaskan pada saya,"
Yohan bertanya dengan memalingkan pandangannya dari Kasumi, rasanya ia tak tahan melihat wajah Kasumi dari dekat, apalagi penampilan Kasumi sekarang berbeda.
Ia menjadi dewasa dan tidak anak-anak lagi, Yohan ingin menanyakan itu tapi Kasumi harus menghadapi amukan Kasumi dulu.
Kasumi menghembuskan nafasnya, lagi-lagi ia bersikap kasar. Kemudian ia pun melepaskan kerah baju Yohan, dan mulai berbicara dengan tenang.
"Saat di kapal tadi aku menerima pelayanan VIP terbaik di sana, aku mengira itu adalah ulah mu dan ternyata memang benar.
Lalu, saat aku turun dari kapal ada sebuah kereta kuda mewah yang menarik perhatian warga di sana, kusir kereta itu mengatakan bahwa dia sudah menunggu ku dan langsung membawa ku(juga tuan Kairo) ke sini. Perlakuan mereka sangat hormat padaku, seolah aku adalah tamu penting yang di tunggu-tunggu.
Jadi, pertanyaannya apa yang kamu katakan sehingga mereka seperti itu?"
Kasumi menghentikan ceritanya, ia merasa cukup lelah hanya menceritakan itu saja, emosinya terbawa saat ia bercerita tadi.
Yohan terdiam sejenak, ia berusaha mengingat apa yang dia perintahkan pada bawahannya itu.
"Saya hanya mengatakan jika anda adalah tunangan saya, jadi perlakukan lah anda dengan sangat--terhormat? Oh, itu masalah ya?"
Yohan menatap Kasumi dengan tatapan kikuk, sedangkan Kasumi menepuk jidatnya karena merasa kesal dengan apa yang di lakukan Yohan.
Seorang pangeran dewasa yang lama jomblo, akhirnya mengatakan bahwa ia memiliki tunangan dan identitas tunangan itu belum di ketahui siapapun.
Lalu, sang tunangan datang ke kerajaannya dan dia memberitahukan pada bawahannya untuk memperlakukan nya dengan hormat.
Itu sama jelas sekali akar dari permasalahan yang Kasumi alami sekarang.
Sebenarnya, Kasumi tak terlalu terganggu dengan itu semua karena ia juga sering menerima perlakuan hormat dan tatapan seperti itu, namun bisikan beberapa orang yang menyadari identitas Kasumi lah yang mengganggunya.
Beberapa orang yang lewat dan berpapasan dengan Kasumi, mengatakan rasa penasarannya dengan jelas meski mereka tahu Kasumi ada di sana.
"S..saya tidak mengatakannya pada orang lain kok! Hanya beberapa bawahan saya saja,"
Yohan berusaha menyangkal kesalahan itu.
"Apa kamu mengatakan untuk merahasiakannya?"
Ia langsung terdiam, seperti dugaan Kasumi. Yohan tak mengatakan untuk merahasiakannya jadi, informasi itu pun tersebar dengan cepat.
Seperti pepatah yang mengatakan, gosip itu seperti angin. Dan itu memang benar.
__ADS_1
"Seharusnya kamu mengatakan untuk merahasiakannya, karena mu aku mendapatkan beberapa tatapan dan bisikan tak enak tadi,"
Atmosfer di sekitar Kasumi langsung berubah, ia menatap Yohan yang kini memiliki ekspresi yang dingin.
"Siapa yang berani menatap anda dengan tatapan tak bersahabat? Biar saya hukum mati mereka,"
Kasumi mengedipkan matanya beberapa kali, sisi Yohan yang seperti ini tak pernah ia lihat sebelumnya. Dan itu cukup mengejutkan juga, karena dengan wajah cantiknya itu Yohan bisa mengeluarkan aura membunuh.
"Itu tak boleh!"
Kasumi langsung menolak keinginan Yohan.
"Mengapa tidak!?"
mata Kasumi melirik ke arah Kairo yang duduk sambil meneguk teh dengan tenang, kemudian ia mendekatkan dirinya dengan Yohan dan berbisik padanya.
"karena aku tak mau kamu menjadi, seperti orang 'itu'"
Kasumi menekankan kata 'itu' sambil melirik Kairo. Yohan mengangguk dengan polos, menuruti permintaan Kasumi.
"kamu paham kan Yohan?"
"hum, hum!"
