
Kasumi mengatur nafasnya yang tak karuan, sekarang ini dia sedang berlatih atribut miliknya dengan Kairo.
'Menyebalkan! Kenapa dia tak membiarkan aku istirahat dari tadi!?'
Kasumi merasa sangat kelelahan sekarang, perbedaan pelatihan dengan Cendric dan Kairo sangat terlihat jelas.
Jika dia berlatih dengan Cendric ia akan memiliki banyak waktu istirahat dan malah Kasumi yang selalu ingin terus berlatih.
Namun pelatihan dengan Kairo sangat berbeda, dia tak memberikan istirahat sedikitpun. Kasumi harus terus mengeluarkan mana miliknya dan mengubah itu menjadi senjata yang ia bisa lalu menggunakan senjata yang dia keluarkan untuk melawan Kairo.
"Keluar kan lebih banyak kekuatan di tangan mu, aura pedang milik mu masih lemah!"
Kairo terus saja berteriak untuk memperkuat serangan Kasumi terhadapnya, Kasumi melangkah mundur ia menatap Kairo dengan tatapan kesal.
"Saya capek! Fisik Kasumi itu lemah, anda kan tahu sendiri!"
Karena kesal Kasumi pun balik berteriak Kairo yang sedang menatapnya datar, Kairo menghembuskan nafasnya.
"Istirahat 10 menit,"
Setelah mengatakan itu Kairo melangkah pergi meninggalkan Kasumi di sana, melihat kepergian Kairo, tubuh Kasumi pun langsung terjatuh di lantai.
"Capeknya, Dasar Duke kejam! Brengsek! Sialan!"
Kasumi langsung mengeluarkan sumpah serapah untuk Kairo, dia merasa sangat kesal padanya dan merasa lega karena sudah melakukan itu.
"Jika kau mengumpat lagi, nanti tak ada istirahat untuk mu"
Kasumi langsung tersentak saat ia mendengar suara Kairo dari jauh, dia menutup mulutnya rapat-rapat, tak sangka jika Kairo dapat mendengarnya meskipun ia sudah berjalan cukup jauh.
'duke sialan, dasar tiran, kejam tak berperasaan! Muka poker, berhati dingin dan sempit!'
Tak peduli dengan ucapan Kairo tadi, Kasumi melanjutkan sumpah serapahnya itu di dalam hati. Setidaknya jika seperti itu Kairo tak akan tahu bukan?
"Ahhh! Capek banget, ku rasa tubuh ku akan hancur jika berlatih seperti tadi tanpa istirahat."
Keluh Kasumi, ia menyenderkan kepalanya di tiang yang ada di sana. Matanya menatap langit-langit yang terlihat lewat atap kaca.
Langit itu sangat biru dan indah, Kasumi sudah berlatih selama 5 jam sejak tadi. Rasa lelahnya seakan hilang hanya melihat langit itu saja.
"A..anu putri,"
Suara seseorang asing terdengar, Kasumi langsung menoleh ke arah sumber suara dan di sana sudah ada seorang anak perempuan yang membawa nampan berisi air dingin dan juga sedikit makanan ringan.
Kasumi sedikit memiringkan kepalanya sambil menatap anak itu.
"Kamu siapa?"
Tanya Kasumi singkat, anak itu tersentak lalu menundukkan badannya ke arah Kasumi. Namun sebelum ia memperkenalkan dirinya, nampan yang dia bawa hampir saja terjatuh karena anak itu menundukkan tubuhnya.
Dengan sigap Kasumi mengambil nampan itu, tentu saja dengan sihirnya sehingga nampan yang tadinya akan jatuh pun menjadi melayang di udara.
"M..maafkan saya! Saya sangat ceroboh dan bodoh!"
Anak itu menyalahkan dirinya sendiri ia menunduk dengan mata terpejam, Kasumi menggaruk bagian belakang kepalanya yang tak gatal, kemudian menghampiri anak itu.
"Tidak apa-apa, aku memaafkannya. Tolong lanjutkan, siapa nama mu tadi?"
__ADS_1
Anak itu mendongak dan menatap Kasumi, matanya sudah berkaca-kaca Solah ingin menangis tapi ia menahan itu karena Kasumi di depannya.
"N..n..nama saya Lolita, saya membawakan minuman dan makanan ringan untuk anda,"
Jelasnya dengan suara yang kecil, tapi Kasumi masih bisa mendengar itu.
Kasumi hanya tersenyum padanya, ia meletakan tangannya di kepala Lolita, Merasakan tangan Kasumi yang ada di kepalanya membuat Lolita sedikit tersentak, ia pun memejamkan kepalanya karena mengira jika Kasumi akan menjambak rambutnya itu.
Namun, Kasumi malah mengelus kepala Lolita lembut. Ia pun mendongak dan melihat senyuman Kasumi dari dekat.
Tinggi mereka tak terlalu beda, Lolita mungkin saja memiliki umur 2 atau 3 tahun lebih muda dari Kasumi, jadi ia pun tak perlu menunduk untuk mengelus kepalanya.
"Terimakasih, aku memang memerlukan minuman sekarang."
Setelah mengatakan itu Kasumi langsung meminum air yang di bawakan Lolita, ia menghabiskannya langsung sambil berdiri. Tak mempedulikan etiket bangsawan, tentu saja.
"Fyuh! Aku merasa hidup kembali, sekali lagi terimakasih karena membawakan ini untukku."
"T..tidak apa-apa putri! Ini adalah kehormatan bagi saya,"
Kasumi mengangguk setelah Lolita mengatakan itu, ia terdiam sejenak dan memperhatikan Lolita.
