
Kenyataan pahit yang di Terima oleh raden askara dan wasta kencana, itu benar adanya.
Seperti mencari sebuah jarum di dalam tetumpukan jerami, begitulah kenyataan pahit yang dia dapatkan dan harus di Terima dengan lapang dada.
Namun ini adalah kabar buruknya. yang harus di Terima oleh, sang Maha prabu sura jalu sudarsana. dan Maha patih jaya ledra guntur bumi.
Sontak saja keadaan istana semakin tidak terkendali. dan harap-harap cemas akan ulah indrakala dan candrakala yang sangat meresahkan rakyat kerajaan nirwana cakrabuana.
"Sampurasun"
"Rampes ucap, patih jaya ledra"
"Gimana apa, kalian berhasil, ucap paman patih jaya ledra pada, wasta kencana dan raden askara"
"Tidak paman patih, indrakala dan candrakala, berhasil lolos dari kejaran kami berdua"
"Ya sudah kalian menghadap sang Maha prabu saja"
"Iya paman patih jaya ledra" 🙏
Wasta kencana dan raden askara, sedikit ragu dan ketakutan akan menyampaikan berita, kekecewaan ini.
Dia berdua gugup dan berjalan pelan, seperti seorang Ksatria yang kalah dalam peperangan.
Kejadian itu di saksikan raden Arya, yang memergoki nya dari arah belakang.
"Hai kucing hutan liar, ucap raden Arya" 😠
"Kau gagal yah, sudah ku duga kau itu, hanya sampah istana kerajaan nirwana saja"
"Heran kenapa ayahandaku dan paman patih jaya ledra, masih mempertahan kan kalian"
Sontak kejadian itu di saksikan, senopati dharma kusumah dan kyai tunggul lancar, serta ibunda ratu nareswari yang sedang berkumpul di aula istana kerajaan.
"Jaga mulut mu kang mas, ucap nyi mas ayu ningsih, istri dari raden Arya"
"Diam kau lancang sekali,
kau adinda ayu, ucap raden Arya"
Suasana keruh di saksikan aparat kerajaan, termasuk sang Maha Raja baginda prabu sura jalu sudarsana, yang geram akan ocehan, raden Arya anak nya tersebut.
"Mulut mu bisa diam ananda Arya, ucap sang baginda Raja"
"Iya bisa ayahanda" 🙏
"Lekas kau mundur, biarkan,
wasta kencana dan askara,
datang menghadapku"
"Iya ayahanda prabu"
Dan tibalah wasta kencana dan askara, untuk menyampaikan berita kekecewaan ini.
Dengan wajah yang panik, dan penuh ketakutan di melangkahkan, kaki ke sebuah singgasana Raja.
"Sembah sujudku gusti prabu"
"Aku Terima sembah baktimu wasta kencana, bangunlah, ucap, gusti prabu"
"Sampaikanlah, walau itu berita duka sekalipun"
__ADS_1
"Ampun seribu kali ampun gusti
prabu, kami gagal menangkap
pemberontak itu" 🙏🙏🙏🙏
"Dan kamu tahu, dan masih,
ingat perkataanku, ucap gusti,
prabu pada mereka"
"Iya gusti prabu tidak suka akan,
kegagalan"
Suasana di dalam istana kerajaan nirwana cakrabuana sangat mencekam, tidak seperti biasanya.
Wasta kencana dan raden askara, masih dalam sembah sujudnya, dengan kepala yang tertunduk lesu, mereka tidak berani menatap tatapan, gusti prabu sura jalu sudarsana.
Kyai tunggul lancar sampai turun tangan, menasehati gusti prabu agar tidak bertindak gegabah dan memberi ampunan pada mereka berdua.
"Ampun gusti prabu" 🙏
"iya Kyai tunggul lancar"
"Sebaiknya gusti memberi,
ampunan dan kesempatan,
kedua buat mereka"
"Iya akan aku pertimbangkan dulu"
tibalah keputusan itu.
Dan keputusan nya adalah memaafkan mereka.
lantas sikap itu membuat murka raden Arya sanjaya, dia menolak dan protes keras terhadap ayahandanya.
Dan meminta ijin untuk menghukum raden askara dan wasta kencana.
kegaduhan pun tidak bisa di hindari lagi, raden Arya menyerah baju askara dan wasta kencana ke perataran istana, dan di sanalah terjadi perkelahian antara mereka bertiga, raden askara hanya membela dan mempertahankan diri saja.
