Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Dayeuh manggung, menjadi tempat pusara nya Ki rawa daksa


__ADS_3

Bagaikan menanti tujuh bulan purnama. akhirnya perjuangan ku tidak sia-sia. aku dapat melenyapkan seorang ki rawa daksa, yang terkenal dengan kebiadaban nya.


Aku berhasil mengalahkan nya. dan mengubur jasad nya secara terpisah, karena dia memiliki ajian rawa rontek tingkat tinggi. tongkat sakti naga terbang nya aku, simpan secara ghoib di gua


pangiuhan, yang terletak di dayeuh manggung. wilayah kekuasaan kerajaan Nasta tunggal.


Dan pertarungan ini di saksikan indrakala dan candrakala yang berhasil meloloskan diri dari kejaran ku.


Itu bagiku tidak penting karena yang paling terpenting adalah ki rawa daksa, sudah aku lenyapkan dari muka bumi ini.


sedangkan kejadian ini sudah menjadi geger genjik di sebuah keraton dan di luar keraton kawasan Mayapada, mayamada adalah puser dari Kerajaan Nasta tunggal.


Mungkin saja aku akan menjadi buronan ketiga kerajaan itu.


Maka dari itu, aku berniat. untuk. melakukan mati geni tirakat di sebuah guha, yaitu guha pakarangan , yang berada di gunung kidung.


Rakak askara tidak mengetahui nya namun mungkin sudah mendengar berita tentang kematian ki rawa daksa.


Di lain tempat rakak askara harap-harap cemas, menantikan kedatangan rayi nya raden wira namun tak kunjung datang juga.


Dia hanya termenung memikirkan nasib rayi nya itu.


Hingga nyi mas ayu ningsih menghibur hati nya.


"kang mas askara, ada apa gerangan, hingga kakang bermuram durja"


"Kang mas, mencemaskan rayi raden wira, nyi mas ayu"


"Aku rasa raden wira akan baik-baik saja kakang"


"Entahlah nyi mas, aku sangat menghawatirkan nya"


"Sudahkah kakang, percaya akan kataku esok lusa dia akan pulang"


"Itu yang kakang harapkan nyi mas ayu, ucap askara"


Ki Demang Arja kencana, mengajak askara ke rumah,


Eyang Alengka wasta , dia adalah tokoh bubuyut di dusun lebak gede. dan dia adalah seorang tabib tradisional dan mempunyai ilmu yang sangat tinggi, dia mampu mengobati, orang yang di guna-guna, dan terkena santet.


Ki Arja kencana, menanyakan perihal keberadaan, raden Arya,


"Maap eyang, aku mau menanyakan, perihal raden wira tamu besar ku"


"Sebentar ki Arja aku akan melihatnya dalam sebuah gentong air itu"


Dan secara kasar mata timbul lah raden wira dalam air itu.


lantas eyang Alengka pun, mengemukakan bahwa, raden wira sedang tirakat di sebuah guha, besara dan tidak ada seorang pun yang tahu akan hal itu.

__ADS_1


eyang Alengka tidak berterus terang bahwa raden wira membunuh ki rawa daksa.


namun, itu semua, terasa percuma, karena, di luaran sudah ramai akan berita hal itu.


"Matur sembah nuwun eyang Alengka, ucap, askara"


"Iya cu, kau ku lihat bukan orang sembarangan cu, sambil menatap tajam"


"Ah tidak eyang aku hanya pemuda biasa"


begitulah percakapan eyang Alengka dan raden askara.


Lalu ki Arja dan raden askara pamit.


Sesampainya di rumah ki Arja kancana, raden askara, secara mengejutkan melamar nyi mas ayu ningsih dia ingin menikahinya. lantas ki Arja pun menanyakan pada anak nya sendiri nyi mas ayu ningsih.


"Gimana cah ayu, kau sudah ada yang melamar, ayahanda terserah kai saja"


"Aku pun menaruh hati padanya ayahanda"


"Ya sudah kita atur hari baik nya saja secepatnya"


Tapi raden askara , meminta waktu, untuk menunggu raden wira dan meminta restu dari ki lingga buana.


Ki Arja kancana pun, menyanggupi, nya, agar acara ini bisa sesuai yang di harapkan.