Lolita memiliki telinga yang runcing seperti Elf, namun kulitnya berwarna coklat. Itu berbeda dengan dark elf, warna kulit Lolita coklat muda seperti rambut Kasumi, dan matanya berwarna putih.
Ia tak tahu ras apa yang di miliki Lolita, dan dari aura yang Kasumi rasakan dari Lolita sepertinya ia tak memiliki sihir.
"Maaf, tapi apa ras mu?"
Karena tingkat penasaran yang akut, Kasumi pun akhirnya bertanya pada Lolita.
"Saya familiar,"
Familiar.
Familiar adalah makhluk sihir yang memiliki kekuatan besar, biasanya mereka akan berbagi sihir dengan tuannya karena itu seorang yang memiliki familiar berarti memiliki kekuatan yang besar.
Familiar biasanya memiliki penampilan hewan atau makhluk mitos, tapi sangat jarang seorang familiar yang memiliki penampilan seperti manusia. Ada kemungkinan Lolita adalah familiar spesial, karena itu dia bisa memiliki wujud manusianya.
"Apa kamu familiar tak memiliki tuan?"
"Saya punya itu,"
"Siapa?"
Lolita menunjuk langsung ke arah Kasumi.
"Aku?"
Kasumi menunjuk ke arah dirinya sendiri, dan Lolita mengangguk.
"Benar putri, anda adalah tuan saya."
Kasumi hanya diam membisu, sekali lagi ia merasa terkejut dengan informasi baru ini.
"Tapi aku tak membuat perjanji-"
"Oh, kau sudah bertemu Lolita?"
__ADS_1
Belum sempat Kasumi menyelesaikan ucapannya, Kairo sudah datang dan mendekati Kasumi.
"Anda tahu Lolita?"
"Tentu saja, dia adalah familiar yang sudah Julius siapkan untukmu."
"Tapi aku tak membuat perjanjian,"
"Kan tinggal melakukannya sekarang, gampang"
Alis Kasumi lagi-lagi berkedut kesal, baru saja dia mendapatkan ketenangan sekarang sudah kesal lagi karena sikap Kairo.
Kasumi berusaha tersenyum, saat seperti ini tak ada untungnya meladeni sikap Kairo yang menyebalkan.
"Tapi kan aku-"
"Berhenti"
Kasumi menghentikan ucapannya, lalu menatap Kairo bingung.
"Julius memanggil mu, kita akhiri dulu latihannya sekarang dan ikut aku."Kairo menjeda ucapannya sejenak"Lolita, kamu juga ikuti kami."
Setelah mengatakan itu Kairo langsung berjalan meninggalkan Kasumi yang masih diam di belakangnya, ia menatap Lolita sejenak lalu menghembuskan nafas panjang.
'setidaknya latihan seperti penyiksaan ini di tunda sekarang, terimakasih kakek. Aku terbebas dari Duke Kairo!'
Kasumi merasa bahagia, sambil berjalan mengikuti duke Kairo, wajahnya terus saja tersenyum karena sekarang ia tak akan melanjutkan latihan itu lagi. Lolita yang mengikuti di belakangnya, hanya tertawa kecil melihat sikap Kasumi.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di depan sebuah ruangan dengan pintu berwarna putih bersih, Kairo mengetuk pintu dan membukanya tanpa menunggu jawaban dari dalam.
Di dalam ruangan itu sudah ada Julius yang duduk di sofa panjang, meski ruangannya terbuat dari kayu yang di cat putih dan sederhana tapi sofa yang di duduki Julius terlihat sangat nyaman.
Menyadari kehadiran mereka, Julius pun langsung mempersilahkan mereka untuk masuk dan duduk bersamanya.
"Masuklah dan duduk di sini,"
Ucap Julius dengan ramah, Kairo masuk duluan dan duduk di tempat yang dia suka.
Kasumi mengikutinya dan duduk di sebrang Julius, ia memilih tempat yang memudahkannya untuk menatap wajah Julius.
"Kasumi, kamu harus segera bertemu dengan saint yang ada di dunia tengah."
Julius langsung mengatakan tujuannya setelah Kasumi duduk.
Kasumi sedikit tersentak, namun ia mengingat ucapan Yohan saat pertama kali mereka bertemu.
'Yohan juga mengatakan jika aku harus bertemu saint kan? Tapi, dia bilang bukan sekarang kok waktunya.'
Karena memikirkan ucapan Julius dan Yohan, Kasumi pun mengangkat tangannya untuk bertanya pada Julius.
"Ada apa Kasumi?"
"Saya memiliki teman, dia mengatakan jika saya harus bertemu dengan dewa takdir lewat saint,"Kasumi menjeda ucapannya sejenak, matanya melirik ke arah Kairo yang duduk di ujung sofa.
"Dia mengatakan saya harus pergi ke sana dengan Duke Kairo, teman saya itu memiliki hubungan dengan saya saat menjadi Kahill, dewi takdir juga mengatakan seperti ini padanya 'jika kamu ingin mengetahui takdir sebenarnya maka temui aku,' apa kakek menyuruh saya bertemu dengan saint karena alasan itu?"
Setelah Kasumi mengatakan apa yang dia tahu, wajah Julius dan Kairo langsung terkejut. Kasumi tak menyangka jika mereka akan terkejut, karena ia berpikir jika alasan milik Julius sama dengan apa yang di katakan Yohan padanya.
__ADS_1
Terimakasih sudah baca, like dan komen>//<