Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Pura sasih penenjoan


__ADS_3

Pura sasih penenjoan adalah tempat ibadah yang di bangun oleh Gusti prabu sura jalu sudarsana.


Letak nya berada di lereng bukit hutan panyandaan.


Yang wilayah nya tidak jauh dari kadipaten waringin jati kulon.


Atas dasar sembah bakti nya kepada sang Ayahanda sura jalu sudarsana.


Kini Gusti wira sanjaya kusumah mengadakan acara ritual sekaligus ibadah di pura sasih penenjoan.


beliau mengajak ibunda serta istrinya tercinta dan sekaligus sanak saudara terdekat nya.


Proses ibadah itu terbilang khidmat dan lancar.


walaupun di sertai guyuran hujan yang sangat lebat.


tidak mengurangi niat nya untuk. melaksanakan ibadahnya kepada sang Hyang Widi.


Setelah itu dia memimpin para punggawa kerajaan untuk menabur bunga di puncak gunung Halimun tempat ngahiang nya Ayahanda prabu sura jalu sudarsana.


Namun ibunda ratu tidak ikut serta dengan alasan sebuah kesehatan dan mental nya yang belum stabil.


jadi yang ikut hanyalah istri nya tercinta.


yang di kawal oleh Maha patih askara dan panglima prajurit jaka kelana.


Ibunda ratu nareswari pergi ke istana di kawal oleh wasta kencana dan seribu pasukan prajurit nya.


Semoga itu cukup untuk mengawal dan menjamin keselamatan ibunda nareswari.


Di lain tempat Gusti prabu wira sanjaya kusumah kini termenung di batu amparan tempat Ayahanda nya ngahiang, atau menghilang dari dunia yang fana ini.


Dia duduk di sana dan memejamkan mata nya berharap bisa komunikasi dengan ayahandanya lewat raga sukma.


Usaha nya kini membuahkan hasil. karena Gusti prabu wira sanjaya berhasil berkomunikasi dengan ayahandanya tersebut.


namun lewat haleuang ceuli. atau lewat bisikan telinga secara ghaib.


"Wahai ananda Terima kasih atas


kedatangan mu"


"Namun kau jangan menangisi


kepergian ayahmu Ini"


"Kau harus tegar dan harus bisa


berdiri tegak tanpa bantuan


Ayahandamu"


"Begitulah yang di ucapkan Gusti


prabu sura jalu sudarsana"


"Ananda sangat mengerti" 🙏


Lalu Gusti prabu wira mulai membuka matanya dan bergegas mengajak istri nya kembali pulang ke istana kerajaan nirwana.


dalam sebuah perjalanan di dalam kereta kencana.


Ratu nyi mas citrakala muntah-muntah.


Mungkin itu karena nyi mas citrakala sedang hamil kecil.


"Apa kamu tidak apa-apa adinda?


"Tidak kanda prabu adinda tidak


apa-apa"


"Ucap ratu nyi mas citrakala"


"Kalau kau sedang mengandung


Aku ingin anak itu seorang


Laki-laki"


"Semoga saja kakanda prabu"


"Iya Aku ingin anak itu meneruskan


tahta kerajaan ku di kemudian


hari adinda"

__ADS_1


"Ya begitulah kalau seorang raja


pasti yang di pikirkan adalah


sebuah tahta kerajaan"


"Bukan seorang pendamping hidup"


"Apa kau keliru dengan ucapan mu


itu adinda"


"Ucap Gusti prabu wira sanjaya"


"Apa nya yang keliru kanda prabu?


"Iya aku tidak gila pangkat"


"Apa aku salah ingin memiliki


keturunan atau anak"


"Tidak tentu saja tidak salah"


"Ucap ratu nyi mas citrakala"


Di dalam kereta kencana itu terjadi perdebatan kecil antara ratu nyi mas citrakala dan Gusti prabu wira sanjaya kusumah.


Kisah cinta antara Gusti prabu wira sanjaya kusumah dan ratu nyi mas citrakala tentu saja tidak berjalan mulus dan semudah memutar balikan kedua telapak tangan.


Awalanya ada sebuah tentangan dari sang ayah agar tidak meneruskan hubungan nya dengan nyi mas citrakala yang notaben nya bukan dari golongan kerajaan ataupun berdarah biru dan ningrat.


Namun atas kegigihan dan usaha nya sang Ayahanda prabu luluh juga namun dengan syarat Harus kembali ke istana dan segera naik tahta.


Desakan itu awal nya tidak di gubris sama sekali oleh Gusti prabu wira sanjaya, namun apa boleh buat.


Pilihan itu harus di pilih walaupun dengan rasa berat hati.


Yaitu naik tahta.


Dan mungkin saja kalau sang kakak tidak meninggal Gusti prabu tidak akan naik tahta dan menjadi seorang raja.


Mungkin beliau akan meneruskan pengembaraan nya untuk keliling nusantara.


Namun kehendak sang Hyang Widi berkata lain.