Dan memang ki Arja mengungkapkan ingin berpindah tempat ke kadipaten waringin jati dan mengabdi ke kerajaan Nirwanan. karena sudah merasa muak di perlakukan secara tidak adil oleh kekuasaan kerajaan Nasta tunggal. ki Demang selalu tertekan dan harus membela kaum rakyat jelata. karena penindasan yang sudah tidak berprikemanusiaan.


Karena takut ketauan mata-mata kerajaan Nasta tunggal.


Mereka melakukan perjalanan dengan keluarga dan para pengikut ki Demang.


Waktu pun tidak terasa begitu cepat berlalu mereka menghabiskan dua minggu perjalanan dan sampailah di kadipaten waringin jati.


"Sampurasun"


"Rampes"


"ucap ki lingga bulanan terkejut"


Ternyata, ki lingga buana dan ki Demang Arja kancana, adalah teman seperguruan nya di waktu kecil. ketika mereka berada di dusun Winangun harja di kerajaan Maya pada. sesudah dewasa ki lingga menjadi bagian dari kerjaan nirwana sedangkan ki Arja menjadi bagian kerajaan Nasta tunggal, yang sistem pemerintahan nya penuh dengan kenistaan terhadap kaum yang lemah.


Mereka saling merangkul hari, dan penuh dengan emosional.


Lalu ki Demang menjelaskan niat nya untuk pindah tempat dan membeli lahan di kadipaten waringin jati, dan dayung pun bersambut. ki lingga menyerahkan tanah nya untuk di tempati ki Arja, yang berada di samping paguron cakrawala.


Dan raden askara pun, mengenalkan, calon istrinya ke adiknya sendiri nyi mas citrakala.


"Sini nyi mas ayu, kenalkan dia adiku tercinta, namanya citrakala"

__ADS_1


"Iya kang mas askara, adik mu sangat cantik"


"Ah mbak yu bisa aja, ucap citrakala"


Mereka terbilang cepat akrab dan saling bertegur sapa secara hangat.


Sekarang mereka tidur di rumah eyang lingga buana, untuk sementara waktu, sambil menunggu, membantu rumah baru bagi ki demang arja kancana.


Lalu nyi mas citrakala menanyakan raden wira.


"Maap rakak askara, di manakah raden wira"


"Dia sedang tirakat, dan aku tak tahu betapa lama dia bertingkat"


"Aku sangat merindukannya rakak" 😞


"Sudahlah adiku yang manis, kau jangan bersedih hati, dia kan baik-baik saja"


eyang lingga berusaha, menenangkan goncangnya hati citrakala, untuk sedikit meyakinkan bahwa, raden wira akan baik-baik saja.


Dia menjelaskan bahwa, tirakat nya itu atas perintah nya sendiri.


sementara itu, ki Demang dan askara menuju istana nirwana untuk laporan kepada patih jaya ledra dan Maha Raja sura jalu untuk, meminta ijin menjadi bagian dari kerajaan nirwana cakrabuana.


Sesampainya di depan gerbang ada sosok panglima prajurit yaitu wasta kancana.


seorang panglima yang gagah perkasa, menyambut kakak seperguruaan nya raden askara.


"Sampurasun wasta kancana"


"Ucap askara"


"Rampes rakak askara"


"Ada apa gerangan engkau sampai, mau masuk ke istana"


"Aku ingin bertemu dengan paduka raja, sura jalu sudarsana"


"Silahkan rakak aku bukakan gerbang istana ini "


Dan masuklah raden askara dan ki Demang Arja kancana,


dia berhasil menghadap sang Maha Raja dan berhasil mendapat ijin nya.


Dan malahan ki Demang di tawari menjadi matri pejabat penasehat kerajaan.


Dayung bersambut. ki Arja kancana, akan tinggal di kerajaan Nirwana cakrabuana. dengan nyi mas ayu ningsih putri semata wayang nya itu.


Lalu raden askara di tawari nya menjadi hangabehi atau ngabehi adalah tugas yang menyatukan pekerjaan di dalam lingkungan istana.

__ADS_1


Namun, askara harus meminta ijin pada eyang lingga untuk mengabdi di kerajaan Nirwana.


Ini bukan perkara mudah bagi askara. untuk dapat ijin dari eyang lingga.


__ADS_2