Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Raden suryacalaka berhutang budi dan nyawa


__ADS_3

Raden suryacalaka kembali pulang ke istana kerajaan nirwana cakrabuana, dan membawa kabar yang menggemparkan karena dia dan raden wira bahu membahu melawan dan menumbangkan seorang durgala pati.


Jelas kemenangan ini di sambut dengan gegap gempita oleh anggota punggawa seisi keistanaan.


sang Maha patih kaya kedua kencana, sebagai seorang ayah bangga pada nya.


Walaupun sebenarnya, raden wira lah yang berjibaku mengahadapi kebengisan seorang durgala pati itu.


"Sembah bakti ku ayahanda, ucap, raden suryacalaka, bersujud pada ayahandanya"


"Bangunlah ananda, ada apa gerangan, kau menghadapku"


"Ampun ayahahanda, tadi aku bertemu rakak wira"


"Kenapa kau tidak membawa nya ke istana?


"Ayahanda sangat rindu dengan nya, ucap patih jaya ledra kencana"


"Aku dan rakak wira bertarung dengan durgala patih, ayahanda" 🙏


"Lantas siapa yang menjadi pemenang nya, ananda?


"Tanya, patih jaya ledra kencana, pada anak nya"


"Rakak wira, berhasil menumbangkan nya, ayahanda" 🙏


"Prok... prok... prok.... 👏👏"


"Raden wira memang, keponakan ayah yang bisa di andalkan"


"Iya ayahanda, ananda juga kagum dengan rakak ku itu"


Namun, kemenangan besar ini tidak terasa kumplit dengan tidak adanya Gusti prabu sura jalu sudarsana yang sedang pergi jauh bertirakat. untuk menyempurnakan ilmu tingkat tinggi nya.


"Ayahanda kenapa engkau melamun?


"Tanya raden suryacalaka, pada ayahnya"


"Ah tidak ananda suryacalaka, ayah sedang memikirkan


sesuatu hal"


"Apa itu tentang, gusti prabu, Ayahanda, tebakan yang jitu, dari raden suryacalaka".


"Iya ananda, tebakan mu benar,


adanya"


"Kita doakan saja, Ayahanda, semoga, gusti prabu, bisa segera pulang secepatnya"


"Iya tentu ananda, ayahanda selalu berdoa, untuk nya"


"Ayahanda tidak pantas, duduk di singgasana ini"


"Yang pantas duduk di sini adalah raden wira sanjaya"


"Iya Ayahanda, namun rakak wira, tidak menginginkan itu"

__ADS_1


"Ucap, raden suryacalaka"


Adipati janggala kerta, bangkit dari tempat duduk nya dan segera menghadap, patih jaya ledra kencana, yang sedang duduk di kursi singgasana kerajaan.


"Hamba menghadap maha patih" (Sambil bersujud di hadapan patih jaya ledra)


"Bangunlah, adipati janggala, ada apa gerangan?


"Hamba, mohon ijin untuk membujuk,raden wira sanjaya"


"Silahkan kalau kau bersedia dan mampu adipati"


"Ucap, maha patih jaya ledra kencana"


"Hamba akan berusaha dan mencoba nya dulu"


"Iya lekaslah kau lakukan, adipati janggala kerta, ucap maha patih jaya ledra kencana"


Sebetulnya ini adalah akal bulus dari janggala kerta, yang secara individu tidak menyukai maha patih jaya ledra kencana, duduk bertahta di kursi singgasana.


Namun kemunafikan yang di lakukan adipati janggala kerta tercium oleh senopati darma kusumah.


Menurut senopati darma kusumah, itu bukan tugas dia dan tidak mempunyai hak,dalam perihal masalah ini.


Setelah adipati janggala kerta pergi di temani jaka kelana, sang bertugas sebagai panglima prajurit kedua kerajaan nirwana cakrabuana.


Senopati darma kusumah mengungkap kan unek-unek nya kepada maha patih jaya ledra kencana.


Bangunlah senopati darma kusumah, dan berjalan jongkok lalu mengaturkan sembah hormat nya kepada patih jaya ledra kencana guntur bumi.


"Sembah hormat ku maha patih,


"Iya ada apa gerangan senopati darma kusumah? tanya patih jaya ledra kencana"


"Ampun seribu ampun, hamba menilai ini sesuatu yang tidak lazim, dan wajar maha patih"


Dan jelas ucapan yang di lontarkan oleh, senopati darma kusumah menjadi sebuah tanda tanya yang besar bagi maha patih jaya ledra kencana.


Dan dia lantas menanyakan akan maksud dan tujuan nya. itu.


