Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)

Demon King'S Daughter(TAHAP REVISI)
bab 57-Dewi takidr Azure


__ADS_3

"apa kamu Kasumi?"


Suara lembut dan indah membuyarkan pikiran Kasumi yang bingung dengan identitas tempat itu, ia menoleh untuk melihat sosok yang memanggil namanya.


Wanita yang memanggilnya tersenyum, senyuman yang manis dan cantik. Mata wanita itu tertutup oleh kain seolah ia tak di perbolehkan untuk melihat dunia, namun ia masih bisa melihat meski kain itu menutupi matanya.


Melihatnya sekilas membuat Kasumi mengingat tentang patung Dewi yang ia lihat terakhir kali, itu sangat mirip dengannya.


"Dewi takdir azure?"


Azure, sang Dewi takdir mengangguk saat Kasumi menyebutkan namanya. Ia menghampiri Kasumi lalu membantunya untuk berdiri.


"Kemari lah, ada hal yang perlu aku bicarakan dengan mu." ia menjeda ucapannya"Juga, lama tak bertemu ya, putra ku,"


Azure mengatakan itu sambil menoleh ke arah Kairo yang berdiri di belakangnya, Kasumi sedikit tersentak saat ia mendengar kata 'putraku' di sebutkan oleh Azure.


'jadi, Duke Kairo adalah anak dari Dewi takdir?'


Bukannya menampilkan ekspresi senang karena bertemu orang tuanya setelah sekian lama, Kairo malah menampilkan ekspresi kesal seolah tak suka dengan kehadirannya.


"Omong kosong apa yang kau katakan? Putra mu itu Kayran, dan dia sudah mati beribu tahun lalu."


Dewi Azure masih tersenyum meski ia mendapatkan respons tak baik dari Kairo.


"Meski begitu jiwa kalian tetap sama, ini adalah hukuman mu yang terakhir. Ibu harap kamu tak akan menyesali keputusan mu waktu itu,"


"Ck, sudah ku bilang aku bukan putra mu. Katakan saja apa yang ingin kau katakan pada Kasumi dan aku,"


Menyadari sudah mengabaikan Kasumi sebentar, Azure menoleh ke arah Kasumi yang sedari tadi memperhatikan percakapan ibu dan anak itu.


"Maafkan aku karena mengabaikan mu tadi, sekarang aku akan mengatakan urusan yang aku miliki dengan mu. Kasumi, kemari lah sebentar."


Kasumi langsung mendekat ke arah Azure, setelah itu Azure meraih tangannya dan meletakan sebuah kelereng kecil dengan cahaya emas di dalamnya. Itu hampir mirip seperti bola ingatan yang Kasumi dulu berikan, jadi Kasumi penasaran apakah ini juga ingatan?


"Apa ini juga ingatan?"


Azure menggelengkan kepalanya.


"Bukan, ini adalah sihir usia. Aku akan memberikannya padamu,"

__ADS_1


Kasumi membulatkan matanya terkejut, sihir usia adalah sihir yang dapat memajukan usia seseorang. Namun, di dunia ini tak ada yang bisa melakukan itu secara permanen karena hak mengubah usia hanya di miliki oleh dewa Dewi saja.


Karena yang Kasumi miliki ini berasal dari Dewi, maka sudah pasti itu adalah sihir usia yang permanen.


"K..kenapa anda memberikan ini pada saya?"


Tangan Kasumi sedikit bergetar saat ia menerima bola kecil itu, Azure menjelaskan alasannya dengan sangat rinci dan jelas.


"Ini akan membantu mu dalam menggunakan kekuatan yang akan di berikan Julius padamu nanti, sebenarnya ada seseorang yang mengganggu takdir mu sehingga kamu jadi harus masuk ke dalam tubuh pecahan jiwa mu lebih cepat. Untuk itu aku membuat pengecualian, dengan memberikan sihir usia yang akan membantu kekuatan mu nanti."


Ia menjeda ucapannya sejenak"banyak pengecualian yang aku berikan padamu, termasuk memberikan dua pasangan hidup untuk mu."


Kasumi terdiam.


"Hah?"


Tanda sadar ia mengucapkan hal yang tak sopan pada seorang Dewi, Kairo hanya diam saja dan mendengarkan semua hal itu meski itu tak ada hubungannya dengannya.


"Itu benar, apa kamu tahu. Seorang pasangan pemilik jiwa terpecah tidak hanya menjadi orang mereka cintai saja. Tapi pasangannya juga akan membantu untuk menanggung beban kekuatan yang di milikinya, kekuatan mu sangat besar Kasumi.


