Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Pemberontakan di lakukan indrakala dan candrakala di kadipaten waringin jati.


__ADS_3

Suasana genting mulai mengusik ketenangan, wilayah kekuasaan kerajaan nirwana cakrabuana.


Tepatnya di wilayah kadipaten waringin jati, dia merampas harta dan dagangan, para saudagar dan rakyat kecil, yang bukan hal nya itu.


tak sampai di situ saja , mereka tak segan-segan melukai, nya bila ada yang melawan nya.


Hingga berita ini sampai ke istana kerajaan nirwana.


Sang Maha Raja sura jalu, pun merasa di injak-injak harga dirinya.


Oleh karena itu dia memerintahkan, raden askara dan wasta kencana untuk meringkus dan memberi pelajaran, kepada indrakala dan candrakala.


Dia menjadi dua kawanan yang Radikal dan jahat.


"Patih jaya ledra, ucap sang Maha prabu"


"Panggil wasta kancana dan askara, ke hadapanku"


"Sendiko rawuh, gusti prabu" 🙏🙏


Bergegaslah sang patih jaya ledra memanggil raden askara dan wasta kancana, untuk segera menghadap sang baginda raja.


"Sembah bakti ku gusti prabu ucap wasta kencana dan raden askara"


"Kau sudah mendengar para pemberontak, itu yang terjadi di luar istana, tanya gusti prabu"


"Sudah barusan, gusti prabu, dari paman patih jaya ledra"


"Lelaslah kau bereskan para pemberontak itu"


"kau tahu, dia menginjak-injak harga diriku, sebagai raja penguasa wilayah ini"


"Saya mengerti maksud ucapan mu gusti prabu" 🙏🙏🤟


"Dan kami, akan ringkus para pemberontak itu"


"Bagus, lelaslah bantu dan, laksankanlah tugasmu itu"


"Dan ingat aku tidak menyukai


sebuah kegagalan"


"Siap gusti prabu" 🙏🙏


bergegaslah kedua perwira kerajaan nirwana cakrabuana itu, untuk meringkus Indra kala yang berhasil mengobrak-abrik kawasan waringin jati.


"Mohon ijin gusti prabu, ucap patih jaya ledra"


"Ada apa gerangan patih jaya ledra, tanya gusti prabu padanya"


"Biar aku saja yang menghabisi, kucing hutan itu" 🙏🙏🙏


"Tidak patih jaya ledra itu bukan tandingan mu"


"Dia hanya mengotori tangan mu saja"


"Aku paham gusti prabu" 🙏🙏


"Maapkan kelancaran mu ini"


"Tidak apa-apa, patih jaya ledra"


Sang Maha patih jaya ledra pun tidak di berikan ijin, keluar istana untuk menumpas pemberontak liar itu.


Lalu paman patih jaya ledra, pun pergi ke perataran istana untuk menggantikan wasta kencana berjaga-jag di depan gerbang, istana.


Namun patih jaya ledra, sedikit gelisah dan gugup. hingga dia terus berjalan mundar-mandir tidak jelas.


Hingga datang lah raden Arya, dan menegur paman patih nya itu.


"Wahai paman patih jaya ledra"

__ADS_1


Tapi sang patih jaya ledra tidak mendengarnya, dia terus saja, mundar-mandir menghiraukan tanya dari raden Arya.


Hingga raden Arya menepuk punggung nya, hingga kaget.


"Aduh, raden paman kaget" 😮


"Paman patih, jaya ledra kenapa"


"Paman sedang gelisah raden"


"Ada apa gerangan paman, tanya, raden Arya"


"Paman patih khawatir, askara dan wasta kencana tidak bisa berbuat banyak"


"Untuk kali ini aku sependapat dengan paman patih, ucap raden Arya"


Rupanya atas dasar rasa iri dan ketidaksukaan nya terhadap, askara, raden Arya, mempengaruhi paman patih jaya ledra, agar tidak percaya akan kemampuan ilmu kanuragan nya.


Sungguh sipat yang sangat tercela, yang di lakukan raden Arya itu.


"Bila dia gagal paman apa yang


hendak kau lakukan"


"Aku sendiri yang akan, menghabisi indra kala itu"


"Bukan itu maksud ku"


"Lantas apa raden Arya, ucap paman patih jaya ledra padanya"


"Hukuman yang pantas buat askara dan wasta kancana"


"Maap raden itu hak ayahandamu"


"paman patih tidak ada wewenang dalam hal ini" 🙏🙏


Raden Arya menyuruh paman patih jaya ledra untuk, mengukum nya bila kegagalan itu datang, pada askara dan wasta kencana.


