
"Kakak! Lindungi Miya!"
Aku berteriak begitu menyadari ucapan si wanita gila itu, Rion langsung memasang perisai kristal miliknya di depan Miya setelah mendengar teriakan ku dan benar saja, serangan pertama di arahkan pada Miya.
'Syukurlah, aku menyadari itu dengan cepat'
Setelah menyadari keadaan gawat ini, aku mengeluarkan panah emas milikku dan membidik seorang lagi yang masih bersembunyi di suatu tempat.
'Dia si penyerang, tapi bukan si penyihir hitam. Aku harus menemukan dia dan item yang dia miliki untuk mengendalikan Yula, tapi di mana!'
Aku memfokuskan mata ke segala arah untuk mencari keberadaan musuh, dari dulu insting ku itu tajam tapi karna aku bukan Kahill lagi jadi kemampuan itu berkurang sekarang.
"10 meter dari si wanita itu, sebelah kiri!"
Anak panah langsung ku lepaskan di tempat yang Yohan katakan, ledakan pun terjadi di sana dan seorang pria muncul sambil menatap ku dengan senyuman.
'Tunggu, aku kenal dia!'
Mata ku langsung terbelalak melihat sosok pria yang aku kenal, dia adalah orang yang menyerang perpustakaan di kerajaan barat beberapa hari lalu. Rion pun sama terkejutnya dengan ku, dia mengingat wajah pria itu juga.
"Wah wah tak ku sangka, ada si mata permata yang legendaris itu di sini. Pantas saja pangeran meminta bantuan tambahan,"pria itu mendekati si wanita gila, matanya perlahan melirik ke arah Rion dengan sinis, ku rasa dia masih mengingat Rion.
"tapi. Yang paling membuat ku terkejut adalah kau, kenapa kau ada di sini? Di mana si rambut putih yang bersama dengan mu waktu itu? Aku, masih memiliki urusan dengan dia."
Pria itu mengatakannya sambil tertawa gila, sama seperti si wanita yang datang lebih dulu darinya. Rion hanya diam tak menanggapi ucapan pria itu, dia masih fokus untuk melindungi Miya. Kondisi Miya terlihat sangat buruk, dia seperti tak bisa mendengar apa-apa dan hanya menatap Yula yang di kendalikan dengan kosong. Tunggu dulu, apa Miya juga di kendalikan!?
"Yohan, apa Miya juga sekarang di kendalikan? Kondisinya terlihat tak baik"
Yohan langsung menoleh ke arah Miya, dia sedang ada di sebelah ku sementara Rion di belakang dan melindungi Miya.
Yohan mengangguk, ia pun terlihat baru menyadari itu.
"Benar, nona Miya sudah di kendalikan sekarang. Tapi, dia masih bisa mempertahankan kesadarannya atas dirinya sendiri sehingga dia hanya diam dan tak melawan seperti Yula."
Itu sebabnya dia hanya diam dari tadi dengan pandangan kosong? Terimakasih Miya, untung saja dia masih bisa mempertahankan kesadarannya jika tidak maka akan sangat merepotkan melawan dua orang teman yang aku miliki.
__ADS_1
'Dari semua trik, aku paling tak suka dengan memanfaatkan teman musuh sebagai boneka, sehingga kami saling membunuh.'
Sebagai mantan komandan ksatria di kehidupan dulu, aku pernah merasakan hal seperti ini juga saat bertarung melawan musuh yang bisa menggunakan sihir pengendalian. Itu sangat menyebalkan karna aku kehilangan banyak teman setelah itu, kali ini tak akan ku biarkan hal itu terjadi.
Tangan ku langsung menahan belati kecil yang hampir saja menusuk kepala ku dari belakang, Yohan yang tak menyadari itu melihat ku dengan tatapan tekejut. Bagaimana pun serangan itu terjadi tiba-tiba, tapu aku tahu siapa pemilik serangan ini.
"Sayang sekali, ternyata wanita kecil itu jeli juga matanya. Padahal jika sedikit saja dia lengah maka kepalanya pasti sudah jadi hiasan dinding ku. Padahal, aku menyukai rambutnya yang coklat itu"
'Brengsek! Dia semakin cepat'
Terlambat sedikit saja dia mungkin sudah melubangi kepala ku tadi. Yohan dan Sir Arfen yang ada di sebelah ku langsung menyerang pria itu secara bersamaan, sir Arfen menghampiri ku dengan cepat saat melihat aku di serang oleh pria itu.
"Maaf tuan putri, apa anda baik-baik saja?"
Aku mengangguk singkat, Sir Arfen mendekatiku dan langsung melindungi ku dari belakang. Dia khawatir, jika aku akan diserang seperti itu lagi nanti.
...—»※※※«—...