"Apa maksud mu senopati darma kusumah, aku sungguh tidak memahami, apa yang kau ucapkan sama sekali"


"Ampun, maha patih, menurut pengamatan ku, adipati janggala kerta, sedikit gegabah dan tidak ber etika sama sekali"


"Dan maha patih jaya ledra pun berkata, pada senopati darma kusumah"


"Kenapa kau bisa, ambil kesimpulan seperti itu senopati darma kusumah"


"Jelas-jelas, dia sudah menyalahi aturan maha patih, lantas mengapa kau selalu membela nya"


"Dia itu tidak suka engkau naik tahta, kerajaan dan mencoba mengoyak-ngoyak, kekuasaan mu di kerajaan ini"


"Baiklah aku memahami sekarang apa yang kau ucapkan"


"Hamba memohon maaf, atas segala tindakan kelancaran ku maha patih jaya ledra, ucap senopati darma kusumah"


"Silahkan kau duduk kembali di kursi mu, senopati, ucap patih jaya ledra kencana"

__ADS_1


Suasana riuh, pun terjadi di dalam istana atas, ucapan dari darma kusumah, dan menjadi bahan buah bibir, seisi istana kerajaan nirwana cakrabuana.


Raden askara, pun sependapat dengan, pembicaraan dari senopati darma kusumah, karena dia menilai adipati janggala kerta, tidak selalu sependapat dalam hal apapun dalam setiap kebijakan-kebijakan yang di lakukan, patih jaya ledra kencana.


Namun janggala kerta, terkesan munafik dan pintar mengadu domba di antara para punggawa kerajaan nirwana cakrabuana.


Tapi kyai tunggul pamancar , langsung, memberikan sesuatu wejangan dan nasihat kepada maha patih jaya ledra kencana agar tidak terpancing oleh langkah provokatif dari senopati darma kusumah, di mengingatkan agar selalu berpikir secara jernih dan dengan kepala dingin untuk bertindak.


Hal ini di bantah langsung oleh, senopati darma kusumah karena menganggap kyai tunggul pamancar, sudah terpengaruh oleh, hasutan nya adipati janggal kerta.


Suasana kerajaan pun semakin gaduh dan mencekam atas perbedaan pendapat dan cara pandang untuk menyikapi masalah ini.


"Maap kyai tunggul pamancar, mengapa engkau, selalu membela, musang berbulu domba seperti janggala kerta itu"


"Lalu kyai tunggul pamancar, menjawab asumsi dari senopati darma kusumah"


"Bukan begitu maksud ku senopati darma kusumah yang terhormat"


"Lantas apa maksudmu, tanya senopati darma kusumah"


"Maksud ku kita harus mengumpulkan bukti dulu yang kuat dan kongkrit agar tuduhan kita tidak menjadi sebuah fitnah di lain hari"


"Alah omong kosong, sudah jelas banyak buktinya, dan para punggawa kerajaan pun, sudah tau akal bulus janggala kerta"


Raden askara pun mencoba menenangkan, perdebatan antara, senopati darma kusumah dan kyai tunggul pamancar.


"Maaf paman senopati, aku bukan lancang, alangkah baik nya kita bersikap tenang saja dulu"


"Kau ini membela siapa, aku heran padamu raden askara"


"Bukan begitu paman, maaf atas ketidakhormatan ku padamu, paman senopati"


"Alangkah baik nya kita, menuruti saran kyai tunggul pamancar"


"Kita memang belum cukup bukti, untuk menuduh adipati janggala kerta"


"Baiklah raden askara, aku coba memahami nya"


"Ucap, senopati darma kusumah"


Raden suryacalaka, pun membantu menenangkan senopati darma kusumah yang sudah naik pitam, oleh ketidak sepahaman dengan para anggota punggawa kerajaan nirwana cakrabuana.


"Tenanglah paman, semua akan baik-baik saja, percaya padaku paman senopati"


"Ucap raden suryacalaka, berusaha menenangkan nya"


"Dan aku ada di kubu, mu paman senopati, ucap raden suryacalaka"


Lantas, itu membuat senopati darma kusumah, merasa, tersanjung dan senang akan ucapan raden suryacalaka, yang notaben nya seorang putra dari maha patih jaya ledra kencana.


Dan maha patih jaya ledra pun mengajak, senopati darma kusumah untuk berbicara empat mata tanpa ada satu orang pun yang tau.


Karena bisa menyulut ketidak sepahaman lagi diantara para anggota punggawa kerajaan nirwana cakrabuana.


"Sekarang kau ikutlah dengan ku senopati darma kusumah"


"Hamba bersedia maha patih jaya ledra kencana" 🙏

__ADS_1


Lalu, tak menunggu waktu yang lama, maha patih jaya ledra kencana pun, turun dari singgasana nya dan bergegas menuju, bale-bale kerajaan yang berada di belakang taman kerajaan nirwana cakrabuana.


Dan tentu saja dari arah belakang di ikuti oleh seorang senopati darma kusumah yang sudah bisa mengontrol emosi nya yang sempat memuncak, akibat pernyataan dan segala asumsi nya di bantah secara terang-terangan oleh kyai tunggul pamancar.


__ADS_2