Sang Ayahanda prabu pun tidak bersikap jumawa dan sombong serta semena-mena lagi terhadap rakyat nya.


kebijakan Radikal nya di hapus atas desakan putranya Gusti prabu wira sanjaya kusumah.


Maka dari itu perjuangan nya tidak sia-sia.


Perang terjadi di mana-mana.


kericuhan dan kebatilan di tumpas nya tanpa ampun.


Itu semua dia lakukan dari sejak dulu.


Sejak menjadi seorang murid eyang lingga buana.


Tepat nya di padepokan silat cakrawala.


Yang nasibnya kini tragis karena sudah di ratakan dengan tanah oleh seorang raja bengis bernama darusa lingga.


Target utamanya adalah kerajaan parukuyan yang harus di habisi oleh Gusti prabu wira sanjaya kusumah.


Dia harus bertanggung jawab atas kehancuran padepokan itu.


Janggala kerta sudah binasa tinggal antek-anteknya indrakala dan chandrakala yang selalu berhasil melarikan diri dan selamat dari peperangan.


Lawan kali ini cukup lah berat apalagi ada sokongan dari ki rawa daksa yang sakti mandraguna.


Ulah dan kecerdikan indrakala menjadi bahan perbincangan khalayak ramai.


Yaitu berhasil menyatukan potongan tubuh ki rawa daksa yang sudah di kubur selama bertahun-tahun lama nya di gunung ngampar gelap.


Bisa jadi itu sebuah blunder yang tajam buat kubu kerajaan nirwana.


Sedangkan Gusti prabu wira sanjaya pun masih mencari tahu bagaimana dia bisa tahu bahwa potongan tubuh ki rawa daksa itu berada di kaki gunung ngampar gelap.


Kini beliau sudah berada di istana kerajaan lagi.


dan sedang memasuki gerbang utama istana nirwana.


Namun rupanya Gusti prabu masih dalam suasana melamun.


sehingga beliau tidak sadar bahwa sekarang ini mereka sudah tiba di istana.

__ADS_1


Ratu nyi mas citrakala turun dari kereta kencana itu dengan di kawal oleh jaka kelana, sang panglima prajurit tempur kerajaan nirwana.


"Sampurasun Gusti" 🙏


"Sampurasun Guati prabu" 🙏


"Gusti prabu" 🙏


"Maap Gusti hamba mengganggu" 🙏


Berulang kali sang panglima prajurit jaka kelana menegur Raja nya yang berdiam diri di kereta kencana.


Namun tegur sapa yang di lakukan jaka kelana tidak di gubris nya.


karena beliau sedang melamun dengan tatapan kosong.


Mungkin Gusti prabu wira sanjaya kusumah hanya sedang memikirkan kegundahan hatinya saja.


karena berbagai masalah pelik itu belum tuntas ia bereskan satu persatu, apalagi masalah raja darusa lingga yang harus segera di luluh lantahkan.


bila dia di berikan ruang nyaman begitu saja maka kehidupan nya tidak akan tenang begitu saja.


Dan akan menjadi sebuah duri dalam daging.


Menghambat semua maksud dari sistem pemerintahan nya.


Jalan kelana kini meminta bantuan kepada Maha patih askara, untuk menyapa Gusti prabu wira sanjaya kusumah.


"Hamba menghadap Gusti prabu"


"Ucap patih askara"


"Aku Terima sembah bakti mu patih


askara"


"Ucap Gusti prabu wira sanjaya


kusumah"


Di iringi rasa kaget nya, akan sapaan dari sang patih askara, beliau menjawab dengan lantang di sertai momok muka yang menandakan kaget.


"Maap patih askara"


"Maap panglima jaka kelana"


"Tidak apa-apa Gusti prabu"


"Jawab secara bersama-sama


patih askara dan panglima jaka


kelana"


Gusti prabu meminta maap, karena terbuai dalam lamunan panjang nya. sehingga dia tidak bisa merespon apa yang di ucapkan jaka kelana.


mungkin isi kepala Gusti prabu wira sanjaya sedang caruk maruk.


Sehingga dia tidak bisa fokus dalam satu tujuan.


Maka dari itu patih askara memberikan support mental nya. agar sang Maha prabu tidak putus harapan dan tidak merasa berjuang sendirian.


"Maap gusti hamba lancang"


"Apa yang Gusti prabu pikirkan"


"Seperti nya Gusti memikul beban


yang begitu berat"


"Ucap patih askara"


"Iya begitulah patih askara"


"Gusti prabu tidak berjuang sendiri


saya ada di belakang gusti"


"Kita berjuang bersama-sama"


"Sampai tetes darah penghabisan"


Sontak saja ucapan dari patih askara membuat gusti prabu wira sanjaya merasa tersanjung dan bahagia bahwa kesetiaan dan pengabdian patih nya itu


sangatlah dalam dan tidak perlu di ragukan lagi.


Oleh karena itu dia bangga sekali pada patih askara.

__ADS_1


Seperti akan hal nya mendiang patih jaya ledra kencana mengabdi kepada Gusti prabu sura jalu sudarsana.


__ADS_2