Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Nyi mas citrakala meminta kepastian dari raden wira sanjaya


__ADS_3

Tak terasa kini raden wira sudah dia hari menginap di rumah guru nya mak lasmanah. yang berada di daerah gunung kidung pananjung.


Raden wira tidur di bale-bale luar yang berada di halaman pekarangan rumah mak lasmanah.


Dengan beralaskan tikar seadanya.


Tentu saja hal itu di lakukan karena di rumah nya hanya di huni oleh perempuan saja, untuk menghormati dan menjaga harkat martabat guru nya saja. dia rela untuk berdingin


dinginan tidur di luar rumah.


Namun atas rasa perhatian nya, Nyi mas citrakala memberikan sebuah selimut agar kekasih nya itu tidak terlalu kedinginan.


Pada malam ketiga, Nyi mas citrakala memberanikan diri untuk meminta kepastian lagi dari seorang raden wira sanjaya.


Kala malam itu raden wira terlihat larut dalam lamunan nya.


Nyi mas citrakala sudah melihat gerak-gerik nya dalam kejauhan. dia lekas menyambangi kekasih nya itu yang sedang memikirkan sesuatu.


"Sampurasun kang mas wira"


"Ucap Nyi mas citrakala"


"Rampes Nyi mas"


"Jawab raden wira sanjaya"


"Bolehlah aku duduk di sampingmu"


"Tanya Nyi mas citrakala"


"Boleh saja Nyi mas dengan senang


hati silahkan"


"Rupanya kau terlihat gundah gulana


kang mas"


"Tanya Nyi mas citrakala"


"Ah tidak Nyi mas"


"Jawab raden wira sanjaya"


"Kau tidak bisa berbohong padaku


kang mas"


"Ucap Nyi mas citrakala"


Rupanya raden wira sanjaya, tidak mau berterus terang akan lamunan nya, dan memilih bungkam, seribu bahasa kepada kekasih nya Nyi mas citrakala.


Namun tentu saja respon dari Nyi mas citrakala, semakin timbul rasa penasaran. dan tidak mau meninggalkan kekasih nya dalam kegalauan nya.


Dia berusaha membujuk raden wira sanjaya untuk bercerita akan keluh kesah nya.


"Aku sedikit kecewa pada mu kang


mas wira sanjaya"


"Celoteh Nyi mas citrakala"


"Rupanya kau sudah tidak percaya


padaku lagi kang mas"


"Nyi mas citrakala berkata"


"Bukan begitu maksud ku Nyi mas"


"Ucap raden wira sanjaya"


"Aku tidak mau berbagi kedukaan


dengan mu"


"Lantas apa kau lupa akan janji kita


dulu"

__ADS_1


"Tanya Nyi mas citrakala"


"Janji yang mana lagi Nyi mas"


"Raden wira, bertanya pada Nyi mas


citrakala"


Dari situ Nyi mas citrakala, menjelaskan kepada raden wira sanjaya bahwa dulu mereka pernah berjanji akan selalu berbagi keluh kesah dan berkomitmen untuk saling percaya satu sama lain nya.


Momen itu membuat raden wira sanjaya sedikit luluh dan mencoba mengingat lagi akan ucapan kekasih nya Nyi mas citrakala.


Atas dasar rasa sayang nya raden wira sanjaya pun menjelaskan bahwa sikap nya itu.


bukan untuk membuat kekasih nya tersinggung dan marah justru sebaliknya. raden wira tidak mau beban yang dia pukul itu di bagikan terhadap kekasih hati nya yang dia cintai.


Sehingga Nyi mas citrakala terenyuh dan merasa bahwa raden wira sangat mencintai nya deng sepenuh hati.


"Tapi aku tidak mau kau terbebani


kang mas wira"


"Ucap Nyi mas citrakala"


"Ini bukan masalah yang besar bagi


ku Nyi mas citrakala"


"Ucap raden wira sanjaya"


"Percayalah aku bisa menghadapi


dengan seorang diri"


"Raden wira meyakinkan Nyi mas


citrakala"


Argumen penjelasan yang di lontarkan raden wira sanjaya, kepada kekasih tambatan hati nya itu perlahan-lahan coba di pahami dan di mengerti oleh Nyi mas citrakala, sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman dan bersitegang adu argumen lagi di antara mereka berdua.


Hingga momen yang pas itu terbuka lebar dalam celah-celah ruang yang nyata.