"Kucing hutan liar tidak berguna, ucap, raden Arya"
"Maap raden kami sudah berusaha semaksimal mungkin"
"Ucap raden askara"
"Ah banyak bicara, kau ini" 😡
"Aku muak dengan mu askara"
Dan dengan sekuat tenaga raden Arya menendang perut raden askara hingga terjatuh dan terkapar, tidak berdaya.
Raden askara meringgis kesakitan, dan di bantu oleh wasta kencana, yang mencoba membantu nya berdiri.
Namun wasta kencana pun di beri pelajaran juga, dengan ajian pukulan tapak kirinding. yang membuatnya terpelanting jauh.
Paman patih pun datang melerai nya dan menghalangi amukan raden Arya.
"Sudah raden Arya ponakan ku"
__ADS_1
"Apa yang kau perbuat itu salah besar"
"Sudah paman patih diam saja"
"Aku ini putra mahkota, dan aku punya wewenang dalam hal ini"
Raden Arya mengeluarkan tenaga dalam nya dan mengeluarkan jurus, pelebur sukma, untuk berniat menghabisi raden askara dan wasta kencana yang masih terkapar tidak berdaya itu.
Tapi paman patih jaya ledra masih kukuh menghalangi raden Arya, dan terlibat pertarungan lah antara ponakan dan paman nya itu.
Sang paman patih jaya ledra mengeluarkan ajian pancasona yang, membuat raden Arya ketakutan dan mundur sepuluh langkah dari hadapan nya.
Hingga, datanglah senopati dharma kusumah, untuk menenangkan, patih jaya ledra agar ajian nya itu di hentikan.
"Sudah patih jaya ledra dia itu anak gusti prabu kita.
"Sadarlah, tahan emosi mu"
"Iya senopati dharma kusumah"
Kali ini patih jaya ledra, menghentikan ajian nya itu dia sudah mulai tenang kembali.
Dan suasana sudah agak membaik.
Wasta kencana dan raden askara di bawa nya ke kamar patih jaya ledra untuk di beri pengobatan, oleh tabib asal tiongkok, tuan chen fung. yang di panggil oleh, patih jaya ledra agar mengobati luka luarnya tersebut.
Sedangkan patih jaya ledra meminta maaf kepada gusti prabu atas tindakan nya itu.
Gusti prabu malah mendukung sikap paman patih, jaya ledra yang memberi pelajaran pada anak nya tersebut.
Sedangkan di lain tempat raden Arya masih kesal atas tindakan paman patih jaya ledra yang membela, raden askara dan wasta kencana.
"Sialan masih beruntung si askara itu, ucapnya"
"Dia masih menggerutu tidak,
karuan di dalam kamarnya"
"Sudah kakanda, ucap istrinya nyi mas ayu"
"Kau selalu membela mantan kekasihmu, itu adinda ayu"
Perdebatan itu sudah memasuki rongga-rongga kemaslahatan bahtera rumah ,
tangga nya, dan nyi mas ayu menangis karena, raden Arya menampar nya, tanpa belas kasihan.
Sontak saja nyi mas ayu ningsih pergi berlari ke kamar pribadi nya ibunda ratu nareswari, dan mengadu padanya sambil, menangis, tersedu-sedu.
"Ibunda ratu, ucap nyi mas ayu ningsih"
"Iya menantu ku, ada apa gerangan"
"Aku di tampar kakanda Arya"
"Sini sayang peluk ibunda ratu, ucap ibunda ratu nareswari"
Suasana pilu, itu tidak bisa di pungkiri lagi, ibunda ratu menenangkan nyi mas ayu, dan kejadian ini membuat ibunda ratu nareswari kesal pada anak nya tersebut.
Dan pasti ada hukuman nya. karena sudah bertindak di luar batas, melanggar norma-norma adab kerajaan dan janji suci pernikahan nya.
Adiknya nyi mas citraloka, langsung, menghampiri, kakak nya tersebut, dan memarahinya, adu argumen di antara mereka, pun cukup pelik sekali.
Raden Arya merasa dirinya tidak di hargai oleh adik nya sendiri dan seakan ikut campur dalam urusan rumah tangga nya itu.
__ADS_1