Namun sang paman patih jaya ledra, tidak menggubris sama sekali ucapan raden Arya sedikit pun.


"Sembah bakti dan sujudku ayahanda"


"Ada apa gerangan ananda Arya"


"Aku minta ayahanda menghukum askara"


"Apa maksud perkataan mu ananda, ucap gusti prabu"


"Askara itu, lemah ayahanda, aku sangat meragukan kemampuan nya"


"Oh itu maksud mu ananda Arya"


"Iya ayahanda prabu" 🙏🙏


"Kau tak perlu ikut campur ananda, ini urusan, ayahandamu"


Dengan ras kekecewaan raden Arya, meminta bantuan ibunda nya yang sedang berada di dalam kamar bersama adiknya, nyi mas citra loka.


Tok.... Tok.... Tok....


"Sampurasun"


Raden Arya, mengetuk pintu kamar ibunda nya, dan mengucapkan salam.


"Rampes"


"Masuklah ananda"


"Iya ibunda"


Masuklah raden Arya menuju ke kamar ibunda nya itu.

__ADS_1


"Sembah bakti dan sujud ku ibunda ratu"


"Bangunlah ananda Arya"


Lalu bangunlah raden Arya dan lepas menceritakan sesuatu apa yang di inginkan, hingga dia kecewa dengan ayahandanya itu.


"Ibunda ratu harus membela ku"


"Apa maksud perkataan ananda, ibundamu tidak paham"


"Ayahanda, tidak berbijak sana padaku bunda"


"Iya dalam hal apa dulu ananda Arya"


"Ah rakak ini selalu ikut campur akan kerajaan saja, ucap nyi mas citraloka"


"Lancang sekali kamu rayi nyi mas citraloka"


"Sudah jangan bertengkar, ucap ibunda ratu nareswari, pada kedua anaknya tersebut"


"Apa tujuan mu ananda, hingga kau bersikap, seperti ini, tanya ibunda ratu"


"Aku ingin ayahanda menghukum askara dan wasta kencana"


"Memangnya mereka salah apa, ucap ibunda ratu nareswari"


"Iya kalau di gagal membekuk kawanan pemberontak liar itu"


"Oh itu maksud ananda"


"Iya ibunda ratu"


"Biar ibunda ya g berbicara pada ayahandamu"


"Terima kasih ibunda ratu, aku sangat menyayangi ibun da ratu" 🙂


Rupanya raden Arya, sangat senang atas sikap ibundanya yang ingin membela sikap nya yang berlebihan dan terkesan salah dalam bertindak.


Namun ibunda ratu nareswari hanya membuat anaknya senang saja, dan suasana tidak semakin meruncing.


Nyi mas citraloka pun sudah khatam betul sifat tabeat nya rakak nya tersebut, yang arogan dan frontal terhadap apa yang dia tidak sukai nya.


"Maap ibunda ratu" 🙏


"Iya nyi mas citraloka"


"Ibunda ratu harus bersikap,


tegas pada rakak, Arya "


"Kalau tidak dia akan bertindak,


lebih dari ini"


"Iya ibunda paham akan maksud mu"


Ibunda ratu nareswari, menceritakan akan maksudnya, pada nyi mas citraloka, bahwa tindakan nya tidak sama sekali benar adanya, dia hanya menjadi penengah agar suasana kerajaan nirwana cakrabuana, tidak geruh dan memanas, akan selisih paham antara raden Arya dan ayahandanya tersebut.


Dari situlah nyi mas citraloka, memahami maksud dan tujuan ibundanya tersebut.


"Oh begitu ya bunda ratu" 😊


"Maap aku sudah salah paham"


"Iya tidak apa-apa"


"Ibunda sangat menyayangi kalian"


"Terima kasih ibunda ratu" 🙏


Ibunda ratu lantas bercerita bahwa dia sangat merindukan anak bungsu nya itu raden adipati adiwira sanjaya kusumah, hingga nyi mas citraloka, pun menghibur ibundanya tersebut, dan menenangkan, hati nya agar tidak, risau atau pun gundah gulana, akan keadaan ini.

__ADS_1


Di lain tempat paman patih jaya ledra masih berkutat, dengan kegelisahan nya.


Sedangkan, raden askara dan panglima prajurit wasta kencana sedang melakukan pengejaran terhadap indra kala dan candrakala, sang pemberontak wilayah kadipaten waringin jati.


__ADS_2