"Bolehkah aku bertanya kang mas"


"Ucap Nyi mas citrakala"


"Tentu saja dari tadi kita sudah


berbincang-bincang bukan"


"Raden wira sanjaya menjelaskan


pada Nyi mas citrakala"


"Bukan begitu maksud ku kang mas"


"Jawab Nyi mas citrakala"


"Lantas apa lagi"


"Ucap raden wira sanjaya"


"Bagaimana dengan hubungan kita"


"Nyi mas citrakala bertanya"


Dari sana raden wira sanjaya, merasa terkejut dan sedikit terbata


bata dengan ucapan nya itu. jelas sudah dia gugup dan tidak siap akan pertanyaan dan maksud dari Nyi mas citrakala.


Sebaliknya Nyi mas citrakala, sudah memahami akan maksud dari sikap kekasih nya itu.


Dia sedikit kecewa akan respon dari raden wira yang seperti tidak siap dan terkesan mengulur-ulurkan waktu secara percuma.


"Apa kau belum siap kang mas"


"Tanya Nyi mas citrakala"


"Tentu saja sangat siap Nyi mas"

__ADS_1


"Jawab raden wira sanjaya"


"Lantas kenapa kau gugup dan


sedikit terbata-bata"


"Ucap Nyi mas citrakala"


"Iya aku sedikit kaget bukan tidak


siap nyi mas"


"Raden wira sedikit mengelak"


Tentu saja raden wira sanjaya tidak mau tersudutkan sama sekali atas asumsi dan tuduhan dari kekasih nya itu raden wira sanjaya.


Jadi dengan sengaja dia mencari pembelaan dan seribu alasan agar dia tidak tersudutkan.


Dan benar saja usaha nya sangat berhasil. untuk keluar dari tekanan dan beban yang di lontarkan oleh kekasih hati nya Nyi mas citrakala.


Tentu saja asumsi dari raden wira sanjaya cukup masuk akal dan alasan nya sangat kuat karena, dia tidak mungkin meminang dan menikahi Nyi mas citrakala di luar istana karena dia tidak ingin melukai ayah dan ibu kandung nya sendiri, terlebih ibunda ratu nareswari. yang nampak kesehatan nya kurang stabil. jadi mungkin tindakan-tindakan gegabah itu harus di minimalisir secara tepat dan akurat.


Hingga di memberanikan diri untuk memberi penjelasan secara detail agar tidak menyakiti Nyi mas citrakala kekasih hatinya tersebut.


"Maaf Nyi mas bukan aku tak


ingin menikahimu"


"Raden wira sanjaya memberi


penjelasan"


"Iya kang mas wira aku paham dan


sangat memahami nya"


"Jawab Nyi mas citrakala"


"Berat hati sebenarnya ini bukan


kemauan ku"


"Iya aku ingin kepastian saja"


"Agar kita tidak terhanyut dalam


kondisi seperti ini"


"Nyi mas citrakala mengutarakan


keluh kesah nya"


"Aku bukan tidak punya prinsif nyi


mas"


"Raden wira membela diri nya"


"Aku tidak mungkin nikah secara


sembunyi-sembunyi"


"Apa kang mas tidak bisa berbicara pada ayah dan ibunda mu"


"Nyi mas citrakala semakin gencar


memberi tekanan"


Dari obrolan dan perbincangan itu terasa pasang surut. seakan-akan tersaji penuh intrik ritme dan drama yang membuat mereka melontarkan serangan-serangan argumen nya.


satu sama lain nya. hingga kesepakatan itu tercipta. tentu saja karena Nyi mas citrakala yang berusaha memahami akan keadaan raden wira sanjaya yang tidak mau masuk ke jajaran kerajaan istana nirwana cakrabuana.


Padahal Nyi mas citrakala juga bukan menginginkan dan mencintai raden wira sanjaya karena dia seorang putra mahkota kerajaan, namun dari kepribadian nya yang jarang di miliki oleh para pemuda lain pada umum nya.


Namun tetap saja pandangan orang banyak tidak seperti itu.


cemoohan dan kritik pedas itu terdengar sampai ke daun telinga nya. namun mental nya sangat kuat karena dia sudah paham bahwa resiko terburuk yang bakal di dapat adalah hal seperti itu.


Di anggap memanfaatkan raden wira sanjaya yang di nobatkan sebagai calon tunggal tahta kerajaan nirwana cakrabuana.

__ADS_1


__ADS_2