
Setelah melewati banyak rintangan, akhirnya nyi mas dewi kemuning, tiba juga di rumah nya ki reksa panayun, namun telihat sepi nampak tidak berpenghuni. nyi mas dewi kemuning pun memberikan salam agar mengetahui ada orang tidaknya di dalam.
"Sampurasun"
"Rampes"
Ternyata yang keluar adalah mak dasimah, istrinya ki reksa panayun, mak dasimah adalah seorang dukun beranak yang sangat terkenal.
"Eh rupanya cucu nya eyang sagara cipta, ayo masuk, ucap mak dasimah"
Mak dasimah sudah mengenal ku sejak kecil, sebetulnya mak dasimah keturunan ningrat berdarah biru. namun ia tidak sombong dan tak bergaya hidup seperti golongan lumrah nya seorang priyayi. ia memilih hidup sederhana dan berbaur dengan masyarakat kecil tanpa ada gep atau golongan ras, dan lain nya, yang menyebabkan timbulnya. ke angkatan diri.
Aku pun masuk, ke dalam rumah mak dasimah.
dan di tanyakan masuk kedatangan ku ke mari.
Tentu saja, nyi mas dewi kemuning pun langsung menjelaskan maksud dan tujuan nya tersebut.
Sehingga, mak dasimah pun memanggil ki reksa yang sedang, memasak air di sebuah tungku di dapur.
mak dasimah, lantas memanggil-manggil ki reksa panayun.
"Ki..... aki... ini ada tamu, ucap mak dasimah"
"Iya sebentar, tunggu saja ucap ki reksa panayun"
Lalu setelah lama menunggu ki reksa pun, menghampiriku , dan terkejut, atas kehadiran ku.
"Eh rupanya cah ayu dewi kemuning"
"Ada apa cah ayu, ucap ki reksa padaku"
"Aku di suruh eyang sagara,ki agar membawa ki reksa ke pendopo eyang sagara cipta"
"Apa apa memang nya cah ayu,
tanya, ki reksa panayun?
"Eyang sagara perlu bantuan ki reksa panayun" 🙏
"Baiklah cah ayu, ayo lekas kita pergi sekarang juga"
Lalu, ki reksa panayun ijin bepamitan kepada istrinya mak dasimah dan kedua anak nya.
ki reksa, menggunakan pedati kerbau nya. yang sudah biasa ia pakai, sedangkan aku masih sama menunggangi kuda, tunggang ku. 🏇
Ki reksa panayun menyuruh ku untuk, pergi berjalan duluan saja, dia akan membuntuti ku dari arah belakang, dan aku pun mengikuti arahan nya tersebut.
Dalam hati aku, sangat cemas apakah raden wira masih bisa bertahan hidup, dalam kondisi nya seperti itu, karena sebetulnya nyi mas dewi kemuning trauma, akan kejadian yang di alami mantan kekasih nya dulu, yang bernama Raden raka raharja, yang meninggal secara tragis,tirakat di guha itu.
Bayang-bayang itulah yang selalu berkecambuk dan menjadi momok yang sangat menakutkan.
Dia kehilangan, cinta sejati nya. secara mengenaskan.
Lalu sampailah nyi mas dewi kemuning di pendopo nya, eyang sagara cipta. dia lantas langsung mendatangi, keberadaan eyang sagara cipta,
dan melihat kondisi raden wira.
"Gimana eyang, kondisinya,
__ADS_1
raden wira, ucap nyi mas dewi
kemuning, kepada eyang nya"
"Sudah agak membaik, cah ayu,
rupanya, kau khawatir juga"
Eyang sagara cipta, rupanya sudah menaruh kecurigaan terhadap cucu nya yang berparas cantik itu, sudah menaruh hati dan ketertarikan nya, kepada raden wira.
Raden wira memang selalu menjadi daya pikat kaum hawa yang melihat dan mengenalnya.
Sudah banyak sekali wanita, yang gagal, mendapatkan cinta nya raden wira, terkecuali, nyi mas citrakala seorang pendekar pedang dari kadipaten waringin jati, yang mempunyai jurus andalan seribu bayangan nya.
Tidak menunggu waktu yang lama lagi, akhirnya ki reksa sampai juga, dan langsung turun dari kereta pedati nya itu.
Nyi mas dewi kemuning pun langsung memberi tahu kan kepada eyang sagara cipta.
