
Ngaruwat bumi adalah ungkapan syukur atas hasil yang di peroleh bumi, serta pengharapan setahun ke depan sekaligus penghormatan kepada leluhur, dan menolak bala dari segala mara bahaya.
Namun bisa di artikan juga mengumpulkan dan merawat hasil olahan bumi, seperti rempah-rempah, padu, umbi-umbian, sayuran,buah-buahan dan hasil pangan lain nya.
Hal macam seperti ini menjadi hal biasa dalam tradisi dan adat budaya kerajaan khusus nya di kawasan pulau Jawa.
Acara ini berlangsung khidmat di pimpin oleh sang baginda raja dan sang Maha Patih, dan para sesepuh kabuyutan lembur, di berbagai daerah dusun kadipaten wilayah kerajaan nirwana cakrabuana.
Terlihat jelas banyak sekali tumpukan hasil olahan bumi yang di kumpulkan di perataran istana.
Langit pun seperti memberi isyarat karena nampak cerah sekali.
setelah acara ini selesai di lanjutkan dengan acara pementasan seni tradisional, seperti, tarian dan gamelan. serta hiburan rakyat lain nya.
Dan untuk menghindari para penyusup dan mata-mata, sang baginda raj memerintahkan sang Maha Patih untuk mengerahkan prajurit istana agar lebih waspada dn berjaga jaga di setiap penjuru keistanaan nirwana cakrabuana.
Sepuluh ribu pasukan sudah bersiaga di segala penjuru.
agar memperketat penjagaan.
Demi keamanan beberapa pihak.
"Patih jaya ledra, tanya gusti
prabu pada Patih jaya ledra"
"Iya paduka raja, ucap paman
Patih jaya ledra"
"Perketar keamanan kerjaan
kita, agar aman dari kericuhan"
"Tentu saja paduka raja" 🙏
"Engkau tak perlu khawatir" 🙏
Patih jaya ledra langsung, mengecek, para pasukan nya dari segala arah penjuru, untuk sekedar memastikan keadaan itu aman.
Dia juga telah mengingatkan pada raden askara, raden suryacalaka, dan panglima prajurit wasta kencana agar sigap selalu, dan tak boleh lengah sedikit pun juga.
Eyang lingga buana dan ki sudra wirya, serta para sesepuh kabuyutan yang lain nya yang tidak bisa di sebutkan satu persatu datang ikut menghadiri hiburan kerajaan buat rakyat nya ini.
Namun raden wira tak nampak datang, entah kemana dia pergi nya tak ada seorang pun yang tahu, setelah dia membantu membuat saluran irigasi buat para petani pribumi wilayah kadipaten waringin jati.
Para rakyat, nampak tumpah ruah dan ikut bersuka cita atas hiburan pesta rakyat ini, ini sebuah hadiah dari raja nya sendiri.
Berita acara ini sampai terdengar ke kerajaan wangsa tinggal dan nasta tunggal. yang merasa iri akan keberhasilan baginda raja sura jalu sudarsana, sebagai pemimpin kerajaan nirwana cakrabuana.
__ADS_1
Acara itu sendiri berlangsung selama tujuh hari tujuh malam lamanya. hingga para rakyat merasa puas dan takjub.
para bangsawan dan saudagar kaya dari negeri sebrang pun ikut berbaur dalam golongan priyayi. merek tidak lupa memberikan sebuah cendra mata sebagai ungkapan rasa Terima kasihnya karena menjadi tamu undangan yang sangat penting.
seperti kata pujangga ada awalan pasti ada akhiran, karena tidak ada yang abadi di dalam dunia yang fana ini.
Acara yang sudah di gelar itu sudah di penghujung waktu nya.
Acara sakral penutupan di wakilkan kepada sang Maha Patih jaya ledra kencana.
Untuk menutup nya.
besar harapan acara ini akan di selenggarakan lagi di tahun depan.
Semua tamu undangan berhamburan, ke luar istana untuk pulang ke rumah nya masing-masing.
Namun dengan pengawalan prajurit yang sangat ketat.
Ini membuat para penyusup liar itu kesulitan untuk menerobos masuk ke dalam istana, untuk mengacaukan, kedaulatan kerajaan nirwana cakrabuana.