Suasana di sana semakin kacau sekarang, Kasumi menyadari tindakan awal si wanita gila yang membuat dinding pengedap suara adalah untuk menghalangi suara pertarungan mereka, sehingga warga tak ada yang mengetahui kekacauan di dalam mansion.
Kasumi merasa mumet sendiri, dia memiliki banyak masalah sekarang. Tapi, yang harus di selesaikan duluan adalah masalah tentang pangeran itu dan orang-orang yang dia sewa untuk melakukan hal ini sekarang.
'Tuan putri, padahal umurnya masih 9 tahun. Tapi dia sudah memiliki insting yang bagus saat bertarung. Ku dengar raja sendiri yang mengajarkan beliau, mungkin itu sebabnya beliau bisa sehebat ini dalam waktu singkat.'
Sir Arfen menatap Kasumi dengan tatapan kagum, awalnya dia sangat terkejut saat melihat Kasumi menyadari dengan cepat serangan yang datang padanya, dan dia bisa menahan serangan itu.
Bahkan untuk Sir Arfen yang murid Black, komandan terhebat di kerajaan Cyrent pun butuh waktu untuk menyadari serangan itu.
"Kau hebat juga bocah, kekuatan mu sangat besar meski kau masih anak-anak. Aku jadi ingin melawan mu!"
"Pin, hati-hati anak itu memiliki kekuatan tersembunyi. Aku bisa merasakan kekuatan yang besar darinya"
Pin, si pria pemakai kutukan menyeringai dengan perasaan senang mendengar fakta yang di katakan rekannya si wanita gila, dia jadi semakin ingin melawan Kasumi saat tahu kekuatannya belum di keluarkan sepenuhnya.
"Hehe, dia milikku. Kalian lawan yang lain, pakai si naga itu untuk membuat mereka musnah dan jangan lupa untuk tidak menyakiti anak bernama Miya itu, sesuai dengan apa yang di inginkan pangeran mau tak mau kita harus menurutinya."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Pin langsung melesat ke arah Kasumi yang ada di belakang Sir Arfen, sabit miliknya bertabrakan dengan pedang aura putih milik Sir Arfen, dia menatap Pin dengan tatapan yang dingin.
"Tak akan ku biarkan kau mendekati putri kami lagi, lawan mu adalah aku"
Ucap Sir Arfen dengan arogan pada Pin yang terdiam sejenak, dia kemudian tertawa melihat Sir Arfen yang melindungi Kasumi.
'Serius, kenapa dia tertawa mulu sih!? Dasar gila'
Pikir Kasumi, di tengah-tengah suasana panas itu dia malah memikirkan hal yang tak penting, mata Kasumi langsung melirik dengan cepat ke arah Rion kemudian dia melemparkan belati kecil yang dia dapat dari saku Sir Arfen di depannya.
Merasakan belati yang melayang ke arahnya, Yohan pun langsung mengambil belati itu dan menusukkannya ke arah seorang yang tak terlihat di belakangnya. Darah segar langsung mengalir di udara, dan memperlihatkan sosok pria muda yang terluka di bagian perut.
"S..sial, ternyata kalian saling terhubung."
Ucapnya sebelum dia menjauh dan melompat ke arah si wanita gila, melihat dia terluka si wanita gila itu pun menuangkan potion penyembuh yang membuat lukanya hilang seketika.
"Terimakasih putri Kasumi"
Ucap Yohan, sambil melirik ke arah Kasumi yang ada di belakang punggungnya. Dia sedang dalam posisi bertarung sekarang, dengan menggunakan belati yang di berikan Kasumi tadi.
Kasumi mengangguk singkat, dia tak tahu kenapa tadi bisa melakukan itu tapi sepertinya apa yang di katakan si pria yang terluka karna Yohan tadi benar, mereka saling terhubung sampai bisa merasakan situasi bahaya yang datang satu sama lain.
'Mungkin karna Yohan adalah Daisy yang aku kenal di dunia sebelumnya, jadi sekarang kami saling terhubung. Aku tak tahu pasti, tapi ini bagus juga untuk kami'
Pertarungan untuk melindungi Miya dan menyelamatkan Yula akan di mulai nanti, karna author nya mau izin hiatus dulu :')
Reader:"Yaelah si author gaya amat mo hiatus :<"
Ya maaf T-T, cukup kalian tahu saya ini anak kelas 3. Dan sekarang lagi sibuk-sibuknya persiapan untuk masuk universitas(moga aja masuk) dari jauh hari ye kan.
Jadi untuk sementara ini saya akan hiatus dulu ya, mungkin jika up nanti gak teratur tapi akan saya usahakan up nya 2 episode nanti:3
Makasih sudah baca, like dan komen. Moga kalian mau nunggu karya saya yang amatir ini :'(
Mata nee:)
__ADS_1