"Maap eyang di depan, sudah ada ki reksa" 🙏
"Iya suruh masuk saja, cucu ku, dewi kemuning, ucap nya"
"Baiklah eyang" 🙏
"Sampurasun, ucap ki reksa"
"Rampes, kami pun menjawab,
salam nya ki reksa panayun"
"Silahkan ki masuk, ucap nyi
Masuklah ki reksa panayun, dan saling berjabat tangan, dan saling merangkul satu sama lain dengan eyang sagara cipta,
Mereka adalah dua orang sahabat, yang sangat akrab satu sama lain nya.
Terutama ki reksa yang sangat menghormati eyang sagara cipta.
"Akhirnya kau datang juga rayi reksa, ucap eyang sagara cipta"
"Tentu saja rakak, aku tidak
akan berani, mengecewakan
mu"
"Ini murid ku rayi reksa, nama nya raden wira"
"Iya rupanya dia sangat mengkhawatirkan rakak sagara, ucap, ki reksa panayun"
"Iya begitulah rayi, aku sudah berusaha sekuat tenaga, untuk menyembuhkan nya"
"Namun belum ada tanda-tanda
dia akan cepat sembuh"
"Ya sudah rakak biar aku coba dulu, untuk mengecek nya"
"Silahkan rayi reksa, dengan sangat senang hati"
__ADS_1
Dan, rupanya menurut ki reksa, dia di tarik siluman ular itu, yang mencoba ingin menjadikan nya seorang suami.
Dan caranya adalah menyerang siluman ular itu, agar tidak menarik setengah sukma nya raden wira.
"Aku tak habis pikir rayi, aku kurang fokus dalam hal itu"
"Iya rakak, aku tidak sama sekali untuk membuat mu
malu, ilmu mu lebih tinggi dari ku rakak sagara, ucap ki reksa"
Sungguh ini momen yang sangat, mengharukan, ki reksa selalu merendah dan selalu mengagungkan rakak nya eyang sagar cipta.
Dan untuk mempersingkat waktu, ki reksa dan eyang sagara, memadukan tenaga dalam nya untuk, bertempur secara ghoib dengan Ratu siluman ular yang bernama dewi sinduk.
Sekarang eyang sagara cipta dan ki reksa sudah berada di alam ghoib, di kerajaan siluman ular itu, dan rupanya benar saja ada sosok rade wira, yang sedang di Tawan nya.
Dan sedang melakukan persiapan ritualnya.
"Sampurasun dewi sinduk, ucap
eyang sagara cipta"
"Mau apa kau ke sini tua bangka, ucap dewi sinduk" 😡
Rupanya dewi sinduk merasa di ganggu atas kedatangan eyang sagara cipta dan ki reksa panayun ke kerajaan nya itu.
"Lekaslah kaya lepaskan murid ku, atau tidak aku akan bertindak secara kasar"
"Ucap eyang sagara cipta"
"Coba saja kalau kalian mampu menghadapiku, ucap dewi sinduk"
Otomatis eyang sagara cipta sudah tidak ada pilihan lain selain menyerang ratu siluman ular itu.
Dan terjadilah perkelahian di antara mereka, dengan susah payah akhirnya dewi siluman ular itu berhasil di taklukan oleh eyang sagara cipta dan ki reksa panayun.
Kerjaan nya berhasil di hancurkan oleh ajian Qulhu geni dan ajian waringin sungsang.
dan ratu siluman ular akhirnya menemui ajalnya di tangan eyang sagara cipta, dan ki reksa panayun.
Ini sebuah perjuangan yang tidak sia-sia.
Dan sukma raden wira pun sudah di bebaskan kembali.
Eyang sagara cipta dan ki reksa pun, langsung bergegas untuk pulang kembali masuk ke dalam raga nya masing-masing.
Dan setelah sadar kembali, nyi mas dewi kemuning kaget, raden wira bisa bergerak kembali dan menengok kanan kiri secara normal kembali.
"Aku dimana nyi mas tanya raden wira"
"Akhirnya kau sadar juga kang mas, ucap nyi mas dewi kemuning"
"Kau sudah di Tawan ratu siluman ular, kang mas, ucap nyi mas dewi kemuning"
Raden wira pun mengucapkan banyak Terima kasih kepada, eyang sagara cipta dan ki reksa panayun.
besar harapan eyang sagara cipta, raden wira bisa berangsur pulih kembali sediakala.
Dan eyang sagara cipta, memberikan sebuah batu mahkota permata, ratu siluman ular itu. batu nya berwarna hijau. dan itu, ia dapatkan saat bertarung dengan ratu siluman yang bernama dewi sinduk.
__ADS_1