Kinerja yang sangat bagus di tunjukan dan di buktikan oleh para punggawa kerajaan dan tokoh pejabat penting istana dan daerah tidak kalah untuk menunjukan stabilitas etos kerja nya pada sang baginda raja sura jalu sudarsana.
Dan ini layak di beri apresiasi penting oleh, sang baginda raja kepada para punggawa nya.
Karena acara ini sudah berlangsung lancar dari awal sampai akhir. tanpa ada masalah sekecil apapun juga.
"Saya ucapkan banyak Terima
kasih Patih jaya ledra kencana"
"Ini sudah kewajiban hamba,
gusti, ucap Patih jaya ledra"
"kau akan ku beri gelar sebagai,
patih punjul rahayu"
"Terima kasih, gusti prabu, dan aku sangat tersanjung"
Sekarang Patih jaya ledra mempunyai julukan baru lagi selain guntur bumi, yaitu punjul rahayu. yang artinya orang pertama dalam menebar kebaikan dan kebajikan.
Semua rakyat kerajaan nirwana cakrabuana pun, memberikan ucapan selamat pada Patih nya itu, pengabdian yang tiada bandingan nya.
Kewibawaan nya, kedigdayaan nya, serta kebaikan nya. membuat semua menjadi segan akan diri nya.
Dan tugas baru pun sudah di berikan lagi yaitu pengawalan kepada saudagar asal aceh tamiang, yang harus di kawal sampai perbatasan pulau Jawa dan Sumatra.
Namun, itu sudah jadi bagian tugas anaknya, yaitu raden suryacalaka. sebagai panglima mantri kehutanan. dia akan di temani raden askara untuk misi pengawalan tersebut.
__ADS_1
"Sembah sujud ku ayahanda jaya ledra"
"Iya ananda bangunlah ucap raden suryacalaka"
"Ananda di berikan mandat dan tugas penting dari baginda raja"
"Doa restu ku menyertai mu ananda suryacalaka"
"Terima kasih ayahanda jaya ledra"
"Aku mohon pamit" 🙏
"Sampurasun"
"Rampes ananda suryacalaka"
Dan tidak menunggu lama-lama lagi, raden suryacalaka langsung bergegas naik ke kereta kencana yang membawa rombongan saudagar asal aceh tamiang itu, di kawal oleh raden askara di belakang nya menggunakan kuda tunggang perang nya tersebut.
Perjalanan itu cukup jauh dan melelahkan mereka harus menyiapkan mental dan tenaga ekstra, apalagi yang dia kawal seorang saudagar kaya yang menjadi bahan incaran para perampok dan para pendekar jahat yang ingin menjarah harta benda nya tersebut.
"Rakak askara siap, ucap raden
suryacalaka"
"Siap rayi, kau pokus saja dengan kendali kereta kencana mu, ucap raden askara"
"Iya rakak aku percaya padamu"
"Ucap raden suryacalaka, pada raden askara"
Hiyaaaaaaaat..... hiyaaaaat......
Raden suryacalaka langsung memecut kuda kereta kencana nya, dengan penuh semangat Ksatria nya.
Sedangkan pasukan prajurit yang di belakang nya dengan pasukan kuda perang nya membuntuti kereta kencana tersebut.
membawa pasukan dengan sejumlah seribu pasukan kuda perang, agar menambah kekuatan, bila terjadi pemberontakan, dan pembegalan serta perampasan di tengah-tengah jalan.
Raden askara membawa senjata panahan nya. 🏹
yang terkenal sangat mematikan dengan efek racun nya itu.
Dia akak melewati kerjaan mayapada, kerajaan tirtanirwana, dan kerajaan sasak tunggal.
Ini bukan pekerjaan mudah bagi kedua, pemuda yang gagah berani tersebut.
Raden askara, pun berdoa dalam hatinya semoga bisa bertemu dengan rayi raden wira yang telah lama menghilang semenjak, wafatnya raden Arya sanjaya kusumah.
Akankah semua nya berjalan sesuai ekspetasi dan harapan mereka, tunggu saja kelanjutan nya. 🙏🙏
__ADS_1