Itu karena kamu adalah genrasi yang di ramalkan dari pemilik jiwa terpecah, juga pemutus benang munculnya jiwa terpecah lainnya. Karena itu aku memberikan dua benang merah padamu,"


"Benar,"


'Ha! Saat menjadi Kahill aku tak pernah menikah, dan saat pindah jiwa aku malah memiliki dua suami nanti.'


Kasumi merasa malu karena mengetahui itu, bukannya dia jadi terlihat seperti orang yang tak setia pada satu pria? Ada yang mengatakan pepatah 'satu pria untuk satu kehidupan mu', dan Kasumi memiliki dua pria untuk kehidupan keduanya.


"Itu bagus, pasangan mu akan membantu dalam mengontrol kekuatan besar yang bisa meledak dalam tubuh kecil mu itu. Pekerjaan ku jadi sedikit,"


Kairo yang dari tadi diam membuka mulutnya untuk bicara.


"Apa maksud anda, kekuatan saya bisa meledak kapan saja?"


Kairo menghembuskan nafasnya, ia seperti enggan untuk menjelaskan namun harus menjelaskan itu pada Kasumi agar urusannya di sana cepat selesai.


Kairo mendekati Kasumi, tangannya mengetuk jidat Kasumi pelan eh enggak deh, kasar.


Tuk.

__ADS_1


"Aduh!"


Kasumi meringis kesakitan, itu sangat sakit saat Kairo yang melakukannya. Entah berapa kekuatan yang dia pakai untuk melakukan itu.


"Kau adalah bom waktu, kekuatan milik seorang jiwa terpecah sangat kuat namun kau lebih kuat lagi, karena itu sosok suami akan sangat membantu mu untuk berbagi kekuatan agar kamu memilikinya dalam porsi yang cukup, memiliki kekuatan yang sangat berlebihan itu tidak baik."


Meski Kairo mengatakannya dengan ekspresi yang datar, namun ada sedikit kehangatan dalam ucapannya. Ia seperti mengkhawatirkan Kasumi memiliki nasib buruk karena kekuatan besar yang dia miliki, atau mungkin ia tak mau jika Kasumi menjadi sama seperti dia dulu.


'Dia benar-benar sudah berubah,'


"Jadi terima lah apa yang Azure berikan padamu, itu semua untuk kebaikan mu juga."


Kasumi akhirnya mengangguk, keraguan yang ada dalam dirinya menghilang Sekarang, kata-kata Kairo berhasil membuatnya tenang. Ia juga mengingat tujuan aslinya untuk mengalahkan iblis jahat itu, dan mengakhiri adanya jiwa terpecah lainnya.


"Baik, jadi apakah aku hanya perlu memakan kelereng ini?"


Azure mengangguk membenarkan ucapan Kasumi, setelahnya Kasumi langsung menelan kelereng itu dan ia pun merasakan perubahan dalam dirinya.


'ukh! Ini sakit!'


Kasumi tersungkur ke lantai, ia meremas dadanya karena merasakan sakit di sana.


Jantung Kasumi berdetak dengan sangat cepat, ia merasa seolah semua organ dalamnya di balikkan oleh sesuatu. Itu lebih sakit daripada saat Kasumi memakan pil ingatan dulu, ataupun saat ia mati.


"Bertahanlah, sihir usia ini sedang menyesuaikan dengan dirimu jadi tolong tahanlah itu,"


Kairo berusaha menenangkan Kasumi yang kesakitan, Kasumi berusaha mengangguk untuk menandakan bahwa dia mengerti dan akan melakukan hal yang Kairo katakan.


Kasumi menahan rasa sakitnya, ia merasakan sesuatu mengalir di tubuhnya saat itu, juga tangan kecilnya menjadi lebih besar sekarang.


Kasumi berusaha mengatur nafasnya yang berat, ia melihat seluruh tubuhnya sudah menjadi dewasa. Bahkan ukuran dadanya pun sudah berbeda sekarang.


"Apa ini sudah selesai?"


Suara yang Kasumi keluarkan menjadi lebih melengking dan lembut, itu sangat berbeda dengan suara anak-anak polos yang biasa Kasumi dengar.


Rambut coklatnya memanjang sepinggang, itu menjadi lebih indah. Sekarang, Kasumi tak perlu memakai item pengubah wujud lagi untuk menjadi dewasa.


terimakasih sudah baca, like dan komen >\<

__ADS_1


__ADS_2