
Setahun sudah lama nya Maha prabu suryacalaka pemimpin kerajaan wangsa tunggal yang di taklukan nya dari genggaman tangan rangga darusa lingga.
Namun petaka itu datang ketika darusa lingga menghimpun kekuatan yang maha dahsyat dengan seorang maha patih janggala kerta, serta indrakala dan candrakala bergabung dalam kokohnya kerajaan parukuyan.
Kerajaan parukuyan di bangun oleh darusa lingga di dekat hutan belantara sebelah timur antara perbatasan kerajaan nirwana dan wangsa tunggal.
Dalam waktu jangka pendek dia sudah berhasil meningkatkan ilmu kanuragan dan menghimpun kekuatan untuk misi merebut kembali tahta kerajaan wangsa tunggal peninggalan ayah nya sendiri yaitu maha raja purna lingga yang gugur dalam peperangan melawan maha raja sura jalu sudarsana. pada masa lampau silam.
Kini pasukan kerajaan parukuyan sudah mengepung dari segala sudut penjuru kerajaan wangsa tunggal. Akan kah kerajaan wangsa tunggal berhasil di robohkan oleh darusa lingga dan janggala kerta.
Pasukan panah dari kerajaan wangsa tunggal sudah siap siaga untuk mempertahankan kerajaan nya.namun itu belum cukup untuk mengantisipasi serangan balasan dari kerajaan parukuyan.
Strategi yang di pakai oleh janggala kerta berhasil memancing para prajurit kerajaan wangsa tunggal untuk keluar dari sarangnya sehingga gerbang barat berhasil di lumpuhkan dengan cepat.
hingga keluarlah para senopati dan dan adipati dari kerajaan wangsa tunggal.
"Laknat kau janggala kerta"
"Ucap senopati kundang giri"
"Rupanya kau sudah bosan hidup"
"Jawab maha patih jangga kerta"
Kedua nya langsung mengadu ilmu kanuragan yang di miliki nya.
Hingga senopati kundang giri gugur dalam peperangan ini.
Para adipati dan para punggawa kerajaan wangsa tunggal sudah di lenyapkan satu persatu oleh kedigdayaan nya kerajaan parukuyan.
Ha.... Ha..... Ha.... Ha.....
"luar biasa kau janggala kerta"
"Ucap Maha prabu darusa lingga"
"Kini giliran patih jaya ledra dan
anaknya"
"Siap maha prabu"
"Akan aku habisi satu persatu"
"Ucap patih janggala kerta"
__ADS_1
Dalam kondisi terpojok, maha patih jaya ledra kencana yang sedang tidak dalam kondisi sehat pun memaksakan diri untuk bertarung mempertahan kan kerajaan wangsa tunggal.
Pertarungan yanga alot terjadi antara janggala kerta dan patih jaya ledra kencana.
Semuanya sudah harap-harap cemas akan keadaan genting ini.
Terlihat dari arah gerbang timur sudah berhasil di robohkan juga. ini benar-benar sebuah mimpi buruk bagi kerajaan wangsa tunggal, terutama sang maha raja suryacalaka.
Akan kah dia berhasil mempertahan kan diri dan menyelamatkan diri dari serangan brutal yang di lancarkan kerajaan parukuyan itu.
Di tengah-tengah pertarungan antara patih jaya ledra kencana dan patih janggala kerta.
Senopati sudrawisesa. berhasil membidik tubuh patih jaya ledra kencana dengan panahan racun yang telah dia persiapkan.
"Arghhh......... bajingan kau"
"Ucap patih jaya ledra kencana"
Beliau menggerang kesakitan, dan meminta tolong kepada gusti Prabu sura jalu dalam teriakan sakaratul maut nya.
"Gusti Prabu tolong"
"Maafkan aku"
Patih janggala kerta sekarang menginjak tubuh dari patih jaya ledra kencana yang sudah mulai melemah akibat racun yang sudah menjalar ke dalam tubuhnya.
"Bagaimana gusti Prabu?
"Tanya patih janggala kerta"
"Habisi saja patih tuang bangka itu"
"Hardik raja darusa lingga"
Dan kini tubuh patih jaya ledra kencana, di angkat oleh patih janggala kerta. yang menyuruh Gusti raja darusa lingga untuk membunuh dan membalas dendam atas kematian ayah nya sendiri.
Mendiang Gusti purna lingga. yang meninggal di tangan Gusti Prabu sura jalu sudarsana.
Keris pusaka beracun milik Gusti Prabu darusa lingga itu menghujam dada dari patih jaya ledra kencana.
Lalu datanglah istri nya permaisuri diah rengganis. yang langsung di habisi juga nyawa nya oleh keganasan dendam membara nya darusa lingga.
Mereka berdua meregang nyawa secara tragis.
Sementara itu Gusti raja suryacalaka memerintahkan istrinya ratu citrakala dan dayang-dayang nya melarikan diri ke kerajaan nirwana.
__ADS_1
yang sudah di kawal oleh senopati barata kerta. lewat jalan bawah tanah.
Namun Gusti raja suryacalaka tetap ingin mempertahankan kerajaan nya dengan resiko meregang nyawa secara cuma-cuma.
Gusti raja suryacalaka memancing semua anggota kerajaan parukuyan ke arah selatan.
sontak saja semua mengejar nya. tanpa terkecuali.
Termasuk raja darusa lingga. yang seperti haus akan darah.
"Kejar dia"
"Ucap raja darusa lingga"
"Siap gusti Prabu"
"Jawab maha patih janggala kerta"
Ini sebuah dilema besar untuk seorang raja suryacalaka, antara hidup dan mati nya di pertaruhkan di kadipaten waringin jati wetan.
Konflik Ini tidak sama sekali di ketahui oleh pihak kerajaan nirwana.
Yang sekarang sudah di pimpin oleh putra mahkota raja muda bernama raden wira sanjaya kusumah.
Raja suryacalaka terbang melompat dari satu pohon ke pohon yang lain nya untuk mengelabui musuh-musuh nya. dan di berusaha kabur dari sergapan patih janggala kerta dan raja darusa lingga.
"Akan kah dia berhasil menyelamatkan dirinya?
"Hai jangan lari kau pengecut"
"Hardik patih janggala kerta"
Namun ucapan patih janggala kerta tidak di hiraukan nya sama sekali.
Sesekali raja suryacalaka melancarkan serangan ghaib nya, dan dia berhasil kabur dari sergapan patih janggala kerta.
Dengan ajian halimun nya dia berhasil meloloskan diri dan berencana untuk menyusul istri dan senopati batara kerta.
Dan dia rupanya tidak ingin mati secara konyol oleh patih janggala kerta dan raja darusa lingga yang ilmu kanuragan nya sudah meningkat pesat tiga kali lipat.
Dia menangis karena ayah dan ibu nya meninggal terbunuh akibat peperangan ini.
Harga diri nya sebagai seorang raja sudah tidak di hargai oleh rakyat nya sendiri.
Dan akankah Gusti raja wira sanjaya membantunya. dalam situasi keterpurukan nya.
__ADS_1
Titik terendah yang di alami raja suryacalaka benar-benar membuat mental nya down.
Kini dia berada di padepokan cakrawala untuk meminta bantuan kepada seorang asta batara kala. yang merupakan pemimpin dari padepokan cakrawala. sekaligus pewaris dari mendiang eyang lingga buana.