"oi, kalian sedang membicarakan aku kan?"
kasumi melanjutkan ucapannya, tanpa mempedulikan ucapan Kairo tadi.
Yohan mengedipkan matanya beberapa kali, ia berusaha menahan dirinya agar tak tertawa saat itu.
"pftt! Rupanya sifat sadis anda belum hilang sampai sekarang ya"
Kasumi mengangkat bahu, ia tak bisa menyangkal ucapan Yohan.
"Apa itu buruk?"
"Tidak, apapun yang ada dalam diri anda tidaklah buruk bagi saya. Itu bagus"
Percakapan itu di akhiri dengan tawa lepas Kasumi dan Yohan, sekarang mereka memutuskan untuk tak mengingat kejadian itu lagi.
"Eh tapi, btw sejak kapan kita bertunangan?"
Di sela suasana hangat itu Kasumi mengajukan pertanyaan yan membuatnya penasaran dari tadi, seingat Kasumi mereka belum bertunangan jadi mengapa Yohan mengatakan bahwa Kasumi adalah tunangannya?
"Saya sudah mengirimkan surat lamaran ke kerajaan anda, apa anda tidak tahu?"
Kasumi terdiam mendengar jawaban Yohan itu.
"Hah? Serius?"
__ADS_1
"Benar, saya mengirimkan itu saat kembali ke kerajaan Ceru berarti sudah hampir 1 Minggu? Apa anda benar-benar tak tahu itu?"
"Aku tak tahu, dalam waktu itu aku sedang berada di dunia luar. Ayah juga tak mengatakan apapun, tunggu dulu--"
Kasumi langsung berpikir apa yang terjadi, jika mengingat tentang sifat Cendric ia sudah pasti tak akan mengatakan apa-apa soal surat lamaran.
Sekarang Kasumi mulai khawatir, sebenarnya dulu pun pernah ada orang yang nekad-maksudnya berani melamar Kasumi, namun itu tak berakhir baik.
Ternyata orang yang melamar Kasumi pernah melakukan penggelapan dana yang dia sembunyikan dari publik, karena keberaniannya melamar Kasumi kasusnya itu terbongkar.
Cendric akan mengorek setiap kesalahan orang yang melamar Kasumi, dan membongkar semuanya lalu menjadikannya sebagai alasan untuk menghukumnya.
Sejak saat itu tak ada lagi yang berani melamar Kasumi, namun sekarang Yohan malah mengatakan jika dia mengirimkan surat lamaran ke kerajaan Cyrent, ini adalah hal yang buruk.
"Kamu tahu, ayah ku mungkin akan membunuh mu. Tapi tenang saja! Aku tak akan membiarkan itu terjadi,"
Kali ini Kasumi tak akan diam saja jika ayahnya tak menerima lamaran Yohan dan malah menghukumnya, ia memiliki perasaan pada Yohan jadi Kasumi berpikir untuk mengatakannya pada Cendric nanti supaya ia tak melakukan apa-apa pada Yohan nanti.
'tak mungkin kan ayah ku membunuh orang yang di cintai putrinya? Jika dia masih tak menerima lamaran itu mungkin aku akan kawin lari saja dengan Yohan,'
Kasumi langsung terdiam saat ia memikirkan itu, wajahnya menjadi merah lagi sekarang.
'a...apa yang aku pikirkan!?'
Kasumi tak menyangka jika dia akan berpikir begitu, seberapa cinta dia dengan Yohan sekarang hingga rela melakukan kawin lari jika tak di restui ayahnya? Lagipula ia masih memiliki satu suami lagi yang entah siapa indentitas nya.
"Ah, tapi putri. Apa anda datang ke sini karena ingin mengambil toples kehidupan itu?"
Ucapan Yohan membuyarkan pikiran Kasumi, sesaat ia melupakan tujuan awalnya karena memikirkan soal lamaran itu.
"Benar aku-"
Kasumi tak sempat menyelesaikan ucapannya, pintu ruangan itu terbuka dengan keras dan menampilkan sosok pria yang memiliki wajah agak mirip dengan Yohan.
Namun ia lebih terlihat dewasa.
"Di mana tunangan mu itu, adik?"
Kakak Yohan, putra mahkota kerajaan Ceru muncul di sana. Ia langsung melirik ke arah Kasumi, satu-satunya wanita yang berdiri di depan Yohan.
.
.
.
.
Episode berikutnya akan up hari Senin.
__ADS_1
Terimakasih sudah baca, like dan komen><